
Beberapa saat kemudian setelah kepergian Raja Iblis
misterius. Jae kembali sadar dari pingsan dan teringat kejadian saat ledakan
tiba-tiba itu terjadi sebelum menyadari bahwa dirinya berada di tempat yang
asing.
Ah.. Apa aku log out?
Ketika ledakan itu datang tiba-tiba, seperti ada
seseorang menolongku.
“Huh? Di mana aku?”
Jae mengamati tempat di mana dia berada saat ini,
menoleh ke segala arah sebelum menyadari dirinya berada di atas ranjang yang
lebar ditemani dua wanita yang sedang tertidur di sampingnya.
“Eh..”
“Waaa.. Apa yang kulakukan?”
“Buset.. Apa aku masih xxxx?”
“Oh tidak.. Mahda, tidak, ini hanya untuk Mahda!”
Jae bingung dengan apa yang telah terjadi ketika dia
pingsan. Dan bertanya-tanya siapa dua wanita yang tidur di sampingnya ini.
Kemudian, seseorang yang tidak dia kenali wajahnya
datang padanya setelah membuka pintu kamar di mana Jae berada.
Klak
“Kau sudah sadar, Petualang?- “
“Namamu Jae, kan?” Tanya Arjuna dengan nada dan
ekspresi ramah
“Huh? Si.. Siapa kau?” Tanya Jae balik
Mungkinkah dia yang sempat menolongku sebelumnya?
“Ah.. Maaf, kau pasti tidak mengenali wajahku ya?
Padahal kita pernah bertemu sebelumnya!” Kata Arjuna
Bertemu?
Jae terdiam untuk sesaat ketika mencoba menginat
sosok ini dan suaranya.
Ramah, pakaian kerajaan yang hampir mirip seperti
kraton, wayang. Topeng.. Topeng..
“Kau.. Kau saudaranya..”
Brak!
Seseorang lain tiba-tiba masuk memotong perkataan Jae
dan heboh ketika melihat Jae yang telah lama dia cari-cari sejak peristiwa yang
tak terlupakan oleh orang ini terjadi.
“Hohoho akhirnya kita bertemu lagi, Pencuri!” Sambut
Gatotkaca yang masuk tiba-tiba dengan bersemangat
Dia masih saja bertingkah seperti bocah hyper aktif.
Sangat aneh melihat tingkahnya dengan penampilannya yang berkumis dan
berjenggot tipis seperti itu.
“Ah.. Kau, si mesum Gatotkaca itu, kan?” Tanya Jae
dengan wajah lugu
“Huh? Ahahaha.. Kau gila ya? Masa orang setampan ini
dibilang mesum.” Jawab Gatotkaca
Kemudian, Jae mulai memiliki pemikiran tentang kedua
wanita di sampingnya ini.
“Jadi, pasti kau yang menyediakan wanita ini untukku,
kan?” Tanya Jae dengan ekspresi cemberut
Gatotkaca tertegun ketika menyadari Jae bersama dua
wanita yang bertugas sebagai healer di kerajaan Kahyangan itu sebelum berkata
yang tidak-tidak.
“Huh.. Kenapa? Jangan-jangan, kau tidak suka wanita
ya?- “
“Ketika bersama Dewiku saat itu juga, sepertinya kau
tidak tertarik dengannya? Terlihat hanya seperti saling berhubungan sebatas
teman saja.”
“Apa yang kau pikirkan??- “
“Tentu saja aku suka wanita, bodoh, mesum,
menjengkelkan!!” Teriak Jae, kesal dengan Gatotkaca
Kegaduhan mereka membangunkan kedua wanita yang
sedang tidur si sebelah Jae yang hanya memakai bikini.
“Hoam.. Kenap berisik sekali?” Suara lembut terdengar
di tengah keributan Jae dan Gatotkaca. Mengakibatkan air mancur merah dari
lubang hidung keluar dari hidung Gatotkaca dan Jae saat melirik kepada dua
wanita healer seksi itu.
Psssk!
Oh surga oh surga.’ Pikir Gatotkaca
Belatiku belati kecilku.’ Pikir Jae
Tanpa mereka berdua sadari, wajah mereka sepontan
terlihat mesum. Lupa dengan apa yang mereka ributkan sesaat sebelum dua wanita
itu bangun.
“Kyaaa!! Dasar mesum!” Teriak dua wanita healer itu
melihat dua lelaki mengeluarkan darah dari hidungnya.
Dari luar ruangan, kehebohan Gatotkaca yang seperti
pecinta banyak wanita terdengar.
“Oh bu-bukan.. Aku bukan mesum! Hidungku cidera
parah. Tolong rawat aku!-”
“Sungguh! Aku sungguh tidak bisa menahan darah dari
hidungku!-“
“Aku pastikan, setelah darah dari hidungku mampet,
kalian akan terpesona dengan ketampananku!-“
“….”
….
Tidak lama
kemudian, Arjuna mengajak Jae berkeliling di Istana Kahyangan sambil
menjelaskan beberapa hal menyangkut dirinya yang pingsan. Dan meninggalkan
Gatotkaca yang berpura-pura pingsan kehabisan darah yang mancur dari hidungnya.
“Hah.. Untungnya mereka tidak melakukan hal-hal yang
diinginkan.” Kata Jae, merujuk pada healer yang sebelumnya merawatnya
“Haha.. Kau bercanda ya? Mereka itu sudah sangat
berpengalaman dalam hal seperti itu!- ” Jawab Arjuna
“Ngomong-ngomong, kau cukup terus terang juga ya
dengan hal seperti itu?” Lanjut Arjuna
“Huh? Yah, bagaimanapun aku seorang lelaki. Siapa
yang tahan jika berhadapan dengan dua wanita seksi seperti itu lama-lama?”
Jawab Jae
“Haha.. Sungguh tidak kusangka. Orang yang kupandang
sebagai pendiam sepertimu ternyata mesum juga.”Kata Arjuna
“Yah.. Paling tidak. Tidak se-lebay adikmu.” Jawab
Jae
Tidak lama kemudian, mereka berdua sampai di suatu
tempat di mana para lima Pendawa biasa berlatih. Tempat itu sangat luas dan
diselimuti oleh kabut tipis.
“Wow.. Tempat ini seperti tempat yang sering
diceritakan di dongeng.” Kata Jae
“Em.. Memang cukup indah sih. Tapi, kurasa lebay jika
dibilang mirip di dongeng.”Jawab Arjuna
Ugh.. Itu karena kau sejak lahir sudah melihatnya.’
Ketika itu, Jae lupa bahwa dirinya sudah lebih sehari
di Rajawali Online. Dia tidak sadar jika sudah lebih dari 8 jam berada di
capsule. Namun, system memberinya peringatan yang sebenarnya sudah ke tiga
kalinya.
Eh? Lebih 8 jam?
Di samping itu, Jae masih penasaran dengan tempat
yang baru kali ini dia kunjungi. Dan entah kapan lagi dia akan bisa mendapatkan
kesempatan seperti ini. Dia berharap bisa menjadi lebih kuat jika berlatih di
sini.
Namun juga merasa egois jika terus berlamaan di game
mengabaikan orang yang berada di rumah. Dan juga, 2 hari lagi berarti
kemungkinan akan dilakukan maintenance.
Plak!!
Jae menampar wajahnya sendiri agar tidak terlalu
memikirkannya sangat serius. Dia berada dalam dilemanya sendiri.
“Aaahk.. Aku bingung harus memilih yang mana!!”
Teriak Jae tiba-tiba. Hingga membuat Arjuna bertanya
“Ada apa? Kenapa kau teriak begitu?”
“Maaf, aku hanya bingung.”
“Apa yang membuatmu bingung?”
“Em.. Antara aku harus pergi atau berada di sini
sementara.”
Arjuna heran dengan apa yang dipikirkan oleh Jae
dengan mengatakan itu, karena dia berpikir.
Mengapa dia hanya dibingungkan hanya karena hal
seperti itu? Dia bahkan bisa leluasa berkunjung ke sini jika dia mau.
“Aneh!” Kata Arjuna
“Huh? Apa maksudmu?”
“Kau seperti sangat pusing hanya karena hal seperti
itu.”
“Huh?”
Apa dia tidak tahu jika aku orang dari dunia lain?
Alias dunia nyata.
Namun, perkataan Arjuna selanjutnya membuatnya lega.
Dan seharusnya itu sudah wajar jika melihat kontribusinya hingga reputasi
story/dongeng milik Jae cukup tinggi untuk mendapat kepercayaan dan perlakuan
baik di wilayah Jawa.
Namun, Jae tidak pernah memikirkan Dongengnya. Bahkan
dia lupa belum memeriksa hasil yang dia dapatkan saat mengalahkan bocah Iblis
itu.
“Kau kan bisa mengunjungi Kahyangan kapanpun kau mau?
Mengapa harus bingung?”
“Eh? Benarkah?”
“Tentu saja! Kau sudah sangat membantu kita juga,
kan?”
“Uwaa.. Mantap!- “
“Kalau begitu, aku ingin pamit dulu, oke!”
Jae sangat lega jika dia bisa datang ke Kahyangan
sesuka hati. Namun, ketika dia log out, dia lupa menanyakan bagaimana caranya
untuk pergi ke Kahyangan atau menghubungi Arjuna.
Hingga ketika dia keluar dari capsule dia terlihat
murung di wajahnya.
“Bodoh bodoh bodoh bodoh… Arrgh kenapa aku bisa
melupakan hal sepenting itu.. Sial!!”
Sementara Mahda yang sedang berjalan di depan pintu
kamarnya mendengarnya.
Oh.. Dia sudah bangun? Sedang apa dia? Kenapa
berbicara sendiri?
Tok tok tok!
“Jae? Kau sudah selesai?” Tanya Mahda di depan pintu
kamar Jae
Huh? Oh iya, Mahda sekarang tinggal di rumahku.
“Ah.. kenapa aku sepikun ini sih..-”
“I-iya aku sudah selesai. Aku akan segera keluar!”
Bodohnya aku, ada keindahan seberharga ini di rumah.
Bagaimana bisa aku melupakan mereka.
Aku terlena sungguh telah terlena oleh sensasi
menakjubkan Rajawali Online hingga melupakan apa yang paling berharga di
hidupku.
Seharusnya, di awal log in Rajawali Online ditulis
[Perhatian: Masuk ke dunia ini akan membuatmu bosan menikmati hidup indah di
dunia nyata!]
Lain kali Lewin menghubungiku, aku akan mengatakan
itu kepada si pohon uang tua itu.
Bagi Jae, Lewin adalah pohon uang yang hidup untuk
dirinya sejak pertamakali dia bertemu.
Kemudian, ketika Jae keluar dari kamarnya dan melihat
Mahda menunggunya di depan pintu pintu kamarnya dengan pakaian dan penampilan
yang sangat berbeda dari sebelumnya.
“Kamu.. Menungguku sejak mengetuk pintu tadi?” Tanya
Jae, dia tersentuh sakaligus terpesona
“Em. Ya..”
Mahda Yang dulunya berpenampilan selalu seperti
Rocker, meskipun keren. Sekarang berpenampilan anggun dan menawan. Bahkan lebih
bersih karena debu-debu jalanan tidak menodai kecantikannya lagi setelah
berhenti hidup di jalanan mencari mangsa. Padahal baru berapa hari saja sejak
saat itu.
Melihat sosok pujaan hatinya sekarang, seketika air
matanya berkaca-kaca sebelum tubuhnya dengan sendirinya memeluknya. Jae meresa
bersalah karena sempat berpikir egois sebelumnya dengan ingin berada di
Rajawali Online sedikit lebih lama.
“Maaf.. Aku hampir melupakanmu ketika masuk di dalam
capsule terkutuk itu!” Kata Jae
“Huh? Jae..” Kata Mahda yang tidak mengerti apa yang
Jae pikirkan.
Memangnya kenapa dengan capsule? Aku sungguh tidak
mengerti!
Mahda hanya sedikit mendengar tentang Rajawali
Online. Dan dia juga belum mendapat penjelasan lebih dari Jae mengenai capsule.
Namun, dia berkata.
“Hem.. Sebentar. Biarkan aku tetap memelukmu,
tolong!” Kata Jae, yang berpikir jika Mahda tidak mengijinkannya memeluknya dan
ingin dia melaskannya.
Sedangkan Mahda berpikir ‘Dia tadi sempat bicara
sendiri. Dan sekarang tiba-tiba saja memelukku seperti ini? Apa dia..’
“Kau baik-baik saja? Apa kau masih.. waras?”
“Huh?? Apa maksudmu?”
“Kau aneh sih..”
“Aneh bagaimana?”
“Ya aneh saja.”
“Hah.. Kenapa orang yang hari ini kutemui mengatakan
jika aku aneh? Apa ada yang salah denganku?”
“Eh, aku malah bertanya-tanya.. Siapa yang kau temui?
Setauku kau tidur atau berada di dalam kamar seharian!”
“Hem.. Sudahlah. Ayo! Mending keluar jalan-jalan.”
….
….