Rajawali Online

Rajawali Online
Face-Slaping



( # di bab ini gubuk/tenda/rumah


kayu aku artikan sama ya )


Setelah aku mulai


lebih tenang, pikiranku mulai berkembang. Dan aku menemukan sebuah setrategi


yang lebih efisien, di mana letak pemimpin pastinya ada di tengah, sedangkan


gubuk atau rumah kayu menghadap dan mengelilinginya.


 Seperti jika pandangan orang yang melingkar


tertuju pada satu titik di mana letak gubuk yang sebagai tempat pemimpin


berada. Seluruh gubuk yang melingkari dan menghadap gubuk tengah, dan yang


mengelilinginya berjumlah enam.


Jadi, aku harus


mengurus gubuk yang ada di belakang gubuk pusat. Selanjutnya aku mulai berlari


dan bersembunyi memutarinya melalui sisi luar area desa dengan skill yang aku


punya.


Hingga berhenti tepat


berada pada bagian belakang gubuk yang menghadap searah pada pusatnya, aku


dengan diam-diam mendakat dengan skill bersembunyi dan mengintip berapa jumlah


Goblin di tenda ini.


‘ Empat ? ‘


Dua menghadap pusat,


dua yang lain sedang bermain catur.


“ Skak ! Hahahaha !


Rajamu tidak akan bisa lari lagi kali ini ! “


“ Arrgh !


Ulang-ulang ! “


“ Sudahlah berapa


kalipun kau minta ulang tetap saja kalah ! “


“ Sombong sekali !


Belum dicoba mana tahu ! “


“ …. “


“ …. “


Mereka saling


berdebat saat salah satu kalah dalam permainan caturnya.


‘ Ini kesempatanku


setelah mereka akhirnya mulai permainannya lagi, karena mereka akan fokus pada


papan catur ! Sedangkan, kulihat dua yang di luar gubuk tidak perduli dengan


mereka yang di dalam ! ‘ Pikirku


Sesaat kemudian


ketika mereka fokus bermain dan menatap papan catur, aku mendekat pelan-pelan


dengan sifat bawaanku sebagai pencuri ditambah dengan skill langkah ninja dan


sembunyi.


“ Jleb Jleb ! “


[ Double kill ]


[ 30 exp ]


Aku menusuk leher


depan mereka dengan gerakan dari bawah ke atas, saat mereka sedang fokus, dan


langsung menangkap tubuh mereka yang hampir jatuh kebelakang akibat serangan


tiba-tibaku.


Kemudian, aku


menaruh mereka pelan-pelan agar tidak membuat dua yang di depan pintu curiga.


Sekarang dua di depan pintu adalah sasaran empuk.


“ Jleb Jleb “


[ Double Kill ]


[ Head Shot ]


Aku membunuh mereka


tanpa keributan sedikitpun, dan lanjut berlari ke gubuk pusat dengan skillku.


Di belakang tenda


pusat adalah titik di mana pandangan yang lain tertuju


“ Aku tidak bisa


berlama-lama di sini ! Sebelum yang lain melihatku, aku harus cepat ! “


Aku memeriksa berapa


orang di tenda pusat, untungnya mereka hanya empat orang dan lebih baiknya,


Pemimpin mereka yang menggunakan mahkota sedang menikmati pijitan wanita Goblin


sambil tengkurap, sedangkan dua penjaga di depan pintu menghadap api yang


memanggang babi.


Bagiku mudah


membunuh pemimpin ini. Namun, karena aku tidak ingin membunuh wanita, walaupun


ini adalah sebuah game. Aku hanya membungkamnya sambil mengancamnya dengan


belati yang masih menyisahkan darah Goblin sebelumnya.


Untungnya wanita itu


menurut, sedangkan pemimpinnya tidak menyadariku. Namun, tetap saja aku harus


bergerak cepat. Aku langsung membunuh pemimpin yang masih tengkurap dengan


menusuk kepala belakangnya.


Hingga wanita yang


masih aku bungkam ketakutan dan matanya membelalak sebelum akhirnya pingsan.


Tepat seperti apa yang aku pikirkan, wanita ini akan pingsan setelah melihat


pembunuhan tragis di depan matanya.


Dan tidak membuang


waktu, aku meletakkan wanita itu dengan pelan tanpa suara sebelum mengambil apa


yang aku butuhkan.


Selanjutnya aku


segera kabur diam-diam dari gubuk pusat ke gubuk sebelumnya, hingga ketika aku


keluar agak jauh dari lingkaran desa Goblin itu.


“ WAAAAHHHH ! Pemimpin


terbunuh ! “ Teriak mereak satu per satu


[ Selamat ! Anda


telah menyelesaikan Quest ! ]


[ Mendapat 500 exp ]


[ Pencapaian baru :


menyelesaikan misi tanpa terdeteksi ]


[ Bonus 500 exp ]


[ Level up Level up


Level up Level up Level up Level up Level up Level up Level up ]


Penyelesaian Solo yang mustahil  ‘ telah


didapat ]


Aku berjalan menjauh


dari desa itu sambil berkata


“ Berisik ! “ Karena


system sungguh berisik saat itu dan masih berlanjut -


[ Sampaikan laporan


kepada Bernard dan terima hadiahnya ]


[ Mendapat Julukan ‘


Goblin Slayer ‘ hanya di dapat akibat pencapaian terbaik pada Quest ’ Goblin


Hunter ‘ ]


[ Semua Goblin di


waliyah ’ Jawa ‘ takut padamu ]


“ Oh, jadi ini


memang Map Jawa ? Pantesan gambarnya mirip, Cuma nama daerahnya yang banyak


berbeda ! “


Mungkin setelah Beta


Testing akan menjadi perjalanan yang sangat panjang. Sebelum itu, aku akan


mengumpulkan banyak pengalaman di sesi beta ini.


ketika Bernard


mendapatkan berita dari system soal terselesainya misiku


[ A-apa ? Benarkah


hal ini terjadi ? ]


Dia terkejut dengan


apa yang aku selesaikan seorang diri. Dan mau tidak mau harus memberinya


hadiah  tiga kali lipat yang membuatnya


saat ini mengangis di lantai, yang tadinya terlihat seperti beruang menjadi


seperti domba gemuk dengan suara tangisnya yang mirip domba.


Hingga hari sudah


malam ketika aku sampai di tempat Bernard untuk melaporkan misi.


“ Bruk ! “


Aku melemparkan


karung yang berisi mahkota dan kepala pemimpin Goblin, sebelum lanjut berkata


“ Bagaimana ? Apakah


ini yang disebut dengan ‘ Face-Slaping ‘ ya ? “


Bernard kali ini


tidak malu untuk mengelak apa yang aku katakana seperti sebelumnya.


Bagaimanapun dia adalah seorang NPC dan sudah seharusnya dia merasa senang jika


ada player yang menyelesaikan misinya.


Apalagi ketika dia


melihat pencapaianku, itu lebih cukup untuk membuatnya menghormatiku mulai


sekarang.


[ Baiklah ! Terima


hadiahmu ! ]


Kemudian, aku


melihat hadiah itu telah masuk di jendela layarku.


[ Laporan selesai !


Hadiah telah diterima ! ]


Aku akan melihat


hasil yang kudapat nanti, kali ini aku ingin Log out terlebih dahulu.


Saat Bernard melihat


jika aku ingin memilih tombol log out di layarku, dia momotong.


[ Tunggu ! Apa besok


kamu akan datang lagi ? ]


“ Apa kau berharap ?



Bernard sempat kesal


ketika aku balik bertanya, tetapi langsung merubah ekspresinya menjadi ramah


dan memujiku, bagaimanapun NPC sangat mengharapkan player dengan pencapaian


terbaik.


“ Kita lihat saja


nanti ! “


Aku mengatakan hal


itu agar dia tidak berhenti bersikap seperti penjilat, meskipun sebenarnya aku


tidak ingin.


“ Aku lelah hari ini


! “ Lanjut aku sebelum Log out


Ketiak aku Log out,


aku bertemu lagi NPC pertama yang aku temui saat login.


 [ Wow ! Kau ingin keluar ]


“ iya ! “


[ Baiklah, Aku


nantikan kedatanganmu lagi ]


Setelah aku keluar


dari game, aku melepas Nerve Gear di kepalaku. Dan beranjak dari tempat tidurku


untuk melihat Ibuku. Untungnya tidak ada hal buruk terjadi, dan dia sedang


tidur terlelap di depan TV yang masih nyala.


Aku memakaikan


selimut pada Ibuku sebelum mematikan TV.


Kemudian aku keluar


di atap untuk menghirup udara segar sambil memakan masakan yang ibuku sudah


siapkan. Aku sedikit merasa bersalah menghabiskan waktuku di dalam game terlalu


banyak, hingga membuat ibuku mungkin kesepian.


Malam ini juga, aku


memutuskan untuk membuat Jadwal waktuku Log in Rajawali Online. Agar aku lebih


bisa juga memperdulikan Ibuku selagi aku mencari uang di dalam game.


Aku menatap ke


langit malam saat itu sambil mengatakan.


“ Aku akan membuat


Ibuku bahagia ! “


( Semoga Readers


menikmati karya saya dan saya sangat berterima kasih ! )