Since I Found You

Since I Found You
Perfect Life



“Perle!” panggil Ludwig meski kesulitan. Dia berusaha bangkit. Bersamaan dengan itu, darah kembali keluar dari mulutnya. “Perle! Jangan pergi!” teriak pria tampan bermata abu-abu tersebut.


“Biarkan dia. Biarkan Nona Miller pergi,” ucap suara seorang wanita yang tak lain adalah Delma. Dia melangkah ke dekat Ludwig yang kembali terkapar. Delma menurunkan tubuh, lalu memindahkan kepala Ludwig ke pangkuannya. Dengan penuh kasih, wanita paruh baya itu membelai rambut cokelat tembaga si pria. “Putraku,” isaknya lirih, diiringi derai air mata yang terus mengalir membasahi pipi.


“Ludwig. Putraku,” ucap Delma lagi. Dia memeluk pria yang sudah terkapar tak berdaya sambil menangis histeris.


......................


Beberapa hari telah berlalu, dari peristiwa pertarungan antara Vlad dengan Ludwig. Vlad sudah membawa Altea kembali Rusia. Tak hanya itu, Herbert dan Agatha pun ikut ke sana. Mereka tak ingin melewatkan momen bersejarah, yang akan Altea jalani bersama Vlad.


Persiapan pesta pernikahan kembali berlanjut. Vlad ingin agar semuanya berjalan lancar dan meriah. Pesta pernikahan impian lajang tiga puluh tahun tersebut, akan menjadi perhelatan luar biasa yang dihadiri orang-orang penting kalangan atas. Karena itu, segala sesuatunya harus terlihat sempurna.


“Gaun pengantinmu sudah dikirimkan kemari,” ucap Vlad setelah acara makan malam selesai. “Ibuku menyimpannya di tempat khusus. Gaun itu akan kau kenakan lusa. Aku yakin bahwa dirimu pasti akan menjadi pusat perhatian.” Vlad berdiri di hadapan Altea. Raut bahagia terpancar dari kedua insan, yang kini telah saling mengikrarkan perasaan cinta masing-masing tersebut.


“Apa yang kau rasakan jika aku menjadi pusat perhatian?” tanya Altea. Dia menghadapkan tubuh sepenuhnya kepada Vlad.


“Kau sudah mengetahui jawabannya dengan pasti, Sayangku.” Vlad merengkuh pinggang Altea. Dia menarik wanita itu sedikit kencang, hingga tubuh keduanya langsung saling menempel. “Aku tak akan pernah menyukainya. Tak akan kubiarkan orang lain mengagumi secara berlebihan, sesuatu yang sudah menjadi milikku,” ucap pria tampan berambut pirang tersebut.


“Kau sangat menakutkan jika merasa terusik,” ucap Altea memainkan jemarinya di dagu, lalu turun ke dada Vlad.


“Hanya saat merasa terusik, Nona Miller,” bisik Vlad. Dia menggigit pelan daun telinga Altea. Membuat wanita muda berambut cokelat itu bereaksi.


“Kau juga ternyata sangat nakal,” ucap Altea lagi, ketika merasakan tangan Vlad yang mulai menggerayanginya.


Vlad tak menanggapi ucapan Altea dengan ucapan, karena pria itu langsung mencium wanita cantik yang tak lama lagi akan mendampinginya berdiri di altar. Kedua sejoli tadi asyik bermesraan, di dalam keremangan taman labirin indah yang ada di halaman mansion mewah milik Vlad.


Malam itu, langit gelap menjadi saksi bahwa Vlad telah kembali pada kehidupannya yang dulu. Dia sudah melepaskan rantai masa lalu yang mengikatnya dengan sangat kuat. Vlad, mencoba melangkah, menyongsong masa depan meski hanya dengan satu kaki.


Kekurangan yang dimiliki seorang Vlad Ignashevich, justru menjadi kelebihan baginya. Dia patut berbangga hati, ketika dapat menemukan wanita secantik Altea yang dapat memberikan cinta tulus tanpa alasan. Altea lebih memilih Vlad yang tak sempurna, dibanding si tampan yang perkasa Ludwig Stegen. Padahal, pria itu sudah jelas-jelas menyatakan perasaan cintanya kepada Altea.


“Sejak aku menemukanmu, semuanya menjadi berubah,” ucap Vlad setelah mengucapkan janji suci pernikahan di hadapan pendeta. Tak puas rasanya, jika hanya menghadiahi wanita cantik bermata cokelat itu satu atau dua ciuman. Terlebih, Altea tampil sangat memesona pada acara pesta pernikahan itu.


Apa yang Vlad katakan memang benar adanya. Altea menjadi pusat perhatian. Gaun pengantinnya yang putih polos tanpa hiasan apapun, menjadi daya tarik tersendiri. Gaun itu melambangkan diri Altea, yang kembali memulai hidup baru bersama Vlad. Dia membersihkan segalanya, dan mempersembahkan kepolosan kepada pria tersebut.


“Hiasilah diriku dengan apapun yang kau kehendaki,” ucap Altea, sesaat setelah Vlad selesai menciumnya.


“Aku hanya ingin menghiasimu dengan tiga hal,” balas Vlad. Pria bermata biru itu menyunggingkan senyuman kalem, yang membuatnya terlihat kian menggoda.


“Apa itu?” tanya Altea penasaran.


“Pertama, cinta. Kedua, cinta. Ketiga, masih cinta,” jawab Vlad sambil berbisik, karena saat itu ada beberapa orang yang menghampiri mereka.


“Selamat, Nak. Aku sangat bahagia. Sungguh bahagia kali ini,” ucap Herbert. Dia memeluk erat serta mencium kening Altea penuh kasih.


“Terima kasih, Ayah,” balas Altea. Senyuman wanita yang telah resmi menjadi istri Vlad Ignashevich tersebut, berbalut rasa haru luar biasa. “Andai ibu ada di sini,” ucap Altea lirih.


“Sudahlah, Dik.” Agatha ikut memeluk Altea, setelah Herbert melepaskan rangkulannya. “Di manapun ibu berada saat ini, dia pasti sedang tersenyum bahagia karena melihatmu sudah berhasil mencapai titik tertinggi dalam hidup. Kau sudah menjadi seorang istri. Tak lama lagi, dirimu pasti akan menjadi ibu yang hebat.” Agatha merenggangkan pelukannya. Sepasang mata cokelat kakak kandung Altea tersebut, sudah berkaca-kaca. Namun, ibu satu anak itu tetap tersenyum.


“Kakak.” Altea memeluk sang kakak sekali lagi. Kedua putri Herbert tersebut baru berhenti berpelukan, ketika Elke datang menghampiri bersama Mykola dan dua wanita asing.


“Kau cantik sekali, Nak. Sudah kukatakan bahwa kau adalah pilihan terbaik untuk putraku yang tampan.” Elke tersenyum lembut. Rona kebahagiaan terpancar jelas dari parasnya yang awet muda. Setelah mencium kening Vlad dan memeluk pengantin wanita berkali-kali karena rasa bahagia tak terkira, Elke memberikan kesempatan kepada Mykola untuk menyampaikan ucapan selamat pada kedua mempelai.


Mykola menjadi salah satu orang yang paling bahagia, karena melihat Vlad akhirnya dapat bersanding dengan Altea. Satu kebanggaan dalam diri pria tampan berambut gelap tersebut, karena dirinya telah berhasil menghadirkan sosok penyembuh dalam luka batin serta fisik seorang Vlad Ignashevich. Sesuai namanya, Altea memang telah membantu pria itu menjadi ‘sehat’ kembali.


“Selamat atas pernikahan kalian berdua,” ucap Margosha tulus.


“Terima kasih, Nyonya Vanko,” balas Vlad diiringi senyuman kalem. “Aku senang karena akhirnya Mykola mengenalkan kita. Selama ini, dia hanya bercerita bahwa dirinya sangat merindukan Anda,” ucap Vlad lagi, membuat Mykola terlihat tak nyaman.


Sementara, Margosha langsung mengalihkan tatapannya kepada sang putra yang tampak kikuk. Di balik sikap kalem dan irit bicara yang diperlihatkan Mykola, ternyata pria tampan berdarah Rusia-Ukraina tersebut merupakan sosok pemalu dan memiliki kelembutan luar biasa. “Aku juga sangat merindukannya. Selalu merindukan kepulangan putraku,” ucap Margosha lirih.


Ibu dan anak itu saling pandang, lalu sama-sama tersenyum. Tanpa harus banyak berkata-kata, ikatan batin yang sudah terjalin meski pernah dihiasi rasa sakit yang menyerang fisik dan mental, telah mewakili semuanya.


Mykola tahu bahwa sang ibu telah kembali menjadi sosok yang dirindukannya. Wanita paruh baya tersebut, mungkin sudah berdamai dengan segala kisah buruk di masa lalu.


Sedangkan, Margosha pun dapat merasakan getaran kasih sayang dari putra semata wayangnya, meski Mykola tak mengatakan apapun.


“Perkenalkan juga. Ini, Nona Milana Sezja. Dia ….” Mykola tak melanjutkan kata-katanya, karena lebih dulu melihat ekspresi yang diperlihatkan Vlad. Pria berambut pirang tersebut menaikkan sebelah alis. Tampak jelas, bahwa Vlad tengah menggoda asisten kepercayaannya yang kembali terlihat salah tingkah.


“Nona Sezja,” sapa Vlad diiringi senyuman kalem yang selalu menjadi ciri khasnya.


“Walaupun kita belum saling mengenal, tapi kuucapkan selamat atas pernikahan kalian berdua. Mempelai wanita Anda sangat cantik. Aku menyukai gaun pengantinnya yang unik. Aku akan menjadikan itu sebagai referensi untuk gaun pengantinku nanti. Semoga istrimu tidak merasa keberatan, Tuan Ignashevich,” ucap Milana yang tak bisa berhenti berbicara. Terlihat jelas karakter ceria yang dimiliki gadis berambut gelap tersebut.


“Tentu saja, Nona Sezja,” balas Altea setelah sebelumnya diterjemahkan terlebih dulu oleh Vlad, berhubung Altea belum terlalu lancar berbahasa Rusia. “Kurasa, Mykola tak akan keberatan. Itu juga, jika dia tidak memiliki pilihan lain yang lebih bagus,” ujar wanita yang telah resmi menyandang nama Nyonya Ignashevich diiringi tawa renyah.


Altea dan Vlad sama-sama tertawa, saat melihat ekspresi Mykola yang terlihat serba salah. Setahu Vlad, asisten kepercayaannya tersebut memang sangat tertutup jika sudah menyangkut urusan wanita. Karena itu, sedikit menggoda Mykola dengan sesuatu yang selalu disembunyikannya, akan menjadi hal yang sangat menyenangkan.


Namun, tawa renyah Vlad dan Altea seketika terhenti, ketika ada sepasang suami istri yang datang menghampiri. Altea terpaku menatap wanita cantik berambut cokelat dengan mata abu-abu yang indah dan bercahaya. Paras menawan itu pernah dirinya lihat melalui selembar foto.


“Selamat, Vlad. Kami sangat bahagia dengan pernikahanmu ini,” ucap wanita yang tak lain adalah Miabella Conchetta.


“Terima kasih, Bella. Terima kasih, Karl. Aku juga senang, karena kalian telah bersedia meluangkan waktu untuk menghadiri pesta pernikahanku,” balas Vlad tanpa ada rasa apapun. Ya, Vlad sudah berdamai dengan masa lalunya yang menyakitkan. Dia telah membuang jauh perasaan indah, yang dulu pernah dipersembahkan hanya untuk Miabella.


Vlad sudah terlampau bahagia dengan kehadiran Altea dalam hidupnya. Tuhan memang selalu memiliki rencana menakjubkan, di balik rasa sakit yang mengawali segala hal baik.


Dengan bangga, Vlad merengkuh pinggang Altea dan memperkenalkannya secara langsung kepada Miabella. Kedua wanita yang memiliki warna rambut sama itu saling berjabat tangan.


Masa lalu dan masa depan seorang Vlad Ignashevich, telah saling berdamai dalam diri pria tampan tersebut. Tak ada lagi penolakan untuk cahaya yang berusaha masuk, dan menerangi suasana gelap yang menyelimuti hari-hari pria tampan itu. Kini, bunga-bunga indah pun tak hanya tumbuh di depan rumah, tetapi juga dalam peraduan si pemilik rambut pirang tersebut.


Sieseby, kembali menjadi saksi kebersamaan yang terjalin antara Vlad dan Altea. Desa bak surga dunia itu, dipilih pasangan pengantin baru tersebut untuk berbulan madu. Danau, semilir angin, serta ilalang.


Sieseby tak lagi membosankan bagi Vlad Ignashevich, setelah dirinya bersanding dengan Altea Miller.


-**The End**-


Hai, readers. Terima kasih bagi yang sudah mengikuti kisah Vlad dan Altea. Semua yang ada dalam cerita ini hanya fiktif, dan murni dari khayalan author semata.


Bagi yang belum mengetahui kisah masa lalu Vlad Ignashevich, silakan baca novel berjudul The Bodyguard. Untuk yang ingin mengikuti kisah kelanjutan Ludwig Stegen, yuk follow akun ceuceu othor. Nantikan notifikasinya.


Jangan lupa mampir juga ke judul lain yang pasti tak kalah seru. Semoga semua terhibur, dengan kisah-kisah yang disuguhkan.


Salam sayang,


🍒 Komalasari