
Mendengar perkataan orang yang beru datang masih asing untuk Jae. Sebelumnya dia dalam keadaan pingsan ketika 5 pendawa membantunya.
“Apa kau bilang? Itu pasti lelucon, kan?” Tanya Jae, dia masih berusaha membantah karena ingin secepat mungkin menolong Karina.
Kemudian, orang bertubuh besar dan 2 orang lainnya muncul juga di udara.
“Percayalah! Kita tidak berbohong. Dan ini bagus untukmu!” Potong Kuntadewa
Jae tertegun sekaligus terkesan dengan mereka.
Mereka? Mungkinkah lima Pendawa?
Level mereka semua hampir mendekati 100. Termasuk Arjuna.
“Kalau begitu, aku akan percaya pada kalian.” Kata Jae
“Kalau begitu, bersiaplah! Aku akan mengaktifkan portalnya!” Kata Arjuna, sebelum membentuk beberapa kode dengan kedua tangannya.
Sriiiing..
Pancaran cahaya lima warna yang menyilaukan muncul dari lima sudut susunan sihir sebelum mengelilingiku dan memindahkanku.
[Anda akan memasuki Dungeon rahasia]
Dengeon, tempat yang sangat cocok untuk melatih skill dan menaikan level.
Dengan system memberi notifikasi seperti itu sudah membuatku lebih percaya kepada lima pendawa. Mungkin ini berkat score reputasy story-ku.
Sebelum aku dipindahkan, Pendawa berteriak kepadaku yang sedang terpesona pada lima cahaya yang menyelimutiku.
“Panjatlah setinggi mungkin dan kembali dengan kejutan besar!!”
Aku tersenyum dan memandang arah suara itu. Bagaimanapun, aku tidak jelas melihat sosoknya. Namun, aku mengacungkan jari tengah ke arah suara Puntadewa sambil berkata.
“Berisik!! Aku akan melampaui level kalian!”
Ssslaaaap!!
[Anda telah memasuki Dungeon Kahyangan]
[Bersiaplah menghadapi musuh yang semakin kuat]
Itu tanda jika aku sudah berhasil dipindahkan. Aku mengamati sekitar di mana tempat aku berada saat ini.
Hanyalah bebatuan di malam hari yang gelap dengan hanya sinar rembulan yang menyinari alam ini.
Browlbrowlbrowlbrowl…
Tanah sedikit bergetar saat aku mengamati alam sekitar. Itu jelas pertanda jika aku sudah disambut.
“Baiklah. Keluar kalian semua agar lebih cepat!”
Kiieeek.. kieeek kiiieekk!!
Sedikit mengejutkan karena yang muncul adalah kawanan Goblin. Meskipun level mereka jauh lebih tinggi dari pada para Goblin yang selama ini aku lihat.
‘Goblin? Mereka tidak takut denganku?’
System memberiku petunjuk ketika aku bertanya-tanya soal itu.
[Julukan Goblin slayer tidak memungkinkan aktif di wilayah ini]
Ah? Jadi, ini bukan di wilayah Jawa?
Tidak ada waktu untuk memikirkan hal itu, aku sedang terburu-buru. Jadi lebih baik bergegas. Aku memanggil tombak yang sebelumnya aku pakai melawan bocah Iblis dan memutarnya dengan tangan kananku sebelum maju.
Fukfukfukfukfukfuk.
Flaaaassh..
Tsssk.. splash splash splash swiiiiiisshh!
[Headshot headshot headshot headshot headshot critical critical critical..]
Aku menargetkan seranganku pada setiap kepala mereka agar mendapat sedikit poin exp tambahan. Ini masih tidak sulit, bahkan hanya perlu waktu singkat untuk membereskan mereka semua.
[Tangga menuju lantai selanjutnya telah muncul]
Aku mendongak ke atas di mana tangga itu muncul di depan pintu selanjutnya.
Tap tap tap tap
Sriiiing…
[Lantai 2 mulai]
“Heh. Masih mudah.”
[Tangga menuju lantai selanjutnya telah muncul]
[Lantai 3 mulai]
[Tangga menuju lantai selanjutnya telah muncul]
[Lantai 4 mulai]
[Tangga menuju lantai selanjutnya telah muncul]
[Lantai 5 mulai]
….-
Hingga lantai sepuluh adalah saat aku berhadapan dengan Boss.
[Tangga menuju lantai Boss pertama telah muncul]
[Boss pertama, lantai 10, mulai]
{ROOOAAARRR!}
Huh? Bosnya mirip Cakil.
“Sudah-sudah.. Jangan buang-buang waktu!- “
“Death Blow!!”
“Dwoooosshh!!”
{Huh?}
Boss terkejut dan terpesona dengan kekuatan dan kecepatan seranganku sebelum kepalanya meledak dengan Death blow yang menjadi serangan One Shot-ku.
[Headshot 2x exp]
[Level up]
Aku sendiri juga secara reflex menggunakan skill Death blow dengan senjata tombak. Padahal kalau dilihat dari bentuk senjatanya memang sudah jelas damagenya akan menyakitkan.
Sejak saat itu, aku mulai bereksperimen menggunakan skill-skill ku dengan tombak ini.
[Lantai 11 mulai]
Kali ini 2 macam monster muncul bersamaan. Mungkinkah semakin tinggi semakin campur aduk monsternya?
“Mantap!- ”
“Cobalah ini.. Eksperimen dari kemiskinanku di game!! Hahaha..”
Aku mencoba melemparkan tombak itu sekuat tenaga dengan Deathblow dan menghancurkan barisan musuh secara garis lurus.
“Wuaahaa.. Mantap jiwa!”
Aku puas dengan seranganku, dan selagi tombaknya jauh. Aku mencoba Throwing knives untuk mengendalikannya dari jauh.
Gregetgreget..
Berefek.. tapi cukup berat. Hingga aku perlu menggunakan Str dan Mp lebih.
Clank!!
“Sekarang, coba meniru gerakan Sun Wu Kong!”
Bagaimanapun, pikirku ini adalah sebuah game yang membuatku memiliki kekuatan super tanpa memperdulikan hokum Job class, senjata atau yang lainnya.
Yang Jae Tahu hanya. Tidak ada yang mustahil jika dia bersungguh-sungguh di dunia ini. Meskipun aturan sudah di setting, aku akan membuat aturanku sendiri dan menolak apa yang tidak adil bagiku.
Itu keputusan yang egois, tapi setidaknya itu membuat dirinya berkembang dari banyak aspek.
Dan hasilnya.
[Anda mempelajari senjata yang berada di luar keahlian anda]
[Pemahaman anda dengan senjata yang anda pelajari meningkat]
[Pemahaman anda dengan senjata yang anda pelajari meningkat]
….
Padahal bagi Jae, ini seperti dia sedang latihan sekaligus bersenang-senang menirukan gaya-gaya bertarung yang ada di film aksi. Sementara tidak ada orang yang melihat baginya. Melainkan hanya system.
Sementara itu, beberapa saat lalu. Lewin memindahkan salurannya terhadapa target yang di incar Jony.
“Apa?? Jadi, dia orang yang sedang diincar Jony?” Tanya para Staff
“Dia sungguh beruntung, dia menemukan dungeon pada saat beta. Tapi juga percumah karena besok direset. Hahahaha” Kata para Staff
Mereka tertawa dan mengolok-olok Jae yang akan sial setelah beruntung menurut mereka.
Tapi, Lewin berbeda. Dari awal dia sudah penasaran dengan apa yang dilakukan Jae. Dan apa yang dia lihat cukup menghiburnya.
‘Dia menggunakan tombak? Apa karena itemnya kutarik semua selain hadiah yang dia dapat dari misi? Tapi, bukannya dia bisa beli di store?’ Pikir Lewin
“Lihat!! Dari status jobnya, dia bukannya ranger class? Kenapa malah memakai tombak?” Tanya Staff
“Yah.. sudah jelas dia bodoh! Hahaha!” Sambut Staff yang lain
Sedangkan Lewin hanya diam dan geregetan ketika mendengar candaan mereka.
‘Dasar. Mereka tidak tahu kalau orang yang mereka tertawakan akan membuat banyak kejutan. Bocah hyper aktif ini memang bodoh, tapi dia sengaja mengabaikan aturan role dan mempelajari setiap apa yang dia inginkan. Sedangkan Galaxy mendukung player yang seperti itu. Meskipun itu butuh usaha keras dan tekad yang kuat.’
Kemudian, setelah Jae mulai mapan dan nyaman dengan memahami tombak.
“Heh.. Kelihatannya aku sudah cukup mahir untuk pemula!” Kata Jae, dan para staff mendengar perkataannya dan melihat dari layar.
“Hah? Apa yang dia ingin lakukan memangnya?” Tanya Staff
“Cukup lihat saja dan siapkan obat sesak nafas!” Jawab Lewin yang sejak tadi menahan geramnya.
“Hah???” Para Staff heran dengan perkataan Lewin dan bertanya-tanya.
Apa maksudnya?
Obat sesak nafas?
Aku sungguh tidak mengerti maksud professor?
…
Kemudian, Jae saat itu ingin melakukan gerakan yang dia imaginasikan.
[Anda mendapatkan skill di luar Role atau Job class]
[Selamat! Anda mencapai hal yang mengejutkan]
[Julukan ‘Tidak tahu aturan’ didapat]
“Ahahahaha… bahkan julukannya mengolok-oloknya!” Tertawa para staff saat Galaxy memberinya julukan itu.
Sedangkan Lewin memerah dan kepalanya menguap mendengar kebodohan mereka yang terus menjadikan Jae sebagai bahan candaan. Padahla jika mereka teliti dan tidak meremehkan Jae, mereka akan tahu potensi dari julukan itu.
“Tunggu!! Memangnya apa efek julukan itu?” Tanya salah satu staff
“Hah? Apa memangnya?”
“Lihat!”
[Anda memungkinkan mempelajari hal yang ingin anda ketahui di Dunia ini.]
“Huh? Apa maksudnya itu?” Tanya staff yang masih belum paham, dia adalah orang yang mengolok-olok Jae.
“Bodoh! Tentu saja jika dia selalu ingin belajar senjata atau bahkan sihir yang bukan keahliannya di Rajawali Online, itu memungkinkan dia bisa mempelajarinya!” Jelas Dory dari layar.
“Benarkah?” Tanya para staff serentak
“Hem.. Dia benar! Dan mungkin juga banyak orang seperti dia nantinya. Jadi jangan heran jika suatu saat kalian melihat adegan player yang ahli menggunakan senjata di luar kemampuan Job.” Jelas Lewin.
Oke, sekarang kalian apa masih buta sebagai ilmuwan?’ Pikir Lewin
Untungnya, hal yang dia dengar dari para staff-nya melegakan hatinya kemudian.
“Sial, aku sudah tertipu dengan apa yang bocah itu lakukan. Sebagai ilmuwan, aku mulai sadar sedikit demi sedikit kekuranganku setelah memahami apa yang coba player itu lakukan.”Kata salah satu staff yang tadinya sempat menertawakan Jae.
“Hem.. Dan apa rencanamu selanjutnya setelah memahami maksud player bernama Jae itu?” Tanya Lewin.
Staff itu tertegun sebelum membuat ekspresi serius dan semangat menjawab.
“Tentu saja, aku juga akan mengembangkan keahlianku dan mempelajari hal baru di bidangku. Hehe..”
“Bagus!”Jawab Lewin singkat
….
Kembali kepada Jae yang telah mendapatkan skill dan julukan.
[Skill Tarian tombak angina di dapat]
Frukfukfukfukfukfukfukfukfukfukfukfuk…
Jae menggerakan tombaknya seperti ketika raja kera memainkan tongkat saktinya dengan lincah dan santai, tapi kuat. Terlebih lagi, Jae selalu menargetkan titik yang mematikan lawan.
Sebenarnya, saat ini, dia sudah berada di lantai 29. Monster yang dia lawan berjumlah ratusan dengan 3 macam monster yaitu, Goblin, Orc dan Troll.
Mereka monster dengan Str yang cukup tinggi. Sebenarnya, dagger kurasa lebih cocok berhadapan dengannya. Tapi, tidak masalah karena aku sekarang sudah cukup paham dengan tobak. Bahkan mendapat skill itu.
Menghadapi musuh sebanyak ini, mustahil aku menargetkan semuanya pada titik mematikan. Sedangkan gerakanku menggunakan tombak sedikit boros stamina.
Masalah Hp belum begitu merepotkan karena Skill regen dari bocah Iblis.
Ding!! Slash slash bukbukslashslashbukbukbukukuktsssk..
Hosh.. hosh.. hosh.. hosh..!
[Tangga lantai Boss selanjutnya telah muncul]
Boss ya?
Tubuhku sudah terasa lelah seiring staminaku terus terkuras. Tapi, statusku juga meningkat dari satu poin ketika berada dalam keadaan seperti ini.
Baiklah.. Pakai cara seperti biasanya ketika menghadapi Boss!
[Anda berada di lantai Boss ke 3. Lantai saat ini 30]
[Pilih senjata yang muncul sebagai hadiah setelah mengalahkan Boss]
[Gagal mendapatkan hadiah jika gagal membunuh Boss]
“Hadiah ya? Seharusnya dari tadi kauberi aku senjata. Karena aku sedang miskin item.”
Tiga macam senjata muncul setelah system mengumumkannya. Terlihat ada Greatsword, Staff dan Bow.