
Di kediaman Jack setelah ter-Log Out
karena mati akibat kekalahannya bertarung dengan Jae.
“ Uwaaaaaah Aaaahhh “
“ Kepalaku..kepalaku ? “
“ Oh tidak oh tidak ! “
“ Hah.. hah.. hah…! “
Dia berteriak sangat terkejut dengan
apa yang dia alami dan dia rasakan seperti nyata di dalam game Rajawali Online,
hingga tubuhnya masih gemetar akibat sensasi yang sangat mirip dengan kenyataan
itu.
Namun, setelah ia sadar jika tidak
terjadi apa-apa pada tubuhnya, melainkan kondisi mentalnya yang syok dan masih
gemetar.
Tidak lama kemudian, teleponnya
bordering
“ Dezzrrt..dzzrrt.. “
“ Ah, halo Dory ? “
“ Apa kau baik-baik saja Jaka ? “
Tanya Dory dengan menyebut nama asli Jack sebenarnya.
“ Sialan, si Bajingan itu ! Telah
membuatku merasakan ketakutan yang baru kali ini aku rasakan di dalam virtual
game ! “ Jawab Jack/Jaka
“ Tenang saja, selanjutnya kita akan
membalas tiga kali lipat padanya ! “
“ Kau tahu ? Setelah kau Log out, dia
bahkan memprovokasiku ! “ Lanjut dory
“ Benarkah ? Baiklah, aku sungguh
tidak sabar untuk menyiksanya kemudian ! Aku tidak akan menunggu hingga Beta
Closed “
“ Tentu ! Aku pun sungguh geram
sekarang ! “
Selanjutnya, mereka sempat tersenyum jahat
setelah berbicara lewat telepon sambil membayangkan penyiksaan Jae di dunia
virtual.
“ Lihat saja ! Kau akan menyesali
perbuatanmu padaku ‘ Jae ‘ ! “ Gumam Jaka
Dan tidak lama kemudian, telepon Jaka
kembali bordering, dan si pemanggil adalah ayahnya yang tidak lain adalah Jony
yang juga salah satu pengembanga Rajawali Online.
“ Dezzrrt..Dezzrrt..”
“ Ya, halo Pah ? “ Sapa Jaka
“ Apa yang kau lakukan ? “ Tanya Jony
“ Maksudmu Pah ? “
“ Kau masih Tanya ? Tentu saja
mengapa kau menghabiskan banyak uang hanya dalam sehari untuk kau habiskan di
Rajawali Online ? “ Jawab Jony dengan balik bertanya dengan nada keras, karena
heran dengan uang yang Jaka habiskan untuk di tukar koin di Rajawali Online
“ Ah ? Ba,bagaimana kau tahu Papah ?
“
“ Tentu saja kau tahu ! Apa kau lupa
siapa aku ? “
“ I..iya maaf ! Lagian Papah kan
banyak uang, Cuma segitu tidak akan membuat Papah miskin ! “
Kemudian, Jony menjadi lebih geram
dengan apa yang dia dengar, bagaimana bisa anaknya semudah itu berbicara
setelah menghabiskan banyak uang dengan percumah.
“ Hoi ! Aku tidak akan marah jika kau
menggunakan uang untuk membeli item dan kau jual nantinya ! Tapi, bahkan aku
melihat tidak ada item tambahan yang ada di dalam inventorymu ! “ Jelas Jony
dengan nada marah
“ Ma..maaf aku kalah taruhan dengan
seorang Player ! “ Jawab Jaka sebelum
lanjut
“ Tenang saja Papah ! Aku akan
mengambil uang itu kembali dari Player itu ! “
“ Cih, kau bahkan kalah dalam Game
itu ? Sungguh memalukan ! “ Jawab Jony terakhir sebelum mematikan ponselnya
secara tiba-tiba
“ Beep..beep..beep “
“ Sial ! Semua ini karena Player yang
bernama ‘ Jae ‘ ! “
“ AAARRGGHH !! “
Jaka berteriak karena frustasi oleh
kekalahan dan ayahnya bahkan memarahinya dan berkata ‘ malu ‘ karena anak
seorang pengembang game itu sendiri telah dikalahkan seorang player yang bahkan
tidak menggunakan sepesial akun.
Karena mereka tidak tahu juga, kalau
sebenarnya ‘ Jae ‘ juga pengguna sepesial akun. Yang mereka tahu hanya ada dua
pengguna sepesial akun di Indonesia, dua di China, satu di Korea dan 1 di
America ( Perwakilan Lewin, yang sebenarnya adalah Jae ) .
*
Satu hari kemudian
“ Jae ? Kau serius kita akan ke
Lembah Hantu hari ini ? “ Tanya Orochi
“ Iya, apa kau takut ? “
“ Tentu saja tidak ! Ini hanya sebuah
game ! “
“ Bagus, kita tunggu Karina ! “
Aku menunggu di taman Multazam untuk
berkumpul sebelum bersama dengan teman-teman untuk pergi ke tujuan kita.
Tidak lama kemudian, sosok cantik
Karina hadir dan menyapa kita.
“ Hai ? Kalian sudah lama menunggu ?
“
“ Tidak ! Kita baru saja Log in juga
! “ Jawabku
“ Kalau begitu, yuk tidak perlu
menunggu lagi ! “ Sambut Orochi yang terlihat bersemangat dan mengibaskan ekor
kadalnya.
Selanjutnya, kita memulai perjalanan
party kita yang beranggotakan tiga
orang. Kita tidak kesulitan untuk mengetahui arah tujuan dan lokasinya, karena
aku memiliki Map dan hanya mengikuti jalan seperti jika kita menggunakan Google
Map.
Saat di perjalanan, Orochi berbicara
padaku mengenai Player yang bernama Jack.
informasi mengenai Jack dan Guildnya ! “
“ Ng ? Apa itu menarik ? “ Jawabku
“ Huft, Kau mungkin sial teman ! “
“ Ha? Kenapa bisa ? “ Tanyaku
Selanjutnya, Orochi menjelaskan apa
maksudnya dan membuat Karina terkejut. Sedangkan aku tetap tenang,
bagaimanapun, aku terbiasa menghadapi
ancaman di dunia nyata.
“ Dia adalah wakil ketua dari Guild
Dewa, dan guild itu sudah berpengalaman dalam game-game MMORPG sebelum Rajawali
Online ! “ Jelas Orochi sebelum lanjut
“ Kau tahu tidak ? ternyata Jack
adalah seorang juara esport di Indonesia dan juga sepuluh besar di SEA ! “
“ Ah ? Kau serius Oro ? “ Sambut
Karina dengan ekspresi terkejut
“ Ngapain aku bohong juga ? kalian
bisa cek sendiri nanti saat Log out ! “ Jawab Orochi
Namun, ketika Orochi melihatku hanya
diam dan tetap terlihat biasa saja, dia lanjut barkata setelah melompat di
punggungku seperti kera, padahal dia kadal.
“ Hahaha ! Karina ! Kau lihat teman
kita satu ini ? Dia bahkan terlihat biasa saja dan tidak tertarik ! “
“ Eh ? Iya, keren ! “ Jawab Karina
sambil tersenyum, namun membuatku jadi salah tingkah, meskipun aku mencoba agar
tetap menjaga ekspresiku. Namun
“ Hahaha Lihat ! Dia mulai canggung
jika kau menatapnya seperti itu ! “ Kata Orochi yang saat ini di punggungku
sambil menepuk kepalaku
‘ Sungguh, bocah satu ini membuatku
makin terlihat canggung di hadapan Karina ! ‘ Pikirku yang tidak tahu harus
berbuat apa-apa di saat Orochi terus menggodaku di hadapan Karina.
Untungnya, Karina memahami kondisiku, hingga
dia memutuskan untuk berkata.
“ Orochi ! Sudah-sudah kau sungguh
jahat dengan Jae ! “
“ Hehe, tidak apa-apa ! Aku sedang
melatihnya agar dia cepat terbiasa ! “ Jelas Orochi
“ Aku tidak sudi dilatih olehmu !
Dasar Kadal Cebol ! “ Teriakku
“ Siapa yang kau panggil cebol ? “
“ Tentu saja kau ‘Cicak’ ! “
“ Ah, Sialan ! Mulutmu ini ! “
“ …. “
“ …. “
Meskipun pembicaraan kita berakhir
dengan pertengkaran mulut, namun tidak ada dendam di antara kita. Malahan, kita
merasa lebih dekat satu sama lain, dengan Karina yang selalu tersenyum di
tengah kegaduhanku dan Orochi.
Tidak lama kemudian, kita sampai di
muka Lembah Hantu yang terlihat seperti Rawa-rawa luas, diselimuti kabut tebal
dan pohon-pohon yang rindang dengan akar merambat di setiap tepi rawa.
“ Wow ! Pemandangannya cukup horror !
“ Gumam Orochi
“ Sudah waktunya kita waspada mulai
dari sini ! “ Perintahku
“ Um ! “ Jawab singkat Karina
“ Ikuti aku ! “ Perintahku
Kemudian, kita berjalan tanpa melalui
jalan yang ditunjukan oleh Map. Seperti biasa, aku tidak suka melewati jalan
yang umumnya dilewati orang-orang, meskipun membuat Orochi dan Kirana
bertanya-tanya.
“ Jae ? Mengapa kita tidak melewati
jalan yang seharusnya mudah kita lewati saja ? “ Tanya Karina
“ Aku tidak suka lewat jalan umum ketika
kawasan itu sepi ! “ Jawabku
“ Eh ? “
“ Bukankah akan lebih cepat ? “ Tanya
Orochi
Namun, aku menjawab dengan perkataan
yang ambigu.
“ Biasanya Kadal sepertimu suka di
tempat seperti ini bukan ? “
Yang mana maksudku adalah, jalanan
umum di hutan rawa seperti ini biasanya tempat tinggal monster, dan semestinya
monster sudah siap siaga pada setiap pendatang.
Dengan kata lain, mereka lebih
berpotensi menunggu di jalanan yang biasa dilewati banyak player. Dan jarang
ada player yang mau lewat jalan yang merepotkan, meskipun tidak masalah jika
kita benar-benar kuat menghadapi mereka.
Namun, aku terbiasa seperti ini.
“ Kalau kalian merasa lebih nyaman
lewat jalan itu ! Aku tidak keberatan ! “ Lanjut aku
“ Tidak ! Aku akan mengikutimu saja !
“ Jawab Karina
“ Dasar bodoh ! Tentu saja kita akan
mengikutimu kawan ! “ Jawab Orochi sambil menepuk bahuku
Sejak lama aku tidak pernah berteman,
dan sekarang aku memiliki teman yang mungkin memang baik, hingga membuatku
lebih merasa nyaman dan menyadari bahwa aku tidak sendirian, dan tidak harus
sendirian.
“ Kalau begitu ! Coba kejar aku ! “
Perintahku
Selanjutnya
aku berlari sambil meloncat lewat akar-akar pohon besar di sekitar, sebelum
mereka mengikutiku dengan cara meloncat juga.
“ Heh ? Kau
meremehkanku ya ? “ Kata Karina sebelum mulai berlari dan meloncat lewat
akar-akar pohon juga
“ Oi oi
tunggu aku ! Ah dasar kalian ! “
Orochi
adalah party kita yang paling tertinggal saat ini, tapi tidak masalah karena
aku menggunakan Prajurit kegelapan yang saat itu sempat menyusahkanku untuk
memantau teman-temanku. Bagaimanapun, Prajuritku yang ini bisa menyembunyikan hawa keberadaan mereka dengan
baik.