
Bagas bukannya sudah kehabisan taktik melawan Mira, namun pria dengan dua anak ini menunggu momen yang tepat untuk memperlihatkan taringnya dan membalas semua kejahatan Mira yang sejak awal ingin merusak rumah tangganya dengan Anjeli.
"Sudah cukup aku bersabar menghadapi mu Mira, demi sebuah egomu, dan demi sebuah popularitas, harta, tahta, bahkan kekayaan engkau sudah menyakiti banyak keluarga ku sekarang, aku akan memperlihatkan bagaimana rasanya memulai hidup dari nol, seperti yang telah aku rasakan sebelumnya," guman Bagas dengan melihat beberapa foto mesra dirinya tersebar luas di beberapa media.
"Tuan, kenapa diam saja?, kali ini si ****** itu semakin menggila, ia bahkan tega menyakiti nyonya Miranti," ucap Alang yang semakin bingung dengan sikap bosnya yang terlihat cuek dan santai.
"Siapa bilang aku diam dan cuek dengan keadaan sekarang?, Coba kamu lihat dokumen ini, dan segera ambil alih semuanya sekarang!," ucap Bagas dengan santai pula.
"Gila, jadi Tuan diam-diam sejak dulu merencanakan semuanya?" lanjut Alang yang takjub dengan taktik bisnis bosnya.
"Ya, dulu waktu aku bangkrut juga, itu adalah bagian dari rencana mereka. Mereka ingin mengambil alih semua bisnis yang aku miliki dengan membuat rencana busuk, itulah penyebabnya aku tak pernah tertarik sedikit pun dengan Mira sejak dulu," jelas Bagas pada Alang yang selalu setia menemani dirinya dalam pasang surut bisnis miliknya.
"Baik Tuan, aku dengan senang hati menjadi pemeran pendukung dari rencana besar tuan!"
"Hahaha...kau ini semakin hari semakin meniru sikap Siera," sela Bagas dengan tawanya sambil membandingkan asisten setianya dengan sang putri yang lihai berakting.
"Maaf Tuan, Tapi saya masih kalah jauh dari Non Siera, dia mah suhu nya Tuan," lanjut Alang tak mau kalah.
"Kalian berdua emang tiada duanya, selalu kompak satu sama lain, bahkan aku ayahnya sendiri selalu tertinggal jauh dari kalian berdua," ucap Bagas yang sesungguhnya banyak belajar dari sang asisten dan putri ciliknya.
"Hehehe....maaf Tuan. Aku harap semoga nyonya Anjeli dan non Siera cepat kembali, aku sangat merindukan mereka, kalian semua sudah menjadi keluarga untuk ku. Tuan sendiri tau jika aku sekarang sebatang kara," ucap Alang mengungkapkan kesedihannya mengetahui Anjeli dan kedua penyemangat hidupnya kini sudah di negri Jiran.
"Makanya cepatlah cari teman hidup jangan jomblo terus!"
"Ah, Tuan seakan tak tau gebetan aku saja. Tuan Jika peduli sama saya, bantuin gitu."
"Bantuin gimana maksud kamu Alang?"
"Bantuin dapat restu dari Tuan Rama."
"Makanya setelah perusahaan keluarga Mira kamu ambil alih, itu akan menjadi perusahaan milik kamu dan silahkan kan kamu jalankan sesuka hati mu dan ingat jangan bikin bangkrut perusahaan ku," ucap Bagas tanpa berpikir panjang.
"Ah, Tuan bercandanya kelewatan kali ini," ucap Alang tak menduga sama sekali dengan rencana bosnya terhadap dirinya.
"Aku sedang tidak bercanda Alang, perusahaan itu sekarang akan menjadi tanggung jawabmu, sepuluh tahun bersama diriku, aku rasa kamu sudah cukup belajar bisnis dari ku."
"Tapi, Tuan jika aku mengurus perusahaan itu siapa yang akan jadi asisten tuan...?"
"Tentu, kamu tau sendiri siapa orangnya?" ucap Bagas dengan senyum jahilnya.
"Siapa?" tanya Alang kembali.
"Pikir saja sendiri," ucapan Bagas kali ini semakin mempermainkan pikiran Alang dan membuatnya jengkel.
Alang yang kesal langsung meninggalkan tuannya tanpa sepatah kata lagi.
"Tentu, dia adalah putri kecil ku dan istri tercinta ku, dari pada ia sibuk dengan usaha butiknya, masih mending ia menemaniku berkarir sepanjang hidupnya, dari pada bersolo karir seorang diri," pikiran picik Bagas kali ini bukan hanya menjebak Anjeli, namun akan membuat perseteruan hebat antara mereka nantinya.
Bagas tau betul jika Anjeli tak akan setuju namun sayangnya Bagas sudah selangkah di depan istrinya dengan membuat kesepakatan bisnis dengan Alma, tanpa sepengetahuan Anjeli.
Bagas kini tersenyum sumringah dengan siasat liciknya, apalagi membayangkan wajah Anjeli ketika ia menemukan perjanjian kerja sama dirinya dan Alma. Ia membayangkan wajah kesal sang istri, dan pasti dengan seperti itu ia akan segera pulang untuk memarahi dirinya, tanpa harus membujuknya lagi.
Sementara Anjeli tak kuasa menahan rasa khawatir pada keluarganya, Bagas malah tengah asyik menikmati sederet rencana liciknya, bahkan semakin licik rencana itu ia bahkan melakukan trik licik dengan menginvestasikan saham kedalam perusaan Anjeli dan Alma dengan syarat Alma harus mengeluarkan nama Anjeli dari daftar pengurus perusahaan dan menyetujui jika Anjeli harus bekerja sama dengan Bagas untuk satu perusahaan baru yang masih berkaitan dengan urusan nikah dan resepsi yakni Wedding Organizer.
Bagas mendirikan perusahaan ini untuk mengimbangi pesatnya jumlah pesanan yang harus mereka tangani dengan begitu mereka bisa mengambil alih pasar seutuhnya dengan menwarkan paket lengkap, mulai dari tempat, catering, baju pengantin, mek up pengantin, foto grafer, hingga hal terkecil pun mereka tawarkan yaitu jasa pengurusan KUA.
Tentu hal ini langsung mendapat persetujuan dari sang sahabat melihat paket lengkap dengan menggandeng nama perusahaan Bagas dan Mira di dalamnya.
Hal ini Bagas sengaja lakukan untuk membuat kerajaan bisnis miliknya meroket, dan tujuan terakhir dirinya yaitu dengan menggandeng perusahaan milik Rama yaitu paket tambahan paket spesial bulan madu, dengan menawarkan beberapa lokasi pariwisata terindah dari berbagai negara.
Rama tanpa pikir panjang dan langsung menyetujui hal tersebut. Ternyata diam-diam taktik strategis itu sudah berlangsung selama sebulan penuh dan membuahkan hasil dengan retas yang di luar dugaan mereka.
Peminatnya bukan hanya domestik melainkan merambah ke manca negara dan hal ini sudah masuk dalam topik utama dalam bisnis manca negara.
Perusahaan baru milik Bagas ini dengan mengantongi nama Anjeli sebagai Dirut utama, melambung pesat.
Anjeli sebenarnya sudah menaruh rasa curiga akan hal tersebut karena Alma sama sekali tak bisa ia andalkan, namun akhir-akhir ini sahabatnya itu sangat jarang berkeluh kesah atau bahkan menyinggung butik mereka.
Kedatangan Anjeli di Malaysia adalah untuk menyelidiki secara diam-diam hal tersebut dan alangkah terkejutnya dirinya menemukan kontrak kerja sama itu.
"Jadi ini penyebab dirinya adem ayem sekarang, rupanya sahabatku ini sudah masuk dalam lingkaran permainan bisnis Bagas dan akulah yang menjadi tumbal mereka, dasar suami dan sahabat edan," guman Anjeli membaca satu persatu isi kontrak tersebut.
"Jadi untuk apa aku disini sekarang?, Bagas memang punya segudang rencana untuk mengikat diriku. Ada apa dengannya sekarang?, aku penasaran dengan isi kontrak sebenarnya, kenapa ada nama Siera di dalam kontrak ini?" guman Anjeli penuh dengan pertanyaan dalam otaknya sekarang.