SIERA

SIERA
32. Rencana Busuk Mira



Pucuk dicinta ulam pun tiba, serasa ungkapan ini sangat pas untuk kemunculan Mira yang tiba-tiba bagi Bagas.


Bagas menerima Vidio kiriman gadis licik itu.


Terlihat Mira sedang mengancam Siera, dan mengarahkan pisau tepat dileher putrinya. Bagas sangat terkejut begitupun dengan Sean.


Tak lama setelah Vidio itu diputar lewat hp milik Bagas. Kini benda pipih itu bergetar dan terlihat nama Mira sedang melakukan panggilan padanya, Bagas mengangkat panggilan tersebut dan mulai berbicara padanya dengan nada Emosi.


"Tenang dulu sayang, aku akan melepaskan Siera dengan satu syarat berikan aku dokumen sah perceraian dirimu dan Anjeli, dan nikahi aku tepat di hadapan Anjeli dan aku akan melepaskan putrimu dan tunangan Sean."


"Hahaha...."Terdengar tawa licik gadis itu disebrang telpon miliknya membuat Bagas dan Sean semakin naik darah.


"Pikirkan itu dan hubungi aku kembali, sayang....!"


Tut...Tut...


Apa kalian bisa membantuku mengurus surat perceraian palsu dan mencarikan ku imam palsu yang bersedia menikahkan kami, secara bohongan. Aku ingin memberi pelajaran pada Mak Lampir ini, Bagas yang semakin geram kini memberikan julukan yang sama dengan Siera terhadap Mira.


"Kamu dari pihak keamanan siap membantu pak. Dan menjebloskan dia kedalam penjara karena yang ia lakukan sekarang adalah tindakan kejahatan yang sudah mengancam nyawa seseorang."


"Baik, sebaiknya kita atur secepatnya. Aku sudah tak sabar menikahi tunangan ku tapi dia dan keluarganya selalu menjadi hambatan pernikahan kami."


Cetus Sean yang sama sekali tak memikirkan ucapannya itu, ditengah ketegangan yang mereka rasakan.


"Apa otakmu hanya ada kata menikah sekarang?, apa kau tak sabar lagi ingin merasakan malam pertama dengan tunangan mu?, malam ini juga aku akan sewakan 10 wanita sekaligus yang akan siap melayani kamu....!" bentak Bagas pada sahabatnya itu.


"Ah...kau ini kejam sekali pada pria yang masih perjaka seperti ku ini."


"Cih...perjaka katamu. Apa perlu aku perlihatkan Vidio mesum mu itu pada Alma sekarang.....!"


"Eh....kau ini, jangan suka seenaknya, hanya dia satu-satunya yang mampu bertahan dengan ku selama bertahun-tahun lamanya. Gara-gara Vidio yang kau simpan itu aku kehilangan dirinya beberapa tahun yang lalu, dan ketika aku hendak membuka hati, kau malah merebutnya dari ku. Dan sekarang ia sudah memberimu dua anak, dan itu cukup bagimu. Dasar tak tau terima kasih....!"


"Hey...perbaiki ucapan mu itu, kapan aku merebut Anjeli dari mu, kami menikah atas dasar suka sama suka, aku bahkan tak memaksakan itu."


"Tak memaksakan, lalu apa yang kamu lakukan hingga membuat Rama naik pitam."


"Itu karena ia tau mau berhenti mengganggu hubungan kami." bela Bagas pada dirinya.


"Cih...aku ingin ke rumah Alma sekarang ingin melihat rupa jagoan baruku sekarang, dari pada berdebat dengan Ayahnya yang bejat. Semoga aja kelak nanti ia tak meniru sifatmu itu."


Sean berjalan dan meninggalkan Bagas yang masih terdiam karena di skat mat olehnya.


***


Siera berusaha melepaskan tali pengikat dirinya tapi sangat sulit baginya. Sedang aunty Alma tak bisa berbuat apa-apa, karena masih merasakan sakit pada bagian belakang kepalanya.


Kini mereka hanya bisa pasrah, menunggu, pertolongan dari sang Ayah.


Ditempat lain Bagas dan Sean tengah menyusun rencana jebakan untuk Mira, mereka mulai mempersiapkan berkas palsu perceraian Bagas dan Anjeli. Kemudian mereka memberitahu tentang rencana tersebut pada Anjeli, Anjeli tak bisa berbuat apa-apa yang terpenting baginya adalah putri kecilnya dan sahabatnya segera diselamatkan.


Rencana mulai dilaksanakan, Bagas segera menghubungi si Mak Lampir itu, dan memberitahu jika mereka sudah bercerai dan meminta agar mereka bisa bertemu dan membicarakan rencana selanjutnya.


Mira bukanlah wanita yang bodoh, ia sangat hafal trik bulus yang sedang Bagas mainkan dan dengan sengaja menyuruh seseorang untuk memata-matai Bagas. Sebelum Bagas memberikan informasi jika mereka sudah bercerai, Mira sudah terlebih dahulu mengetahui jika itu hanyalah tipu daya Bagas dan Sean padanya.


Mira yang licik meminta agar Bagas dan dirinya bertemu berdua saja di sebuah kamar hotel yang sudah Mira persiapkan. Ada rencana jebakan yang Mira siapakah untuk Bagas.


Bagas pun mengiyakan permintaan Mak Lampir itu,"Kali ini apa lagi yang telah iya rencanakan?, semoga aku tak masuk dalam jebakan darinya."


Bagas memang mengiyakan, namun Bagas sudah mencurigai niat buruknya.


Malam pertemuan tiba....


Bagas ke hotel seorang diri, hotel yang yang megah dan berada di pusat kota Kuala lumpur Malaysia, Bagas segera menuju kamar hotel yang telah disepakati. Sampai di kamar, Bagas langsung masuk ke dalam kamar, dan sesuai dengan dugaan Bagas di dalam kamar tersebut telah tersedia wine, dan wanita licik itu tampak seksi dengan balutan lingerie.


Bagas dengan santainya duduk dan mengambil wine lalu menuangkan kedalam gelas dan meminum wine tersebut."dia pikir akan menjebak ku sekarang, sekalipun aku tidur dengan mu, kau tak akan pernah mengandung benih ku." Tanpa Mira sadari di balik permainannya itu Bagas sudah mempersiapkan permainan balasan untuknya.


Bagas tersenyum dan terus meneguk wine, dan sengaja menggoda Mira. Bagas berjalan kearah gadis itu yang sejak tadi terus memperlihatkan pose yang menggoda, "Kau pikir aku akan menyentuhmu, meski telanjang sekalipun aku bahkan jijik menyentuh tubuhmu yang entah berapa banyak laki-laki yang sudah mencicipinya." Bagas mengambil ponsel miliknya dan memperlihatkan sebuah video yang sempat Ibu Miranti dapatkan dari orang suruhannya untuk menyelidiki rencana Mira untuk anaknya.


Melihat gadis bugil yang tengah bermain panas dengan seorang Pria bule di hadapannya, Mira membulatkan matanya, ia tak menyangka jika dirinya telah di jebak balik oleh Bagas sekarang.


"Lepaskan Putriku dan tunangan Sean sekarang...!, Atau Vidio ini akan aku buat ramai di dunia maya," ucap Bagas dengan memperlihatkan senyum sinis pada gadis yang sungguh tak tau malu baginya.


"Kau mencoba menjebak ku?, silahkan saja tapi vidio pertemuan kita hari ini akan tersebar luas."


"Hahaha....kau ini bodoh sekali, Ayah mu adalah pengusaha yang sukses tentu ia sangat cerdas, akan tetapi sangat disayangkan putrinya tak mewarisi kecerdasannya sama sekali."


"Jaga mulutmu, Mas."


"Asal kau tau, jika aku mau aku bisa melemparkan mu kepada para pria hidung belang sekarang, tapi sayangnya aku masih menghargai dirimu, sama dengan istriku dan Ibu yang telah melahirkan ku. Seharusnya kau berterimakasih padaku karena telah berbaik hati padamu. Dan satu lagi aku sudah menghubungi kedua orang tuamu dan sebentar lagi mereka akan sampai di sini, jika aku perlihatkan Vidio ini pada mereka, kau bisa bayangkan reaksi mereka padamu. Aku kenal dengan watak Ayah mu. Pilihan ada di tangan mu sekarang."


"Sial, dia lebih cerdik dari ku, dasar pria brengsek sok suci....!"