The Lion, PRINCESS CEO.

The Lion, PRINCESS CEO.
Episode 53 PRINCESS CEO



Di sebuah bandara pribadi Rio mengantarkan Maoura dan juga mertuanya yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri.


"Sayang jaga dirimu baik baik ya, aku janji tidak akan lama," ucap Maoura berpamitan.


"Iya sayang, kamu juga jaga di baik baik disana. Emuach," sebuah kecupan di kening.


"Rio maaf ya kamu belum bisa ikut dengan kami, papi harap kamu bisa mengurus dan memantau perubahan demi kami," ucap Tuan Raden.


"Siap papi, percayakan semua nya pada Rio."


"Baguslah, papi percaya padamu."


Setelah lepas landas, Rio terlihat menelvon seseorang.


...


Di dalam pesawat pribadi, Maoura duduk dengan gaya aroganya. Win yang berada di gelas berkaki panjang menambah kesan angkuhnya.


"Maoura sayang, apa tidak papa kamu meninggalkan mereka begitu saja ?"tanya Nyonya Sarla khawatir.


Bagaimana bisa di situasi yang genting seperti ini Maoura malah pergi meninggalkan MAMBIO.


"Aku hanya ingin memberikan peluang pada tikus tikus itu untuk masuk Mi Pi," ucap Maoura dengan tatapan tajam kearah awan.


"Sayang, papi bisa melakukannya," ucap tuan Raden yang khawatir dengan keselamatan Maoura.


"Mami Papi percayalah pada Maoura, 15 tahun Maoura belajar dan tidak menyia-nyiakan waktu."


Tuan Raden dan Nyonya Sarla tidak bisa berkata apa apa lagi.


Semenjak kejadian ledakan di pantai Villa, Maoura mengerti jika itu adalah peringatan bahwa perang telah di mulai walaupun Maoura belum memastikan siapa pelakunya. Tetapi ntah mengapa firasat Maoura mengatakan, suaminya lah yang bertanggung jawab.


..


Di sebuah Mansion besar di negara A. Maoura dan orang tuanya turun dari mobil dan memasuki rumah.


"Papi mami, Maoura akan menjenguk kesayangan Maoura."


"Iya sayang, kami akan langsung menuju perusahaan, kabari mami dan papi jika ada sesuatu."


"Iya Mi."


Maoura masuk kedalam Lift dan naik kelantai 3, lantai paling tinggi.


Maoura berjalan perlahan memasuki sebuah kamar yang sangat luas.


Terlihat seorang putri yang sedang tertidur dan infus di tangan dan juga selang oksigen di hidungnya.


"Hay Maoura 1, apa kabar ?"sapa Maoura 2.


Yah ternyata Maoura 1 tidak mati. Saat kejadian 15 tahun yang lalu, Maoura 1 telah mengalami luka parah di bagian kepala dan dia telah koma sampai saat ini. Itulah alasan mengapa tidak ada yang diizinkan melihat jasat Maoura 1 disaat dinyatakan telah tiada, karena sejatinya peti mati itu kosong dan Maoura 1 masih hidup walau dia masih memejamkan mata.


"Amoura 1 aku yakin kamu bisa mendengarku walaupun matamu selalu tertutup. Aku dan para Savior telah membuat alat canggih ini, aku harap ini akan berhasil." ucap Maoura 2.


Dia menempel kan sebuah chip ke sisi kanan dan kiri kepala Maoura 1 dan mulai memprogram sistem.


Dan benar saja, walaupun Maoura 1 sedang tertidur tetapi alam bawah sadarnya tidaklah tidur.


Selama 15 tahun Maoura 1 terperangkap dalam alam bawah sadarnya, dia selama ini bisa mendengar semua orang tetapi tubuhnya tidak dapat digerakkan untuk merespon orang yang ada di sekitarnya.


Maoura merasa kesepian dalam kegelapan, dia sangat ingin keluar dari penjara alam bawah sadarnya.


Chip yang di pasang oleh Maoura 2 menampilkan sebuah rekaman kehidupan di otak Maoura 1.


Maoura satu dapat melihat bagai mana wajah Maoura 2 sekarang, wajah orang tuanya, kakeknya, bahkan wajah wajah baru.


Sembari Maoura 1 melihat wajah wajah itu dari alam bawah sadarnya, Maoura 2 menjelaskan setiap gambar yang dia tampilkan melalui sistem yang sedang dia kontrol dari laptopnya.


Maoura 1 akhirnya tahu bahwa kakeknya memiliki cucu lain selain dirinya dan juga saudara kembaranya.


Maoura 1 ingin sekali merespon bahwa dirinya bisa melihat semuanya dari bawah alam sadarnya, tetapi dirinya bahkan tidak bisa menggerakkan jari tangannya.


Tetapi Maoura 2 tahu bahwa alat yang dia bawa berhasil. Detak jantung Maoura 1 yang tidak normal membuat Maoura 2 percaya bahwa Maoura 1 telah merespon dirinya.


"Maoura 1 aku tahu kamu bisa Melihat gambar yang aku kirim ke otakmu, dari detak jantungmu aku bisa memastikan itu," ucap Maoura 2 merasa senang.


"Syukurlah, akhirnya ada yang bisa mengerti diriku," ucap Maoura 1 dari dalam bawah sadarnya.


"Amaoura 1, aku ingin mengatakan sesuatu padamu, sejujurnya aku sudah menikah," ucap Maoura 2 membuat Maoura 1 terkejut di dalam bawah sadarnya.


"Apa!! kamu sudah menikah, aku turut bahagia untukmu saudariku," ucap Maoura 1.


Seolah mengerti bahwa saudarinya masih merespon dirinya, Maoura 2 memberikan gambar wajah Rio ke sistem itu sehingga Maoura 2 dapat melihatnya.


Setelah melihat gambar Rio, detak jantung Maoura 1 berdetak sangat cepat.


"Pria itu, itu adalah anak dari supir itu," ucap Maoura 1 terkejut di dalam alam bawah sadarnya.


"Saudariku telah menikah dengan dia, apakah dia datang untuk balas dendam ?"


"Maoura, apa kamu mengenal pria itu? detak jantung jantungmu meningkat setelah aku kirim gambar Rio, suamiku?" tanya Maoura 2. tetapi Maoura 1 tidak dapat menjelaskan apa apa pada Maoura 2.


"Jika memang benar, berarti memang dia datang untuk balas dendam kepada kita," ucap Maoura 2 dengan nada sedihnya.


"Maoura 1, tetapi aku sudah jatuh cinta padanya hik hik hik, aku rela menanggung semua hukuman yang akan dia beri asalkan dia tidak menyakiti keluarga ku," ucap Maoura 2 dengan tangis yang dia coba pendam.


"Maafkan aku saudariku," ucap Maoura 1 di dalam alam bawah sadar nya.


"Maoura 1, jika benar Rio adalah anak yang kamu ceritakan waktu itu, berarti kita telah membunuh ayahnya waktu," ucap Maoura 2 yang teringat.


Waktu itu setelah kejadian itu Maoura 1 bercerita pada Maoura 2, alasan dia menembak kaki Paman Gutai, ayah dari Rio adalah agar paman Gutai merasa jera dan tidak lagi bekerja di tempat yang mengerikan itu. Maoura 1 tidak ada niat untuk membunuh paman Gutai.


Maoura 1 merasa cemas mendengar kabar itu dari Maoura 2.


Rasa cemas dan khawatir Maoura 1 membuat tubuhnya reflek menggerakkan beberapa jarinya. Tetapi dia tetap tidak bisa sadar dari mimpi buruknya.


Maoura 2 yang melihat reflek Maoura 1 merasa senang.


"Amoura 1 aku tadi melihat jarimu bergerak, cobalah bergerak satu kali lagi, aku mohon," ucap Maoura 2 antusias.


Tetapi setelah sekian lama menunggu tubuh Maoura 1 tidak memberikan respon apapun lagi dan itu membuat Maoura 2 bersedih.


..


Maoura 2 tidak diam saja selama beberapa hari di negara A, Maoura 2 selalu memberikan informasi penting kepada Maoura 1.


Maoura 2 juga memberikan arahan kepada Maoura 1 cara menggunakan alat alat canggih yang mereka ciptakan.


Selama 7 hari berada di negara A, Maoura 2 selalu mengulangi materi yang ia sampaikan kepada Maoura 1. Dengan kecerdasan yang di miliki Maoura 1, walaupun dia tertidur selama 15 tahun lebih, dia bisa cepat mengerti dengan keadaan di luar sana yang serba canggih.


Maoura 1 selalu berusaha untuk bangun dari tidur nya, tetapi sayang. Sampai Maoura 2 pergi dia tidak bisa bangun dari tidurnya.