
...🌹🌹🌹...
Kelvin
Telah lebih dari lima tahun ini, ia menghabiskan waktu untuk belajar serta mendalami bisnis di luar negeri. Mengasah kemampuan untuk menempa diri, guna kebaikan perusahaan keluarga yang bakal ia jalankan nanti.
Mau bagaimana lagi, meninggalnya kedua orangtuanya saat ia masih belia membuat Kelvin harus tahu diri untuk meneruskan perusahaan kakeknya.
Pria ini merupakan pria yang memiliki kepribadian ramah juga sopan. Sejatinya, ia merupakan teman baik Jonathan sejak dulu.
Mereka akhirnya berpisah setelah memilih jalan untuk mencicipi dunia pekerjaan sesuai keinginan mereka. Jonathan bergabung di perusahaan Delta group sebagai sekretaris CEO baru yang menggantikan Nyonya Rania. Tuan Jodhistira Mavendra.
Sementara dirinya, ia bersekolah sembari menjadi asisten direktur di perusahaan multinasional di luar negeri.
Belajar menjadi buruh, agar ia juga merasakan posisi orang-orang yang berada di bawah, sebelum meraka akan menempati singgasana kebesaran mereka masing-masing.
Benar-benar laki-laki sejati.
Berasal dari keluarga yang kaya ,tidak serta merta membuat mereka berdua angkuh dan sombong. Hanya saja, pembawaan yang berbeda, kerap membuat banyak orang salah menduga.
Kelvin lebih banyak bicara secara normal. Sementara Jonathan, sejak SMA ia dikenal tak banyak bicara. Hanya seperlunya saja. Jika tidak penting, maka bibir pria itu akan terus saja terkatup.
Ia yang baru memungkasi sambungan telepon, menjadi kaget sewaktu ia menabrak seseorang sebab fokusnya berpusat pada ponsel.
Ditatapnya wanita yang wajahnya tak asing itu seraya mengingat-ingat.
" Kamu?"
" Kamu yang kemarin ketemu saya kan?"
Ia seketika memasukkan ponselnya lalu bersidekap menatap wanita itu dengan raut senang sebab berhasil mengingat.
" Maaf saya tidak sengaja, permisi!" Tukas wanita itu resah. Ia takut jika pria yang sudah bisa di pastikan merupakan golongan orang berada itu, akan membuat perhitungan kepadanya.
" Tunggu dulu!"
Ia berhasil mencegah wanita itu pergi dengan cara menarik lengannya. Membuat sang wanita menjadi agak kesal.
Namun, sejurus kemudian.
" Jadi beginikah sikapmu setelah sekian tahun tak bertemu denganku? Kau malah sibuk menggoda wanita?"
Ia kini menoleh ke arah belakang wanita itu, tepat dimana Jonathan datang bersama Feli. Ya, rupanya Jonathan yang barusan berkelakar.
Membuat Denok yang berada diantara mereka, kini terkejut bukan main.
" Apa-apaan ini? Bagaimana bisa aku berada di antara manusia jahat itu?"
Batin Denok merasa tak percaya dengan apa yang terjadi. Kenapa ia bisa bertemu dengan Jonathan dan sundel bolong itu?
Oh sial!
" Hey Jo, kau kah itu? Oh man, you look so cute buddy!"
" How are you?"
Denok hanya bisa melongo saat pria yang barusan ia tabrak justru bertukar peluk bersama pria datar itu dengan begitu akrab Dugaannya, sepertinya mereka berdua memang saling mengenal baik.
Kini, disamping suasana melepas kerinduan yang hangat itu, menyisakan Denok yang di tatap Feli dengan tatapan membunuh. Damned!
" Aku rasa temanku sudah berniat melupakan aku!" Tutur Jonathan sesaat setelah pelukan mereka terlepas. Merasa sedikit kesal kenapa ia tak di beri kabar terkait kedatangannya ke tanah air.
" Hey, jangan marah dulu. Aku sengaja ingin memberimu surprise! Apa kau terkejut, hah?" Jawab Kelvin seraya tersenyum di hadapan Jonathan yang masih datar.
Pria itu masih sama seperti dulu, selalu irit bicara. Begitu pikir Kevin.
" Ya aku terkejut. Aku terkejut karena sepertinya kau dan Novi saling mengenal!" Batin Jonathan yang sebenarnya penasaran.
" O o o, kenapa kalian malah berkumpul disini? Astaga, Novi? Kau kah itu nak?"
Kini, baik Jonathan, Feli bahkan Kelvin seketika mengerutkan keningnya dengan hati bertanya-tanya, manakala Nyonya Belinda tiba-tiba datang dan malah menyapa Denok yang nampak menatap Feli dengan tatapan permusuhan.
Membuat Denok seketika tersentak.
" Ah, i-iya Nyonya!"
" Selamat ulang tahun Nyonya. Saya datang untuk memenuhi undangan anda!" Jawab Denok super ramah meski agak gelagapan sebab otaknya mendadak tak bisa merangkai kata-kata dengan baik.
Sialan!
Jonathan benar-benar ingin tertawa. Kenapa wanita itu bisa berkamuflase dengan sebegitu baiknya? Padahal, ia tahu jika Denok barusaja saling bertatap sengit dengan istrinya.
Denok mengangguk saat ia di gandeng ramah oleh Nyonya Belinda yang kini mengajaknya ngeloyor pergi. Membuat Feli yang di tinggalkan bersama Jonathan dan juga Kelvin menatap Denok kesal.
" Bagaimana wanita itu bisa mengenal Nyonya Belinda?" Batin Feli dengan wajah iri.
" Dan lihat, Nyonya Belinda bahkan menggandeng tangan wanita lacur itu!"
" Ehem, apa kau mengenalnya?" Tanya Feli kepada Kelvin setengah berbisik. Mengabaikan suaminya yang nampaknya masih tekun menatap punggung Denok yang mulai menjauh dari pandangan.
" Ya, aku bertemu dua kali. Sebanyak dua kali itu pula, ia selalu minta maaf!" Sahut Kelvin terkekeh seraya menatap lurus Denok yang terlihat begitu di sambut hangat oleh Nyonya Belinda.
" Wanita yang lucu. Tapi tunggu dulu, kenapa Oma bisa mengenalnya?"
.
.
Jonathan
Walau otaknya kini dipenuhi pertanyaan tentang mengapa Denok bisa ada di tempat itu, namun ia tak bisa membohongi diri jika ia saat ini benar-benar senang.
Entahlah, gejolak yang meledak-ledak saat bertemu itu, semakin sulit ia kendalikan. Benarkah jika ia masih mengharapkan Denok?
Feli yang di panggil Mama Weni untuk di kenalkan ke teman-teman sosialita nya kini berpisah dari Jonathan yang masih bersama dengan Kelvin di meja khusus. Mengawasi Yusuf yang asik makan bersama anak-anak kecil lainnya.
Ia memilih tempat yang bisa ia gunakan untuk melihat wajah Denok, walau caranya tak terlalu ia tunjukkan sebab ada Kelvin. Entahlah, rasanya tak rela melihat wanita itu berada di sana dengan dandanan secantik itu. Meski, ia juga menyadari jika ia tak berhak atas pengendalian itu. Sebab, walau bagaimanapun juga, ia merupakan suami sah dari Felisha.
" Wanita itu lucu!" Ucap Kelvin sembari menyerahkan sesuatu kepada sahabatnya itu .
Jonathan menerima minuman yang diberikan oleh Kelvin dengan raut muka tak terbaca. Pria yang benar-benar susah untuk dimengerti.
" Wanita itu pernah menendang kaleng Pepsi dan tepat mengenai kepalaku!" Kelvin tergelak manakala menceritakan hal itu. Teringat akan wajah Denok yang ketakutan
" Sepertinya, aku akan menginterogasi Oma nanti. Kenapa beliau bisa mengenal gadis cantik itu!" Ucap Kelvin menatap lurus Denok yang kini nampak di kenalkan kepada Opanya.
Mendadak membuat Jonathan kesal, manakala Kelvin sepertinya menaruh perhatian lebih kepada Denok.
" Maaf saat pernikahanmu, aku tidak bisa datang. Tapi, aku tidak menyangka jika kau dan Feli..."
" Apa musti kita membahas hal itu disini?" Ucap Jonathan melirik Kelvin.
Membuat pria berambut coklat itu tergelak.
" Kau masih sama. Kaku tapi sangat penurut!" Kelvin menepuk pundak Jonathan seraya tergelak demi reaksi Jonathan.
" Hey, kau mau kemana. Apa kau tidak rindu kepadaku?" Tanya Kelvin bingung saat Jonathan mendadak berdiri dan seperti akan pergi.
" Kau tuan rumah. Temui tamumu!"
" Besok siang, resto XX jam 12.30. Kau akan menjadi Direktur baru, uangmu pasti banyak!" Seru Jonathan menarik sudut bibirnya.
Kelvin hanya mengacungkan dua jempol seraya tersenyum usai Jonathan mengatakan hal itu. Pria itu masih sama. Sangat susah di selami.
Mengundang atau memaksa, Kelvin bahkan tak bisa membedakan. Tapi anehnya, pria itu sangat berbeda jika bersama Jodhistira Mavendra.
Namun, tujuan Jonathan meninggalkan Kelvin bukanlah itu sebenarnya.
Pria itu tak sengaja melihat Denok menuju ke arah toilet. Membuat otaknya seketika bergerak cepat demi melihat kesempatan.
Situasinya benar-benar mendukung. Tak ada pengunjung lain selain wanita bar-bar itu.
Ia yang melihat Denok keluar dari toilet seketika menarik lengan wanita itu ke suatu ruangan yang sepertinya gudang penyimpanan bahan baku kebutuhan rumah tangga di rumah itu.
SREK
KLEK
Bunyi pintu yang terkunci cepat membuat Denok mendelik. Ia semakin melebarkan matanya kala saat sosok dengan wajah datar itu, kini berdiri di depannya dengan jarak yang begitu dekat.
" Apa yang kau lakukan disini? "
.
.
.
Hayo apa yang akan terjadi? 🤣🤣
Readers, buat yang ingin tahu siapa Jodhistira Mavendra, bisa baca karya Mommy yang berjudul" Menjadi Ibu untuk Anakmu"