
Nyonya Shianhai tersenyum kagum melihat para bodyguard menjemputnya dengan beriringan.
Di dalam mobil lagi lagi Nyonya Shian tersenyum aneh dan berkata. " Hah aku tidak percaya Luna melakukannya dengan sangat cepat," gumam Nyonya Shian yang tidak sadar jika supir yang di depannya bukanlah supir biasa.
Sedangkan Nenek Yuan yang berada di mobil lain sangat cemas, mengapa sangat tiba tiba kakaknya Widjaya mengundang mereka dengan cara yang tidak biasa.
" Pak apakah kamu tau sesuatu,?"tanya Nenek Yuan Kepada pak supir.
" Nyonya anda akan tahu sendiri ketika kita sudah sampai tujuan," ucap pak supir sopan.
Sesampainya di Mansion Nyonya Shian sangat bahagia, dia tersenyum kemenangan. para pelayan dan body guard menyambut mereka dengan sopan dan itu membuat Nyonya Shian semakin menegakan kepalanya.
Sampai seketika senyum bahagianya dan lagak sombong Nyonya Shian memudar ketika melihat putrinya berlari menghampirinya dengan keadaan yang begitu pucat dan terlihat seperti orang tidak sehat.
" Ibuuu hik hik aku senang ibu datang dan baik baik saja. Bu kita aman berada disini, jadi ibu tidak perlu khawatir lagi. Maoura telah menyelamatkan aku dan kita akan tinggal di sini," ucap Luna dengan polosnya membuat Nyonya Shian dan nenek Yuan terkejut.
" Luna ada apa denganmu nak, apa yang sebenarnya terjadi ?"tanya nyonya Shian yang masih bingung.
" Yuan, Shian kemarilah. Mari kita duduk bersama," ucap kakek Widjaya.
Untuk menjaga kestabilan mental Luna yang masih kacau, para pelayan membawa Luna untuk melihat lihat kebun bunga yang ada di taman. Sedangkan Kakek, Maoura, nenek Yuan dan Nyonya Shian mereka duduk di balkon lantai dua sambil memantau keadaan Luna.
" Kak, apa yang sebenarnya terjadi pada cucuku Luna ?"tanya nenek Yuan.
" Begini Nek, Luna dia tidak sengaja masuk kedalam ruangan rahasia seseorang. Dan pemilik ruangan itu mencoba menyuntikan Luna dengan cairan kimia yang dapat membuat Luna kehilangan sebagian ingatannya. Dan sekarang Luna dalam fase keadaan 2 tahun yang lalu, dimana dia sekarang dalam keadaan dirinya yang pernah kacau dahulu," jelas Maoura.
" Yuan apa yang terjadi kepada Luna 2 tahun yang lalu,?"tanya kakek Widjaya.
" Aku selama dua tahun yang lalu berada di panti jompo, aku menemani ke dua sahabat ku yang di tinggalkan anaknya. Selama aku di panti, aku tidak pernah mendengar berita buruk tentang keadaan Luna," ucap Nenek Yuan yang sangat syok mendengar berita itu, mereka bertiga akhirnya melirik Nyonya Shian yang sedang menunduk dan membisu.
" Bibik Shian tolong jelaskan kepada kami ,?"tanya Maoura.
Nyonya Shian langsung meneteskan air mata, bayangan bayangan di masa lalu mulai menghantuinya kembali.
" Dua tahun yang lalu suamiku telah berubah, dia bangkrut dan meninggalkan hutang yang begitu sangat banyak. Untuk menyelamatkan perusahaan dan dirinya dia tega menjual Luna kepada salah satu hidung belang yang sangat begitu kaya raya. Selama dua tahun Luna di sekap oleh orang itu sampai Luna memiliki seorang anak, karena siksaan yang Luna terima dia dan anaknya bertekad untuk kabur dari tempat itu. Aku menitipkan anak Luna kepada panti asuhan untuk sementara. Butuh waktu yang cukup lama memulihkan keadaan mental Luna. Di saat kami datang kesini, aku sangat senang mendengar kalian mau menerima Luna untuk tinggal dan bekerja di tempat ini. Tetapi anaku yang malang, kenapa dia harus mengalami trauma yang sama hik hik hik, dan sepertinya dia melupakan dirinya yang pernah hamil dan memiliki anak. Bagaimana aku harus menjelaskan kepadanya kembali. Dia pasti akan sangat syok berat." ucap Nyonya Shian menjelaskan keadaan mereka 2 tahun yang lalu.
Nenek Yuan tidak pernah tahu soal kejadian itu langsung memegang dadanya yang terasa begitu sesak.
" Yuan mengapa kamu tidak pernah bercerita kepada ibu nak, lalu perusahaan ibu yang di kelola suamimu sekarang sudah hilang ?"tanya nenek Yuan yang benar benar tidak percaya.
" Maafkan Shian yang telah menutupi masalah ini kepada ibu selama ini, suamiku selama ini selalu mengancam ku buk, dan aku tidak bisa berbuat apa apa selain diam diam dan diam hik hik hik," jelas nyonya Shian tersedu sedu.
" Walaupun beberapa tahun aku tidak pernah berkunjung, tetapi setiap bulan aku selalu mengirim kalian uang yang sangat besar," ucap Kakek Widjaya memastikan.
" Uang itu selalu habis untuk bermain judi, dan suamiku hanya menyisakan sedikit untuk makan aku dan Luna," jelas Nyonya Shian Kembali.
" Bibik terus sekarang dimana keberadaan paman ?"tanya Maoura
" Entahlah nak saat Luna berada disini, dia menghilang seperti di telan bumi."
" Bibik jangan khawatir karena aku dan kakek akan membantu kalian dan juga mengambil kembali perusahaan nenek Yuan," ucap Maoura berjanji akan membantu masalah Nyonya Shian dan Luna.
" Terima kasih banyak Maoura, kamu memang anak yang sangat baik. Maafkan aku yang sudah banyak merepotkanmu," ucap Bibik Shian merendah.
" Apa yang Bibik katakan, kalian adalah keluarga ku dan maafkan aku yang tidak ada disaat kalian membutuhkanku," ucap Maoura yang merasa bersalah.
" Oya Bik, masalah anak Luna biar nanti anak buahku yang menjemputnya. Untuk sementara anak itu akan kita sembunyikan dulu sampai Luna merasa membaik," ucap Maoura.
" Terima kasih banyak nak," ucap Nyonya Shian.
Dan nenek Yuan yang mendengar bahwa dia telah memiliki cicit selama ini begitu syok sehingga dia tidak bisa berkata kata, dia langsung memeluk anaknya Shian. Nenek Yuan merasa sangat bersalah karena sibuk menghibur sahabatnya dia sampai tidak sadar dengan masalah besar yang menimpa anak dan cucunya.
" Shian maafkan ibu nak."
" ibu ini bukan salah ibu, aku juga tidak ingin ibu merasa terluka. Maafkan aku yang telah menyembunyikan masalah sebesar ini kepada ibu." Hik hik hik mereka menangis bersama. Para wanita itu saling berpelukan, sedangkan Tuan Widjaya dia menggenggam erat tangannya menahan emosi yang sedang membara di dalam dirinya.
...
Di tempat lain.
Di sebuah toko bunga, Juo masih bekerja untuk mendisaein ulang tempat kerja mereka agar tidak mudah untuk di masuki siapapun.
" Oh Luna kekasihku apakah dirimu baik baik saja, maafkan aku yang telah melukaimu," ucap Juo di dalam kesendiriannya. Di saat sedang melamun wanita idamannya tiba tiba handphone'nya bergetar.
"nomor baru, siapa ini?"
" Halloo," Juo
" Hay tuan, saya Zahra."
" Oh hay Nona Zahra ada apa, apakah dirimu sudah merindukanku ?"tanya Juo iseng tetapi berhasil membuat pipi Zahra di sebrang sana memerah.
" Ah tidak Tuan Bukan begitu."
" Hahaha iya saya bercanda Nona."
" Tuan dompet anda seperti nya tertinggal di apartemen saya, saya menemukan nya saat membereskan tempat tidur."
" Oh ya ampun maaf telah merepotkan Anda nona, seharusnya sebelum pergi saya membereskan tempat yang sudah saya tiduri."
" Tidak apa apa Tuan saya tidak keberatan."
" Baiklah jika tidak keberatan, mari kita bertemu dan minum bersama."
" Baiklah Tuan beri tahu aku alamatnya dan aku akan segera kesana."
Tut.. Tut.. panggilan pun berakhir.
...
Di dalam kedamaian Rio.
Rio sedang memasak untuk makan malam bersama ibunya dan ke empat saudara nya.
Rio memasak dengan jiwa yang sedang tertekan.
Tak tak tak !! wees !! tak tak tak !! sreng sreng wes wes. begitulah bunyi dapur yang begitu ramai dengan alunan pisau yang terbang dan menyacak daging, sayuran dan juga wajan yang terbakar oleh api. Rio melampiaskan jiwanya dengan melampiaskan kekesalan dengan mencingcang daging. Bibik Luis yang mengetahui anaknya sedang dalam tidak baik baik saja membiarkan anaknya membuat kebisingan di dapur.