
"Miss, kami sudah menemukan !!"
"Apa yang terjadi dengan Laras !!"
Maoura tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Apa !! Max !! jadi selama ini sekertaris Max adalah dalang dari semua ini !!" ucap Maoura tidak percaya.
Tiba tiba handphone Maoura berbunyi.
"Halo Max !! apa yang kamu lakukan kepada Laras !!"teriak Maoura di handphone.
"Ow ow ooou ,,, pelankan suara anda Miss Maoura yang terhormat. Hmm ini adalah kejutan terbesar yang pernah aku terima selama hidupku, ternyata kalian adalah kembaran ! Waw, menarik sekali !!"ucap Max mengece Maoura.
"Max !! aku peringatkan kapadamu jangan berani-beraninya kamu menyentuh Laras dan juga Rose secuil pun !!"ancam Maoura.
"Saya tidak ingin basa basi Miss Maoura, cepat datang ke alamat yang saya kirim dan bawa juga Cap anda. Semua data sudah siap, tinggal membutuhkan Cap anda dan juga Laras untuk mengalihkan grup MAMBIO atas nama saya," ucap Max tanpa basa basi.
Panggilan pun berakhir.
Maoura datang menemui Max seorang diri karena Max mengancam.
Maoura berlari menuju kamar dimana Laras di sekap.
Maoura sangat terkejut melihat keadaan Laras yang sangat menyedihkan.
Seluruh badanya sudah memar, dan wajahnya babak belur akibat di hajar oleh Max.
"Laras, kamu apa ini sakit, apa yang sudah terjadi ?"ucap Maoura kepada Laras yang masih pingsan.
"Ternyata kamu sudah datang wahai tamu terhormat," ucap Max yang muncul dari balik pintu.
"Max !! apa yang kamu lakukan pada Laras !! Apa sebenarnya masalah kamu kepada saya !?"
"Hahahaa ,,, ini bukan salah anda Miss Maoura, tetapi ini adalah kesalahan saudara kembar anda. Hmm ini benar benar sangat menarik !!"
"Max !! apa yang kamu lakukan pada Rose ?"tanya Maoura histeris.
"Dia akan baik baik saja jika kamu menandatangani dan memberi cap pada dokumen ini !"ucap Max tidak ingin buang buang waktu.
Maoura dengan ragu tagu menandatangani surat pengalihan perusahaan.
Dengan tangan bergetar Maoura melakukan hal yang akan berdampak buruk bagi semua orang.
"Bagus ! Hahahaha !!!"ucap Max yang ingin keluar dari kamar itu.
"Hay Max !! bukankah kamu berjanji akan melepaskan kami !!"
"Kenapa kamu begitu berisik ****** !! baiklah, aku akan mengeluarkan mereka dari sana." ucap Max sambil menyalakan sebuah telivisi yang sedang menyiarkan berita internasional.
Berita ini berhasil membuat dunia tercengang.
Rose dan juga Rio dinyatakan mati karena sebuah kecelakaan helikopter saat mereka akan melakukan bulan madu. Dan mereka berasumsi bahwa Laras adalah pelaku dari kecelakaan helikopter Rose dan juga Rio. Hilangnya Laras yang tiba tiba membuat mereka yakin bahwa Laras adalah pelakunya.
"Apa !! siapa yang menyebar berita hoax seperti ini !!" ucap Maoura yang menahan panas di dalam tubuhnya.
"Haha !! bukankah ini yang kamu mau. Bukankah kamu ingin Rio mati," ucap Max dengan senyum yang sangat menyebalkan.
Max keluar dari kamar itu dan menakan tombol sesuatu, setelah tombol itu di tekan keluar asap tebal yang membuat Maoura tidak sadarkan diri.
Max sudah menyiapkan ini dengan sangat matang, Max tahu jika akan membuang buang waktu untuk berkelahi secara langsung dengan Maoura, karena Maoura sangat ahli dalam bela diri.
Max sengaja membuat Maoura dan Laras tertidur pulas sampai waktu yang dia inginkan.
...
Tuan Widjaya dan Nyonya Soraya
Tuan Raden dan Nyonya Sarla
Tuan Suerdja dan Nyonya Mandalika
Nyonya Shian, Luna dan juga Tuan Nick.
Mereka semua sangat terkejut dengan berita yang sedang menggemparkan dunia.
Mereka semua berbondong bondong meninggalkan pekerjaan dan rumah mereka untuk menuju ke Mansion Utama.
Pada hari itu juga, semua keluarga besar kumpul di Mansion utama.
Sedangkan Max, dia yang sudah siap langsung mengumpulkan semua petinggi untuk melantikan dirinya sendiri untuk menjadi pemenang saham dan juga CEO di grup MAMBIO.
Karena rencana sudah di atur sedari awal mau tidak mau di rapat yang mendadak itu, mereka mengesahkan Max menjadi CEO dan pemegang saham 100% dari grup MAMBIO dan juga semua anak cabang.
Max menari dengan sangat santai di dalam ruangan paling pucuk di perusahaan itu.
"Hmm, perjuangan aku tidak sia sia paman Bibik. Kalian telah menolong aku dan juga melindungi aku sampai titik darah menghabisi kalian. Aku bukanlah siapa siapa, aku hanya gembel yang kalian pungut dan kalian asuh dengan kasih sayang. Tetapi orang orang jahat itu telah mengambil kebahagiaan kita. Aku berjanji akan menghabisi mereka semua dengan tanganku sendiri," batin Max dengan santai duduk di atas kursi kemenangan.
..
Tiba tiba pintu terbuka dengan pelan.
"Huustt ,,, Miss ini aku !!" ucap Anak muda.
"Siapa kamu !?"tanya Rose.
"Saya Igo Miss, apa Miss lupa !?"
"Saya ingat kamu Igo, bagaimana bisa sampai disini ?"tanya Rio.
(Igo adalah anak yang dulu pernah Maoura tolong. Dia diizinkan pulang untuk merawat ibunya yang sedang sakit parah ketika mereka akan melakukan perang dengan mafia king dan juga *******.)
"Berita kalian sudah tersebar keseluruh dunia, kalian di nyatakan tewas karena sebuah kecelakaan saat melakukan perjalanan bulan madu. Tetapi tuan Max meminta beberapa orang untuk pergi ke pulau dan menjaga pulau ini. Aku merasa curiga dan memutuskan untuk ikut terbang diam diam tanpa sepengetahuan Tuan Max," jelas Igo.
"Max !! dia benar benar keterlaluan !!" geram Rose mengepalkan tangannya dengan kuat.
"Apa lagi yang kamu tahu !?"tanya Rose.
"Hilangnya Nona Laras yang mendadak membuat berita menyatakan jika dia adalah dalang dari kecelakaan kalian, sampai detik ini para kepolisian sedang mencari keberadaan Nona Laras dengan sekala besar," jelas Igo lagi.
"Aku harus menghubungi Maoura !!"ucap Rose membuat Igo merasa bingung.
"Maoura !!" ucap Igo mengerutkan kening.
"Dia adalah Rose, saudara kembar Amaoura," jelas Rio.
"Oh ya ampun, jadi kalian adalah saudara kembar, kereen !!"
"Sudah, ayo kita keluar sekarang !!"ucap Rose tidak sabar.
"Tunggu, kita harus diam diam dan jangan mengaktifkan sinyal, saya takut tuan Max akan menyadarinya," ucap Igo.
"Kita kabur lewat apa terusan !!"ucap Rio panik.
Di saat mereka sedang panik, mereka seperti mendengar sesuatu di balik dinding itu.
"Emmm ... emmm ... !!!"suara misterius.
"Rio !! suara apa itu ?"
"Saya tidak tau Rose !!"
Mereka diam diam menggeledah gudang itu, sampai akhirnya Igo tidak sengaja menemukan ruangan bawah tanah.
Mereka membuka pintu itu dan turun kebawah.
Rose sangat terkejut, dia melihat Pak Winanto dan juga seorang profesor yang sedang di ikat.
"Pak Winanto !!!" ucap Rose yang langsung mencoba untuk membuka ikatan Pak Winanto dan juga Profesor itu.
"Hah hah hah ,,, terima kasih Miss Maoura," ucap Pak Winanto merasa lega.
"Tunguu !!! anda, anda Maoura 1 !!"ucap Pak Winanto kembali.
"Iya pak, saya Maoura 1. Panggil saja saya sekarang Rose karena nama itu sudah milik Saudariku seutuhnya," ucap Rose.
Rose teringat, nama itu adalah nama pemberian Tuan Winanto untuk dirinya ketika dia masih kecil dulu.
"Ah iya Nona Rose, hik hik ,, saya sangat senang anda ternyata masih hidup," ucap Pak Winanto terharu.
"Pak, anda sudah berapa lama di dalam sini ?"tanya Rose.
"Saya sudah lama Nona di dalam sini Non !?"
"Apa kalian tidak makan ?"tanya Rio.
"Mereka memberikan kami suplemen satu Minggu sekali, suplemen itu mampu membuat kami bertahan selama seminggu kedepannya," jelas Pak Winanto.
"Apa Max sudah bertindak ?"tanya Profesor.
"Iya profesor, dia sudah bertindak sangat jauh. Kita harus keluar dari pulau ini, tapi bagaimana caranya,?"ucap Rose merasa putus asa.
"Kita punya kapal selam, di dekat pulau sini ada kapal selam," ucap Pak Winanto yang teringat jika mereka memakirkan kapal selam itu di pinggiran pantai.
"Benarkah !! dimana itu pak ?"tanya Rose.
"Tepatnya di belakang Villa Nona," ucap Pak Winanto.
Mereka semua bergegas untuk menuju ke kapal selam. Dengan perlahan dan diam diam mereka berhasil lolos dari penjaga yang sangat ketat dan banyak itu.
Mereka sempat kebingungan mencari kapal selam itu karena arus sedang naik, jadi kapal selam itu tenggelam oleh air.
Dengan bersusah payah menyelam kesana kemari akhirnya Rio menemukan titik letak kapal selam itu.
Akhirnya mereka semua bisa lolos dari pulau itu tanpa di ketahui oleh para penjaga.