Rajawali Online

Rajawali Online
Cahaya Pendawa



Pada saat itu, Nakula selesai membantu Karina menghadapi anggota guild Dewa dan menyisahkan Gompel yang selalu menjagarak.Kemudian, Karina berkata kepada Nekula.


“Maaf, terima kasih sudah membantuku. Tapi, biarkan aku yang menghadapinya!”


“Emm.. Kalau begitu, aku akan membantu para saudaraku yang di sana. Kelihatannya keadaan mereka mulai berbalik menjadi kwalahan.”


“Em. Berhati-hatilah!”


Nakula segera meninggalkan Karina untuk membantu para saudaranya. Sedangkan Karina mulai memandang Gompel sebelum berkata.


“Kurasa, kau Cuma ingin membalas dendam padaku untuk saat yang lalu, benar, kan?”


“Hem… mungkin iya, mungkin tidak.”


“Apa maksudmu?”


“Sebenarnya, aku lebih berminat dengan hadiah event-nya.”


“Tapi, kenapa kau menggunakannya untuk menanyeretku?”


“Yah.. itu sebuah rencan saja.”


Karina mengerutkan kening mendengar perkataan Gompel yang seakan-akan tidak merasa bersalah. Meskipun ini hanya sebuah game. Tetap saja mempengaruhi perasaan.


“Kau sungguh, Bajingan!” Kata Karina, sebelum melesat cepat mendekati Gompel sebelum menebasnya.


“Huh?”


Slassh..


Namun, Gompel sudah mengantisipasi niatnya hingga dia berhasil menghindar sambil membidikan beberapa panahnya.


Stabstabstabstab!!


Clankclankclankclank!


Karina berhasil menepis panah-panah Gompel dengan kelincahannya. Membuat Gompel bertanya-tanya.


Sungguh wanita yang terampil. Dia lebih seperti seorang Pro. Dan juga, siapa sebenarnya dia? Mungkinkah dia pernah ikut kejuaraan esport sebelumnya?


Selanjutnya, Karina menambah kecepatannya dengan memanfaatkan Kutang Antakusuma. Karena Dia menyadari Gompel cukup lincah sebagai seorang Archer.


Buff.. Swooossh!


‘Apa?’


Gompel masih terkejut dengan kecepatan Karina meskipun sebelumnya sudah melihatnya berkali-kali ketika menghadapi anggota guild Dewa.


Tapi, ketika menghadapinya sendiri. Dia menyadari jika dirinya akan kerepotan menghadapinya.


Cih. Apa boleh buat, dia sudah sangat bertekad untuk bertarung denganku.


Lagian, siapa yang tidak tersinggung ketika orang sempat dijadikan tumbal atau dimanfaatkan untuk mendapatkan suatu hadiah?


Sebelum Gompel terlambat menghadapi kecepatan Karina yang seperti itu. Dia segera mengaktifkan skill [Robin step] yang mana skill yang membuatnya bergerak cepat untuk melarikan diri sebagai seorang Archer.


Slapslapslapslap


‘Dia bisa bergerak seperti itu?’ Pikir Karina, terkejut dengan gerakannya yang bisa mengimbangi kecepatan Karina saat ini. Bagi Karina, hanya Jae yang mampu mengimbangi kecepatannya. Karena belum menghadapi player lain yang tangguh.


‘Cih.. Ternyata pemikiranku sungguh naïf.’ Pikir Karina


Pada saat itu, Gompel yang tidak mau hanya menghindar mulai melakukan serangan balasan. Setelah berkata.


“Kau sungguh bersemangat ingin memotongku lagi, ya!”


Shotshotshotshotshotshotshot…!


Anak panah yang terbuat dari Mana ditembakan dan membanjiri Karina. Bahkan, panah itu bisa berbelok hingga Karina terkejut saat menghindari beberapa panah yang datang setelah menepis beberapa.


Syutt!!


Apa? Berbelok?


Meskipun Karina cukup cepat. Tapi tetap mustahil menghindari panah-panah itu di saat dia lengah karena tidak berpikir jika panahnya akan bisa berbelok seperti dikendalikan oleh penembaknya.


Tssksksksk!


“Uhk..!”


[Anda menerima 30 damage]


[Anda menerima 30 damage]


 


 


[Anda menerima 30 damage]


 


 


[Anda menerima 30 damage]


 


 


[Anda menerima 30 damage]


“Sial!” Kesal  Karina


‘Seharusnya aku lebih berhati-hati. Aku yakin kita kita berdua belum  pernah melihat  masing-masing  skill yang kita miliki.’ Pikir Karina


Sementara itu, Gompel terus menjaga  jarak dari Karina. Kemudian,  Karina  menambahkan  Mana lebih pada  seluruh  tubuhnya untuk menambah  kecepatan.


Flaaash!!


Gompel tertegun dengan peningkatan kecepatan Karina. Padahal  yang sebelumnya saja sebenarnya sudah  merepotkan baginya.


Huh?-


“Dasar, Cewek Bar-bar!” Kata Gompel dengan nada  kesal. Sebelum menembakan panahnya.


Shotshotshotshotshotshotshot..!


Ketika itu,  Karina  mulai  memprediksinya.


Panah yang bisa berbelok setelah  ditembakan, itu seharusnya  merupakan sebuah skill yang dia  miliki. Dan pasti itu memiliki  cooldown.


Setsetsetsetsetsetsetset..!


Clankangkangkangkangkangkangkangkangkangkangkang..!


Mereka berdua saling melakukan kejar-kejaran sambil  melakukan serangan range  seperti  itu saat berlarian di hutan.


Selanjutnya, Karina mulai bertindak seperti seorang Assassin dengan melemparkan bom  asap sebagai ganti kunai.


Poffpoffpoff!!


Gompel merasa ceroboh setelah menembakan panahnya secara reflex pada  bom  asap yang Karina lemparkan.


Cih, sialan.  Aku lupa jika dirinya  adalah  class Assassin, Gawat.


Gompel mulai panic ketika pandangannya pada Karina terhalang  oleh asap yang menyelimutinya.  Namun, Gompel  juga tidak sepenuhnya cemas. Karena dia memiliki skill  ‘Hunter  Insting’ yang mana membuatnya bisa merasakan setiap  hewan atau mahluk hidup selain tumbuhan  di sekitarnya  hingga radius 50  meter.


Gompel  tersenyum setelah mendeteksi  di  mana letak Karina  berada.


‘Heh, sungguh wanita yang tangguh di antara semua player yang pernah  aku hadapi.’ Pikir  Gompel


Dia  tahu di mana Karina dan  dia juga bisa memprediksi di mana Karina akan melakukan langkah pembunuhannya dengan melihat gerak-gerik  dan arah gerakan Karina.


Sayangnya, Gompel  seakan-akan bisa melihat gerakan Karina dengan jelas hingga kemudian  berhasil menepis  serangan Karina  dengan Degger-nya.


Clank!!


Namun, meskipun  Gompel bisa mengatasi masalah sebelumnya, dia lupa jika  dirinya saat ini tidak  menghadapi beast atau monster.  Melainkan  menusia yang cukup tangguh  untuk  menghadapinya. Jadi, Gompel  yang tidak ahli dan sangat lemah jika bertarung tanpa  jarak sudah dipastikan kalah.


Terlebih lagi, dia hanya  menepis satu Katana milik Karina. Hingga kemudian, salah satu tangan  Karina dengan cepat menebas ke arah  lehernya.


Slash!


Cess..


Mengejutkannya,  Gompel berhasil menghindar. Meskipun tetap saja itu  goresan yang  menyebabkan kerusakan kritikal. Dan selagi Gompel  masih dalam  jangkauan Karina.


Karina tidak  akan melepaskannya.


Dance of sakura.’


Bunga sakura bertaburan di  belakang Karina dan menjadi ekor setiap  tebasan Katana  yang  Karina  lancarkan.


Slashesssslashesssslashsess..


“Sial…! Kau  pikir aku tidak memiliki skill untuk  mengantipasi serangan langsung seperti ini, ya!” Kata Gompel, sebelum menggunakan  skill evasion miliknya.


Kemudian, pemandangan yang mengejutkan Karina terlihat  saat Gompel  mengaktifkan skill-nya.


Pada saat Katana Karina hanya akan mengenainya. Namun, Gompel berubah bentuk menjadi panah kecil  yang dengan cepat melesat kabur dari Karina.


“Cih.  Sialan..-”


“Lain kali kita bertemu,  kupastikan akan memenggal kepalamu, Archer!!”  Teriak Karina, dia sudah tidak berniat  mengejar  Gompel setelah serangannya berulang  kali gagal dan hanya menggoresnya sedikit.


….


Sementara itu, empat Pendawa  hanya memiliki waktu  tersisa 5 menit hingga topeng mereka kehilangan efek buff-nya. Sedangkan Nakula baru saja memakai  topengnya selama 5  menit.


“Arjuna. Coba  kau tahan dia menggunakan Esmu!” Perintah Nakula


“Ah.. Kita berempat sudah mencoba. Tapi, dia bahkan menghancurkan setiap elemen  yang kita lancarkan dengan  hanya kekuatannya. Belum lagi, dia semakin  terampil dan gerakannya makin terkontrol.” Jawab Arjuna


“Sudah  cukup musyawarahnya!! Mati!!” Potong Joni sambil dengan cepat berada di dekat Nakula dan Arjuna.


Mereka berlima tertegun dengan kecepatan Joni yang meningkat secara drastic ini. Terutama  Nakula dan Arjuna yang saat  ini menjadi target serangannya.  Bahkan, jarak mereka sudah mustahil untuk menghindarinya.


‘Mustahil.’ Pikir Arjuna


Sedangkan Nakula, dia adalah yang paling cepat di antara kelima saudaranya.


Clank!!


Nakula berhasil menghalau  kipasan tombak yang datang.


“Huh? Kau  sungguh cepat!”  Kata Joni.


Namun, kedua senjata Adamantium Nakula pecah  sebagai ganti keberhasilannya yang mengejutkan.


Kretektek.. Pyarr..


Nakula  merasakan Horror dan membelalakan  matanya lebar. Sedangkan Joni terlihat bahagia dan tersenyum kejam setelah melihat senjata Nakula hancur dan melakukan serangan  selanjutnya.


Pada saat itu, Puntadewa, Sadewa dan Werkudara yang kelelahan  serentak bangkit  untuk menghalau  Joni. Tapi, jarak mereka tidak akan  mendapatkan cukup waktu. Meskipun mencoba sekeras apapun.


Untungnya, Arjuna  memutuskan untuk melakukan upaya terakhirnya dengan sedikit energy-nya yang tersisa.


“Penjara Es! Ultimate Freeze!!”


Suuuukkkkekek!


“Ugh!”


Joni heran dengan kekuatan Es yang berbeda dari yang sebelumnya. Di  mana  yang kali ini bisa membekukan seluruh tubuhnya langsung.


Kemudian, Arjuna  segera menarik Nakula menjauh dari jarak Joni. Sebelum Es yang dia ciptakan untuk menahan Joni segera dihancurkan. Sebenarnya jika level lawan sama atau sedikit lebih tinggi, Es itu  tidak akan  pecah selagi Arjuna tidak menginginkannya  pecah.


Namun, Arjuna yakin jika Es itu  akan pecah  hanya dengan level kekuatan milik Joni.


Nakula berkata saat  ditarik mundur  bersama Arjuna.


“Arjuna! Bukankah  itu  berarti, kau akan kehilangan  banyak levelmu?”


Menggunakan skill Ultimate akan menguras experience yang mengakibatkan level  mereka akan turun sebanyak mereka menggunakannya  untuk melakukan serangan ultimate.


“Tidak masalah. Yang  penting  kita bisa selamat!” Jawab Arjuna.


Sedangkan tiga yang  lainnya menghembuskan nafas panjang. Meskipun mereka  juga menyadari jika Arjuna  mengorbankan level-nya sendiri dengan melakukan itu.


‘Adikku  sungguh  bijaksana. Kurasa  aku  perlu  belajar banyak  dengannya.’ Pikir Puntadewa.


Begitu juga  dengan  tiga yang lainnya. Mereka semua heran sekaligus  kagum  dengan tindakan Arjuna di saat-saat seperti itu.


Dan mereka menyadari, jika Arjuna tidak  melakukan itu. Hanya aka nada kematian dan penyesalan  yang tidak akan  terhindarkan.


Ini adalah contoh tragedy di mana keputusan bijak satu orang bisa  menyelamatkan nyawa saudara-saudaranya.