
Sebelum aku menceburkan diri ke dalam kolam dan
mencari sumber energy itu, aku mengirimkan pesan kepada Karina jika aku sudah
menemukan kolamnya.
“Jae sudah menemukannya!” Kata Karina kepada
Gatotkaca dan Arjuna
Saat ini mereka bertiga sedang berada di tengah
keributan yang mereka sebabkan, meskipun mereka di luar jangkauan susunan sihir
dari Candy. Seperti yang mereka telah rencanakan. kalau bisa membuat keributan
di luar jangkauan susunan sihir, kenapa tidak. Dengan begitu, mereka masih
leluasa menggunakan mana.
“Kau serius Dewiku?” Tanya Gatotkaca
“Tentu saja! Karena dia itu hebat!” Jawab Karina,
sebelum lanjut
Mereka berdua berbicara di tengah menghadapi para
Prajurit Kurawa berzirah besi.
“Ng.. Bisakah kau berhenti memanggilku dengn sebutan
Dewi?”
“Huh? Tidak bisa!”
“Huh? Kenapa?”
“Karena kau cantik!”
“Huh? Ah, terserah kau sajalah!”
….
Sementara, Banaspati dan Kalapati hanya mengamati
para prajurit Kurawa dari dalam susunan sihir saat ini.
Arjuna menyadari mereka dan bertanya kepada
Gatotkaca.
“Adik! Apa mereka berdua yang dulunya pernah
membuatmu babak belur?”
“Ng..?- “
“Ah, benar! Mereka hanya berani di dalam lingkaran
sihir itu!”
“Kalau begitu, hematlah staminamu untuk nanti!
Serahkan saja para Kurawa ini padaku dan Dek Karina!” Saran Arjuna
“Baiklah..! Meskipun, sebenarnya tidak masalah sih!
Tapi, akan aku pakai kesempatan ini untuk mengamuk nanti! Hehe..!”
Sedangkan Karina yang mendengar perkataan Arjuna,
merasa hangat hanya karena gaya bicaranya yang ramah. Meskipun, dia memakai
topeng, namun, dia sudah menebak dengan adanya Gatotkaca dan nama pria
bertopeng adalah Arjuna. Dan menurut legenda dari media, Arjuna adalah sosok
yang tampan.
“Em.. Om Arjuna? Kenapa kau memakai topeng?” Tanya
Karina
‘Om? Hihihi.. Untung saja Kakakku memakai topeng!’
Kata Gatotkaca dalam benaknya, sebelum Arjuna menjawab
“Ng? Ah.. itu.. Karena aku malu dengan wajahku yang
jelek saja!” Jawab Arjuna
‘Jelek? Masa iya? Tapi, kalau dipikir-pikir..
Gatotkaca yang di sini sangat berbeda dari cerita dari legenda juga sih!’ Pikir
Karina, sebelum menjawab.
“Ah.. Kau pasti bercanda!”
….
Di sisi lain, Kerna tidak berhenti merasakan hal
buruk akan terjadi kali ini. Hingga dia tidak bisa berhenti berdiam diri di
kursi tahtanya dan berjalan memeriksa sekitar di dalam Candi.
[[Sungguh firasat yang menyebalkan! Baru kali ini aku
merasakan firasat seburuk ini!]] Gumam Kerna
Kemudian, setelah memeriksa beberapa tempat terlihat
masih aman dan berada dalam penjagaan Kurawa, dia mulai sedikit lebih tenang.
Namun, ketika itu, dia tiba-tiba teringat oleh hal yang paling penting dari
susunan sihir itu.
[[Tunggu, sebaiknya aku memeriksa kolam racun itu!-
]]
[[Kenapa aku kembali panik ketika teringat oleh kolam
itu? Sial, semoga tidak ada hal buruk yang terjadi! Lagian mustahil untuk
menyusup hingga sampai ke sana, dengan penjagaan ketat prajuritku!]] Kata
Kerna, sambil berjalan lebih cepat menuju Kolam racun
Tidak lama kemudian, Dia sampai di depan pintu besar
yang tidak lain adalah pintu ruangan di mana kolam racun itu berada. Namun,
seperti tidak ada hal yang mencurigakan.
Bahkan, masih dalam penjagaan Kurawa berzirah besi.
[[Apa ada hal yang terjadi sebelumnya di sini?]]
Tanya Kerna kepada Kurawa yang menjaga di depan pintu kolam
“Tidak ada Yang Mulia!” Jawab ke dua Penjaga setelah
berlutut di hadapan Kerna
Meski begitu, Kerna tidak kehilangan kegelisahannya.
Dan memutuskan untuk masuk untuk memeriksa kolam itu.
[[Buka! Aku ingin masuk!]] Perintah Kerna
“Baik, Yang Mulia!”
Setelah Kerna masuk ke ruangan, dia merasakan hal
yang aneh. Dia tidak merasakan jika kolam ini masih beracun, dan terlihat
seperti kolam kawah yang panas seperti ketika belum diberikan Kristal racun.
[[Ini..? Kau masuklah ke dalam kolam!]] Perintah kerna
pada Penjaga
“Tapi.. Bukankah ini?”
[[Kau berani membantah?]]
“BRAASSK..!”
Kerna langsung memenggal kepalanya dengan bilah mana.
Kemudian, satu Penjaga yang tersisa, mau tidak mau menceburkan dirinya ke dalam
kolam kawah yang panas mendidih itu, setelah berkata untuk yang terakhir kali.
“Hah.. Kasian sekali hidupku! Harus mati seperti
ini!”
‘Menolak mati, mencebur mati!’
“Byuurrr..!”
“Aaaarrgghhh…! Panas..!” Teriak histeris penjaga yang
mencuburkan diri ke kolam itu, selagi besi kulit dan dagingnya akan matang
direbus di air kawah panas itu.
Hingga, perkataan terakhir dari penjaga itu sebelum
sepenuhnya mati terlontar dan tenggelam.
“Kerna..! Kau akan segera menemui ajalmu dan mimpi
burukmu! Aaarrrgghh!”
“Blubub.. blub.. blub blub blub!”
[[Ng? Seperti itu kah harapan para prajuritku ketika
akan mati?]] Kata Kerna, setelah melihat Penjaga itu tenggelam dan matang
direbus
[[Sepertinya, racun yang berada dalam kolam ini sudah
benar-benar hilang? Kalau tidak, penjaga barusan tidak akan sempat mengatakan
sepatah katapun ketika masuk ke kolam!]] Lanjut Kerna, sebelum berteriak sangat
keras, hingga suaranya menggema di seluruh candi.
[[TIIDAAAAAK…!!]]
Teriakannya terdengar oleh seluruh prajuritnya,
begitu juga Jae dan teman-temannya saat ini.
“Hehe.. Sudah ketahuan ya?” Gumam Jae, yang saat ini
sudah keluar dari ruangan itu.
Beberapa saat yang lalu, ketika Jae menceburkan
dirinya ke dalam kolam.
*
“Byuuurrr..!”
“Blub.. blub.. blub blub blub..!
[Anda berada dalam suhu panas yang mengancam nyawa
anda]
[ Tubuh yang telah termodifikasi oleh esensi Vulkanik
Merapi menetralisir panas ini]
[Kebal terhadap panas terkonfirmasi]
[Venom Body mendeteksi racun yang sangat kuat]
[Venom Body dengan semangat menyerap seluruh racun –
proses penyerapan -1.15]
Proses penyerapan 3.89 –
menyerap semuanya?’
Tidak lama kemudian
Proses penyerapan 99.00-
[Penyerapan selesai- ]
[Memulai penyatuan dan memperkuat Venom Body dengan
racun baru]
‘Huh? Ini sih Bar-bar namanya!’
[Tubuh Venom Body berhasil diperkuat! Tidak ada
energy dari luar yang tersisa!]
[Skill Poison Splash telah di dapat]
‘Hoho.. Aku berasa dapat Jackpot kalau begini
jadinya! Hehe- ’
‘Meskipun, beberapa saat yang lalu beneran seperti
disiksa ketika menelan core Merapi.’
Bagaimanapun juga, pengalaman merasakan panas yang
amat menyakitkan tanpa menyebabkan bekas luka yang terlihat sungguh mengerikan.
Aku bahkan ingin bilang ‘kapok’ dan tidak ingin merasakan hal seperti itu lagi,
Meskipun efeknya mantap.
Kemudian, ketika aku keluar dari kolam. Aku
mengenakan Zirah besi penjaga yang tadi telah aku lumpuhkan. Dan mencari
penjaga yang lain untuk menggantikan menjaga pintu kolam.
“Tolong gantikan kami berdua menjaga pintu di sana!
Kami berdua sedang dipanggil untuk kenaikan jabatan!” Kataku yang sedang
menyamar
“Ah? Sungguh? Kalian beruntung sekali!” Jawab Kurawa
berzirah besi, sebelum lanjut bertanya
“Di mana temanmu yang satu? Seharusnya kalian berdua,
kan?”
“Dia sudah duluan, dan aku mencari pengganti
sementara sebagai gantinya! Bagaimanapun, pintu itu adalah tempat paling
penting di sini!” Dengan santainya aku menjawabnya.
“Ah.. Benar juga! Pantas saja kalian berdua naik
jabatan!”
“Em, sudah cepat! Nanti aku traktir kalian setelah
selesai!”
“Ohohoho.. Kau baik juga kawan!- ”
“Kalau begitu, serahkan saja padaku dan aku akan
mencari temanku sendiri untuk berjaga di sana!”
Jawab terakhir penjaga itu dengan begitu gembira, dan
menepuk bahuku, setelah aku menjawabnya dengan rasa kasihan.
“Em.. Terima kasih kawan!”
Ketika itu, aku berpikir. Mereka mungkin sebuah Bot
yang dirancang dalam sekenario game ini dan bisa berulang kali dihidupkan
berulang-ulang ketika mati. Namun, gambaran yang terlihat seperti kenyataan ini
kadang membuat hatiku sedikit terpengaruh.
‘Sudahlah.. Tetap saja ini sebuah game!’
Beberapa saat kemudian, ketika mereka berdua baru
saja tiba di depan pintu yang sudah aku kembalikan seperti semula beserta
gemboknya yang kukunci kembali.
Aku sudah leluasa bergerak tanpa khawatir menggunakan
mana. Bagaimanapun, susunan sihir sudah tidak berguna dengan energynya sudah
aku serap semua. Kemudian, suara teriakan yang amat keras dan mengerikan
menggema.
[[TIIDAAAAAK..!]]
Yang tidak salah lagi itu jika itu pertanda kolam
racun sudah diketahui tidak berguna, begitu juga susunan sihir.
Selanjutnya, aku mengirimkan pesan kepada Karina.
“Jae sudah selesai dan bilang ‘Show time!’” Kata
Karina kepada Gatotkaca dan Arjuna
“Kerja bagus! Waktunya perang sesungguhnya!” Jawab
Arjuna
Sedangkan Gatotkaca, terlihat terdiam dengan kepala
menunduk sambil mengepalkan kedua tangannya. Sebelum, aura darinya terpancar
begitu kuat dan berkata.
“Sudah sekian lama aku menantikan hal ini!”
“BRAASSSHHH..!”
Mana dan energy yang terpancar dari Gatotkaca meledak
keluar. Seperti jika dirinya sudah menahan amarah yang begitu dalam sejak lama.
Kali ini bahkan dia tidak terlihat genit lagi dan kembali terlihat keren
seperti seharusnya.
“Hem.. Sepertinya, kali ini kau tidak perlu menahan
diri, Adik!- ”
“ Majulah..!!” Kata Arjuna, menyemangati Gatotkaca
Kemudian, Gatotkaca melesat seperti meteor yang jatuh
dengan attribute Buminya. Menabrak dan memporak porandakan para Kurawa hanya
dengan melintas dengan tubuhnya yang keras disertai elemen Buminya.
“Wow..! Dia sungguh keren ketika seperti itu?!” Kata
Karina
“Haha.. dia memang kadang kekanak-kanakan!” Jawab
Arjuna
Sedangkan, Banaspati dan Kalapati sempat terkejut,
sebelum kembali tersenyum sinis karena mereka berpikir.
“Percumah saja! Dia akan menjadi semut ketika masuk
ke Candy!” Kata Banaspati
“Haha.. Benar! Kita hanya perlu mempermalukannya
seperti sebelumnya!” Sambut Kalapati
“Tidak! Kali ini kita akan menyiksanya sampai dia
tidak ingin hidup lagi dan kehilangan sifat arogannya itu!”
“Sempurna..! Kita hanya perlu menunggu!”
Kemudian mereka tertawa puas bersama setelah
berbicara seperti itu.
“Hahahaha.. Hahahah..!”
Namun, tawa mereka tidak sesusai dengan apa yang
mereka pikirkan, dan terpotong oleh cengkeraman tangan Gatotkaca di leher
mereka, yang tiba-tiba sudah berada di dekat mereka.
“Ng..?“
“Ap..?”
Terkejut mereka, namun sudah terlambat dan Gatotkaca
tidak ingin mendengar perkataan mereka ketika kedua tangannya sudah
mencengkeram masing-masing leher mereka.
“BRUUAAKKK..!”
Gatotkaca membanting mereka berdua seperti membanting
boneka ke tanah dengan mendorong leher mereka jatuh ke tanah hingga
mengakibatkan kawah kecil sebagai dampaknya.
“AARGGH..!”
“Uhuk..!”
“Bagaimana? Apa kalian terkejut?” Kata Gatotkaca
dengan ekspresi seram kepada mereka berdua.
Kemudian, mereka berdua yang masih berada dalam
cengkraman Gatotkaca mencoba melawan dengan Kalapati memanggil prajurit
Undeadnya, namun hanya dua puluh prajurit setingkat monster rank A yang dia
sanggup panggil.
Dan Banaspati, merubah wujudnya sebagai Api besar
yang membara.
Namun, semua itu percumah ketika Gatotkaca
menggunakan Artifaknya ‘Kutang Antakusuma’.
“Cih! Kalian pikir itu bisa menghentikanku?- “
“Hyaaat..!”
Sinar yang terpancar dari Armor Gatotkaca membentuk
sebuah bola yang amat menyilaukan dan memusnahkan apapun yang tersentuh,
meskipun jangkaunnya hanya radius 20meter, tapi itu sudah cukup.
“Huh! Tidaaaak…!” Teriak Kalapati sebelum lenyap
beserta Undead yang baru saja dia panggil
“AaaaarRRGhh..!” Diikuti Banaspati yang juga lenyap
setelahnya