
“Orochi, fokus saja pada buff kecepatan! Kali ini aku bisa terbang, kurasa aku akan punya skill baru!”
“Heh, kau serius?- “
“Baiklah.. Pangeran tampan ini akan mendukungmu!”
“Haha.. Mulutmu ini memang mulut Kadal ya!”
Kemudian, segera Orochi mengaktifkan buff kecepatan pada Karina. Sebenarnya Mana Orochi hanya tersisa [Hp. 200, Mp. 121] sedangkan sekali casting buff menghabiskan 50 Mana.
‘Si cewek ini meminta hal tanpa memperhatikan Manaku ya? Dasar, kalau bukan wanita, mungkin aku meludahkan racun padanya.’
“Fwooossh..!”
Karina langsung melesat dengan kecepatan penuh saat Buff dari Orochi aktif. Membuat Troll terkejut dengan peningkatan Karina dan memaksanya melakukan serangan AOE yang sebelumnya pernah dilakukan Troll lainnya.
“Roar!!”
Untuk menghasilkan serangan AOE, Troll memukul tanah dengan kedua tangannya hingga mengakibatkan tanahnya rusak berantakan. Sedangkan setiap pukulannya menghasilkan gelombang kejut dalam radius 10 meter.
“Bam bam bam bam!”
“Hem, sudah aku perkirakan jika kau akan melakukan itu.”
Karina mulai terbang sebelum gelombang kejut yang menjadi serangan AOE Troll mengenainya. Troll terkejut melihat Karina bisa terbang dengan bebas, sedangkan serangannya tidak berdaya melawan musuh yang terbang.
“Kau terkejut ya? Tapi, kurasa cukup sampai di sini!” Kata Karina saat terbang dan berada tepat di langit di atas Troll itu.
Kemudian, Karina terjun ke bawah dengan memanfaatkan gravitasi ditambah pengendalian terbangnya dan buff Orochi yang masih aktif. kemudian sebelum jarak antara dirinya dan Troll begitu dekat.
“Phantom Sakura.. Blossom!”
Seketika, empat bayangan Karina yang berwarna seperti bunga Sakura menyebar dan membentuk kuda-kuda di udara
“Flap flap flap flap!” Dan menyerang bersamaan setelah Karina mendarat sambil menebas Troll yang hanya terpesona tanpa sempat melakukan upaya pertahanan.
“Slice Slice- “ [100 Damage]
“Slice Slice Slice Slice Slice Slice Slice Slice!” [400 Damage]
Karina memutar ke dua Katananya dengan lincah sebelum mengarungkannya ke sarungnya setelah melakukan serangan itu. Dan berjalan ke Orochi sambil tersenyum, mengabaikan Troll yang dia yakin pasti mati. Bagaimanapun, Hp. 500 Troll Tidak akan tersisa.
“Hei hei.. Aku akui Skill barumu sungguh menakjubkan. Tapi, kita masih harus membunuh mereka bertiga!” Jelas Orochi, sambil menunjuk pada Troll yang telah dilumpuhkan oleh 3 undead sebelumnya.
Ketika itu, ke tiga Troll yang tengah lumpuh hanya bergidik ketakutan dan menunggu antrian kematian saat melihat Orochi menunjuk ke arah mereka.
“Ah.. Iya, aku sampai lupa!” Jawab Karina sambil tersenyum
Sedangkan tiga Troll yang lumpuh merasa senyuman itu seperti melihat senyuman Iblis.
‘Kalau begini siapa yang Monster sebenarnya?’ Pikir Jae yang melihat adegan ini dari kejauhan.
Namun, perkataan yang dia dengar dari Karina selanjutnya membuat dirinya tertegun.
“Aku kehabisan Mana!”
“Huh?” Jae ingin tertawa ketika mendengarnya
“Apa?” Tanya Orochi yang terkejut, padahal dirinya juga hanya memiliki Mana 50 tersisa
“Hehe.. Tadi itu menguras cukup banyak Mana-ku tahu!” Jelas Karina
“Terus, bagaimana nasib mereka bertiga?” Tanya Orochi, sambil menunjuk ke tiga Troll
[‘Kitaamankitaaman’] Pikir ke tiga Troll yang malang
Namun, Jae memberikan Mana Potion untuk mereka kemudian.
“Minum ini!-”
“Wah.. Jae the best deh!” Canda Karina ketika menerimanya
[Apa itu? Matikitamatikita!] Gumam tiga Troll, ketika melihat apa yang diberikan Jae pada Karina dan Orochi
Setelah meminum Mana Potion, mereka berdua segera melanjutkan upaya eksekusi pada tiga Troll itu dan level up.
Party
[Karina level 33]
[Orochi level 30]
[Jae level 55]
….
“Sekarang bagaimana? Lanjut atau log out?” Tanya Orochi
“Aku sih terserah kalian saja.” Jawab Karina
“Em.. Kita kembali ke Majapahit saja. Kurasa cukup untuk hari ini!” Saran Jae
Jae dan partynya berjalan untuk kembali ke Maja Pahit. Di tengah perjalanan mereka membicarakan tentang Closed Beta Rajawali Online yang tinggal 6 hari lagi.
“Em.. Sebaiknya, kita saling membagikan nomor ponsel kita!” Saran Orochi
“Ng? Memang bisa lewat system?” Tanya Jae
“Tentu saja bisa! Bahkan aku bisa memanggilmu ketika kau sedang log in dan aku tidak!”
“Oh.. Bisa begitu ya? Oke deh, nih kubagikan nomorku ke kalian!”
Mereka bertiga saling membagikan nomor ponsel mereka. Agar ketika Rajawali Online kembali dibuka setelah Maintenance dan menjadi server SEA. Mereka tidak repot saling mencari satu sama lain.
“Oh iya, Orochi- “
“Apa yang akan kau lakukan nanti saat menunggu maintenance selasai?”
“Em.. Entahlah. Mungkin main game lainnya dulu.”
“Dan bagaimana denganmu, Karina?”
“Kau sendiri bagaimana?” Tanya balik Karina
“Sepertimu, mungkin membaca juga. Atau mengajak Ibuku jalan-jalan.”
Karina berpikir setelah mendengar jawaban Jae ‘Dia tidak terlihat seperti kriminal ketika seperti itu. Dan dia sangat memperdulikan Ibunya.’
“Jae! Aku tidak mengira jika kau mantan kriminal. Kau lebih terlihat seperti anak yang berbakti kepada orang tua." Kata Karina
“Huh? Masa?” Jawab Jae yang meragukan pernyataan Karina
“Iya. Aku pikir juga begitu!” Potong Orochi
“Mungkin kalian akan berkata lain ketika bertatap muka langsung denganku!”
Jae terlihat sedikit murung ketika mengatakan itu. Sebenarnya dia berharap memiliki teman seperti saat ini di dunia nyata. Namun, perkataan Karina selanjutnya membuat hatinya bahagia.
“Bagaimana kalau kita berkunjung ke rumahmu saja saat maintenance Rajawali Online?”
“Eh.. Kau serius? Memangnya di mana kota asalmu?”
“Aku Semarang”
“Dan aku Surabaya” Potong Orochi
“Em.. Sayangnya kalian cukup jauh. Apalagi kau Orochi!”
“Tenang saja.. Jaman sekarang jarak tidak begitu menghambat, ya kan?” Jawab Orochi
“Benar!” Sambut Karina
“Oi.. Oi.. Kotaku itu cukup berbahaya untuk kalian!”
“Bodoh amat! Aku akan datang dengan temanku juga, boleh kan?” Jawab Karina
Dengan Karina berkata begitu, Orochi menjadi lebih bersemangat dan mulai bertingkah.
“Hehe.. Temanmu wanita atau lelaki?” Tanya Orochi
“Yang pasti bukan Kadal putih!” Jawab Karina
“Sial.. Awas kau ya!”
“Huh! Ngancem nih?”
“Bukan, tapi kau akan menyesal oleh ketampananku nanti ketika melihatku di dunia nyata!”
“Mimpilah!”
“Oke. Kita buktikan ya.. Jangan naksir nantinya ya!”
“Grr… Bodoh amat!”
….
Jae tidak bisa tidak tertawa melihat mereka berdua berdebat. Biasanya yang seperti itu adalah Jae dan Orochi. Sekarang Jae yang tertawa melihat mereka berdua berdebat.
“Hehe.. Awas ya nanti kalau minta cium waktu pertama melihatku!” Kata Orochi
Mereka masih lanjut bercanda, sedangkan Orochi terlihat seperti menghibur diri sendiri ketika menggoda Karina yang seperti itu.
“Haha.. Kau ke-pede-an! Yang ada malah kau yang minta cium, tahu!” Jawab Karina
Kemudian, Jae memutuskan untuk ikut serta dalam candaan mereka.
“Sudah-sudah.. Biasanya yang seperti ini berakhir pacaran loh!”
“Apa??” Serentak Karina dan Orochi menjawab perkataan Jae. Sebelum wajah mereka terlihat sama-sama merah.
“Ahahaha.. Lihat, Kalian memerah tuh!” Kata Jae, mengakibatkan wajah merah mereka makin terlihat jelas
Kemudian, Orochi mulai dengan akal bulusnya yang memahami kelemahan Jae dan memanfaatkan Karina.
“Karina!”
“Huh? Apa, Jangan Ge-Er!”
“Bukan itu.,”
“Terus apa?”
Ketika itu, Jae mulai merasakan firasat buruk akan menghampirinya.
“Maukah kau menciumnya!” Kata Orochi sambil sambil menunjuk Jae, namun menatap Karina.
“Huh? A-apa maksudmu, kau pikir aku ini cewek apaan?” Jawab Karina dengan teriak kepada Orochi
“Yah.. Bagaimana lagi, habisnya kita berdua berakhir dikerjain sama Jae!” Jelas Orochi dengan ekspresi memelas dan minta maaf.
Namun, sebelum Karina berteriak tadi. Jae diam-diam sudah kabur dengan skill Stealth dan Fast running.
“Eh.. Di mana Jae?” Tanya Karina, dan mengabaikan penjelasan Orochi
“Hehe Kena dia!” Orochi selalu menang sampai saat ini jika menggoda Jae. Namun selalu memanfaatkan Karina sebagai gantinya.
“Plak!!”
“Aww.. Kenapa kau menamparku? Harusnya kau berterima kasih padaku!”
“Iya.. Tapi dia berakhir kabur kan jadinya!”
“Yah.. Dia memang masih payah berhadapan dengan wanita cantik!”
….
….