The Destiny Of Love Naughty Woman

The Destiny Of Love Naughty Woman
Bab 37. Night with you



...🌹🌹🌹...


Jonathan


Usai mendengar ucapan Denok yang tengah berbicara dengan seseorang beberapa waktu lalu, pria itu seketika memutuskan untuk enyah dari rumah sakit itu.


Hatinya mendadak sakit manakala mendengar Denok kembali melakukan hal itu. Menjadi tak rela jika wanita itu akan menyerahkan tubuhnya kepada laki-laki lain.


Benar-benar membuatnya tak suka.


" Cari orang yang baru saja menghubungi Novi. Aku tidak peduli bagaimana caramu De!"


Jelas ini menjadi hal penting sekaligus memusingkan bagi Delon. Ia tahu selama beberapa waktu ini, bos-nya kerap bertengkar hebat dengan istrinya.


Jonathan sebenarnya ingin mengunjungi Yusuf pagi itu karena ia baru mendengar kabar dari seseorang yang ia minta untuk mencari tahu dimana keberadaan wanita itu.


Namun karena hal yang benar-benar mengejutkan itu, membuat emosinya terpantik dan membuat tujuannya teralihkan.


Seperti biasa, Delon tak akan tenang jika belum bisa memberikan apa yang bosnya mau. Namun, dengan kekuatan uang yang luar biasa, ia dengan mudah meretas dengan siapa Denok berbicara.


Dan, timbullah siasat baru dalam hati Jonathan, begitu mengetahui jika niat Denok menjual diri adalah untuk pengobatan Yusuf.


.


.


" Kenapa kau ada disini?" Tanya Denok dengan wajah yang tak tenang. Takut kalau-kalau ia salah masuk.


Jonathan mendekat ke arah Denok yang nampak tak tenang. Pria itu masih saja bisa sesantai itu disaat menegangkan seperti saat ini.


" Apa kau selalu cantik seperti ini jika melayani orang lain, hm?"


Denok mengalihkan pandangannya kala Jonathan meraba bibirnya. Sebisa mungkin menghindari tatapan yang sepertinya akan meresahkan itu.


" Aku pasti salah kamar!" Gumam Denok yang tak percaya jika ia harus bertemu dengan Jonathan di waktu seperti ini.


" Minggir!" Denok berjalan maju dengan wajah tak suka. Sungguh, ia teramat lelah jika harus berurusan dengan Feli lagi.


" Jika kau pergi maka uang yang sudah aku transfer kepada Karin barusan akan aku tarik lagi!"


Apa?


" Karin? Kenapa dia kenal dengan Karin?"


Seringai licik timbul dari bibir Jonathan kala melihat wajah Denok yang mendadak pias.


" Sekarang, layani aku sebagai clientmu malam ini!" Bisik Jonathan seraya mencium leher Denok yang masih berdiri mematung.


DEG


" Ja- jadi kamu?" Jawab Denok dengan wajah yang tiada percaya.


Jonathan menarik sudut bibirnya lalu menyeringai. " Kau benar-benar bandel dan tidak bisa di beri tahu ya? Bagiamana jika Yusuf tahu Mamaknya telah menipunya?"


Denok bagai di kuliti detik itu juga. Ucapan Jonathan yang begitu menohok, benar-benar membuatnya merasa bersalah.


" Kenapa kau melakukan semua ini?" Tuding Denok yang berusaha memetakan keadaan persoalan yang ada.


" Memangnya aku elakukan apa?" Jawab Jonathan santai seraya berjalan memutari Denok yang tampak tegang. " Aku stres karena istriku berselingkuh. Jadi... bisakah kau memuaskan aku malam ini, hm?" Ucapnya seraya menarik pinggang Denok merapat kedalam tubuhnya.


Membuat Denok mendelik demi melihat Jonathan yang sangat berbeda dengan paha yang merinding, sebab kejantanan pria itu menyentuhnya dari balik pakaian.


Oh sial!


Dari tempatnya berdiri kaku, Denok menangkap sorot mata penuh kekecewaan walau pria itu masih saja menyunggingkan senyuman. Membuat Denok meneguhkan hati jika semua ini demi pengobatan Yusuf.


"Baiklah, setidaknya ragaku ini berguna untukmu Nak! Tuhan yang tau!"


Perlahan, Denok terlihat melepaskan mantel lembut yang ia kenakan, menampilkan dirinya yang mengenakan lingerie hitam dengan bahkan dada yang nyaris transparan dengan kain mirip kelambu bayi.


Wow!


Jakun Jonathan mendadak naik turun demi melihat tampilan yang begitu membangkitkan gairaahnya. Sejenak merasa tidak terima jika tubuh sebagus itu, akan dimiliki laki-laki lain.


Denok membuka tali pengikat jubah mandi yang dikenakan oleh Jonathan. Dalam keadaan yang sungguh sulit dijelaskan, Denok nampak bekerja secara profesional dan berusaha tak melibatkan perasaannya.


Meski, entah mengapa, berada berdua bersama Jonathan membuatnya bahagia meski itu terlarang. Ya, Denok sejenak merasakan hal yang tak bisa ia jelaskan.


Di rabanya enam cetakan otot yang dulu tak sengaja ia lihat saat Jonathan menemuinya di kota S. Hal konyol yang sempat terjadi karena ia juga tak sengaja melihat ucok milik Jonathan.


Jonathan begitu menghormati Denok saat itu.


Jonathan tak hentinya menatap wajah Denok yang terlihat begitu profesional kala melucuti pakaiannya. Namun, entah mengapa Denok yang harusnya melayani, kini terkejut tatkala tubuh kekar kita itu tiba-tiba mengangkat tubuhnya lalu menindihnya.


Membuat Denok terkejut bukan main.


" Aku sangat senang malam ini!" Bisik Jonathan yang harum napasnya membuat Denok gelagapan.


Dibawah cahaya terang kamar hotel yang indah, Jonathan bisa dengan jelas menatap wajah Denok yang terlihat penuh beban dan persoalan.


Ia selalu melayani tamunya dengan biasa dan tak melibatkan hati. Singkat kata, Denok tak benar-benar menikmati hubungan yang selalu ia jual itu.


Dengan lembut dan dengan perlahan, laki-laki yang tubuhnya sudah memanas itu, tampak melumaat bibir sexy Denok dengan segenap keperkasaannya. Menyulut gelora keduanya untuk melakukan hal yang lebih.


Tanpa Denok sadari, bibirnya terbuka dan mengeluarkan lenguhan yang membuat gairaah Jonathan semakin terpacu.


Kini, Jonathan berguling dan membuat Denok beralih posisi dan berada di atasnya.


" Lakukan tugasmu!" Tutur Jonathan dengan wajah sendu.


Jonathan masih bertindak seolah-olah Denok harus melayaninya sebagai tamu, demi beban moral yang ada. Meski sebenernya, Jonathan ingin menolong Denok tanpa harus membuat wanita itu berhutang kepadanya.


Benar-benar definisi dari pedagang yang tiada pernah merugi. Ya, Benar-benar strategi yang tidak akan menimbulkan kebuntungan dari kedua belah pihak.


Denok yang kini teringat akan perkataan dokter itu, seketika menanggalkan keraguan yang bersarang di hatinya. Sungguh, wanita nakal itu terlihat totalitas sekali malam ini, sebab nominal yang ia dapatkan, tidaklah sedikit.


Jonathan terkejut saat benda pentingnya kini di raup oleh wanita itu. Benar-benar diluar dugaannya.


Oh shiit!


Ini nikmat dan membuatnya begitu terhanyut.


Sejenak, pria itu benar-benar dibuat melayang oleh service yang luar biasa. Bokong sintal itu tak luput dari cengkram tangan kekar berotot milik Jonathan.


Hingga, Denok yang kini mengayun indah dengan lingerie yang masih ia kenakan diatas tubuh Jonathan, nampak begitu menikmati permainan yang ia lakukan.


Ada apa ini? Tak biasanya ia begitu menikmati. Mengapa rasanya lain saat ia bersama pria lain yang menggunakan jasanya.


Sejurus kemudian, ia terkejut manakala Jonathan dengan gerakan cepat, kini mengungkungnya dengan sorot mata sendu dan menyiratkan kerinduan.


Membuat Denok kaget.


Kini, dalam keterkejutan yang belum sirna, Jonathan mengambil alih permainan. Pria itu nampak memposisikan kelelakiannya lalu menghujam tubuh Denok dengan begitu perkasa.


Cepat dan berstamina. Membuat bibir wanita itu terbuka sebab tak kuasa menahan kenikmatan yang ada.


Sungguh, kesenangan dan kebahagiaan yang tercipta saat ini, adalah hal pertama yang Denok nikmati. Entah mengapa, bersama Jonathan semuanya terasa berbeda. Pria itu bahkan nampak melayani dirinya dengan begitu apik, membuatnya lupa jika ia hanyalah wanita malam yang mencari jalan keluar untuk kesulitannya.


" Kenapa kau kembali kepadaku Jo?"


.


.


.


.


.


Yen panas, yok minum es Dolo🤣🤣


Mommy pagi ini Posyandu dulu. Jumpa malam nanti ya😁