Rajawali Online

Rajawali Online
Brutality Strike



“ Orochi aku ambil dari tokoh ‘ Naruto ‘  yang bernama Orochimaru ! Aku meniru penampilannya semirip mungkin di game ini ! karena tidak ada karakter ras Ular ! Dan hanya kadal dan serigala yang ada ! “ Jelas Orochi


“ Oh, sungguh konyol ! “ Jawabku yang menilai penampilannya tidak ada mirip-miripnya dan malah membuat penampilannya begitu aneh


“ Sialan ! “


Kemudian dia lanjut menjelaskan monster seperti apa itu Orc. Dia mengirimkan gambaran tentang Orc lewat data dari game ini yang sebenarnya sudah di sediakan, namun aku tidak mengetahuinya karena tidak pernah membaca panduan.


“ Jadi ini ? Kelihatannya seperti Goblin ? Cuma lebih kekar dan besar saja ! “


“ Ya kurang lebih seperti itu ! “


“ Baiklah kita mulai pertualangannya ! “


Orochi tidak langsung mengikutiku kali ini, sebagai gantinya dia hanya diam di tempat tanpa kata-kata, dan membuatku berkata.


“ Kenapa kau hanya diam ? “


“ Kau bisa pergi saja sendiri ! hehe ! “


Karena kebetulan aku lebih suka sendirian ketika bekerja, aku membiarkannya dan berkata.


“ Baiklah ! Kau tunggu saja di sini ! Aku ingin mencuri Dilema ! “


Setelah mengatakannya, aku segera berlari dan meloncat lewat bebatuan. Semua skillku hampir semuanya level 6/6 yang artinya sedikit lagi mungkin Jobku akan naik kelas.


Tidak jauh setelah aku mulai berlari, Aku melihat sosok Orc besar sedang duduk sambil memanggang sapi besar. Aku berhenti tepat di jarak luar pandangannya.


Namun, tidak kusangka dia menoleh ke arah di mana aku berada. Aku pun segera bersembunyi dibelakang batu didekatku, sebelum dia melihatku.


Tetapi tetap saja dia mendekatiku sambil membawa tongkat besarnya yang memiliki batu tajam di ujungnya. Dia semakin dekat dan dekat ke arahku hingga setiap langkahnya bisa kurasakan sedikit menggetarkan tanah yang aku tapaki.


‘ Apakah dia menyadari keberadaanku ? ‘ Pikirku ketika dia terus berjalan mendekat dan menjaga pandangannya


Hingga dia akhirnya berhenti, namun sebagai gantinya dia mengangkat senjatanya dan


“ BlarrR ! “


Dia menghancurkan batu di mana aku bersembunyi, hingga aku terlempar karena dampak yang di akibatkannya.


“ Uhk ! “


Aku bertanya-tanya kenapa dia bisa mengetahui keberadaanku. Dan saat ini aku tidak sempat memikirkannya, karena selanjutnya dia mulai bergerak lebih cepat dengan berlari untuk menangkapku.


[ Kau ! Pembasmi Goblin ! ]


“ Blarrr ! ”


Kali ini aku menghindari serangannya dan berlari menjauh untuk mencari di mana kau bisa bersembunyi dan mengulang hawa keberadaanku.


Saat aku berhasil menjauh dan bersembunyi, aku berpikir dia sudah kehilangan keberadaanku lagi. Namun, sungguh mengejutkan, setelah dia berhenti sejenak karena kehilanganku, dia menoleh kepadaku lagi.


Dia tidak ragu-ragu dengan cepat berlari dan melonjat ke arahku dengan tubuhnya yang besar.


“ DuuaaRR ! “


Orc itu lagi-lagi menghancurkan batu di mana aku bersembunyi di baliknya. Untungnya aku sempat menjauh untuk menghindari dampaknya. Namun aku kali ini aku tidak hanya ingin menghindarinya, sebagai gantinya aku melempar Normal Degger ke kepalanya dan mengenai pelipisnya.


Namun, hal itu hanya menggores sedikit kulit pelipisnya. Namun cukup untuk membuatnya geram dan bergerak lebih liar mengejarku.


“ Grrrr ! “


Ukurannya Orc tiga kali lebih besar dari ukuran tubuhku, namun gerakannya sungguh normal seakan-akan tidak terhambat karena tubuhnya yang besar.


Hingga mau tidak mau aku memaksa tubuhku lebih lincah untuk berlari dan meloncat.


“ Blarr! “


Setiap dia mendekatiku, dia menghancurkan Bebatuan di sekitarku untuk menghalangi jalanku.


Aku pun melamparkan pisau rank rendah yang aku gunakan ketika misi Goblin kemarin. Alhasil, itu hanya memantul dari tubuhnya.


“ Oh, sial ! Dia terlalu tebal ! “


Mau tidak mau aku harus kabur menjauh sambil terus menuju puncak gunung. Meskipun puncak masih jauh, setidaknya aku bisa terlepas dari Orc sialan ini dulu.


Untung saja skill lari cepatku masih bisa di andalkan untuk menjauh darinya.


Sementara Orochi telah mendengar suara ledakan akibat Orc yang menghancurkan babatuan tadi, membuatnya bergetar.


“ Apa dia masih hidup ya ? “ katanya pelan sambil memandang gunung Orc


Namun, dia tetap saja menungguku setelah mengetahui jika aku masih hidup lewat daftar temannya. Dia masih melihatku masih dalam keadaaan online di layar miliknya.


Setelah melakukan pertemanan, kita bisa saling mengerti jika teman kita online atau tidak, dan mati saat misi atau tidak. Namun, untuk mengetahui attribute atau status tetap memerlukan ijin dari player tersangkut.


“ Dia masih hidup ? Tapi juga tidak turun kembali ke sini ? Sungguh pemberani ! “


Orochi bergumam sendiri ketika melihat layarnya


“ Oh, sial ! Banyak sekali Orc berkeliaran ! “


“ Pantas saja Candy memberitahu jika minimal memerlukan party beranggotakan 5 orang dengan minimum level 25 ! “


Lanjutku.


Kemudian aku membukan layar item untuk memilih perlengkapan.


[ Sepatu pemburu ] speed +5


[ Celana pemburu ] kelincahan +5


[Baju pemburu ] Def + 5


[ Mantel pemburu ] Def + 3 stealh + 5


[ Bonus set perlengkapan – semua status + 5 ]


‘ Kira-kira dengan perlengkapan ini setara dengan player level 20 jika dikombinasi dengan levelku ‘


Selanjutnya aku memilih senjata


[ Belati pemburu ] Damage + 5


[ Belati Maling ] Critical Damage + 5


Sejauh ini aku belum memiliki skill serangan, hanya memiliki skill ‘melempar pisau’ yang masih level 3 sekarang.


Apakah akan berefek pada mahluk besar seperti itu ? mungkin akan berefek jika aku menargetkan titik nadinya yang paling mematikan.


‘ Umumnya, semua dampak luka fatal mahluk ada pada leher sampai kepalanya jika  bagian itu dirusak. Terus, di bagian yang dipenuhi otot seperti itu, hanya satu yang aku tahu akan berefek serius.’


Namun, sebelum aku berencana menyerang mereka, aku ingin memastikan satu hal. Aku butuh mencari air terlebih dahulu untuk melakukan rencanaku.


Untungnya di dekat lereng gunung aku melihat sungai kecil. Kemudian aku membuat lumpur dengan air dan tanah, untukku gunakan sebagai penghilang bau manusiaku.


Meskipun ini hanya percobaan, tetap tidak ada salahnya dicoba. Karena hanya ‘ bau ‘ yang membuatku curiga, jika mereka selalu menemukan keberadaanku.


Karena system game ini sangat mirip dengan dunia nyata, seharusnya juga berpengaruh.


Selanjutnya aku tetap mendekati Orc secara diam-diam. Saat aku sengaja lebih dekat dengan Orc yang kali ini sedang hanya duduk di atas batang pohon.


Aku melempar batu kecil ke kepalanya, hingga membuatnya menoleh ke arahku. Namun, kali ini dia tidak mengejar dan hanya tetap diam di tempat. Bagaimanapun, batu kecil tidak akan membuatnya sakit.


Kemudian, aku memberanikan diri untuk mendekat. Semakin dekat padanya, sebenarnya semakin menegangkan. Sambil terjaga menggunakan skill Ninja step dan stealth aku mendekatinya perlaha.


Kemungkinan, apa yang aku coba telah terbukti efektif. Dan memiliki kesimpulan jika mahluk ini peka dengan bau. Seharusnya aku masih bau tanah, tapi minimal bukan bau manusia yang membuatnya lapar.


Ketika aku sudah cukup dekat dibelakangnya, dan untung saja bayangnya searah denganku. Yang seakan mendukungku menyembunyikan diriku.


Ukuran tubuhnya yang besar bahkan sejajar dengan tinggiku saat berdiri. Aku mencari titik fatal di bagian belakang lehernya, dan aku rasa bagian tengkuk tepat di bawah otak belakangnya adalah yang paling mungkin.


“ JLEEB ! “


Tidak ragu aku menusuk titik sekitar tengkuk itu dengan segenap kekuatanku dan Dexku. Namun, itu saja ternyata tidak cukup untuk membunuhnya. Bahkan dia masih sempat berdiri sambil memegang senjatanya yang besar sebelum mengayunkannya padaku.


Hingga  membuatku terpaksa melepaskan peganganku pada belatiku dan meloncat mundur.


“ Arrrrggh ! “


Namun, kelihatannya seranganku tidak percuma. Kelihatan dari aumannya dan matanya, jika damageku tidak main-main untuk mahluk besar ini.


Selanjutnya, dia bergerak ke arahku sambil menyerang secara membabibuta, yang membuatku tidak kerepotan untuk menghindar. Aku mengambil kesempatan ini untuk menyelinap ke belakangnya dengan berseluncur melalui tanah di bawah antara dua kakinya yang besar, sambil menggores otot kaki belakangnya.


“ Slash ! Slash ! “


 Mungkin damageku tidak seberapa besar, tapi efek akibat aku selalu menyerang titik-titik fitalnya membuatnya cacat, hingga kini dia seperti orang lumpuh dan berlutut.


Namun, yang mengejutkanku. Dia masih sanggup menggerakan senjatanya ke arahku secara horizontal. Aku pun reflex meloncat ke udara, hingga saat aku turun dari utara aku melanjutkan seranganku dari atas menukik ke bawah.


Awalnya aku ingin menusuk tengkorak atasnya, namun, karena dia mendongak dan menatapku yang berada di udara tepat di atas kepelanya, Aku berpindah menargetkan matanya.


“ Sungguh beruntung kau melihatku dengan matamu yang lebar ! “


“ PlassST ! “


Aku menusuk dan menggores matanya yang besar saat itu. Kemudian, ketika aku turun dari tubuhnya, aku mengambil senjataku yang tertinggal di tengkuknya sambil menggoresnya ke atas, yang membuatnya makin keras mengaum.


Tidak berhenti di situ, aku lanjut menyerang seluruh tubuhnya secepat, sekuat dan seakuran mungkin aku melukai semua titik vitalnya. Hingga kemudian


[ Skill baru telah terbuka ]


[ Brutality Strike lv 1]


  Sayangnya sebelum aku berkesempatan menggunakan skill itu, Orc itu sudah tumbang terlebih dahulu.