
Setelah beberapa saat ketika Jae kesal karena tidak
bisa log in Rajawali Online untuk pertamakalinya ingin mencoba menggunakan
capsule.
Dia kembali ke atap rumahnya sebelum menghubungi Orochi
dan Karina. Namun, mereka tidak bisa dihubungi.
Mungkin mereka sedang log in Rajawali Online’
“Hah.. Kenapa tiba-tiba saja terjadi update tanpa
pemberitahuan terlebih dahulu?” Bertanya-tanya Jae sambil berbaring di atap dan
menatap langit cerah di siang hari
Kemudian, panggilan telepon tanpa identitas apapun
menghubunginya.
“Bzzzt.. Bzzzt..”
Ng? Pemanggil yang tanpa nomor dan identitas apapun?
Bagaimana bisa?’
Jae tanpa ragu-ragu menolak panggilan telepon itu. Namun,
tidak peduli berapa kali dia menolaknya. Hal itu tidak berguna.
“Cih.. Apa-apaan ini? Apa ponselku rusak?”
Kemudian suara yang familiar terdengar dari
ponselnya. Padahal dia tidak menyetujui panggilan itu meskipun gagal untuk
menolaknya.
“Hahah.. Jaelani Pahlawanku yang seorang pencuri
licik!”
“Hah..? Ternyata kau, Pak tua?”
“Kenapa? Kau terkejut? Kau lupa siapa aku?”
“Yah.. Jika itu kau. Maka tidak mustahil untuk meng-Hack
ponselku. Dasar tua Bangka!”
“Semena-mena dengan kemampuanmu, ya!”
“kau sendiri semena-mena dengan kemampuanmu!”
Pasti maksudnya ketika aku menggunakan trik membobol
gerbang waktu itu dengan jarum.
Kemudian, Lewin mulai dengan tujuannya menghubungi Jae.
“Ngomong-ngomong, apa capsule yang aku berikan sudah
berada di rumahmu?”
“Iya.. Baru saja selesai tadi dan aku ingin
mencobanya, tapi katanya system update.”
“Ahahaha..”
“kenapa kau tertawa? Itu menyebalkan untukku, tahu!”
“Yah.. Sebenarnya aku baru selesai memperbarui akunmu!”
Jae tertegun saat Lewin mengatakan hal itu. Jadi ternyata
yang menyebabkan dirinya tidak bisa log in Karena Lewin sedang memperbaruinya.
“Kau pasti bertanya-tanya mengapa terjadi update
tiba-tiba, kan?”
“Tentu saja.”
“Kuperingatkan kepadamu bocah bodoh!”
“Ugh..”
Kesal Jae yang seakan-akan sedang dimarahi seorang
majikan. Namun, Lewin menjelaskan kemudian alasan dia mengatakannya bodoh.
“Kau sudah ceroboh sekali membagikan Item dari
inventory-mu dan bahkan mengungkapkan identitas akunmu! Untungnya, setelah Closed
Beta nanti aka nada Job-Job baru dan Hiden Quest untuk mendapatkan Job yang
memiliki kemungkinan untuk seimbang dalam menghadapi Job ganda sepertimu!”
“Terus? Apa urusannya denganku?”
“Bocah tengik!! Kau hampir saja membuat masalah
untukku jika public mengetahui pihak Rajawali Online membuat ID khusus yang
seakan-akan tidak terkalahkan oleh player lain!”
“Oh.. Itu masalahmu. Kan, kau sendiri yang buat.”
“Grr.. your tongue like a *****, Damn!!”
“Eh..? Bicara apa kau? Aku tidak mengerti bahasa
inggris, bodoh!”
Lewin berpikir. Baru kali ini ada seseorang yang
berani memanggilnya bodoh.
Grr.. Jika kau bukan mantan pahlawanku. Aku sudah
memblokir akunmu, bocah nakal.’
“Baiklah.. Cukup berdebat denganmu. Akan aku jelaskan
mengenai ID mu! Dengarkan baik-baik!”
“Berisik!!”
….
Setelah pembicaraan Jae dengan Lewin selesai. Jae
berbaring kembali sambil menatap langit. Seharusnya, apa yang dikatakan lewin
mengecewakannya karena semua item di inventory-nya selanjutnya telah ditarik,
selain peta.
Namun, apa yang membuatnya tidak kecewa adalah Lewin
memberikan kompensasi dengan menggantinya dengan uang cash yang cukup banyak
sesuai harga pasaran jika membeli item-item itu lewat toko Rajawali Online.
Sebaliknya, Jae malah kegirangan karena senang
mendapatkan uang lebih banyak. Membuat Lewin lega karena Jae tidak merasa
kecewa, sekaligus heran dengan si mata duitan Jae.
“Huahahaha.. Aku kaya..!!” Teriak Jae di atap, saat
memperkirakan berapa banyak uang yang akan dia dapatkan sebagai kompensasi.
Mahda dan Mina mendengak ke arah di mana Jae
berteriak. Termasuk tetangga di sekitarnya juga mendongak ke arah suara Jae dan
berargumen jika ‘Jae sedang tidak waras.
Kemudian, ketika Jae turun dari atap dan ingin segera
log in dengan capsule. Mahda bertanya padanya sebelum Jae masuk ke kamarnya.
“Apa yang terjadi? Kau terlihat begitu senang
“Eh? Ah.. Memang sih. Hehe..” Jawab Jae sambil
menggosok kepalanya
“Hem.. Kau tidak ingin bercerita kepadaku? Dan membagi
kesenanganmu?”
“Tentu saja aku akan menceritakannya padamu, kok- “
“Tapi nanti ya.. Setelah aku selesai log in!”
Jae segera masuk ke kamarnya dan mengunci pintu
kamarnya sebelum masuk ke capsulenya dan log in.
[Link Start]
Sensasi yang dia rasakan jauh berbeda ketika dia
masih menggunakan helm saja. Itu sudah pasti. Dan sincrho rate kali ini 30%.
Kemudian, ketika dia berada di Maja Pahit.
“Wah.. Suhunya terasa lebih hangat. Bahkan anginnya
juga terasa sangat berbeda ketika dirasakan.”
Usai merasakan hal-hal sederhana yang hampir mirip
dengan dunia nyata. Jae mengirim pesan ke Orochi jika dia sudah berada di Maja Pahit.
- Dimana kau? Tunjukan lokasimu!
- Heh.. Kau sudah log in? Kemarilah!
‘Buset, lumayan jauh juga mereka!’
Jae segera berlari menyusul mereka berdua. Namun, dia
tidak menyadari kebencian seseorang yang telah menunggu kedatangannya dari kejauhan.
‘Akhirnya kau muncul juga, bajingan.’
Jack, dengan anggota guild Dewa yang tersisa sejak
perpecahan ketika Dory memutuskan untuk keluar dari guild Dewa. Kali ini hanya
tersisa 20 anggota termasuk Jack.
Sementara Jae yang sedang berlari menuju tujuannya
dan saat ini berada di tengah hutan merasakan beberapa orang mendekat kea rah dirinya
dari belakang.
Ng? Siapa mereka? Apakah mereka memiliki tujuan yang
sama denganku?
“Fwooossh..!”
Jae tertegun saat tiba-tiba saja tombak melintas di
sampingnya dengan sangat cepat dan menghancurkan pohon besar hingga roboh
ketika tombak itu menimpanya.
‘Sial.. Ternyata PK. Jika aku belum menggunakan
capsule, mungkin aku akan terlambat menyadari mereka.’
Ketika kelompok yang mengejarnya semakin dekat. Jae
menenangkan dirinya sebelum menghadapi mereka yang akan datang dan semakin
terlihat sosok mereka.
Jae mempersiapkan Undead-nya untuk berpencar dan
bersembunyi sebelum mereka tiba sebagai persiapan. Dan menyuruh mereka
bertindak nanti ketika Jae memerintahkan mereka.
Kemudian, Jae mengambil senjatanya dari Inventory
tanpa melihat senjata yang dia ambil dari inventory adalah item normal degger.
‘Eh, kenapa rasanya sedikit aneh dengan senjatanya? Apa
ini efek capsule.’ Pikir Jae yang menatap ke arah para PK.
[Senjata anda terlalu lemah untuk menghadapi
gerombolan PK]
Huh?
“Apa?? Apa-apan ini?”
Dia baru sadar ketika melihat senjata yang dia pegang
adalah senjata rank E. seperti saat pertamakali dia berlatih melempar pisau.
“Bangsat!! Aku lupa jika Lewin sudah menarik semua
itemku!”
Bahkan dia juga lupa jika pakaian yang dia pakai
adalah item rank D.
“Heok.. Semua yang aku pakai ber-item rendah?”
Saat dia gelisah dengan perlengkapannya. Kelompok yang
mengejarnya sudah hampir cukup dengannya. Suara menjengkelkan dari seorang yang
pernah dia kalahkan terdengar kemudian.
“Kali ini kau tidak akan selamat, Jae!” Kata Jack. Dengan
ekspresi kebencian dan dendam yang amat menumpuk.
Begitu juga para anggotanya yang mendengar cerita
tragis yang menimpa guild Dewa telah kecolongan kill karena Jae.
Lewin bilang, jika semua pengguna special ID juga
memiliki situasi yang sama. Semua item mereka juga ditarik, tapi tidak
diberikan kompensasi sebagai gantinya.
Jae mengetahui dari Lewin jika Jack, Dory dan tiga
orang yang belum pernah dia temui dan memiliki special ID. Semua itemnya
ditarik, namun senjata yang barusaja Jack lemparkan adalah senjata rank A.
Hanya satu kemungkinan yang pasti. Dia menggunakan
koin untuk membeli item. Sedangkan Jae begitu enggan jika harus mengeluarkan
uang untuk sebuah item.
“Fururukfrukfrukfruk…”
“Tap!”
Jack mengambil senjata yang dia lemparkan dengan cara
seperti memanggil peliharaan agar kembali ke tangannya.
‘Dia memiliki skill seperti itu sekarang? Itu mirip
dengan skill Flying knives- ’
‘sial, aku harus menghadapi mereka dengan
perlengkapan busuk ini.’
“Jangan berpikir untuk log out jika kau seorang
lelaki!” Kata Jack. Saat melihat ekspresi wajah Jae yang kebingungan.