The Lion, PRINCESS CEO.

The Lion, PRINCESS CEO.
EPISODE 64 PRINCESS CEO



7 Hari berlalu....


Keharmonisan keluarga di mansion utama di rasakan kembali setelah Maoura menerima takdirnya. Semua keluarga yang dari jauh meminta izin untuk kembali ke negara mereka masing masing, begitu pun dengan kakek Widjaya yang akan kembali untuk menemui istrinya Soraya.


Rose akan ikut bersama kedua orang tuanya untuk kembali ke negara A. Rose akan menggantikan posisi Tuan Raden di perusahaannya.


Laras masih menjadi CEO utama di grup MAMBIO setelah para pemegang saham mengetahui kejahatan Max.


...


Rio menatap Maoura dengan sangat lekat.


Kamu sangat cantik sayang, ibu akan senang melihat mu," ucap Rio lalu menggunakan kalung untuk Maoura.


"Aku sangat gugup Rio."


"Dia adalah ibu yang baik.


Singkat cerita..


Rio dan Maoura telah sampai di kediaman Rio.


Jantung Maoura berdetak tidak karuan, ini pertama kalinya dia akan melihat wajah mertuanya.


Di halaman belakang, Leo dan yang telah membuat pesat kecil kecilan untuk menyambut kedatangan Rio dan Maoura.


"Ibu sangat bersyukur, akhirnya setelah 6 bulan berlalu Rio kembali. Lihat saja ! setelah dia sampai ibu akan menjewer telinganya. Katanya pergi cuma tiga bulan kok bisa bisanya sampai 6 bulan .."


"Ibu,, Rio melakukan itu karena sebuah pekerjaan, ibu jangan memarahinya," ucap Dauna.


"Iya sayang, tapi ibu sangat merindukan dia .."


"Rio sampai !!! Rio sampai !!"teriak Juo memperingati mereka.


Mereka serempak mematikan lampu dan akan memberi kejutan untuk Rio.


"Sayang, kenapa rumah kamu gelap sekali ?"tanya Maoura.


"Ini mungkin mereka lupa untuk membayar tagihan," ucap Rio merasa tidak enak dengan Maoura.


Maoura menahan tawa ketika mendengar penjelasan Rio.


"Ayo kita masuk," ucap Rio sambil mengulurkan tangan untuk Maoura.


"Pelan pelan Maoura."


"Beruntung malam ini terang bulan Rio, lihat lah bulannya sangat besar .."


"Cantik, seperti kamu," gombal Rio.


"Hallooo !!!! apa ada orang di dalam, ibuu !!??"


"Pada kemana semua orang Rio ?"tanya Maoura.


"Entahlah, biasanya mereka ada di taman belakang untuk bakar bakar jika lampu padam."


"Memang di rumahmu sering mati lampu ?"


"Biasanya kami sengaja mematikan lampu ketika kami berkemah di halaman belakang."


"Waw !! pasti asyik sekali ..."


"Ayo kita kebelakang .."


"Ayo .."ucap Maoura antusias.


DOOOORRR !!!! Kembang api menyambut kedatangan Rio..


"Rio sayaaang,, selamat kembali nak, ibu sangat merindukanmu sayang," sambut Bibik Luis merasa sangat bahagia sampai meneteskan air mata.


"Ibu jangan menangis, Rio ada disini. Dan Rio punya kejutan untuk ibu .."


"Apa itu nak .?"


"Taraaa... Dia istriku buk ,,"


"Apa, istrimu !! kamu sudah menikah !!?"ucap Bibik Luis terkejut.


"Maaf aku tidak memberi tahu ibu sebelumnya," ucap Rio menyesal.


"Kamu cantik sekali," puji Bibik Luis memeluk erat Maoura.


"Terima kasih Bu,," ucap Maoura merasa senang karena di sambut dengan baik.


"Berapa lama kalian menikah !?"tanya Bibi Luis.


"Sudah 6 bulan lebih buk," ucap Maoura.


"Rio kamu benar benar anak nakal yaaa ,," teriak Bibik Luis lalu mengejar Rio untuk menjewer anaknya yang telah menikah diam diam.


"Haha haha ampun buuuk, ampuun ,,, Rio bisa jelasin ke ibu, maaf maaf," ucap Rio menyerah.


"Aaauuw ibu sakit !!" Bibik Luis menjewer Rio dengan sangat kuat.


"Ini balasan untuk nakal seperti kamu !!"


"Ibu maafkan Rio," ucap Rio sambil memegang telinganya untuk meminta maaf.


"Hmm sudahlah, ayo kita makan dahulu," ucap Bibik Luis tidak ingin memperpanjang keadaan.


"Nama kamu siapa nak ?"tanya Bibik Luis.


"Nama saya Maoura buk .."


"Nama yang cantik, Emm apa kalian sudah akan memberikan Ibu cucu !?"tanya Bibik Luis antusias.


"Kami baru saja kehilangan anak kami buk," jawab Rio sendu.


"Oh ya ampun, maafkan ibu nak ibu tidak tahu. Maoura sayang, kamu yang sabar ya, keguguran kehamilan pertama memang sering terjadi," ucap Bibik Luis yang belum tahu cerita sebenarnya.


"Iya Bu ,," jawab Maoura tersenyum.


"Rumah kamu dimana, kenapa orang tua kamu tidak ikut bersama kalian !?"tanya Bibi Luis.


"Orang tuaku berada di luar negeri Bu ,,"


"Bu, Rio ingin mengatakan sesuatu," ucap Rio ragu ragu, dia tidak ingin lagi menutupi siap Maoura kepada ibunya.


"Apa nak !?"


"Maoura adalah cucu dari Tuan Widjaya," ucap Rio ragu ragu.


Dalam sekejap wajah Bibik Luis berubah, tidak bisa di artikan apa yang di rasakan oleh Bibik Luis. Air mata keluar begitu saja dengan derasnya dari pipi Bibik Luis. Dauna mencoba untuk memeluk Ibu mertuanya.


"Ibu kenapa !?"tanya Dauna yang tidak tahu masa lalu Rio.


Bibik Luis tidak menjawab Dauna ,di meremas kuat gelas yang ada di tangannya.


Tiba tiba,,


BYUUURR !!!" Bibik Luis menyiram Maoura dengan sup hangat yang ada di mangkuk.


Maoura seketika berdiri dari duduknya. Maoura sangat terkejut dengan perubahan sikap ibunya Rio.


"Pergi kamu sekarang dari rumah aku !!"teriak Bibik Luis histeris.


"Ibu Rio bisa jelaskan semua Bu.." ucap Rio yang juga tidak menyangka akan seperti ini.


"Rio !! kamu masuk kedalam kamar !!"perintah Bibi Luis.


"Tapi bu, biarkan Rio jelaskan semuanya !"ucap Rio memohon.


"Kamu cepat pergi dari rumah saya !!"teriak Bibik Luis kepada Maoura dan tidak mendengar kan Rio..


Maoura yang merasa akhirnya dari semuanya memutuskan untuk pergi dari rumah itu.


"Maoura Tunggu !!!"teriak Rio ingin mengejar Maoura.


"Jika kamu keluar dari pintu itu, jangan harap kamu akan melihat ibu hidup besok pagi," ancam Bibik Luis membuat Rio menghentikan kakinya untuk mengejar Maoura.


"Ibu Rio bisa jelaskan semua ,," ucap Rio memohon.


Bibik Luis tidak mendengarkan Rio, dia langsung pergi ke kamarnya dan mengunci diri.


"Rio, aku akan mengejar Maoura dan mengantarkannya pulang," ucap Leo mencoba untuk membantu..


"Aku mohon antar dia sampai depan pintu rumahnya," ucap Rio memohon.


"Aku berjanji .."


Maoura berlari tanpa dengan sangat kencang, karena selama ini tubuhnya sering di bawa olah raga, kekuatannya tidak di ragukan lagi.


Maoura sempat membuang sepatu hilsnya dan melepaskan gaun basahnya. Maoura hanya mengunakan shot dan juga kaos hitam ketat yang dia gunakan.


Leo yang mencoba mengejar Maoura ketinggalan jauh, selain itu juga Leo hanya fokus mencari wanita yang mengunakan gaun merah yang basah. Leo tidak tahu jika Maoura sudah melepaskan gaunya dan hanya menyisakan celana Shot dan juga kaos ketatnya.


Maoura terus berlari tanpa air mata ketika berada di kerumunan yang ramai.


Leo membating setir memutar kembali mobilnya. Dia merasa kesal karena tidak berhasil menemukan Maoura.


Disisi lain, Maoura telah sampai ke suatu tempat yang Sangat gelap.