
...Namun, setelah dipikir-pikir. Dory merasa percumah jika menyembunyikan hal tentang Special ID pada Gompel. Karena suatu saat pasti akan terungkap....
...“Baiklah.. Kurasa aku harus jujur saja padamu. Tapi, tetap saja aku ingin kau merahasiakan ini!”...
...“Kau bisa percaya padaku, Kapten.”...
...“….”...
...“Sebenarnya, aku pemilik Job Ganda.”...
...“Apa? Jadi, ternyata kemampuanmu itu disebabkan oleh Job Ganda!”...
...“Em. Bukan hanya aku.- “...
...“Total pemilik Job Ganda ada 5 orang. Dua di antaranya adalah aku dan Jack. Sedangkan 3 lainnya aku belum mengetahuinya!”...
...“Hah… Aku sedikit kecewa sebenarnya. Tapi, karena kau sudah jujur padaku, jadi tidak masalah sih kurasa.- “...
...“Meskipun dengan Job Ganda, ada satu orang yang tetap tidak berguna, kan!” ...
...Gompel berkata sambil melirik Jack. Lagi-lagi dia mempermalukan Jack. Hingga Jack tidak tahan lagi karena merasa terprovokasi oleh Gompel....
...“Sial.. Kenapa perkataanmu selalu menyudutkanku? Kau ingin berkelahi?!” Teriak Jack, ...
...Dia sudah tidak tahan disudutkan oleh Gompel dari tadi. Terlebih lagi dia adalah wakil kapten guild, jadi dia merasa lebih dipermalukan dengan Gompel yang selalu melemparkan perkataan merendahkan padanya....
...“Ho.. Kau bahkan tidak bisa bertarung dengan benar sebagai pemilik Job Ganda. Lebih baik kau berikan akunmu untukku!” Jawab Gompel dengan nada pelan....
...“Assiaal..!” Geram Jack, sambil mencengkram kerah baju Gompel dan hendak memukul wajahnya....
...“Berhenti!” Potong Dory, sebelum lanjut berkata...
...“Gompel, Jangan keterlaluan mempermalukan Jack!”...
...“Cih..!” Jack hanya bisa menahan amarahnya pada Gompel dan berbalik memalingkan pandangannya dari Gompel....
...Namun, Gompel kembali menyalahkan Jack. Meskipun Dory sudah memperingatkannya sebelumnya....
...“Maaf, aku hanya tidak tahan saja melihat gayanya yang sok Pro. Tapi ternyata kentut! Aku sebagian dari Guild ikut malu!”...
...“Gregett..” Sekali lagi, amarah Jack meluap. Bahkan lebih, hingg tidak mau tahu ‘Pokoknya aku harus menghajar bocah ini.’ Pikir Jack, sebelum langsung berbalik dan memukul wajah Gompel....
...“Buak!”...
...“Grap!” Dory langsung bertindak cepat sebelum pukulan Jack selanjutnya membanjiri Gompel, dengan menangkap lengan Jack yang hendak memukul lagi....
...“Hentikan! Cukup!” Teriak Dory...
...Sementara, semua para tamu Café yang lain memperhatikan mereka bertiga saat ini. Hingga kemudian Security mendatangi mereka untuk melakukan tindakan....
...“Keluar dari sini jika ingin berkelahi! Atau sebaliknya akan aku hajar kalian!” Gertak Security...
...Postur tubuhnya cukup besar sebagai seorang Security, ditambah perlengkapan keamanan yang melengkapi seragamnya membuat mereka bertiga langsung patuh....
...“Jika masih ingin di sini, jagalah tingkah kalian!” Kata Security, sebelum pergi begitu saja setelah memberi peringatan keras....
...Sedangkan para tamu yang lain masih tetap memandangi mereka bertiga sambil menggumamkan berbagai macam argument mereka dengan masing-masing temannya....
...“Kalian sungguh membuatku malu!- ”...
...“Ayo cabut! Kita pindah tempat!” Kata Dory, dengan nada lirih sebelum keluar dari Café setelah membayar semua tagihan termasuk untuk ke dua temannya....
...Setelah mereka bertiga keluar dari Café dan berada di parkiran, Jack terlihat masih menyimpan kebencian dengan Gompel dan terus menatapnya dengan tatapan yang tidak menyenangkan....
...“Apa? Sampah!” Kata Gompel, sambil tersenyum sinis....
...“Kalian Bajingan! Cukup!- “...
...“Haaah.. Kita pulang saja! Sebelum keadaan semakin merepotkan!” Potong Dory...
...Dia sungguh kesal dengan mereka berdua. Hingga membuatnya makin stress tanpa memiliki hasil yang baik dengan pertemuan ini....
...Namun, perkataan yang terlontar dari Gompel selanjutnya membuat Dory makin kecewa....
...“Dory!”...
...“Ng?”...
...“Senang bertemu denganmu. Tapi maaf, sepertinya kita akan menjadi musuh saat bertemu kembali di Rajawali Online!”...
...“Apa? Apa maksudmu, Hah?” Tanya Dory dengan nada sedikit keras...
...“Di game-game sebelumnya, kalian seperti seorang Pro. Tapi, sekarang terlihat seperti sampah di mataku!” Jawab Gompel, memicu amarah Jack yang masih meluap hingga ingin meledak kembali...
...“Oh.. Jadi begitu- “...
...“Kalau begitu, aku tidak perlu segan-segan menghajarmu di sini sekarang juga!” Kata Jack, sebelum mendekat pada Gompel untuk memukul. Sedangkan Dory membiarkannya kali ini....
...“Buak!”...
...Namun, kaki Gompel lebih dulu mendarat di perut Jack yang buru-buru mendekat. Tanpa memikirkan Gompel akan berani melawan. Dan hasilnya, Jack tidak kuasa menahan sakit di perutnya hingga sesak terasa di dada. Sebelum akhirnya jatuh berlutut sambil memegang perutnya....
...“Ahahaha.. Bahkan di dunia nyata. Kalian juga seorang sampah!” Kata Gompel, sebelum berjalan kembali ke mobilnya untuk pergi....
...Dory hanya diam dan geram dengan kelakuan Gompel. Tanpa membuat tindakan saat itu, sebagai gantinya hanya memandang Gompel yang kembali ke mobilnya dan pergi....
...Jack yang masih kesakitan, berdiri sambil memegang perutnya sebelum menghadap Dory dan berkata....
...“Ayo kita pu..”...
...“Buk!”...
...Pukulan ke perut menyambutnya saat itu. Sedangkan dia masih merasakan sakit yang belum hilang karena Gompel....
...“Ugh.. Ba-bang-sat! Apa-apaan kau?” Kata Jack yang terputus-putus karena sambil menahan sakit di perutnya dan kembali jatuh berlutut...
...“Kau membuat kandidat kita yang paling handal menghilang- “...
...“Kurasa itu saja tidak cukup untuk menebus kebodohanmu!” Kata Dory sambil berbalik menghadap di mana mobilnya diparkirkan. Mengabaikan Jack yang berlutut kesakitan....
...“Jika sebelumnya kau tidak membuat keputusan untuk menantang Jae, semua ini tidak akan terjadi!” Lanjut Dory...
...Kemudian, Jack di tinggalkan sendirian berlutut di tempat parkir mobil. Dia merasakan perasaan yang begitu memalukan saat itu. Seakan-akan mobil-mobil di tempat parkir itu ikut mempermalukannya....
...‘Sampah, lemah, pengecut, bodoh, tidak berguna, otak otot, memalukan, menyedihkan..’...
...“Haaarrrrgh… JAAAEEE!!” Teriak Jack begitu keras....
...Orang-orang yang mendengar dan melihatnya menganggapnya saat itu. Bahkan ada yang memotretnya dengan ponsel dan membagikannya ke media social....
...*...
...Sementara Jae dan party-nya sedang leveling di pegunungan setelah melewati gurun pasir sebelumnya....
...Jae yang telah naik level dan panen sebelumnya hanya merasa bersenang-senang kali ini. Membiarkan para prajurit Undead-nya membantu Orochi dan Karina naik level sambil memperbanyak pengalaman sebelum Closed beta....
...“Karina, aku lindungi kau! Majulah!” Teriak Orochi, Sambil memberikan efek Buff pada Karina...
...Saat ini mereka menghadapi sedang menghadapi Troll. Mereka cukup kuat untuk Karina dan Orochi, sedangkan jumlah mereka ada lima. Untungnya, tiga di antara mereka berhadapan dengan Dukun, Jalang dan Cakil....
...Dan mereka bertiga bertugas untuk melemahkan lawan saja. Tidak diperbolehkan membunuh agar Karina dan Orochi mendapat poin kill-nya....
...Untuk 2 yang lainnya, sengaja tidak dilemahkan agar meningkatkan pengalaman bertarung mereka. Bagaimanapun, jika selalu mudah tidak akan membuat perkembangan pada skill dan kemampuan mereka....
...[Tuan, apakah pijitannya membuatmu nyaman?] Kata Jalang yang saat ini sedang disuruh untuk memijat pundak Jae, setelah berhasil melumpuhkan satu Troll....
...Saat ini Jae sedang menonton Karina dan Orochi yang berjuang menghadapi Troll yang levelnya dipastikan lebih tinggi dari Karina dan Orochi. Jae menikmati tontonan ini layaknya acara pertunjukan....
...“Sip.. Kau pandai memijat juga ya- “...
...“Ah.. Aku jadi punya ide untuk mencari Elf cantik yang mati. Hehe..”...
...[Ternyata kau mesum juga, Tuan.]...
...“Huh? Begitukah? Hehe..”...
...[Apakah aku tidak cukup cantik, Tuan?]...
...“Huh? Kau bahkan yang paling jelek di antara monster. Untung saja setelah menjadi Undead, rambut ularmu berubah seperti normalnya mahluk hidup.”...
...[Ah.. Aku bisa merubah wujudku jika Tuan merasa tidak nyaman.]...
...Kemudian, Jalang merubah wujudnya menjadi seorang wanita yang seksi dan cantik. Meskipun, auranya tetap terlihat hitam dan sedikit merah....
...[Bagaimana, Tuan?] Kata Jalang sambil berpose menggoda untuk menghibur Jae...
...“Huh..?”...
...Jae yang melihatnya hanya membuka mulutnya lebar, diiringi darah yang tanpa disadari keluar dari hidungnya....
...“Oh tidak.. Aku bisa jadi gila.” Kata Jae saat melihat wujud Jalang. Meskipun begitu, dia kembali teringat wujud asli Jalang....
...“Hiiik.. Tidak-tidak. Cukup saja! Kau bisa kembali ke ruang Undead!”...
...‘Ketiak teringat wujud Jalang sebelum menjadi Undead itu adalah monster yang paling menjijikan.’...
...Sementara Karina dan Orochi sudah berhasil mengalahkan satu Troll dan masih tersisa satu lagi. Mereka harus mengalahkannya sebelum membunuh 3 yang telah dilemahkan sebagai hadiah. Itu semua perintah Jae, dan mereka setuju....
...Mungkin Jae orang yang bodoh karena wawasannya yang sangat sedikit jika dibandingkan dengan Karina dan Orochi. Tapi, ada hal lain yang disebut sebagai kecerdasan selain Inteligent Quest, yang mana adalah Emotion Quest....
...Di mana orang yang lebih unggul dalam EQ lebih cocok sebagai pemimpin. Sedangkan untuk Spiritual Quest terdapat pada orang-orang tertentu. Meskipun semua itu bisa dipelajari oleh semua manusia....
... ...
... ...
... ...