Rajawali Online

Rajawali Online
Jaeger



Dan akhirnya aku melakukan Breaktrough di level 28.


Percikan merah darah disertai aura hitam menyelimuti seluruh tubuhku, dan kemudian.


[ Job Thief berhasil Breaktrough ke kelas yang lebih tinggi]


[ Shadow Assassin ]


[ Skill Shadow Stealth Lv. 1 Actived ]


[ Skill Shadow Clone Lv. 1 Actived ]


[ Skill Dance of killer Lv. 1 Actived ]


[ Skill Flying Knives Lv. 1 Actived ]


[ Anda memiliki 12 Skill point untuk Job Assassin ]


[ Anda memiliki 12 Skill point untuk Job Necromancer ]


[ …. ]


[ …. ]


“ Baiklah terima kasih ! Tapi kau sungguh berisik ! “


Bagaimanapun, aku mungkin sudah kelewatan menghabiskan waktu di dalam game hari ini. Aku harus segera mengambil Kristal Dilema untuk diberikan kepada Candy.


Selanjutnya, aku mengambil Kristal Dilema di peti kemas yang sudah berada sejak awal dan terbuka sejak aku mengalahkan Bos. Kristal itu berwarna merah darah dan mengkilau disertai aura vermilion.


[ Anda mendapatkan Kristal Dilema ]


[ Berikan kepada Candy agar dapat dia manfaatkan ]


Tidak dijelaskan apa fungsi dari Kristal ini, mungkin aku akan tahu setelah memberikannya untuk Candy.


Kemudian, aku tidak lupa dengan hal pentaing lainnya yang tersisa di ruangan ini. Hal yang aku pikirkan dan tidak kalah penting adalah mayat Buto Ijo yang terpotong-potong berceceran.


[ Level Necromancer anda masih terlalu lemah untuk menghidupkannya, peluang keberhasilan hanya 10% ]


[ Anda memiliki 3x kesempatan untuk mencobanya ]


“ Ah ? Levelku jauh lebih lemah dari dia maksudmu ? “


“ Meskipun begitu, dia kalah olehku ! “


Aku berkata seperti itu kepada system sebelum mencoba memberi kehidupan kepada Buto Ijo agar menjadi prajuritku.


“ Show Time ! “ Perintahku


Namun, hanya percikan saja yang keluar dan tidak lama redup kembali seperti tidak terjadi apapun.


“ SHOW TIME ! “ Teriakku


Kali ini, sedikit peningkatan percikan muncul dan aura hitam terangkat hingga potongan-potongan tubuh yang berceceran berkumpul. Namun, hanya sampai di situ saja sebelum percikan dan aura hitam pudar dan menghilang.


[ Anda masih memiliki kesempatan 1x, gunakan Dominasi anda untuk meningkatkan peluang kemungkinan untuk berhasil ]


“ Cih ! “


Aku sungguh sangat kesal, ketika aku mengingat pertarungan dengan Buto Ijo mati-matian. Sebenarnya aku bertaruh saat pertarungan itu juga, Jika aku menang, aku akan memiliki bawahan yang kuat. Kupikir itu sepadan dengan kesulitan pertarunganku padanya.


“ Woi ! Buto Ijo ! “


“ Kau sungguh kuat ! Tapi kau sudah kalah melawanku yang berlevel Jauh sangat rendah dibandingkan dirimu ! “


“ Jika kau mengakui kekalahanmu, ikutlah bertarung bersamaku ! “


“ Dan kau harus menebus 500 koin yang sudah kupakai hanya untuk mengalahkanmu ! “


“ Dan yang paling penting ! Seharusnya kau tahu betapa kuatnya kau dan aku jika aku makin menjadi lebih kuat nantinya ! “


Aku berkata dengan berteriak sambil menatap potongan-potongan tubuh Buto Ijo. Bagaimanapun, aku mencoba menggunakan Dominasiku sendiri yang telah bangga sebagai pemenang pertarungan dengannya, sebelum aku lanjut berkata pelan sambil mengerahkan emosi dan manaku.


“ Maka dari itu ! “


Seakan-akan Aura Necromancer yang mencekam membuat potongan tubuh bergidik, bahkan aku belum menggunakan kode Living Death. Hingga kemudian aku lanjutkan dengan teriakan penuh Dominasi sebagai seorang Necromancer.


[[ SHOW TIME !! ]]


Sepontan potongan-potongan tubuh Buto Ijo  berkumpul di udara disertai percikan besar dan aura hitam yang pekat seperti asap. Hingga kemudian, seluruh tubuhnya menyatu kembali dengan utuh dan berlutut sambil menundukan kepalanya sebelum dia berkata.


[[ Aku akan mengikutimu Tuan ! ]]


Dan system memotong untuk memberi arahan kepadaku


[ Anda memiliki prajurit kegelapan berpangkat tinggi ]


[ Berikan nama untuk memanggilnya ]


Aku sebenarnya terkejut dengan penampilannya yang sedikit berubah setelah menjadi prajuritku, dan selebihnya dia bisa berbicara. Tidak seperti mayat yang aku hidupkan sebelumnya, namun tetap saja masih menakutkan bagaimanapun.


Meskipun aku tidak mengerti bahasa mereka, namun aku sudah memahaminya karena pastinya mereka mengatakan sesuatu seperti yang aku katakana, hingga wajah bodoh Buto Ijo yang terlihat konyol setelah mendengarnya terlihat.


“ NG ? Tu-tuan ? “


Tanya Buto Ijo dengan nada minta ampun dan terlihat gemetar ketakutan.


Sedangkan aku sungguh tidak bisa menahan tawaku ketika melihat monster yang terlihat seram, seketika berganti menjadi wajah bodoh yang konyol karena disuruh untuk **** di tempat. Kemudian, aku berkata setelah selesai tertawa.


“ Ahahahaha ! Ahahahaha ! “


“ Sudah ! Aku hanya bercanda kok ! “


“ Tapi, jangan lupa katakana kepada teman kalian yang akan datang nantinya Oke ! “


Selanjutnya setelah menghibur diri dengan membully prajurit kegelapanku, aku memutuskan untuk turunn. Namun, pesan di jendela layarku dari Orochi yang ternyata masih menungguku membanjiriku.


“ Kau Gila ! “


“ Kau Level Up tidak Normal ! “


“ Kau ngecheat heh ! “


“ Kau harus ceritakan padaku saat kau turun ! “


“ …. “


“ …. “


Aku memejamkan mataku dan menutup telingaku akibat pesan darinya  yang muncul terus-terusan, hingga akhirnya aku membalas pesannya agar dia berhenti mengirim pesan secara beruntun.


Tidak lama kemudian, ketika aku turun dari puncak gunung Orc yang tinggi. Aku berlari sambil berburu Orc di sekitar untuk kujadikan prajuritku sekaligus mencoba Jobku yang telah Breaktrough.


Bagaimanapun levelku naik cukup drastis menurutku, hingga aku sudah tidak khawatir menghadapi para Orc tanpa menyembunyikan hawa keberadaanku atau bauku. Sedangkan Buto Ijo yang kuberi nama ‘ Cakil ‘ karena taringnya yang panjang, aku perintahkan untuk berburu sendirian.


“ Halo yang di sana ! Apa kau merindukanku ? “


Kataku dengan sangat percaya diri dan muncul dengan tiba-tiba di hadapan Orc yang sebelumnya mengejarku, hingga membuatnya terkejut. Mungkin dia teringat bahwa sebelumnya aku berada pada level yang sangat rendah.


Namun, bagaimanapun, levelku saat ini masih belum mengancamnya karena aku hanya seorang diri di matanya. Dan tidak lama kemudian dia langsung menggunakan senjatanya yang besar untuk menyerangku.


“ Bang ! “


Serangannya hanya menyisahkan kawah dan bebatuan yang hancur, sebelum dia heran dengan keberadaanku yang menghilang begitu cepat.


“ Kau mencariku ? “


Kataku pelan di belakang Orc yang tengah kebingungan mencari keberadaanku. Dan membuatnya terkejut hingga langsung mengayunkan senjata besarnya ke arahku, namun aku tidak membiarkannya.


Sebagai gantinya, aku meloncat untuk memotong tangannya yang mengayunkan senjata dengan kedua belatiku sangat cepat.


“ Slice Slice ! “


 “ Roaaar ! “


Ketika dia mengaum, aku tidak berhenti untuk melanjutkan seranganku dengan aku menembak kepalanya dengan Death Blow. Dan tentunya sedikit bonus exp karena Head Shot.


Kali ini aku tidak perlu takut senjataku pergi terlalu jauh ketika aku melemparnya atau meleset, karena skill Flying Knives bisa membuatku mengendalikannya. Meskipun dalam levelku ini masih belum berlatih mengendalikannya hanya dengan pikiranku, tapi dengan menggerakan tanganku saja sudah cukup bagiku saat ini.


Selanjutnya, aku terus berburu seperti seorang ‘ Jaeger ‘ sambil turun dari gunung setelah menggunakan Living Death pada setiap korban perburuanku.


Aku yang tadinya saat mendaki bersembunyi dan berlari, dan perlu setrategi untuk hanya membunuh satu Orc, sekarang berganti dengan aku yang memburu mereka layaknya burung Gagak hitam yang memakan mayat.


Tidak lama kemudian, mungkin hanya tersisa beberapa biji Orc di gunung ini saat aku sampai pada dasar gunung dan bertemu Orochi.


“ Hai ? Kau cukup setia kawan juga ternyata ! “


Kataku yang tiba-tiba berada di dekat Orochi tanpa dia sadari, hingga membuatnya terkejut setengah mati sebelum teriak marah-marah padaku.


“ WAAA ! Bangsat ! “


“ Kau seperti hantu saja Bajingan ! “ Lanjut Orochi yang kesal dikagetkan sambil menyentuh dadanya


“ Hahahah ! Sudah, ayo ke tempat Candy ! “ Perintahku


Namun, perkataanku barusan malah membuatnya heran dengan pemikirannya sendiri yang meskipun hal yang dia pikirkan memang benar.


“ Ja-jangan bilang, kau ? “ Tanya Orochi


“ Sudah ayo kita bicara sambil jalan saja ! aku sudah menghabiskan waktu di dalam game ! “ Aku memotong perkataannya


Bagaimanapun, aku sedang terburu-buru karena mencemaskan Ibuku dan melanggar jadwal main yang aku buat sendiri. Meskipun, Ibuku pasti tidak mempermasalahkan hal ini, namun aku sengaja melakukan hal ini agar melatih kedisiplinanku sendiri.


Selanjutnya sambil berjalan ke tempat Candy, aku menceritakan hal yang terjadi kepada Orochi ketika aku naik ke puncak dan tidak heran jika kehebohannya pasti membuat suasana menjadi ramai. Dan juga setelahnya, aku memintanya untuk mengajariku cara menukarkan koin menjadi uang tunai.