The Lion, PRINCESS CEO.

The Lion, PRINCESS CEO.
EPISODE 42 PRINCESS CEO



"Laras ini adalah ruangan yang akan kamu tepati nanti," ucap Maoura menunjukan ruangannya yang cukup besar.


"Waw Maoura ini Indah sekali."


"Belajarlah dengan giat agar tempat ini bisa aku serahkan kepadamu," ucap Maoura dengan serius.


"Tapi Maoura," ucap Laras ragu ragu.


"Sudah tidak ada tapi tapi. Sekertaris Yuna tolong kamu bimbing Laras, beritahu semua informasi yang ada di kantor ini secara terperinci."


"Baik Miss."


Sekertaris Yuna membawa Laras keliling perusahaan terlebih dahulu, dia juga mengajak Laras memasuki ke ruangan para grup handal di dalam kantor salah satunya kelompok kuaci. Laras yang ramah dan mudah akrab di sambut baik oleh para karyawan di perusahaan itu.


Karena tiba tiba sekertaris Yuna ada kepentingan mendadak, jadi Laras memutuskan untuk keliling sendirian.


Di tempat lain. Leo dan para sahabat akhirnya bisa keluar dari tempat itu, mereka hanya memiliki waktu dua hari sebelum kembali keruangan rahasia itu. Karen saking senangnya mereka berlari mengikuti jalur khusus untuk para Savior. Jalan Khusus Savior langsung menuju ke parkir bawah tanah.


Leo yang tidak memperhatikan jalan tidak sengaja menabrak seseorang. Karena wanita itu akan jatuh dengan reflek Leo menangkapnya wanita itu.


Wanita itu adalah Laras, dia telah tersesat sampai sampai masuk ke jalur khusus para Savior.


Leo menatap lama wajah wanita yang sangat cantik dan berseri seri secara natural itu.


"Ah maaf tuan," ucap Laras yang membuyarkan lamunan Leo.


"Oh iya Nona maafkan saya, saya tidak sengaja menabrak anda," ucap Leo merasa kikuk.


"Ah tidak papa Tuan, memang saya juga tidak memperhatikan jalan," ucap Laras.


"Em anda mau kemana ?"tanya Leo yang heran melihat orang lain berada di jalur khusus.


"Oh tadi saya sedang liat liat kantor ini, dan saya malah tersesat," ucap Laras, sesekali menundukkan kepala karena ntah mengapa dia merasa malu di depan Leo.


"Ow apa anda anak baru disini ?"tanya Leo kembali.


"Emm saya saudari Maoura yang baru datang kemarin, saya ingin keruangan Maoura tapi malah tersesat kesini," ucap Laras sambil mengigit bibir bawahnya karena dia merasa cemas. Di tambah dia tidak memiliki nomor telpon Maoura.


"Ow anda saudara dari Miss Maoura, mau saya antar," ucap Leo menawarkan diri untuk membantu.


"Oh benarkah tuan akan membantu saya," ucap Laras merasa senang.


"Tentu Nona."


"Baiklah, terima kasih banyak Tuan."


"Ayok kita lewat sini saja," ucap Leo tidak sengaja menggandeng tangan Laras.


Walaupun malu malu, tetapi Leo memberanikan diri untuk berkenalan dengan Laras. Dan Laras yang ramah dan mudah akrab membuat Perkenalkan mereka berkesan sangat baik.


Disisi lain Sun, Deon, dan Juo berlari sangat cepat menuju parkiran bawah tanah, mereka tidak sabar melihat fasilitas yang di berikan perusahaan kepada mereka. Ten mengatakan mereka akan di beri mobil canggih untuk menunjang hidup mereka di luar sana.


Seketika kaki mereka berhenti dan terkulai lemas.


"Deon, Juo benarkah ini mobilnya ?"tanya Sun tidak percaya.


"Aku ingat Ten mengatakan Mobilnya berwarna hijau dengan nomor 209," ucap Deon memastikan.


"Dan mobil itu terparkir di blok E," ucap Juo yang memastikan melihat blok yang mereka lihat ternyata benar.


"TEEENNN dasar manusia kerdiiiillll !!!"teriak Sun frustasi.


Dia sudah membayarkan mobil yang akan di gunakan adalah mobil terbaru dengan sistem canggih di dalamnya. Dan dia sudah merencanakan kencan bersama Dauna.


Tetapi kenyataannya mereka hanya mendapatkan mobil jadul yang sudah berusia 200 tahun.


"Ngomong ngomong dimana Kak Leo ?"tanya Deon yang baru sadar Jika Leo tidak bersama mereka.


"Iya dimana dia, coba dicek dulu," ucap Juo yang juga baru sadar jika Leo tidak ada.


"Em sepertinya dia sedang menuju ruang Miss Maoura,, Emm apa dia ingin meminta tunjangan yang lebih bagus," ucap Juo yang membuat Sun tersenyum dan melihat tujuan Leo di jam tangan canggih mereka.


"Ah benar, dia sedang menuju ke ruang Miss Maoura. Semoga saja Leo benar benar meminta Tunjungan layak untuk kita, tidak seperti mobil buntut ini,, Bruk," ucap Sun sambil menendang mobil itu dengan kasar.


"Aw. sakit. anda. telah. berbuat. kasar. kepada. saya," ucap Mobil itu membuat Deon, Sun dan Juo melongo di buatnya.


"Apa kamu tadi yang berbicara,?"tanya Juo sambil mengelus ngelus mobil itu.


"Tentu.saja.,"ucap Mobil itu masih terbata karena sistem belum di aktifkan secara sempurna.


"Waow ini keren," ucap Sun masih tidak percaya. Dengan tergesa gesa dia ingin masuk kedalam Mobil itu.


"tidak.di.izinkan.masuk.anda.tidak.membawa.pasword," ucap Mobil itu.


"Hah, password apa !?"tanya Juo heran.


"Aku ingat tadi Ten memberi sesuatu kepada Kak Leo, mungkin itu yang di maksud oleh mobil ini," ucap Deon.


"Hmm baiklah kita tunggu saja dulu Leo," ucap Sun yang merasa tidak sabar.


..


"Laras kita sudah sampai, aku pergi dulu ya," ucap Leo yang sudah sampai mengantar Laras sampai depan pintu Maoura.


"Em terima kasih banyak banyak Leo," ucap Laras yang sudah mulai akrab dengan Leo.


"Oya tolong rahasiakan ini dari Maoura. Sebenarnya tidak ada yang boleh masuk ke jalur khusus tadi, agar kamu tidak dapat masalah jangan sampai Maoura tahu," ucap Leo mencoba memperingati Laras.


"Baiklah, aku janji ini hanya akan kita berdua yang tahu," ucap Laras mengerti. Sejak awal dia masuk kerumah Maoura dia mengerti bahwa ada banyak hal yang di rahasiakan.


"Bagus, aku pergi dulu ya," ucap Leo yang merasa berat meninggalkan Laras.


"Baiklah, hati hati Leo," ucap Laras sambil melambaikan tangannya.


Ceklek..


"Maoura ,," sapa Laras.


"Oh hay Laras, kamu tidak tersesatkan. Maaf aku tadi meminjam sekertaris Yuna karena ada hal penting yang harus di urus," ucap Maoura.


"Tidak papa Maoura, semua karyawan baik jadi aku tidak mungkin tersesat," ucap Laras sedikit berbohong. Dan Maoura tahu jika Laras berbohong tetapi dia memilih diam karena Maoura tahu alasan Laras berbohong.


"Syukur jika begitu.. Baiklah sekarang aku akan memberikanmu tugas, belajarlah dengan sekertaris Yuna. Aku dan Sekertaris Max akan melakukan pertemuan penting dengan klien di luar," ucap Maoura.


"Baiklah Miss Maoura," ucap Laras ragu ragu.


"Laras,, kamu tidak perlu memanggilku seperti itu karena dudukan kita sama," ucap Maoura dengan senyum yang manis.


"Ta.. tapi ,,"ucap Laras ragu.


"Sudahlah Laras, aku tidak ingin mendengar apapun. Sebentar lagi Sekertaris Yuna akan datang jadi persiapkan dirimu," ucap Maoura lalu pergi dari dalam ruangan itu.


..


Di dalam mobil Luna dan sekertaris Max pergi untuk memastikan sesuatu.


"Bagaimana Sekertaris Max, apa kamu sudah mendapatkan petunjuk ?"tanya Miss Maoura.


"Sudah Miss, ibu chef Rio masih hidup dan ayahnya telah tiada," ucap Sekertaris Max sambil mengemudi.


"Lalu bagaimana dengan ke empat saudara ?"


"Mereka hanya sodara angkat, dari info yang saya dapatkan mereka semua dulu adalah anak jalanan."


"Hmm jadi keluarga Rio telah mengadopsi 4 pria itu," batin Maoura menduga duga.


setelah perjalanan 30 menit Maoura membaca sebuah plang yang bertuliskan. "Anda sedang memasuki kawasan pribadi."


"Miss apa kita akan masuk, ?"tanya Sekertaris Max.


"Jika masuk bagaimana ?"tanya Maoura.


"Di belakang bukit ini ada sebuah rumah besar, aku yakin itu kediaman Chef Rio. Tapi jika masuk kita akan terdeteksi oleh Leo dan yang lain. Di depan sana ada CCTV yang mampu mendekati seseorang, jika kita masuk alarm di rumah mereka akan berbunyi pertanda ada orang asing masuk. Sejauh ini belum ada yang mampu membobol sistem mereka, anda tahu sendiri kehebatan mereka," ucap Sekertaris Max menjelaskan panjang lebar.


"Kita putar balik saja, aku belum siap berperang sekarang," ucap Maoura.


Perjalanan pulang Maoura tidak bisa berhenti memikirkan Rio. Maoura sungguh mencintai Rio tetapi pria yang dia cintai memiliki rahasia besar yang sulit Maoura pecahkan.


"Rio aku harap kamu tidak melakukan kesalahan yang fatal. Sungguh aku mencintaimu Rio." batin Maoura.