SIERA

SIERA
39.



Happy Reading


Anjeli mulai mencari tau siapa laki-laki yang telah menghamili Mira melalui sebuah rekaman yang ia peroleh dari ibu mertuanya. Mira terus mengarahkan beberapa orang kepercayaan sang suami membantu untuk mencari tau siapa dibalik identitas pria yang terlihat bersama Mira dalam rekaman.


Meski bagaikan mencari jarum dalam jerami, namun semua tak ada yang tak mungkin jika memang sudah takdirnya akan terkuak, tak perlu menunggu berhari-hari, semua tampak berjalan sesuai keinginan Anjeli, indentitas pria itu sudah ada dikantong Anjeli, tinggal menunggu saat yang tepat untuk menjalankan aksinya, menjebak balik Mira.


Namun, bukan Mira jika tak tau semua perbuatan Anjeli yang mencoba mencari tau ayah biologis sang jabang bayi. Mira kini memutar otak dan mulai rencana baru, terpikir olehnya jika tidak berhasil dengan Bagas maka apa salahnya ia mencoba menguji kesetiaan Anjeli pada sang pujaan hatinya.


Mira dengan sengaja mengirimkan sebuah berita palsu pada Anjeli jika dirinya sekarang sedang bersama Bagas dan bagas tampak lemah akibat obat bius yang Mira berikan, padahal jika diperhatikan dan diselidiki dengan jeli foto itu hanyalah foto lama saat Bagas mabuk.


Anjeli bergegas ke lokasi tersebut tanpa ia sadari jika sesungguhnya dirinya sedang dijebak oleh Mak Lampir. Sampai di tempat yang Mira maksud Anjeli langsung masuk begitu saja, dan alangkah terkejutnya Anjeli saat ia tiba-tiba di bius dan tak sadarkan diri.


Mira sangat senang dengan keberhasilannya kali ini, karena di dalam kamar itu Anjeli sedang bersama Rama dalam kondisi mabuk dan kondisi masih dalam pengaruh obat perangsang, entah bagaimana bisa Mira membuat dua jebakan sekaligus.


Rama yang kini hampir tak mampu mengendalikan dirinya, menjadi terangsang melihat Anjeli berada di dekatnya dengan pakaian minim sebagai bagian dari rencana Mira. Sungguh tak sanggup mengendalikan diri, Rama mulai menyentuh Anjeli, dengan mencumbunya, Anjeli pun tersadar saat Rama hampir membuka pakaian atas miliknya.


Bruakkk...pintu terbuka paksa akibat tendangan Bagas dari luar.


Melihat istrinya sedang berada di pelukan pria lain Bagas menjadi gelap mata dan mulai menghantam Rama yang masih dalam kondisi tak stabil, melihat Bagas yang menggila, Sean langsung menghentikan sahabatnya itu, "Sadarlah... Rama sedang dalam pengaruh alkohol dan obat perangsang, ini bukan atas kehendaknya." Bagas menghentikan pukulan yang hendak ia layangkan kembali tepat di wajah Rama.


Anjeli sangat ketakutan dan berlindung dipojok kamar, Bagas langsung mendekati Anjeli dan membuka kemeja miliknya menutupi tubuh sang istri, "maaf aku terlambat sayang, jangan takut, aku sudah disini," ucap Bagas menenangkan Anjeli yang sudah gemetaran akibat perlakuan Rama yang menggila padanya.


"Sean, bawa brengsek ini ke kamar mandi dan guyur dia hingga sadarkan diri."


"Cukup sudah aku menahannya Mira, kali ini aku bersumpah akan membalas mu berkali lipat dari ini semua," geram Bagas melihat akibat dari ulah Mira.


Bagas membopong tubuh Anjeli menuju mobil miliknya dan melajukan mobilnya kembali ke kediamannya. Tiba dirumah Bagas kembali membopong tubuh sang istri menuju ke kamar mereka, Siera yang sedang bermain dengan Amar agak terkejut melihat Ibunya digendong ayahnya menuju dalam kamar.


Siera hendak mengikuti Ayahnya masuk ke dalam kamar, namun segera dicegah oleh Omah karena melihat ekspresi Bagas yang sangat marah, ketika berjalan melewati mereka. "Jangan masuk ke kamar dulu Ayah dan Ibu...Nak, mereka lagi butuh waktu berdua, Siera anak yang baik kan, jadi sabar dulu ya, jangan ganggu Ayah nanti dia tambah marah.”


"Ya, Omah. Siera ngerti.”


"Cukup...!" ucap Bagas yang tengah menahan emosi sebisa mungkin.


"andaikan aku tadi ternoda bisa jadi kau takkan akan pernah menyentuhku, bahkan kau akan menghindari ku selamnya."


"Anjeli...aku bilang cukup," bentak Bagas dan menghentikan dirinya yang sedang memandikan Anjeli.


"Keluar lah...Mas," ucap Anjeli menahan bulir air mata.


"Anjeli, maaf. Kau jangan salah paham, aku hanya sedang emosi, maaf jika aku lupa diri."


"Aku bilang keluar....! Tinggalkan aku seorang diri...!" Bentak Anjeli dengan penuh emosi tak terkendali.


Bagas hendak memeluk dan menenangkan Anjeli, akan tetapi Anjeli langsung mendorong Bagas hingga terpental jauh darinya. Bagas akhirnya mengalah dan keluar dari kamar mandi, ia melangkahkan kaki dan duduk di sofa dekat jendela kamar. Kejadian saat Anjeli tengah berada di pelukan Rama dan sedang dicumbu oleh Rama terus terbayang dalam ingatannya. Membuat Bagas kembali tak mampu menahan emosi.


Sementara Anjeli mulai meluapkan air mata yang sempat ia bendung ketika Bagas masih dalam kamar mandi bersamanya, "kenapa mas Rama sampai hilang kendali?, dan apa yang dilakukan Mira hingga berhasil menjebak Rama?" Anjeli mulai memikirkan semuanya, dan tak menyangka sama sekali jika Rama akan terjebak dengan tipu dayanya.


Sebelum menuju tempat Anjeli dan Rama dijebak, Bagas sudah mengetahui semuanya sebelum kejadian itu. Namun, Bagas ingin mengetes sejauh mana Rama telah melupakan Anjeli dan alangkah terkejutnya Bagas begitu Rama masuk dalam jebakan Mira yang mengirimkan foto editan milik Anjeli sedang dipermainkan oleh beberapa lelaki hidung belang, Rama langsung bergegas dan melupakan Bagas sebagai sang suami dari Anjeli, melihat kepanikan Rama, ia mulai menebak menyelidiki sebenarnya sejauh mana perasaan Rama terhadap Anjeli.


Bagas bukannya tak tau jika Anjeli telah dibuat berpakaian minim oleh Mira untuk membangkitkan nafsu Rama, akan tetapi Bagas sengaja, semua ia lakukan demi mengetahui sejauh mana hati Rama pada Anjeli sekarang, benar dugaan Bagas, melihat Anjeli terlihat seksi Rama langsung lupa diri jika dirinya telah memiliki dokter cantik menawan yang sangat mencintainya.


"Anjeli kau sungguh wanita yang memukau, membuatku tak tau lagi harus menjagamu seperti apa, agar lelaki di luaran sana tak tergoda dengan mu, sudah beranak dua, tapi entah kenapa semakin menggoda. Pantas saja Mira sangat cemburu dengan mu dan membuat jebakan ini, agar persatuan persahabatan kami runtuh seperti dulu."


Mira memang pernah melakukan hal yang sama, saat Rama dan Bagas berebut untuk mendapatkan hati Anjeli, sebenarnya saat itu Anjeli juga tak cinta amat dengan Bagas. Hanya saja, Aura mendominasi dari Bagas lebih kuat dari Rama, dan pada saat itu Rama bukanlah siapa-siapa ia hanyalah pegawai bank yang kebetulan adalah atasan dari Anjeli, dan membuat mereka sering bertemu secara intens, namun hal itu ternyata tak membuat Bagas jatuh dan terkalahkan.


"Hari ini dia berhasil membangun konflik yang sudah lama kami lupakan, sepertinya aku harus memberinya penghargaan untuk semua kekacauan yang terulang kembali," ucap Bagas lirih dengan hati penuh emosi.


...****************...