The Lion, PRINCESS CEO.

The Lion, PRINCESS CEO.
EPISODE 65 PRINCESS CEO



Leo berlari memasuki rumah untuk menemui Rio yang masih berada di depan pintu kamar ibunya..


"Rio ,, hos hos hos ,,,"


"Bagaimana dengan Maoura ?"


"Maaf Rio, aku tidak dapat menemukan Maoura," ucap Leo penuh dengan penyesalan.


"Aaakhh !!!"teriak Rio frustasi..


Juo Sun dan Deon yang baru saja membereskan taman belakang langsung menyusul Rio dan Leo.


"Bagaimana dengan ibu ?"tanya Deon.


"Dia masih tidak ingin bicara denganku," ucap Rio merasa khawatir.


"Lalu Bagaimana dengan Maoura !?"tanya Juo.


"Aku tidak berhasil menemukan dia," ucap Leo.


"Coba kamu telfon Laras, siapa tahu dia sudah naik taksi,," saran Juo.


"Ah iya, kenapa aku tidak terfikirkan.." gumam Leo.


"*Hallo Laras .."


"Iya Leo, ada apa ?"


"Apakah Maoura sudah sampai mansion ?"


"Bukankah dia bersama dengan Rio untuk datang kerumah orang tuanya ?"


"Ceritanya panjang Laras, nanti aku jelaskan. Tapi apa sekarang Maoura ada di rumah"


"Belum Leo, belum ada yang pulang."


"Baiklah nanti aku akan hubungi kamu lagi*.."


tuuut.. panggilan terputus.


"Bagaimana Leo ?"tanya Rio.


"Maoura belum sampai Mansion."


"Aku akan mencari dia ,," ucap Rio nekat.


"Tapi bagaimana dengan pesan ibu ,,!!"ucap Leo khawatir jika keadaan ibu memburuk karena masalah ini.


"Ibu pasti akan mengerti," ucap Rio yang tidak ingin Maoura kenapa Napa.


Di saat Rio akan pergi tiba tiba Bibik Luis membuka pintu kamarnya.


"Ibu ...."


"Jika kamu sampai keluar pintu itu, kalian akan melihat kematian ibu besok pagi," ucap Bibik Luis lalu menutup pintu kembali.


Di dalam kamarnya, Bibik Luis menangis teringat bagaimana gadis itu membunuh suaminya. Hari yang seharusnya menjadi hari paling indah, berubah menjadi sebuah hari yang memilukan.


"Ibu tidak percaya kamu melakukan ini pada ibu Rio, hik hik hik,," tangis Bibik Luis dengan pilu.


..


"Aaakkhhh shiiit !!!"umpat Rio merasa tidak berdaya. Dia sangat mencintai Maoura, tetapi dia juga tidak bisa membantah ibunya.


"Au sayang perut aku terasa keram sekali ,,"teriak Dauna yang tiba tiba keram.


"Sayang kamu kenapa !!?"tanya Sun yang khawatir dengan kehamilan Dauna yang baru dua bulan itu.


"Tidak tahu, tiba tiba sakit sekali. Emmm tapi ini sudah tidak papa," ucap Dauna yang merasa aneh.


"Itu mungkin hanya kontraksi, bawa istrimu istirahat. Jangan buat dia tertekan," ucap Leo.


"Baiklah. Dauna ayo kita istirahat," ucap Sun.


Sun pun membawa Dauna kekamarnya.


"Sayang, bisa kamu jelaskan apa yang terjadi ?"tanya Dauna yang masih tidak mengerti.


"Istirahatlah dulu, besok akan aku jelaskan."


"Tapi aku tidak bisa tidur jika kamu belum menceritakannya," ucap Dauna memaksa.


"Hmm baiklah, akan aku jelaskan di kamar.


.Dauna pun tersenyum.


..


Di sisi lain, Maoura berada di rumah sangat gelap. Rumah ini seperti lama tidak di huni.


Di dalam sana ada beberapa orang yang sedang di sekap, mereka adalah anak buah Max.


"Apa mereka membuka mulut ?"tanya Maoura kepada penjaga.


"Tidak Miss, mereka mengatakan jika mereka tidak tahu kemana perginya Max ,," ucap Penjaga itu.


Tidak berlangsung lama Maoura menembak salah satu anak buah Max.


"Aaaahh ampun Miss,, tolong ampuni kami,," ucap Anak buah Max dengan histeris.


"Katakan, kemana dia pergi ?"tanya Maoura dengan tatapan tajam.


"Kami tidak tahu Miss, sungguh kami tidak tahu," ucap Anak buah itu gemetar hebat.


"Aaaahhh !!! dor dor dor dor ,," Maoura dengan histeris menembak mereka semua.


Dalam sekejap anak buah Max mati di tangan Maoura. Setelah mengeluarkan tenaga untuk menembak anak buah Max, tiba tiba Maoura tidak sadarkan diri.


Para penjaga segera membawa Maoura pulang ke Mansion utama.


"Hay apa yang terjadi dengan Maoura !?"tanya Laras.


"Dia pingsan Nona," ucap Penjaga itu.


"Iya aku tahu dia pingsan, tetapi kenapa dia bisa pingsan !?"tanya Laras kesal.


"Kami tidak tahu Nona," ucap Penjaga yang tidak ingin mengatakan yang sebenarnya.


Para pelayan di rumah itu langsung membawa Maoura ke klinik yang ada di dalam Mansion itu.


Dokter dan tabib selalu dengan sigap membantu Tuan mereka.


Salah satu pelayan menelfon Rose yang ada di Negara A.


"Hallo, ada apa ?"tanya Rose.


"Sepertinya Miss Maoura kembali kumat Nyonya," jelas pelayan itu di telfon.


"Hmm baiklah, aku akan segera datang kesana," ucap Rose lalu mematikan telfon.


..


"Sayang ada apa ?"tanya Tuan Raden.


"Sepertinya, dari sekian lama akhirnya penyakit Maoura kambuh lagi Papi" ucap Rose merasa cemas.


"Apa !!! setelah hampir 15 tahun bagaimana bisa penyakit saudarimu kambuh lagi !?"


"Aku akan segera datang kesana untuk mengetahui apa yang terjadi," ucap Rose.


"Berhati-hatilah Rose, Max masih belum di temui. Papi khawatir dia akan melakukan hal yang lebih buruk," ucap Tuan Raden dengan cemas.


"Papi jangan khawatir," ucap Rose meyakinkan ayahnya.


...


Di dalam pesawat pribadi, Rose membayangkan 15 tahu yang lalunya, dimana dia yang selalu menanggung semua apa yang sudah Maoura lakukan.


Sebenarnya Maoura memiliki penyakit


ganda. Terkadang dia sangat baik dan manis, terkadang juga dia bisa membunuh orang telah berbuat jahat.


Tapi setelah membunuh orang lain, Maoura tidak akan ingat apa yang sudah dia lakukan sehingga Rose lah yang berkorban untuk saudari kembarnya.


Para musuh mengira Rose lah yang telah membunuh semua orang, tetapi kenyataannya Maoura lah yang memang sudah membunuh musuh musuh mereka dengan membabi buta.


Selama ini Maoura selalu menganggap Rose adalah anak yang keren dan hebat. Tapi kenyataanya dia sendirilah yang sudah melakukan pembunuhan itu.


Dan yang membunuh Paman Bibik Max adalah Maoura, bahkan yang menembak kaki Paman Gutai, ayah Rio adalah Maoura itu sendiri.


Maka dari itu kakek menamakan mereka Maoura 1 dan Maoura 2, tujuannya agar mereka bisa menjadi satu orang yang seutuhnya.


Kejadian dengan Tuan Back sendiri itu memang Rose yang melakukan, saat itu suana hati Maoura sedang setabil sehingga kepribadian gandanya tidak kumat.


tetapi yang membuat kekacauan duluan adalah Maoura sehingga Rose yang harus menanggung jawab apa yang sudah Amaoura lakukan.


Di dalam pesawat, Rose mengepalkan tangan dengan kuat.


"Maoura sayang,apa yang terjadi denganmu saudari ku ? apa yang membuatmu kembali seperti dulu ?" batin Rose.


..


Alasan Maoura mengincar Max adalah, karena Max yang bertanggung jawab atas matinya paman Gutai, gara gara pamannya Max menjebak ayahnya Rio, Maoura akhirnya melakukan tindakan jahat pada paman Gutai. Ayah dari Rio,, suaminya sekarang.


Walaupun Maoura tidak ingat apa apa setelah membunuh orang, tetapi jiwanya tidak dapat di bohongi. Dia masih bisa merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya sendiri. Tetapi selama ini dia selalu memungkiri itu semua dan menyalahkan sepenuhnya kepada Rose.


Dan Rise sendiri dengan senang bertanggung jawab dengan semua yang amoura lakukan.