The Lion, PRINCESS CEO.

The Lion, PRINCESS CEO.
EPISODE 25 PRINCESS CEO



Di rumah sakit terbesar di kota Parades banyak orang berlalu lalang kesana kemari. Di zaman canggih seperti ini orang masuk rumah sakit bukan karena sakit yang di sebabkan oleh pola makan, karena di zaman ini manusia menjadi sangat memerhatikan terhadap apa yang mereka makan. Mereka akan hanya makan sayuran organik dan daging yang sangat di jaga kualitas nya.


Kebanyakan dari mereka masuk rumah sakit karena terkena racun dari obat obatan eksperimen di kota itu. Karena kebijakan negara yang mengizinkan segala praktek asalkan mereka memiliki izin, membuat Tuan Widjaya membuka pabrik obat obatan untuk mewaraskan orang orang terkena infeksi obat obat kimia.


Di ruangan VVIP tuan Widjaya sedang terlamun, dia merasa sangat bersyukur karena masih diberi umur yang panjang.


"Widjaya ?"sapa Tuan King dan Back.


" Kalian, apakah kalian baik baik saja," ucap King lemas, tetapi masih menghawatirkan keadaan sahabatnya.


"Berhenti mencemaskan kami, lihatlah dirimu. Widjaya Terima kasih banyak pengorbanan mu dan maafkan aku," ucap Tuan King penuh penyesalan.


"Sudahlah, kita lupakan semua. Aku ingin mulai sekarang kita jalani sisa hidup kita dengan damai," ucap Tuan Widjaya dengan haru.


"Widjaya lihatlah ini," Tuan King menunjukkan sebuah foto.


"Soraya !! ini Soraya bukan ??"tanya Widjaya dengan nada tidak percaya.


"Iya Widjaya, dia Soraya," jawab Tuan King.


"Dimana dia, bagaimana kamu tahu keberadaannya.?"


"Dia berada di negara S, negara yang pernah menjadi impian kita," jawab tuan king.


"Lalu siapa yang sedang bersamanya.?"


"Itu adalah Cucunya Soraya, cucumu juga,"ucap Tuan King memberi kabar yang sangat mengejutkan untuk Tuan King.


"Apaaa !!! Cucuku !?


"Iya Widjaya, disaat aku baru kehilangan Ibuku Soraya datang kepadaku menanyakan keberadaan mu, saat itu aku tidak ingin lagi berurusan denganmu tetapi Soraya memohon karena dirinya sedang mengandung anakmu. Di saat kami datang kerumahmu mertuamu yang keluar, dia tidak mengizinkan kami bertemu denganmu. Mertuamu memberikan kami uang yang sangat banyak dan menyuruh menggugurkan anak yang sedang di kandung Soraya. Setelah itu kami keluar dari rumah jahanam itu dengan prasaan yang sangat hancur. Soraya tidak ingin mengugurkan kandungannya dan memilih untuk pergi ke negara yang pernah kita impikan." jelas King.


Tuan Widjaya benar benar tidak dapat menerima kenyataan pahit ini, wanita yang di cintai telah menderita selama ini dan itu karena dirinya.


Dahulu Ayah Tuan Widjaya sangat jahat, setelah ibunya meninggal Ayah Tuan Widjaya menikah dengan wanita keturunan negara J dan melahirkan seorang putri bernama Yuan Li, adik tiri Tuan Widjaya. Waktu itu keadaan perekonomian mereka sedang tidak baik sehingga Widjaya di paksa menikah dengan anak orang kaya di tempat mereka, jika Widjaya tidak mau menikah maka Ayah Tuan Widjaya mengancam akan menjual adiknya Yuan Li kepada seorang mafia. Akhirnya dengan berat hati Widjaya menerima perjodohan itu. Setelah Widjaya menikah, kedua orang tuanya pergi ke negara J dan meninggalkan Widjaya sendiri di dalam sangkar emas itu.


"Widjaya, apakah kamu mau pergi bersama kami. Kita akan hidup damai disana," ajak Tuan Back memecahkan lamunan Tuan Widjaya.


"Tetapi bagaimana dengan cucuku, Maoura."


"Kamu tidak perlu kawatir aku memiliki anak buah bernama Rio, dia adalah orang baik, dia selalu menolak jika aku suruh melakukan sesuatu yang ilegal. Dia sangat setia dengan negara dan aku yakin dia pasti mampu menjaga Cucumu dengan baik, bahkan aku dengar semalam dia telah mempertaruhkan nyawanya demi melindungi Maoura cucumu." ucap Tuan King.


" Apa Rio ! Chef Rio ternyata adalah anak buahmu ?"tanya Widjaya tidak percaya.


"Kamu benar, aku sempat marah besar kepadanya karena pernah menyelamatkan mu waktu di restoran waktu itu. Tetapi sekarang aku harus sangat berterima kasih karena telah menyelamatkan nyawa sahabatku ini." ucap Tuan King penuh dengan penyesalan.


"Baiklah, aku akan mencoba membicarakan soal ini kepada Maoura," ucap Tuan Widjaya yang tidak ingin terburu buru.


..


Di ruang kamar rawat VVIP. Maoura terbangun dari tidurnya dan melihat Rio yang sedang tertidur di sampingnya sambil memegang tangannya. Untuk pertama kali Maoura merasa jantungnya akan keluar hanya karena seorang pria memegangi tangannya.


"Ah Miss maafkan aku, aku telah lancang tidur di samping anda," ucap Rio yang telah sadar dari mimpi indahnya.


Untuk pertama kali Rio melihat senyum manis Maoura yang begitu indah di pandang.


"Tidak papa Chef, terimaa kasih telah menemaniku," ucap Maoura dengan tulus.


"Oya panggil aku Maoura saja chef,"sambung Maoura.


"Baiklah Maoura, anda juga cukup panggil aku Rio, tidak perlu ada chef'nya," ucap Rio membalas senyuman Maoura.


"Baiklah Rio. Oya aku ingin keluar melihat kakek," ucap Maoura yang langsung menurunkan kakinya.


"Tunggu ! aku akan mengambil kursi roda untukmu Maoura."


"Tidak perlu Rio."


Tetapi Rio tidak mendengar nya dan tetap mengambil kursi roda untuk Maoura.


"Terima kasih banyak Rio, tetapi kamu sungguh berlebihan."


"Lihatlah kakimu Maoura, Tuan Widjaya akan sangat khawatir melihat keadaanmu Sekarang."


"Aku akan terlihat sangat menyedihkan di depannya."


"Sesekali kamu harus terlihat lemah agar kakek merasa kamu sudah menjadi wanita normal."


"Apa maksudmu Rio !!jadi selama ini aku tidak normal.?"


"Tuan Widjaya pasti ingin melihatmu bahagia tanpa beban berat di pundakmu."


"Tetapi aku tidak pernah merasa terbebani."


"Maoura kamu tidak dapat membohongi dirimu sendiri dan juga Tuan Widjaya, jika sikapmu terus begini maka Tuan Widjaya akan sangat sulit meninggalkan dunia karena selalu menghawatirkan dirimu."


"Kamu benar Rio, selama ini aku telah membuat kakek selalu menghawatirkan ku karena aku hampir tidak pernah mengeluh kepadanya."


"Kita sudah sampai."


Di saat Rio ingin membuka pintu dia dan Maoura mendengar percakapan antara Tuan Widjaya, King dan Back. Mereka sama membuka mata lebar lebar di saat mendengar mereka akan di jodohkan. Sumpah demi apa pipi Maoura seperti kepiting dalam gurun pasir dan begitupun dengan Rio dia seperti mati kutu berada disana. Dan akhirnya Maoura memutuskan mengajak Rio berjalan jalan menghirup udara segar di taman yang berada di belakang Rumah sakit itu.


..


Tuan Back yang ingin menutup jendela karena matahari mulai memanasi ruangan tidak sengaja melihat Rio dan Maoura sedang berjalan jalan ditaman.


"Hay kalian cepat lihatlah apa yang aku lihat," seru tuan Back.


Dengan hati hati King membatu Widjaya untuk berdiri.


"Bukankah itu Rio dan Maoura ?"tanya Kinh.


"Benar itu cucuku, apa yang mereka lakukan?"


Di sisi lain Rio melihat ulat kecil menempel pada rambut Maoura yang terurai.


"Maoura ada ulat kecil di rambutmu."


"Apa !!Rio cepat singkirkan hewan kecil itu rambutku, iii itu membuatku sangat geli."


Maoura yang tidak diam dan terus menggeleng gelengkan kepalanya membuat Rio kesulitan menemukan ulat kecil itu, sehingga Rio mencoba lebih dekat agar menemukan ulat itu.


Tetapi dari atas sana Tuan Widjaya dan yang lain mengira bahwa Rio mencoba untuk mencium paksa Maoura, itu sungguh membuat Tuan Widjaya geram.


"Kurang ngajar !!!bentak Widjaya mencoba untuk menghubungi seseorang.


"Widjaya jangan emosi dulu lihat lah mereka," ucap King yang ingin menunjukkan sesuatu.


Tuan Widjaya melihat Maoura tertawa begitu lepas bersama Rio, dan itu membuat Tuan Widjaya berfikir jika Maoura juga telah menyukai Rio.


"Selama bertahun tahun aku tidak pernah melihat Maoura tertawa lepas dan begitu tulus. Baiklah king kita akan menjodohkan mereka, bahkan aku akan langsung mempersiapkan pernikahan mereka dari sekarang. Semakin cepat lebih baik bukan," ucap Tuan Widjaya di sambut gembira oleh King dan Back.