Rajawali Online

Rajawali Online
Hidup dan Mati



“ Haaaah.. akhirnya mereka mati juga ! Mereka lemah tapi


cukup merepotkan ! “


Aku berbaring sambil mengatakannya setelah berhasil membunuh


mereka. Selanjutnya system memberitahuku hal yang menarik.


[ Skill Living Death Unlocked ]


[ Skill bisa di gunakan untuk menghidupkan mayat yang belum


mati lebih dari satu jam. Dominasi diri anda terhadap target juga mempengaruhi


kesempatan yang memungkinkan ]


[ Menghabiskan 1% mana untuk setiap mayat ]


[ Skill Summon Undead Unlocked ]


[ Job Necromancer saat ini berlevel 5 ]


[ Ruang untuk menempatkan Undead yang tersedia saat ini


sebanyak 10 ]


“ Eh ? Living Death ? Summon Undead ? “


“ Kelihatannya keren ! “


[ Silahkan buat kode untuk menghidupkan yang mati dan


sekaligus memanggil ! ]


‘ Kode ya ? ‘


Aku berpikir beberapa saat hanya untuk membuat kode yang


menarik dan keren. Awalnya aku ingin menggunakan kata ‘ Bangun ‘ namun


terdengar biasa saja. Selanjutnya, aku ingin menggunakan kata ‘ Ngaceng, berdiri,


mengaum, lahir dll ‘ terdengar masih kurang cocok.


Hingga kemudian, aku memutuskan untuk membuatnya nanti.


Kemudian ketika aku berjalan beberapa langkah sambil berkata.


“ Ah, aku lebih focus untuk mencuri Kristal Dilema saja saat


ini ! panggilan untuk Living Death nanti saja ! “


“ Waktunya pertunjukan yang mungkin terakhir sekarang ! “


Lanjutku sambil menatap ke atas yang terlihat sudah agak dekat, namun setelah


mengatakan hal itu, aku teringat sebagaian kata yang aku ucapkan agak keren dan


aku menyukainya.


“ Waktunya pertunjukan ? “


“ Ah, iya ! Aku akan memakai kode ini untuk memanggil Undead


! “


Selanjutnya, Aku meminta system untuk menggunakan kode yang


aku putuskan.


[ ‘ Show Time ‘ telah diputuskan menjadi kode skill Living


Dead dan Summon Undead ]


Setelah kode dibuat, tentu saja aku mencoba menghidupkan


monster yang tadi sempat merepotkanku.


“ Show Time ! “


Seketika mayat monster yang berwujud hanya tulang tengkorak


dan mengenakan jubbah penyihir, bangun untuk hidup kembali oleh skillku, sebelum


kabut hitam mengelilingi mereka dan membungkus mereka.


Setelah kabut hitam memudar, mereka yang aku hidupkan


kembali membentuk tubuh mereka dengan berlutut kepadaku dan sangat tunduk


kepadaku.


Aku pun berpikir buruk dan sedikit bercanda kepada mereka


untuk menghilangkan rasa yang tidak biasa ini, karena aku yang biasanya hanya


dicaci dan diteriaki maling, sekarang di hadapanku ada empat monster berlutut


dan tunduk padaku.


“ Hehe, kalian harus menebus kesalahan kalian karena


menertawakanku tadi ! “


Namun, mereka tetap hanya berlutut, meskipun terlihat bahwa


mereka bergidik ketakutan pada apa yang aku katakan.


“ Sekarang aku hukum kalian dengan **** ditempat ! Hahaha !



Aku mengatakannya dengan keras dan tertawa setelahnya, namun


mereka hanya berwajah konyol setelah mendengar apa yang aku minta, sebelum


saling memandang temannya yang juga konyol dan ketakutan.


Mereka tidak bisa berkata-kata ketika level mereka sebagai


undead terlalu rendah, dan hanya menggunakan bahasa tubuh. Dengan membuka


pakaiannya dan menunjukan bahwa mereka hanya tengkorak seluruhnya.


“ Hahaha ! Aku hanya bercanda, aku tahu kalian hanya


tengkorak ! “ Kataku yang baru saja menghibur diri dengan ngerjain mereka


“ Aku ampuni kalian ! Tapi, katakan hal ini pada teman


kalian yang mungkin akan datang selanjutnya, Oke ! “


Lanjutku, sebelum mereka langsung menundukan kepalanya dan


menghilang menyisakan asap hitam.


Kemudian, aku melanjutkan perjalananku yang sudah dekat.


Ketika aku sampai pada puncak, di sana terlihat Goa yang besar yang


memungkinkan letak Kristal Dilema berada di sana.


Ketika aku masuk, Kelelawar berterbangan menyambutku di


sertai bau tak sedap dan aura yang sedikit menekan. Aku maju perlahan untuk


mengantisipasi masalah yang akan datang, bagaimanapun aku terbiasa


sembunyi-sembunyi.


Setelah beberapa saat, ketika aku sampai di tengah-tengah


ruangan yang megah. Dan terlihat seperti aula bangunan kuno raksasa di sana,


dan ada subuah kotak peti di ujung ruangan besar ini.


Namun, ketika itu juga system memperingatkanku hal yang


tidak menyenangkan.


[ Anda mamasuki kawasan Bos Gunung Orc ]


Setelah system mengatakan hal itu, aku baru sadar jika aku


mengabaikan suara mendengkur yang berada pada sudut ruangan besar ini, aku


terlalu terpesona dengan pemandangan ruangan ini yang mengakibatkan kewaspadaanku


lemah.


Namun, sudah terlambat.


“ GrrrrRRRt “


[ Bos Gunung Orc ‘ Buto Ijo ‘ Telah terbangun ]


[ Bersiaplah untuk hidup atau mati ]


[ Hadiah penyelesaian – Kristal Dilema, Venom Body, 500 koin


]


[ Pinalty kegagalan – Kematian , Koin berkurang 500, Tidak


bisa login selama 2 – 7 hari ]


Ketika aku melihat semua pemberitahuan ini, seakan-akan aku


menjadi tidak mau kalah. Bagaimanapun, aku baru mendapatkan koin sedikit dengan


usahaku. Jika aku kalah di sini, sama saja hasil jerih payahku kemarin


sia-sia  karena penalty .


“ Ah, Sial ! “ Teriakku sambil menatap pada sosok raksasa


yang di panggil Buta Ijo ini


Sosok Bos ini Berwujud sebesar dua kali lipat Orc yang aku


kalahkan sebelumnya, memiliki gigi taring yang begitu panjang dan melengkung


hingga hampir sampai telinganya,Rambutnya yang panjang dan berantakan membuat


tampangnya yang seram makin cocok. Bahkan mata monsternya yang merah dan besar


sudah cukup untuk membuatku membatu takut.


[[ Kau terlihat Lezat ]] Kata Buto Ijo sambil mengeluarkan


Sementara aku masih bergidik ketakutan, karena ini


pertamakalinya aku melihat mahluk semenyeramkan ini. Tidak seperti Goblin atau


Orc biasa, yang tidak jauh berbeda dengan manusia tua.


‘ Tenanglah..tenanglah ! ‘ Aku memejamkan mataku sambil


mengendalikan diriku untuk tenang. Untungnya, aura Necromancer mendukungku


kemudian. Dan mengingatkanku sebagai pemilik Job Necromancer. Bagaimana bisa


seorang Necromancer takut pada hal seperti ini ?


[ Skill Bone Graves terbuka]


[ MP cost 20 % ]


Tanpa diharapkan, skill rahasia terbuka dengan sendirinya


akibat keadaan mentalku mulai membaik. Aku pun dengan alami memahami cara


menggunakannya ketika skill terbuka.


“ Cih, baguslah ! Semoga berguna untuk menghadapi raksasa


ini ! “


Aku menggunakan skill ini untuk menghentikannya mendekatiku,


yang mana setiap langkahnya membuat ruangan ini bergetar.


Ketika aku menggunakan skill ini, Puluhan tangan tengkorak


keluar dari tanah sekitar target dan mencengkram kaki, tangan dan tubuh Target.


Selagi dia terjebak oleh puluhan tangan itu, aku melesat


maju untuk menyerang. Ketika itu, aku langsung mencoba menggunakan ‘ Brutality


Strike ‘ namun,


[ HP target terlalu tinggi, level belum memadai ]


[ Memungkinkan menunggu HP target berada pada 20% tersisa


untuk menggunakan skill ini ]


“ Ah, sial ! “


 Sebagai gantinya,


sebelum aku tiba pada targetku, aku melacak bagaian-bagian vitalnya. Agar


serangan lemahku tetap mematikan.


“ Slash Slash“


Aku menebas lehernya dengan dua belati sekaligus, namun


hanya menggores tidak dalam pada kulitnya yang tebal dan terlindung oleh


otot kekarnya. Tidak mungkin aku berhenti menyerang selagi dia masih disibukan


oleh tangan-tangan tengkorak.


“ Slaaassshh ! Tsssk..SRuuaat ! “


Aku meloncat ke bagian belakang punggungnya yang besar dan


menusuk urat kepala belakangnya, namun, tetap saja tidak mengakibatkan damage


serius padanya. Hingga aku mendorong kedua belatiku yang masih menancap pada


kulitnya ke bawah sambil menggoresnya sebanyak mungkin.


[[ ROaarRR ! ]] Dia mengaum kali ini akibat seranganku


barusan


Tapi masih jauh dari cukup untuk membuatnya sekarat,


Damageku barusan hanya mengurangi 10% HPnya.


“ Ini Gila ! “


Setelah dia mengaum, dia mulai menggunakan mana dan


kekuatannya untuk menghancurkan tangan-tangan yang mencengkaramnya. Aku tidak


bisa membiarkannya terus bertindak.


“ Show Time ! “ Teriakku


Mengakibatkan asap hitam sebelum keempat Undead muncul dan


ikut serta menyerang Buto Ijo dengan tembakan sihirnya. Namun, seperti yang aku


pikirkan, serangan mereka tidak berdampak, melai†xnkan hanya mengurangi 5 hp


musuh dari 500 HP.


Selanjutnya, aku sekuat tenaga melemparkan belatiku dengan


segenap STR dan Dex dan juga INt yang aku punya ke arah mata merahnya yang


besar.


“ FWOOSSHH ! “


“ TSSskkkk….”


[[ ROOOAAARRR !! ]]


[[ BANGSAAAAAT !! ]]


Dia mengaum sangat keras dan terlihat makin menyeramkan


sebelum dia mulai menggunakan kekuatannya yang sebenarnya masih dia tahan dari


awal.


“ BOOOMMM ! “


Auranya meledak makin kuat hingga membuatku bergidik.


[ Buto Ijo dalam keadaan ‘ Rage ‘ ]


[ Anda terkena efek ‘ stun ‘ akibat level yang jauh lebih


rendah dari lawan hanya karena auranya ]


‘ Oh, tidak ! ‘


Aku hampir putus asa saat ini. namun, setiap aku dalam


keadaan genting seperti ini, skill Necromancer selalu cocok dengan ini hingga


aku melihat dan mendengar system.


[ Skill Expunge terbuka ]


Selanjutnya, Undead yang aku panggil menyerap vitalitas dari


target dan membuang efek stun yang aku dapat, bahkan setelah beberapa saat juga


memulihkan HP dan Staminaku 30%. Yang mana itu semua menyerap HP dan Stamina


target. Namun, Hp dan stamina target masih juga tinggi meskipun terserap.


Hingga, Buto Ijo menyadari apa yang terjadi dan membunuh


semua Undeadku. Namun, aku tetap melihat HP nya berkurang dari 1% sedikit demi


sedikit. Kemungkinan itu karena efek ‘ Rage ‘ yang dia guanakan. Yang mana


menyebabkan kekuatannya meningkat drastis, namun, beresiko mengurangi 1% Hp


selagi dia mengaktifkannya.


Dan masalahku kali ini, aku tidak memiliki skill serangan


yang kuat. Sementara Brutality Strike belum bisa kugunakan selagi HP target


masih tinggi. Saat ini yang aku bisa hanya mengulur waktu sambil menghadapi


amukannya yang arogan.


[[ Kau cukup Licik sebagai lawanku Manusia ! ]]


[[ Tapi, cukup sampai di sini ! ]]


Kata Buto Ijo yang terlihat sangat kesal karena perbuatanku,


dan mengakibatkan satu matanya terluka parah.


Sementara aku mengambil Belati lain di kotak itemku. Sebab


satu belati yang kulempar ke matanya tadi telah dia hancurkan ketika dia mulai


mengamuk.


[ Giant killer Degger, rank A, Bonus Damage 10 %, Crit Rate


5% ]


Kali ini aku memegang Giant killer Degger di kanan, dan


Thief Degger di kiri. Kurasa itu saja tidak cukup, aku mengambil satu lagi.


[ Eagle Claws Degger , rank A, Bonus Crit Rate 5% ]


Aku mengambilnya dan menggigitnya di mulutku. Setelah


kupikir-pikir, dari pada aku mati dan kehilangan 500koin, aku menggunakan


500koin untuk meningkatkan STR dan INT.


Yang sebelumnya


[ Karakter status : HP 250, Sp 50, Mp 50. Dex 50, Def 30,


INT 40, STR 50, Stamina 150 ]


Hanya bertambah tidak banyak, sialan


[ STR 75, INT 65 ]