The Lion, PRINCESS CEO.

The Lion, PRINCESS CEO.
Episode 38 PRINCESS CEO



Di rumah sakit.


Semua dokter yang bekerja dan sedang tidak memiliki tugas langsung menghampiri Maoura untuk menyambut kedatangannya. Jalan Khusus telah mereka siapkan untuk kedatangan Miss Maoura dan suaminya Rio.


“Senang melihat anda sudah sehat Miss Maoura,” sapa seorang manager rumah sakit.


“Doakan aku agar tetap selalu sehat,” ucap Maoura sambil bergurau.


“Oh tentu saja Miss.”


“Aku tidak ingin mendengar hal hal buruk mengenai rumah sakit ini, jadi lakukan yang terbaik, jangan melakukan semua demi uang,” ucap Maoura memperingati sang manager.


“Siap Miss, berkat kebaikan anda banyak orang tidak mampu selamat,” ucap manager dengan senyum yang di buat buat.


“Baguslah jika begitu. Tapi ingat, jika sampai aku mendengar sesuatu yang buruk, tidak hanya pekerjaanmu tetapi kamu akan kehilangan jari jarimu,” ancam Maoura.


Manager menelan ludahnya dengan kasar.


“Ah baik Miss, anda tidak perlu khawatir karena kami akan melakukan apa yang anda perintahkan.”


Maoura dan Rio sudah sampai. Setelah kejadian tadi Rio tidak henti hentinya mengutuk Maoura karena sikapnya yang sangat arogan saat memperingati sang manager. Rio benar benar menganggap Maoura adalah siluman jadi jadian.


Di saat akan masuk Maoura menghentikan kakinya.


“Aku tahu kamu kecewa denganku, tetapi tolong jaga ekspresi kamu. Jangan sampai orang orang menggap kamu seperti jijik dengan istrimu sendiri. Rio mau gimanapun aku adalah istrimu,” ucap Maoura tersenyum manis dan dan menggandeng Rio lalu masuk kedalam.


Rio yang mendapatkan teguran dari Maoura tidak bisa menjawab apa apa selain mengikuti permainannya.


Cekleek..


“Sekertaris Max,” sapa Maoura.


Sekertaris Yuna yang sedang menyuapi Sekertaris Max langsung berdiri dan memberi hormat.


“Ah Miss Maoura, terima kasih telah meluangkan waktunya untuk menjenguk saya,” ucap sekertaris Max.


“Maafkan aku sekertaris Max, karena untuk menyelamatkan aku kamu bisa sampai seperti ini,” ucap Maoura merasa bersalah.


“Ah tidak masalah Miss, itu sudah tugas saya. Dan Oya selamat untuk anda dan Chef Rio atas pernikahan kalian, maaf saya tidak dapat hadir di pernikahan kalian,” ucap Sekertaris Max.


“Tidak papa Sekertaris Max, kamu sudah siuman saja kami sudah sangat senang,” ucap Rio.


“Setelah keluar aku akan mengizinkan kalian untuk menikah jika kalian memang serius,” ucap Maoura dengan tiba tiba membuat sekertaris Yuna dan sekertaris Max merasa malu.


“Ah hahaha apa maksud anda Miss,” ucap sekertaris Yuna merasa malu.


“Aku serius sekertaris Yuna,” ucap Maoura.


“Sudahlah kalian jangan malu malu, datang pada kami jika kalian memang ingin menikah,” Rayu Rio.


“Baiklah Miss, setelah saya benar benar pulih kami akan memikirkan ini,” ucap Sekertaris Max.


“Baiklah saya permisi dulu ya, karena saya akan menyambut seseorang,” ucap Maoura berpamitan.


“Terima kasih banyak Miss,” ucap sekertaris Max yang merasa senang karena atasnya meluangkan waktu untuk nya.


...


Di dalam perusahaan, ruangan Savior.


“Hay lihat ini,” ucap Deon yang merasa senang.


“Ada apa D341 ?”tanya Juo.


Mereka semua mendekat ke Doen.


“Aku berhasil membobol satu angka, hahaha selama dua hari di dalam sini, ini adalah hal yang membahagiakan diriku,” ucap Deon sangat senang.


Mereka yang awalnya penasaran ada apa, setelah mendengarkan Deon langsung melengos dan kembali pada pekerjaan mereka.


“Hay kalian tidak tahu perjuanganku saat melakukan ini !!” ucap Deon yang merasa kesal karena dirinya di acuhkan.


Sedangkan para Savior senior dengan tingkat angka 1 terbanyak langsung memantau Deon. Dalam sejarah 5 tahun terakhir belum ada Savior baru yang mampu membobol satu angka, jangankan satu angka untuk masuk ke sistem yang paling umum saja tidak ada yang mampu.


“Sudahlah Deon kita fokus saja untuk membantu grup kuaci agar ciptaan mereka mendapatkan peringkat satu, jika mereka menang maka poin kita akan bertambah dan tahun ini kita akan mendapatkan satu angka,” ucap Leo mencoba memperingati Deon adik Kandung satu satunya.


“Baiklah kak,” ucap Deon lesu.


Plak !!! satu pukul dari Ten untuk di kepala Sun.


“Apa kamu sudah menyiapkan program yang di inginkan grup kuaci,” Ucap Ten menatap Sun dengan sinis.


“Aw dasar kerdil, sakit tau,” ucap Sun mengusap ngusap kepalanya yang terasa sakit.


“Apa kamu bilang !!Hmm baiklah karena itu kenyataan aku tidak akan marah. Satu jam lagi cepat beri program yang di inginkan grup kuaci,” ucap Ten lalu pergi.


“Hay ingat semua, aku ingin Luna bangga dengan kita, jadi aku minta kalian seriuslah untuk membantu grup Luna,” ucap Juo yang sangat bersemangat.


“Yaaaaa !!!!” ucap mereka serempak dengan nada malas.


..


Di bandara pribadi.


Maoura dan Rio sudah siap menyambut Larasati yang akan mendarat sebentar lagi.


Laras yang baru pertama kali datang ke negara itu merasa sangat terkagum kagum.


“Hay Laras, selamat datang,” sapa Maoura.


“Terima kasih banyak Maoura, aku sempat merasa gugup saat akan naik pesawat, tetapi aku berhasil,” ucap Laras mengutarakan isi hatinya yang sangat gugup saat naik pesawat.


“Kamu akan terbiasa setelah ini,” ucap Maoura.


Mereka menaiki mobil Mansion utama. Laras menaiki mobil berbeda dengan Maoura.


“Laras kamu istirahat lah dulu, pelayan akan mengantarkanmu dan jika butuh sesuatu panggil saja pelayanan karena mereka akan siap 24jam,” ucap Maoura.


“Terima kasih ya Maoura,” ucap Laras lalu memeluk Maoura.


“Sama sama Laras. Kamu adalah Cucu kakek dan kamu juga penerus dan pewaris kakek jadi aku minta kamu jangan terlalu sungkan,” ucap Maoura dengan senyum.


“Aku beruntung memiliki saudara yang baik sepertimu,” ucap Laras hampir meneteskan air mata haru nya.


“Aku beruntung karena memiliki saudara lain, jadi aku tidak akan merasa sendiri,” ucap Maoura mencoba menghibur Laras.


Mereka berpelukan lalu berpisah.


“Rio, bukankah dia sangat mirip dengan kakek,” ucap Maoura.


“Kamu benar Maoura,” ucap Rio yang tidak ambil pusing.


“Kamu akan beristirahat atau kembali ke restoran ?”tanya Maoura.


“Emm aku akan beristirahat dengan istriku,” ucap Rio dengan senyum manjanya.


“Apaan sih Rio, aku harus kembali ke kantor,” ucap Maoura mencoba menghindar.


Tanpa basa basi Rio menggendong Maoura dan membawanya ke kamar.


Pasangan ini sungguh sangat aneh, terkadang mereka sangat romantis, kadang juga seperti musuh yang siap akan menerkam, kadang seperti orang asing yang mencoba untuk saling memahami.


Disini sikap Maoura masih belum jelas di tambah Rio yang belum mengetahui rahasia besar dari keluarga ini.


“Rio turunkan aku,” ucap Maoura dengan nada manjanya.


“Emm kamu meminta turun tapi malah memperdalam kepalamu di dadaku,” ejek Rio dengan senyum.


“Aku tidak ingin kehilanganmu Rio,” ucap Maoura dengan sangat tulus sambil memperdalam kepalanya di dada Rio.


Rio tidak menjawab dan berniat akan menurunkan Maoura di atas kasur.


“Jangan turunkan aku, aku masih ingin di gendong seperti ini, aku tidak gemuk jadi kamu pasti tidak keberatankan,” ucap Maoura sangat manja di ikuti dengan matanya sangat hangat dan menyejukkan hati.


Rio hanya diam saja dan menuruti keinginan Maoura. Maoura sangat manja dalam gendongan Rio, dia meringkuk seperti bayi.


“Ada apa denganmu Maoura. Sungguh aku tidak bisa mengerti dirimu dan aku juga tidak bisa mengerti diriku sendiri,” Batin Rio yang merasa bimbang dalam hatinya.


Setelah 5 menit menggendong Rio merasa tubuh Maoura tambah berat, saat di lihat ternyata Maoura sudah tertidur. Pelan pelan Rio menidurkan Maoura lalu mengecup kening Maoura. Di saat Rio akan keluar Maoura memanggilnya.


“Rio, jangan pergi, temani aku,” ucap Maoura memohon.


Akhirnya Rio yang akan keluar pun kembali untuk menemani Maoura tidur siang.