
Di gedung pencakar langit orang orang berlalu lalang berjalan dengan cepat kesana kemari. Gajih yang mereka dapat menuntut mereka untuk bekerja dengan serius selama di dalam kantor.
Tak .. Tak .. Tak .. Suara sepatu CEO membuat semau orang berjalan dengan cepat berhenti seketika dan langsung memberi hormat kepada bos mereka.
Maoura bersama Luna dan keempat pria tampan berjalan dengan menegakan kepala mereka.
"Hahahaa keren sekali, aku harus tersenyum kepada semua wanita disini," batin Deon merasa senang.
"Secantik apapun wanita disini aku tidak akan goyah Luna, percayalah padaku," batin Juo yang mencoba meyakinkan dirinya karena dia melihat wanita di kantor itu tidak ada yang berupa kurang cantik, semuanya sangat cantik.
"Aku tahu aku tampan tapi tolong jangan melihatku seperti itu, karena aku sudah memilih Dauna sebagai cintaku," batin Sun yang merasa gerogi karena ada wanita yang sangat cantik selalu melihatnya dengan tatapan yang tajam.
Hanya Leo yang cuek dan tidak merespon apapun.
"Ini adalah ruangan kalian," ucap Maoura menunjukan ruangan yang begitu banyak komputer canggih dan alat alat elektronik canggih lainya.
"Waw," satu kata dari Deon.
" Deon dengan alat alat ini akan mempermudahkan menyelesaikan robotik kita," ucap Juo kagum.
"Kalian akan menjadi editor, kalian akan memutuskan dan membantu setiap grup yang akan membuat eksperimen. Silahkan bergabung dengan yang lain," ucap Maoura.
"Yang lain siapa ?"tanya Leo heran karena tidak ada siapa siapa di ruangan itu.
Lalu Maoura menekan sebuah tombol merah lalu sebuah atap di atas mereka terbuka. Terlihat dinding transparan yang memperlihatkan kegiatan kegiatan di atas mereka.
"Bagaimana kita bisa masuk keatas ?"tanya Deon penasaran karena tidak ada tangga atau lift untuk menuju keatas.
"Kalian berdirilah di pinggir itu dan tatap dinding mata yang terbuka," ucap Maoura.
Juo yang merasa penasaran langsung mengikuti arahan dari Maoura.
Juo mendekat ke sebuah lingkaran dan mengahadapkan wajahnya ke tembok, tidak lama tembok itu membaca wajah Juo.
"Wajah diterima," ucap tembok itu yang berubah menjadi seperti sebuah layar komputer.
Setelah itu seperti ada sebuah magnet yang membuat Juo bisa naik keatas setelah itu dinding transparan itu melunak sehingga Juo bisa masuk kedalamnya.
setelah masuk kedalam Juo sangat sangat kagum dengan ruangan yang sangat terang dan Luas, semua di ruangan itu serba putih. orang orang menggunakan baju seragam warna putih.
Orang orang di bawah bisa melihat Juo yang sedang seperti orang melihat hantu tetapi Juo tidak bisa melihat mereka yang di bawah.
"Kalian masuk lah menyusul Juo dan selamat atas kerjasama sama kita," ucap Maoura.
"Terima kasih Miss," ucap mereka menundukkan kepala.
Ruangan itu sangat rahasia di grup MAMBIO bahkan Luna tidak diizinkan masuk kedalam.
Setelah mereka masuk mereka tidak bisa keluar selama satu minggu karena tubuh mereka harus benar benar sudah beradaptasi dengan ruangan itu, jika mereka keluar masuk keluar masuk saat perkenalan maka tubuh mereka akan mudah lelah. Setelah setahun jika mereka mematuhi peraturan maka mereka akan bebas keluar masuk kapan saja.
"Waaw ruangan macam apa," ucap Sun yang sangat takjub dengan ruangan itu.
Semua orang sibuk tidak ada yang memperhatikan mereka membuat mereka bingung. Berkali kali Juo mencoba menyapa mereka tetapi mereka seperti tidak melihat kehadiran Juo dan Kawannya.
Tiba tiba datang seseorang yang tidak menggunakan kaca mata menghampiri mereka.
"Selamat datang Savior kami," ucap Ten. Dia adalah pembimbing, pengarah, penyampai informasi di ruangan itu. (Savior adalah penyelamat, semua anggota didalam disebut Savior lalu angka mereka, contoh. Savior L01, dalam ruangan itu tidak mengunakan nama mereka.)
"Siapa anda ?"tanya Deon
"Perkenalkan saya Ten, saya adalah pembimbing kalian," ucap pria yang sedikit kerdil itu.
"Kenapa mereka seperti tidak melihat kita," tanya Leo penasaran.
"Karena mereka menggunakan kaca mata ajaib," ucap Ten.
"Baiklah ayok ikut aku agar kalian bisa cepat belajar."
Mereka di ajak ke sebuah keruangan, dan di ruangan itu ada sebuah pintu bersusun yang sangat kecil hanya muat satu orang.
Mereka masuk kesetiap ruangan itu, ruangan itu tidak ada apa hanya baju seragam yang akan mereka pakai. Mereka cukup berdiri diam saja tiba tiba ada sebuah sistem yang berkata bahwa mereka telah bersih.
Juo tertawa terbahak bahak.
"Hahaha bersih darimana, bahkan aku sama sekali tidak menyentuh air," ucap Juo tidak percaya dengan semua ini.
"Kami harap anda membersihkannya dengan benar saat membuang air kecil," ucap sistem itu seolah olah sedang mengejek Juo.
Juo menatap ke atas ternyata cahaya lampu yang ada di atas mereka bukanlah lampu sembarangan.
"Hay Juo kenapa kamu lama sekali," ucap Sun yang kesal menunggu Juo yang tidak segera keluar.
"Kenapa lama sekali sih ?"tanya Deon saat Juo sudah keluar.
"Apa kalian lihat bagaimana kita di bersihkan?"tanya Juo.
"Tidak, memang kenapa ?"tanya Leo.
"Itu karena anda menunjukan reaksi yang kurang benar terhadap sistem kami sehingga mereka akan menjelaskan untuk menunjukan bahwa mereka adalah yang terhebat," ucap Ten menjelaskan.
"Oh begitu," ucap Juo mengerti.
Mereka akan berjalan keluar dari ruangan itu.
"Sebelum kalian keluar gunakan kaca mata ini," ucap Ten.
Lagi lagi Juo tertawa.
",Hahaha apa ini kaca mata berenang," ucap Juo.
Lalu tiba tiba kaca mata itu mengeluarkan sebuah cahaya, mereka seperti berada di ruangan 3 dimensi. Di saat sistem di kaca akan bicara Ten langsung menekan tombol di tabnya agar sistem itu mati.
"Hay Ten mengapa kamu mematikannya," ucap Sun yang merasa penasaran.
"Kalian bisa lihat sendiri jika kalian telah memakainya, jika sampai sistem sudah mengeluarkan suara maka kita akan berdiri disini selama satu jam dan itu akan membuang buang waktu kita," ucap Ten menjelaskan.
"Baiklah," ucap mereka.
"Jika kalian ingin melihatnya aku sarankan di saat kalian ingin tertidur," ucap Ten lagi memberi saran.
"Waaaw waaw lihatlah kita terlihat keren," ucap Juo setelah menggunakan kaca mata.
Ruangan yang tadinya putih tidak ada warna lainya berubah menjadi berwarna. Bahkan baju mereka ternyata berwarna hitam berpadu merah dan hijau.
Ruangan yang terlihat putih biasa ternyata sangat menakjubkan, mereka seperti berada di luar angkasa.
"Dimana Ten ?"tanya Deon.
"Aku disini," Jawab Ten.
Tiba tiba Ten muncul seperti hantu di depan mereka. Itulah mengapa mereka tidak bisa melihat kawan mereka yang tidak menggunakan kaca mata.
"Jika kita memiliki alat sehebat ini mengapa di kota kita selalu mengandalkan produk yang kita buat," ucap Leo penasaran.
"Karena alat inilah yang membuat semua produk kita menjadi nomor satu di dunia. Kita harus memilih alat mana yang harus di pasarkan dan mana yang hanya boleh di gunakan oleh perusahaan," ucap Ten menjelaskan.
"Ayo kita bertemu dengan lain."
Di saat mereka keluar baru orang orang disana menyambut mereka dengan baik.
"Hai Savior J231," sapa wanita cantik.
(Oya kita perkenalkan dulu nama baru mereka.)
Juo \= J231
Deon\= D341
Sun \= S021
Leo \= L781
Dan Ten sendiri \= T8911111(semakin banyak angka satu maka semakin tinggi pangkat mereka) pangkat itu di serahkan satu tahun sekali, jika mereka bisa membuat nilai mereka bertambah sampai 1000 poin dalam setahun maka angka 1 akan di berikan.
"Hay Savior G6711," ucap Juo berjabat tangan.
"Senang bertemu kalian dan selamat mengerjakan tugas," ucap G6711.
Juo, Deon, Sun dan Leo mereka benar benar masih berdiri mematung tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Mereka benar benar merasa di dunia lain dan hidup baru mereka pun di mulai.