The Lion, PRINCESS CEO.

The Lion, PRINCESS CEO.
EPISODE 26 PRINCESS CEO



"Permisi Miss, Tuan Widjaya memanggil anda," ucap salah satu bodyguard.


Maoura yang sedang bersenda gurau dengan Rio pun terkejut karena tiba tiba kakek memanggilnya.


"Rio, apa kita benar akan di jodohkan?"


"Maafkan atas kelancangan saya Miss."


"Rioo hentikan candamu, aku serius!"


"Jika benar Tuan Widjaya menjodohkan kita, apakah kamu bersedia Maoura?"


"Ntahlah !"


"Dan aku akan selalu menunggu jawabanmu."


"Apa maksudmu Rio?"


"Emm tidak ada. Sekarang ayo kita pergi, aku takut Tuan Widjaya akan menunggu."


Maoura tidak mengerti dia harus berbuat apa, dia sangat takut, ntah apa yang dia takuti tetapi yang jelas dia tidak bisa menata hatinya dengan benar.


"Aku tidak mengerti prasaan apa jni, sungguh aku tidak ingin mengambil keputusan yang gegabah, aku tidak mengenal Rio walaupun seperti nya dia orang yang baik," lamunan Maoura yang tidak sadar jika rodanya sudah sampai di depan pintu ruangan Tuan Widjaya.


"Maoura kita sudah sampai."


"oh, ya sudah ayo kita masuk."


"Sebaiknya nya saya akan menunggu di luar saja Maoura."


"Em baiklah, tunggu disini ya, jangan kemana mana !?"


"Siapa Miss !"


"Haha dasar kamu ini."


Tok tok tok.. "Kakek ?"


"Maoura, kemari sayang."


"Kakek apakah Kakek sudah merasa membaik?"


"Kakek tidak papa nak, bagaimana dengan lukamu, apa itu sakit?"


"Ah tidak kek, ini tadi dokter saja lebay menyuruh Maoura menggunakan kursi roda."


"Nak tolong jangan bersikap begini, kakek tahu jika itu sakit."


"Maoura bisa menahanya kakek karena ini hanya luka kecil, apa kakek tidak ingat saat Maoura terkena tembakan di bahu dahulu."


"Maafkan Kakek Maoura, karena kakek kamu harus menanggung beban yang begitu berat dan bahaya."


"Kakek jangan berkata seperti itu, Maoura ikhlas membantu kakek."


"Maoura lihatlah ini." ucap kakek menunjukan foto.


"Siapa nenek ini kek?"


"Dia mantan kekasih kakek."


"sangat cantik."puji Maoura.


"Hmmm dia cantik dan juga baik hati. Selama ini dia sudah menunggu kakek dalam kesendiriannya."


"Apaa !!! lalu dimana dia kek?"


"Dia berada di sebuah negara yang jauh. Maoura, apakah Kakek boleh menjemputnya?"


"kakek, apapun yang membuat kakek bahagia Maoura akan mengabulkannya."


"Terima kasih banyak sayang, tetapi kakek tidak akan pernah pergi sebelum kamu menikah."


Jleb.. hati Maoura terasa sangat tidak menentu,untuk pertama kali jantung Maoura berdekup tidak karuan. "Kakek, apa maksudnya ini?"


"Kakek akan merasa lega meninggalkan mu jika kamu sudah menikah."


"Tapi Maoura akan menikah dengan siapa !?"


"Semua persiapan sudah di lakukan, bukankah kamu mencintai Rio, kakek tadi melihat kalian berciuman di taman."


"Apaaa !!! ucap Maoura tidak percaya dengan tanggapan kakek yang sudah salah paham, tetapi entah mengapa sulit bagi Maoura untuk membantah perkataan kakek. Demi kakek senang, akhirnya Maoura memutuskan akan menikah dengan pria pilihan kakek.


"Hmm baiklah kek, jika itu bisa membuat kakek tenang Maoura akan menikah dengan Rio." ucap Maoura pasrah.


Di balik pintu Rio tersenyum dengan aneh.


"Berarti benar bukan kamu mencintai Rio. Haha kakek merasa lega karena semua persiapan sudah di mulai dari sekarang."


" Apapun untuk kakek, asalkan kakek bahagia."


"Oya Maoura .?"


."Ada apa kek.?"


"kemungkinan kamu akan berbagi perusahaan."


"Dengan siapa kek?"apa dengan Luna?"


"Bukan sayang, tetapi dengan Cucu kakek."


"Bukankah cucu kakek hanya Maoura?"


"Ternyata selama ini mantan kekasih kakek telah melahirkan anak, dan anak itu adalah anak kakek. Tetapi kabar dari king anak kakek telah meninggal karena kecelakaan bersama istrinya dan hanya cucu kakek yang selamat."


"Ya ampun kakek sungguh malang nasib mereka. Kakek tenang saja karena Maoura akan dengan senang hati membagi perusahaan kita, lagian terlalu banyak perusahaan untuk Maoura jaga sendiri."


....


2 berlalu akhirnya Kakek Widjaya di perbolehkan untuk pulang. Orang rumah tidak ada yang tahu jika kakek Widjaya selama ini di rawat di rumah sakit, yang mereka tahu kakek Widjaya sedang pergi ke luar kota.


"Kakak apa perjalanan mu menyenangkan?"tanya Nyonya Yuan Li.


"Sangat menyenangkan Yuan, bagaiman dengan keadaan Luna.?"


"Dia pulih dengan cepat dan itu semua karena para pelayanmu yang sangat hebat."


"syukurlah jika begitu. Yuan maafkan aku karena aku ingin beristirahat sejenak." ucap kakek karena tubuhnya masih sedikit lemah.


"Baiklah kak."


Tidak lama sebuah mobil mewah singgah di depan mansion utama.


Maoura dengan tegap masuk kedalam mansion.


"Hay nak Maoura, kamu sudah pulang?"sapa nyonya Shian dengan senyum yang di buat buat.


"Iya Bibik." jawab Maoura singkat.


Tiba tiba ada beberapa mobil truk besar masuk kehalaman mansion.


"Maoura apa itu?"


"Rumah ini akan segera di dekor Bibik."


"Di dekor !?"untuk apa???"


"Aku akan segera menikah."


"Apaaa!!!!"


"Maaf Bibik aku ingin beristirahat sejenak."


Nyonya Shian sangat muak dengan sifat angkuh Maoura, ada banyak yang ingin dia tanyakan tetapi Maoura malah pergi begitu saja.


"Eh dasar anak sombong !!tunggu saja tanggal mainnya !!"gumam Nyonya Shian dengan kesal.


" Ibu ,,, tunggu saja apa Bu?" sapa Luna yang tiba tiba muncul ntah dari mana.


"Lunaa !! kamu ini mengagetkan ibu saja. Oya apa kamu tahu siapa yang akan menikah dengan Maoura ?"


"Emm ntahlah Bu, tetapi Maoura sudah mengabari Luna bahwa dia akan pulang membawa calon suami."


"Hmm siapa kira kira calon suami anak angkuh itu!"batin Nyonya Shian menggerutu.


...


"Rioo rencana kita berhasil,"


"Tentu saja Leo."


"Aku turut bahagia karena kamu akan segera menikah."


"Terima kasih Leo." jawab Rio. Tidak ada yang tahu jika maksud Rio menikahi Maoura hanya untuk balas dendam.


"Oya aku harap kamu dan yang lain segera menyusul."


"Aku dengar Perwira tentara itu ingin menjodohkan anaknya kepada Sun."


"Benarkah !!sungguh beruntung anak itu."


"Juo sangat marah kepada kita karena Luna sama sekali tidak mengingatnya."


"Apa perlu kita memulihkan ingatan gadis itu?"


"Sayang sekali tetapi kita tidak tahu dimana keberadaan gadis itu."


"Aku akan mencoba menghiburnya."ucap Rio yang bergegas ingin kekamar Juo.


"Mau kemana kamu?"tanya Leo.


"Kekamar Juo!"


"Dia beberapa hari ini sudah tidak tidur di rumah, dia tidur di apartemennya."


"Tumben sekali ?"tanya Rio menaikan salah satu alisnya.


..


Di dalam apartemen Juo, dia tidak begitu menyedihkan seperti bayangan Rio. sekarang dia sedang asyik melihat teman barunya sedang memasak untuknya.


"Hay Zahra, daripada aku diam saja lebih bagus aku membantu mu bukan?"ucap Juo menawarkan diri.


"Ide bagus, sini bantu ayo bantu aku."


malam itu sangat berkesan bagi Zahra,tetapi dirinya masih menyimpan rasa kagum yang mendalam untuk Juo. Dia tidak berani mengungkapkan perasaan kepada Juo.


..


"Maoura selamat ya akhirnya kamu akan menikah, aku juga sangat ingin tetapi pria mana yang mau dengan wanita telah ternodai seperti aku." ucap Luna dengan sendu.


"Luna hay, jangan berkata seperti itu !! kamu tidak pernah dinodai, dan aku yakin masih banyak pria baik yang sedang menunggu mu di luar sana." ucap Maoura mencoba menghibur Luna.


"Ntah Maoura akhir akhir ini seperti mengingat sesuatu tetapi ntah apa itu, semakin aku mencoba mengingat nya kepalaku semakin sakit."


"Luna dengarkan aku, apapun yang terjadi apapun yang akan kamu ingat percayalah aku selalu ada untukmu, aku akan selalu mendukungmu dan aku akan selalu menjagamu. Aku adalah orang yang dapat kamu percaya, ingat baik baik pesanku ini."ucap Maoura berjaga jaga jika suatu saat Luna ingat semua masalalunya dia tidak akan mencoba untuk menghianati nya.


"Maoura apa yang kamu katakan, kamu adalah malaikat penolong ku dan aku berjanji akan selalu ada disisimu."


Maoura sangat senang, dia berjanji akan membuat keluarganya untuh tanpa ada perselisihan di antara mereka.