Rajawali Online

Rajawali Online
Battle Royal



*


Kali ini ketika aku log in langsung berada di Maja


Pahit.


“ Em, di mana Karina dan Orochi ya? “


Selagi menunggu mereka log in, aku berjalan-jalan


menelusuri kota ini. Namun, ada yang sedikit berbeda di sini, yang mana tatapan


para player di sini tidak menyenangkan, seperti ketika aku berada di kawasan


kriminal.


‘ Ng? Bahkan beberapa tanda merah di atas kepala


Player terlihat? ‘


Tidak lama kemudian, beberapa orang mendatangiku dan


salah satunya mencoba mendorongku dengan badannya, namun.


“ Bruk! “


dia malah terjatuh sendiri ketika mencoba


mendorongku, seperti menabrak sebuah tembok.


“ Ng? “


Aku hanya memandang player yang jatuh karena mencoba


mendorongku. Mungkin ini efek STR-ku yang sudah meningkat mengikuti levelku,


dan saat ini level-ku berada di 40.


‘ Bagaimana bisa malah aku yang terjatuh? Mungkinkah


levelnya jauh lebih tinggi dariku? ‘ Pikir player yang jail denganku


“ Apa yang coba kau lakukan? Dan apa yang kalian


inginkan? Ngomong-ngomong, aku tidak keberatan juga menjadi seorang PK! “


Kataku


‘ Orang ini tidak takut meskipun kita berkelompok?


Kurasa keberaniannya menunjukan kekuatannya! ‘ Pikir dia sebelum berkata


“ Cih, kali ini aku lepaskan kau! “


Kemudian, dia pergi dengan kelompoknya. Meskipun,


teman-temannya menanyainya “Mengapa kita malah pergi begini? Dia hanya


sendirian, sedangkan kita sepuluh orang!”


“Huh? Sepertinya dia terlalu kuat untuk kita!”


“Apa? Omong kosong!” Jawab temannya yang tidak


percaya padanya, sebelum berbalik dan kembali untuk membuat masalah denganku.


Namun, aku sudah mengantisipasinya. Kemudian, ketika


player itu berbalik, kakiku sudah menyambutnya pada mukanya.


“Buak!”


Aku menendang wajahnya hingga dia terlembar agak jauh


dan terbaring di tanah.


“Siapa bilang kalian boleh pergi begitu saja!” Kataku


setelah menendang salah satu kelompok jail ini.


“Kau! Beraninya kau!” Kata salah temanya yang lain,


sebelum mereka kemudian bersama-sama menyerangku.


Kemudian, aku melihat tanda merah di atas kepala


mereka yang sebelumnya berwarna hijau.


‘Oh, jadi begini! Apakah tandaku juga berubah?’


Pikirku ketika melihat tanda di atas kepala berubah warna. Namun, tandaku tidak


berubah, yang membuatku masih bertanya-tanya mengapa. Padahal, aku sudah


melakukan kejailan juga dengan mereka.


Setelah beberapa saat, aku selesai dengan mereka dan


menyisahkan mereka semua terbaring di tanah setelah aku membuat mereka babak


belur.


“Gimana? Sakit ya rasanya?-”


“Jangan membuat masalah denganku lagi! Atau aku akan


melakukan hal kejam nantinya!” Kataku sebelum pergi meninggalkan mereka


Sedangkan kerumunan menikmati pemandangan yang telah


aku buat, seperti melihat hiburan yang begitu menarik.


Kemudian, suara yang familiar terdengar dari


belakangku.


“Jae..!” Panggil Karina


“Ng? Apakah kau baru log in?” Tanyaku


“Tidak juga, barusan aku menghadapi beberapa sampah!”


“Huh? Kau baik-baik saja kan?”


“Tentu! Berkat kau, level-ku berada di atas rata-rata


kebanyakan player!-”


“Emm.. Kurasa di kota ini banyak sekali grup sampah!”


“Em, mungkin kau benar!”


….


Selanjutnya, kita berdua berjalan-jalan sambil


mencari tempat di mana kita bisa mengambil quest.


“Apa kau punya kabar tentang Orochi?” Tanyaku


“Belum! Entah apa yang sedang dia lakukan! Mungkin


sedang ada acara keluarga!” Jawab Karina


“Em.. Bisa jadi!”


Tidak lama kemudian, kita menemukan tempat di mana


kita bisa mengambil quest. NPC kali ini terlihat seperti seorang petugas


keamanan jika dilihat dari penampilannya.


“Aku ingin mengambil quest rank A atau S ! Apakah


ada?” Tanyaku pada NPC


[Huh? Berapa seluruh anggota partymu?]


“Tiga!”


[Kau pasti cari mati ya?]


“Huh? Setiap NPC bilang padaku seperti itu! Tapi


berakhir dengan tamparan wajah!”


[Huh? Baiklah jika kau memang bosan hidup!]


Kemudian, dia pun memberikan kami quest rank A.


[Tempatnya agak jauh dari sini dan berbahaya dari


perjalanan hingga tujuan! Aku pastinya akan sangat senang jika kau bisa


menyelesaikan quest ini! Bagaimanapun, jika kau berhasil, aku juga memiliki


keuntungan!] Jelas NPC


“Baiklah! Aku akan berusaha sebisa mungkin!”


[ Quest – Selamatkan Candi


Tingkat kesulitan – A


Batas waktu - 2 hari


Hadiah – 500 koin


Bonus - ??? tergantung pencapaian, jika beruntung


Pinalty – 500 koin, tidak diijinkan log in selama 2


hari.


“Huh? Kenapa akhir-akhir ini setiap pinalty begitu


kejam?” Tanyaku ketika membaca quest yang aku dapatkan.


[Kenapa? Apa kau menyesal? Sudah terlambat!] Jawab


NPC dengan sinis


“Kita lihat saja! Beruntungnya kau karena aku tidak


membuat taruhan denganmu!”


[Apa maksudmu? Kau mungkin hanya terlalu percaya


diri! Meskipun aku tahu level-mu cukup lumayan!-]


[Tapi, quest itu seharusnya dengan 5 sampai 10 orang


dengan level sepertimu!] Jelas NPC


“Ya sudah, kita pergi dulu!”


….


Selanjutnya, kita berdua memulai perjalanan ke tempat


tujuan di mana quest berada.


Di lihat dari peta, memang jaraknya cukup jauh.


Kira-kira memakan waktu satu jam jika tanpa kendaraan.


“Gila! Hanya perjalanan saja sudah makan banyak


waktu!” Kataku


“Iya, tidak apa-apa nikmati saja!” Sambut Karina


sambil menepuk bahuku


Aku sudah mulai terbiasa dengan adanya Karina, rasa


sedikit demi sedikit.


“Em.. Ngomong-ngomong berapa harga kendaraan ya?”


Tanyaku


“Eh? Maksudmu di game ini?”


“Iya! Bagaimanapun, itu akan mempercepat proses


kita!”


“Aku tidak tahu sih! Tetapi, aku punya ide yang lebih


bagus!”


“Huh? Sungguh? Apa itu?”


Kemudian, Karina memandangku dengan senyuman sebelum


menjelaskan apa yang dia pikirkan tentang Idenya.


“Kau cari saja monster yang nantinya bisa kau


kendarai setelah kau menjadikannya Undead!” Jelas Karina


Namun, kuakui idenya sungguh bagus


“Ah.. Benar juga! Kenapa aku tidak memikirkannya?”


“Iya karena kau bodoh! Hahaha!”


“Huh? Sial!”


….


Tidak lama kemudian kita berada di depan hutan yang rindang, sebelum kita


sampai pada pegunungan di mana quest yang kita ambil berada di sana. Terlihat


papan peringatan ‘Zona berbahaya’ di muka hutan.


“Kalau begitu, biarkan aku mengirim salah satu


Undeadku yang bisa terbang untuk memantau situasi di depan!” Kataku


Aku memanggil Undeadku yang dulu pernah membuatku


kwalahan, yang mana itu adalah seorang mage. Selanjutnya, dia melesat setelah


aku memberinya perintah.


“Kau mulai cerdas memanfaatkan prajuritmu! Aku jadi


iri dengan Skill-mu!” Kata Karina


“Yah, mungkin karena aku mulai mencoba membaca buku


seperti yang kalian bilang!” Jawabku


“Sungguh?” Tanya Karina


“Iya! Aku merasa imajinasiku mulai berkembang saat


membaca!”


“Itu sudah pasti! Padahal, kamu baru kemarin kan


mulai membaca?” Tanya Karina


“Iya!”


“Apa yang kau baca?”


“Sebuah Novel bertema Game dan system!”


….


Setelah beberapa saat, Undeadku yang telah aku kirim


telah mati dan membuatku sedikit terkesan.


‘Huh? Dia mati? Padahal dia cukup bagus sebagai


pemantau dan mata-mata, terlepas dari level-nya yang ikut meningkat ketika aku


juga meningkat!’


“Karina!”


“Ng? Ada apa?”


“Sepertinya kita harus mulai waspada!”


“Ada yang terjadi dengan Undead-mu yang kamu


kirimkah?”


“Iya!”


Selanjutnya, kita berdua menambah kecepatan. Hingga,


pada saat kita sudah masuk lebih dalam di hutan, kita di sambut bermacam-macam


monster termasuk tipe mage.


“Fwooosh!”


“Awas!” Teriakku sambil menolong Karina yang


terlambat menyadari serangan tiba-tiba


“BAAM!”


Untungnya, aku menyadari serangan dari musuh yang


datang secara tiba-tiba. Meskipun, penyebab serangan ini menyembunyikan


dirinya. Sedangkan ada beberapa monster lain yang mulai menunjukan diri mereka


di hadapan kita saat ini.


“Lizardman?! ” Kata Karina


“Tidak hanya itu kurasa!-”


“Kau siap?” Kataku


“Tentu!”


“Karina! Hati-hati dengan yang bersembunyi! Dia


mungkin yang paling merepotkan!”


“Okay!”


Kemudian, untuk menghindari resiko yang tidak di


inginkan sambil melindungi Karina.


“Showtime!”


Ketika para Undead-ku muncul, terlihat ekspresi


Karina mulai lebih tenang, sebelum berkata hal yang tidak aku duga.


“Huh? Kenapa kau memanggil mereka? Harusnya kau


simpan saja MP-mu untuk nanti!”


“Eh? Tenang saja, MP-ku cukup banyak!”


“Lihat! Kau bahkan memanggil Jalang?!- ”


“Hem.. Ya sudah sepertinya kita hanya perlu nonton mereka


saja!”


Ketika itu, monster-monster yang menghadang kita


sempat terkejut dan takut, Namun, mereka juga memanggil pasukan tambahan


sebagai gantinya. Dan jumlahnya dua kali lipat dari sebelumnya.


“Sepertinya kita tidak bisa hanya nonton, Karina!”


“Huh?”


“Lihat! Mereka juga terus berdatangan!”


Setelah beberapa saat, pihak musuh mulai terlihat


percaya diri lagi untuk melawan. Hingga, tawuran pun segera di mulai.


“Battle Royal ketika baru memulai misi dari Maja


Pahit?!” Kataku sebelum berteriak-


“Maju..!”


Sungguh seperti perang di film-film kolosal, bahkan


tanah sedikit bergetar saat kedua belah pihak saling mendekat.


Di pihakku, Dukun lebih terlihat sebagai Defender,


sedangkan Cakil dan Jalang berada di garis depan sebagai Attacker. Kali ini


mereka sungguh tidak menahan diri.


Mereka berdua langsung menggunakan bola sihir mereka


untuk menyerang kawanan musuh.


Tidak lama kemudian, hasil dari pertarungan sudah


terlihat. Yang mana pihak musuh hanya tersisah segelintir. Bahkan yang aku


anggap akan menyusahkan karena melakukan serangan dengan bersembunyi telah


tertangkap.


Namun, ketika kita akan memusnahkan sisa monster.


Serangan seperti Meteor dari langit telah muncul dan menghantam sisa-sisa


monster dan juga Undeadku.


“Huh?-“


“Mundur! Awas!”


“Fwooossh..DUUAAARRR!”


‘Sungguh serangan penghancur yang gila!’ Pikirku,


setelah melihat dampak serangan tiba-tiba yang muncul dari langit.


Aku pun mencari di mana sumber serangan ini. Dan


tidak lama kemudian aku melihat sosok yang terbang di langit sedang memandangi


kita.


“Aku ragu jika dia seorang Player!”Kataku


“Tapi, memang sepertinya bukan seorang player!-”


Jawab Karina


“Dia lebih terlihat seperti Karakter dalam sekenario


game! Gatot Kaca!”