The Lion, PRINCESS CEO.

The Lion, PRINCESS CEO.
EPISODE 35 PRINCESS CEO



Di dalam Ruangan nomor satu di gedung pencakar langit. Maoura mencoba menghubungi kakeknya.


"Hay kakek, apa kabar," sapa Maoura lewat Vidio call.


"Kakek baik nak, lihatlah kakek ada dimana," ucap kakek yang menunjukan sebuah perbukitan yang sangat indah terlihat sejuk.


"Indah sekali kakek," ucap Maoura merasa ikut senang.


"Lihatlah kakek bersama siapa," ucap kakek mengarahkan kameranya ke Nenek Soraya dan seorang gadis cantik.


"Hay Maoura," sapa nenek Soraya yang masih terlihat cantik.


"Hay nenek, senang melihat anda," sapa Maoura ramah.


"Hay Maoura, salam kenal dari bukit suoh," sapa wanita cantik itu.


"Aku akan pergi kesana lain waktu," ucap Maoura yang mudah akrab dengan wanita itu.


"Baiklah kami menunggumu," ucap wanita itu.


"Aku akan kesana bersamamu, persiapkan dirimu karena anak buahku akan menjemputmu," ucap Maoura.


"Aku, kesana, untuk apa?" tanya wanita terkejut.


"Kamu adalah cucu kandung dari Kakek, maka sudah kewajiban aku untuk berbagi denganmu," ucap Maoura.


"Aku merasa tidak pantas," ucap wanita itu masih merasa kurang percaya diri.


"Pantas tidak pantas aku akan tetap menyuruh seseorang menjemputmu, jadi persiapkan dirimu," ucap Maoura sedikit memerintah.


Panggilan pun di matikan.


Di sebuah perbukitan Kakek, Nenek Soraya dan Laras Sragen menikmati piknik mereka dengan bahagia.


"Kakek apakah Maoura seperti ini,?" tanya Laras yang merasa kurang nyaman dengan sifat Maoura yang seenaknya memerintah.


"Dia anak yang baik dan tegas, dia ingin yang terbaik untukmu, jadi kakek mohon denganmu ikutlah bersamanya," ucap kakek Widjaya membujuk Laras.


"Tapi bagaimana dengan nenek," ucap Laras yang khawatir dengan neneknya.


"Kamu tenang saja karena aku tidak akan meninggalkan Soraya sendiri lagi," ucap Kakek Widjaya dengan penuh kasih sayang.


...


Di tempat lain. Rio sedang siap siap akan memotong pita untuk peresmian restoran mewah dan megah ber romansa modern dan juga di lengkapi dengan sistem robotik.


Semua orang bertepuk tangan untuk kesuksesan dan kemajuan restoran itu.


Beberapa pelanggan VVIP di beri sajian yang langsung di buat oleh chef andalan mereka yaitu Rio.


Tiga bersaudara anak bangsawan terlihat sangat angkuh. Mereka adalah pecinta kuliner, hampir seluruh makanan favorit di setiap negara telah mereka coba.


"Hay Nona Ria, Nona Diana, Nona Santi suatu kehormatan bagi saya karena kalian bersedia hadir di acara yang penting bagi saya," sapa Rio ramah.


"Kita lihat nanti, apakah makananmu layak di uji," ucap Ria( kakak tertua ) dengan angkuh.


Rio hanya tersenyum, mereka adalah orang yang cukup berpengaruh. Jika mereka siap memakan makanan yang di saji dan mereka menyukainya itu adalah nilai plus bagi sang pemasak. Setelah itu mereka harus bersiap siap karena pelanggan yang akan naik 50%. Mereka adalah salah satu YouTuber yang memiliki pengikut ratusan juta.


Rio menghidangkan makanan simpel yaitu nasi goreng.


"Baiklah kelihatan menarik aku akan mencobanya," ucap Diana.


"Waw kak ini enak sekali," ucap Diana yang merasa tidak bisa berhenti mengunyah.


"Benarkah. Hmm baiklah akan aku coba," ucap Ria di ikuti oleh Santi.


"Waaw ini enak pakek banget. Pokoknya ini harus viral secepat mungkin," ucap Ria yang langsung membuat konten.


"Emm chef Rio bolehkah kami berfoto dengan anda," ucap Ria yang tiba tiba bersikap manis kepada Rio.


"Baiklah," ucap Rio sedikit canggung.


Cekrek.. satu foto berhasil.


"Baiklah Nona silahkan nikmati makan anda, saya permisi," ucap Rio ramah.


..


Di sebuah ruangan grup kuaci Luna dan kawan kawan bekerja dengan serius, hanya Luna yang tidak fokus.


"Luna ada apa denganmu," ucap Lanord.


"Ah tidak papa Lanord," ucap Luna.


"Jangan berbohong, kami semua tau kamu sedang tidak fokus, satu jam lagi kita harus mengirim laporan ke pusat untuk di review. Kita harus fokus agar misi kita segera tercapai, kamu tidak kan kita kalah dari grup sebelah," ucap Lanord untuk memberi semangat Luna.


"Maafkan aku kawan, aku telah membuat pekerjaan kita terhambat," ucap Luna menunduk.


Zahra sempat melirik Luna tetapi menunduk kembali.


"Hay Zahra ada apa ?"tanya Luna.


"Aku tadi melihat Juo datang bersama kalian," ucap Zahra ragu ragu.


"Oh Juo. Dia sekarang bekerja di perusahaan ini, belum jelas dimana mereka bekerja di bagian apa," ucap Luna.


"Aku tadi melihat Miss Maoura membawa mereka ke ruang Savior," ucap Zahra.


"Apa itu ?"tanya Luna penasaran.


"Itu adalah dengan status paling tinggi, semua sistem buatan grup harus mendapatkan persetujuan dari merek agar lolos dan di pasarkan," jelas Zahra yang sedikit mengetahui pekerjaan mereka.


"Istirahat nanti kesana yuk," ajak Luna.


"Selain anggota tidak ada yang bisa masuk keruangan itu," ucap Zahra.


"Kenapa bisa begitu ?"tanya Luna merasa heran.


"Tanya saja kepada Miss Maoura, bukankah dia saudaramu," ucap Zahra yang mulai kesal karena Luna banyak tanya.


"Baiklah aku akan tanya kepada Maoura nanti," ucap Luna dengan serius.


",Haaay kaliaaaan !!!"teriak Lanord yang terlihat marah.


"Baik Bos," ucap Luna dan Zahra yang langsung menatap tugas mereka masing masing.


..


"Apa kalian sudah menerima laporan dari grup kuaci?"tanya Ten.


"Belum Savior T8911111," ucap Juo.


"Kirim pesan agar mereka segera mengirim laporan."


"Siap Savior T8911111," ucap Deon.


"Hay Savior J231," panggil Deon.


"Ada apa?"


"Kamu sedang melakukan apa sekarang,?"


"Aku sedang mempelajari beberapa program yang harus kita kuasai."


"kerja bagus kawan."


"Lalu apa yang kamu lakukan,?"tanya Juo.


",Aku mencoba membobol pertahan Savior senior, ternyata mereka tidak kaleng kaleng, bahkan aku tidak bisa membobol satu huruf pun," ucap Deon.


"Hati hati Deon." ucap Juo memperingati. Dia takut Deon akan mendapatkan masalah. Padahal jika Deon bisa membobol 5 angka saja dia akan langsung di gabungkan oleh para senior yang memiliki angka satu terbanyak.


"Aku rasa tidak ada larangan atau hukuman jika berhasil, karena tidak peringatan atau semacamnya," ucap Deon menduga duga.


TOOOOOOTEEEEETTT !!!!tanda peringatan. Ini adalah waktu istirahat.


Semua orang menuju ruangan salin dan membuka kaca mata mereka, setelah kaca mata di buka kehidupan normal mereka rasakan.