
Dari tiga senjata itu, aku lebih memilih staff. Greatsword pasti memakai banyak stamina dan Bow, aku belum berpengalaman.
[Hadiah sudah diputuskan]
[Boss lantai 30, Marilith telah muncul]
Ssssshh..
Manusia ular raksasa muncul. Berbeda dengan Blorong waktu itu. Kali ini sosok manusianya memiliki enam tangan dan semuanya memegang golok besar.
Saat itu juga, aku merasakan Jalang bergidik ketakutan di ruang undead.
Apa dia rajamu, ya?
Rooaaarr..!
“Oi.. Oi.. Semangat sekali kau ya?”
Dia level 60. Sedangkan aku sudah naik 5 level sekarang. Level 73, kutaruh poin statusku pada stamina dan Int.
Dari awal aku belum memanggil undead agar kemampuan bertarungku meningkat. Dan hasilnya tidak mengecewakan.
Melawan Monster konyol ini, meskipun levelnya lebih rendah dariku, kurasa tetap tidak mudah. Tangannya dengan senjata seperti menutup celah titik fatal.
‘Kalau begitu, hancurkan saja pertahanannya seperti biasanya bertarung.’
Srraaaaksss…
Marilith maju lebih dulu untuk menyerangku.
Cih..
“Deathblow!”
Dwooossh!!
Tombak yang kulemparkan dengan deathblow berhasil dia tepis dengan senjata di empat tangannya. Tapi hasilnya membuat empat senjatanya retak dan langkahnya terhenti.
Clank..- Krek.
Taptaptaptaptap..
Secepat mungkin aku lari mendekatinya hingga jarak 5-10 meter dan menarik tombakku dengan Flying knives sambil melonjat ke udara.
Syuut.. grap
Selagi di udara, aku melanjutkan serangan dengan skill [tarian tombak angin 100 damage/hit, 20 tebasan dengan tebasan ingin menghasilkan serangan jarak menengah 50 damage/hit.]. Kemudian, serangan AOE middle range yang seperti angin membombardirnya sambil aku terus mempersempit jarak sambil menyerang dan membuatnya hanya terfokus membuat pertahanan.
Brank brank brank brank brank brank brank brank brank brank!
Padahal tujuanku adalah..
“Kena kau!!”
Serangan langsung mengakibatkan 100 base damage skill+ 100 base damage senjata.
Clankclankclankclank-Pyarr..
Senjatanya berhasil kuhancurkan. Dan dua tangannya yang tersisa melakukan counter dengan menebasku secara horisontal seperti gunting.
Shadow evation skill
Syuuut.. Menghindar sekaligus berpindah di belakang target dengan skill ini sungguh mempermudah rencanaku.
Lima serangan tersisa, aku gunakan untuk menebas tengkuknya yang pastinya akan mengakibatkan damage critical.
Slaash slash slash slash slash!!
Kiiieee.. Rooaaarr!!
[200 damage- 200 damage- 200 damage- 200 damage- 200 damage]
[Semua damage critical]
[Bonus 200% damage]
[Durability senjata anda 10%]
Apa?
Kalau begitu, seharusnya Marilith mati dengan damage sebanyak itu, bukan? Karena levelnya hanya 60.
[Hp Marilith 10% tersisa]
“Fuck!!”
Fwuuk!!
Dia mengibaskan ekornya sebelum terjatuh setelah terkena seranganku. Aku tertegun sebelum menerima lecutan ekornya yang kuat dan pedas dan bahkan tepat di wajahku.
Uurghh..
[Anda menerima 200 critical damage]
Membuatku terlempar jauh dan menghantam lantai.
‘Gila.. Sekali serang menguras 400 Hp-ku!’
Bahkan ada efek yang mengejutkan.
[Anda menerima racun dari Marilith]
[Venom Body menetralkan sekaligus menyerap racun untuk memperkuat tubuh.]
“Em.. Aku harus berterima kasih atau kesal jika begini? Hehe..”
Bagaimanapun, skill Regen ini pasti menjengkelkan bagi musuhku.
[Skill regen memulihkan 5% Hp ketika Hp berkurang lebih dari 20%]
Bahkan semakin cepat Hp-ku terkuras, semakin cepat tinggi juga tingkat pemulihannya. Meskipun tidak secepat pemulihan bocah Iblis yang bahkan sempat memulihkan tubuhnya secara instan.
Bagiku, ini sudah cukup.
Sedangkan Marilith saat ini sedang berusaha bangkit setelah terjatuh.
Taptaptaptaptap
Suara langkahku mengejutkannya. Dia pasti berpikir jika aku akan mati akibat lecutannya dan juga racunnya.
Matanya terlihat membelalak sangat lebar dan mulutnya terbuka hingga semua taringnya terlihat. Kemudian, aku berkata sambil tersenyum jahat. Mungkin, Marilith melihatku seperti psikopat.
“Kau terkejut ya?- “
“Bonegraves!”
Graapp!!
Aku menekan pergerakannya dengan Bonegraves selagi dia juga masih lemah akibat seranganku sebelumnya. Membuatnya tidak berkutik ketika tangan-tangan tulang mengikatnya.
“Jalang!!”
Bahkan ketika Jalang keluar, dia masih terlihat takut?
“Mengapa kau takut? Bunuh dia!”
{B-baik.. Tuan}
Marilith makin terkejut dengan kemunculan Jalang yang mungkin merupakan Rasnya. Tapi, bagaimanapun, Jalang saat ini hanya bisa mematuhi perintahku. Siapa tahu setelah ini, kondisi mental Jalang menjadi lebih baik.
Sebelum Jalang menguras sisa Hp Marilith yang tersisa, Mereka berdua sempat saling menatap. Entah apa yang mereka pikirkan, namun. Setelah selesai, hal yang mengesankan terjadi.
Sesuatu merasuk seperti aura ke tubuh Jalang. ‘Mungkinkah itu esensi milik Marilith?’
[Jalang akan melakukan Breakthrought]
Mantap
Tidak lama kemudian, Jalak berevolusi. Wujudnya lebih besar dan memiliki 6 tangan. Sekarang dia memegang 2 kapak dan dua golok besar. Dan dua tangan bersilang di depan dadanya, menatapku dengan sedikit kebanggaan.
{Terima kasih, Tuan}
Buuussh..
Tanpa terpikirkan olehku, para jendral undead-ku keluar dengan kehendaknya sendiri sebelum saling bercanda setelah berkata padaku.
{Maaf, Tuan!} Kata Dukun, sedangkan Cakil diseret dengan tangan kirinya seperti bocah.
Apa yang sedang mereka lakukan? Mereka seperti akan mengolok-olok Cakil, deh.
Ternyata benar apa yang kupikirkan. Dukun melemparkan Cakil di depan Jalang untuk dibully. Cakil hanya terlihat pasrah dan menyedihkan, karena dia adalah yang lebih dulu mengikutiku. Tapi, dia yang masih belum breakthrough.
[Anda berhasil mengalahkan Boss ‘Marilith’]
[Anda Level up]
[Silahkan Ambil hadiah anda]
Staff perak yang elegan dengan ukiran naga muncul. Aku pun segera menerimanya dan memeriksa statusnya.
Kebetulan sekali karena satu-satunya senjataku akan rusak dan tidak mungkin bertahan beberapa serangan.
[Silver dragon staff. Rank SS. Damage 200-
Bonus efek stun selama setengah detik ketika serangan kritis.
Bonus Atk up 100%]
“Wih.. Mantap ***!!”
Kemudian, Dukun tiba-tiba menawarkan hal yang bagus untukku ketika aku sedang senang dengan senjata baruku. Bagaimanapun, aku sudah berlatih tombak yang tidak jauh berbeda dengan tongkat.
Bahkan dengan staff, gerakanku lebih bebas dan tidak terpaku pada bilah.
‘Tapi, ini senjata tumpul. Serangan kritis tidak akan mudah didapat.’ Pikirku
{Tuan, Ijinkan saya memulihkan staminamu!} Kata Dukun dengan sangat hormat
“Eh? Benar juga, kau kan Lich.”
Kemudian, aku mempersilahkan Dukun memulihkan staminaku. Meskipun lambat, karena tida semudah memulihkan Hp atau Mp. Tapi, sebagai gantinya, Dukun harus beristirahat karena staminanya diberikan banyak padaku.
Selanjutnya, aku menaiki tangga berikutnya. Di lantai sebelumnya, jumlah monster mencapai kira-kira 150-200. Pastinya sekarang akan bertambah banyak. Dan kemungkinan monster tipe ular yang akan muncul sebagai tambahan baru.
‘Beh.. Yang sebelumnya saja Sudah sangat menguras stamina. Kalau begitu, 2 point statusku setelah naik 1 level aku sumbangkan ke stamina saja.’
[Lantai 31 mulai]
Drururukdrururuk..
Ssssh.. ssssh..
Seperti yang kuduga, Ras ular sebagai sambutan baru. Masing-masing berjumlah 10, jadi, mulai dari 40 monster.
Kali ini harus sambil mengirit-irit stamina dan melakukan serangan yang efisien.
Dungeon sungguh sarana latihan yang paling cocok sekaligus menaikan level dan unlock skill.
Selama ini Jae masih belum tahu bagaimana cara menggunakan julukan Jaeger yang memiliki efek Berserk. Bahkan selama pertempuran melelahkan di Dungeon ini belum juga memiliki petunjuk.
Dan juga, kegunaan Core Merapi apa hanya untuk menahan panas saja? Dan Venom body hanya berguna untuk menetralkan racun?
Jae masih bertanya-tanya tentang apa yang dimilikinya. Sambil bertempur dengan gerakan seperti menari dengan tongkat barunya.
Senjata yang cocok baginya untuk melakukan AOE pada setiap gerakan. Jae tidak berhenti memutar tongkatnya seperti baling-baling pada setiap gerakan.
Gerakannya berguna untuk memotong serangan yang datang dan menyerang.
Semakin lama semakin lincah. Kebiasaannya meniru gerakan-gerakan beladiri di film-film mandarin semakin mirip. Tidak lama lagi jika terus seperti ini, dia akan selincah raja kera saat menggunakan Staff.
Fuk.. Frududukduk.. frukfrukdudududk..
[Lantai 31 selesai]
[Tangga selanjutnya ke lantai 32]
[Tangga selanjutnya ke lantai 33]
[Tangga selanjutnya ke lantai 34]
[Anda Level up]
[Tangga selanjutnya ke lantai 35]
‘Cih.. tidak ada habisnya.’
Mulai dari 35 sudah 100 lebih monster yang muncul. Dan mereka mulai mengeluarkan serangan elemental.
Hwarururuk..
Semburan api, tidak masalah karena aku tahan panas.
Cissss Stab stab stab stab!
Ini mulai merepotkan, Ice dan api mulai membanjiriku. Mereka memerlukan cooldown, tapi jumlah mereka juga banyak. Hingga penyerang selalu bergantian.
Mana.. bisakah meniru gerakan Sun wu kong, jika gerakanku dengan tongkat aku kombinasikan dengan mana?
“Tidak ada waktu. Mending coba saja!”
Fukfurkfukfukfukfukfuk
Dengan memutarkan Silver dragon Staff dengan cepat di depan menggunakan dua tangan dan silaruri Mana. Untuk menepis seluruh elemental range atk musuh.
[Skill baru didapat]
[Void Spin lv.1]
Gerakan tongkatku mengakibatkan pusaran seperti badai dan menghurkan setiap tembakan elemen yang datang.
“Woahahaha… Mantap! Meniru gerakan Sun wu kong adalah pilihan yang tepat.”
Kemudian, aku dengan percaya diri maju ke depan ratusan monster sambil menarikan Staff yang aku saluri Mana.
Tetntu saja damage yang diakibatkan 2x lebih sakit. Kemudian, aku berpikir untuk memperkuat Mana yang aku salurkan pada seranganku selanjutnya dengan Staff.
Dingg!!
“Huh?”
Aku merasakan Staffku sedikit bergetar. Kemudian, aku memegang salah satu ujung staff dengan kedua tanganku sebelum mengibaskannya dengan sekuat mungkin.
“Hiiyaaaa!!!”
[Skill baru didapat]
[Evolusi Staff – bonus 300 damage, Mp cost 100]
Skill itu muncul dan aktif bersamaan ketika aku mengibaskan staff-ku yang berakhir menyapu setengah dari banyaknya monster-monster itu.
Bangbangbangbangbangbangbangbangbang..!!!
“Lagi.. Memanjanglah!!”
Bangbangbangbangbangbangbang..!!
Jae berulang melakukan serangan itu untuk menyapu semua monster lebih cepat. Namun, gerakannya masih lambat karena memegang Staff-nya hanya di ujungnya saja seperti Ibu rumah tangga yang sedang membersihkan langit-langit rumah.
Hosh.. hosh..
Kenapa staminaku begitu boros hanya melakukan serangan itu?
[Anda Level up]
[Lantai 35 selesai]
“Tukarkan poinnya untuk stamina!”
Sial.. setidaknya aku harus melewati lantai 50. Ini masih lama dan semakin berat.
[Tangga selanjutnya ke lantai 36 telah muncul]
Mulai dari lantai 36, Jae berlatih mengkombinasikan semua skill barunya. Terus-terusan dia berlatih mengkombinasikan skill-skill barunya hingga menjadi sangat mengenal mereka seperti mengerakan tubuhnya sebebas mungkin.
[Lantai 37 selesai]
[Lantai 38 selesai]
[Lantai 39 selesai]
[Lantai 40 adalah Boss]
[Pilihlah Hadiah sebelum menghadapinya dan di terima setelah membunuh Boss]
Mantap.
Kali ini yang keluar ada Buku hitam, Degger dan Katana.
Aku penasaran dengan buku itu? Mungkinkah itu skill? Tapi aku juga butuh senjata yang telah ditawarkan ini.
Sial.. Ini pilihan yang membuatku pusing karena ingin memiliki semuanya.
Jika punya Degger atau Katana, aku akan lebih cepat di medan perang. Tapi, aku akan kehilangan buku itu yang kemungkinan adalah skill.
Tertulis di sampul buku hitam itu ‘Conjurer’. Tidak salah lagi kalau itu adalah skill.
Kemudian, aku memilih buku hitam itu. Meskipun sempat teringat jika senjata itu mungkin rank SS dan mengakibatkanku berpikir lagi. Namun, pada akhirnya, aku memantapkan hatiku untuk buku itu.
[Selesai memilih hadiah]
[Lantai 40. Boss Behemoth telah muncul]
Tidak membuang waktu, Jae sudah percayadiri dengan Staff dan kemampuannya saat ini dan langsung memanjangkan Staff-nya dengan sambil menarikan gerakan serangannya untuk memukul.
Fwuuuk.. BANG!!
ROAR!!
“Bacot!!”
Fwuuuk.. BAANG!!
[Headshot bonus damage 10%]
Namun, tubuh Behemoth sungguh keras dan lunak. Tubuhnya yang kekar menggambarkan betapa kerasnya ototnya.
Bahkan serangan di kepalanya membuatnya hanya bergeming meskipun damagenya tambah sedikit.
“Huh? Serangan seperti itu tadi bahkan mampu menyapu monster-monster sebelumnya loh!” Kata Jae sambil menunjuk ke Behemoth dengan jari telunjuknya.
“Roooaar..!!”
Friiissshhhtaktaktaktaktk
Behemoth menyemburkan Ice shock sebagai jawaban Jae. Mengakibatkan lingkungan yang tersentuh semburannya membeku, termasuk Jae.
Sial.. Cerobohnya aku tidak menghindarinya.
[Anda menerima 300 damage dari Ice Shock, efek beku diterima selama 10 deteik]
10 detik? Sepertinya aku akan dimakan jika sampai sepuluh detik.
Bam bam bam bam
Langkah Behemoth yang berkukuran besar mengakibatkan gempa saat mendekatiku. Namun, yang menjengkelkan adalah..
SSsssshhakakakakakakss!
Dia memperkuat efek beku yang mengunci gerakanku.
Sial sial sial sial..
Terpaksa aku mamanggil mereka jika seperti ini.
“Showtime!!”
Buffsssrurururruruk..!
Behemoth melangkah mundur dengan meloncat. Namun, Dukun yang cepat lebih dulu di belakangnya dan menebas sekaligus memberikan racun.
Slash slash slash
Rooaarrr!
‘Satu tebasan mengakibatkan 3 serangan? Dukun makin berkembang lebih cepat.’
Kuyakin mereka sudah menunggu lama karena sejak awal aku tidak berniat menunjukan mereka untuk memperkuat diriku.
Dan kali ini, ekspresi mereka sangat menjanjikan. Bagaimanapun, ketika masternya lebih kuat, mereka juga bartambah kuat.
Cakil, menggunakan palunya untuk menghancurkan es yang menyelimutiku.
Bang bang!!
Crekek.. Pyarr!!
Prajuritku berhenti dan memandangku mengabaikan Behemoth yang terlihat panic dan kebingungan karena kedatangan para Undead tangguh yang pasti di luar dugaannya.
“Baiklah.. Dia untuk kalian. Aku istirahat dulu!” Kataku, dan menyisahkan senyum sinis pada Behemoth. Mengakibatkan dirinya mengerutkan kening dan mencoba menyemburkan Ice shock kepadaku lagi.
Roaar!! SSshhss..”
Slash slash slash!!
Dukun menebas leher Behemoth sebelum dia berhasil melepaskan tembakan ice-nya.
Kemudian para Undead mengelilingi dengan para Jendralnya di garis depan.
{Kau ingin melukai Tuan?} Tanya Dukun
{Jangan harap!} Sambut Jalang, sambil menunjukan taringnya. Sakaligus ini kesempatan menguji kekuatannya yang telah berhasil Breakthrought.
Brururder..!!
Ekor ular muncul dari bawah tanah di mana Behemoth berdiri sebelum melilit tubuhnya dan merobohkannya.
ROAR!!
SSssaaahhssss!!
Behemoth sungguh tangguh, dia tidak menyerah dan melakukan perlawanan dengan membekukan area sekitarnya. Mengakibatkan, para undead yang berjalan di tanah berhenti mendekat.
Namun, itu bukan masalah untuk yang terbang seperti dukun.
{Tuan! Ijinkan aku menghisap Mana-mu lebih!} Kata Dukun
“Huh? Terserah kau saja.. Mp-ku masih cukup banyak!” Jawab Jae, sambil duduk di tanah menonton prajuritnya.
[Dukun menyerap 30% M panda untuk serangan Ultimate]
Huh??? Ultimate?
Kemudian, pemandangan yang menakjubkan sekaligus mengerikan untuk musuh terlihat.
Sosok Dukun yang seperti Dewa kematian membesar beserta Sabitnya juga. Kemudian, Aura hitam memancar dari dirinya, bahkan memberikan efek Fear+Stun untuk target.
Bakun hanya itu, bahkan para Undead yang lainnya yang bukan Jendral memilih untuk membalikan badannya untuk tidak melihat. Sedangkan Jalang masih tetap mempertahankan lilitannya pada Behemoth.
Kriiikling..kriikling..
Sebuah rantai keluar dari dari tubuh Behemoth sebelum tertarik dan melilit bagian bawah batang Sabit Alaksa. Dan..-
[Slash the Chain of life.]
SLAASSH!!
Dukun menebas leher Behemoth. Terlihat bilah sabitnya memancarkan aura vermillion seperti memperbesar ukurannya. Hingga kemudian, setelah sekali tebasan dilakukan.
Rantai dari tubuh Behemoth terputus bersamaan dengan lehernya terpisah dari tubuhnya.
[Mengakibatkan 4000 damage critical]
“Uhukuhuk..-”
“Se-serius, nih?!”
Membuatku terbatuk darah karena terkejut, saat mendengar system mengatakan itu.