
Pada saat itu, Nakula selesai membantu Karina menghadapi anggota guild Dewa dan menyisahkan Gompel yang selalu menjagarak.Kemudian, Karina berkata kepada Nekula.
“Maaf, terima kasih sudah membantuku. Tapi, biarkan aku yang menghadapinya!”
“Emm.. Kalau begitu, aku akan membantu para saudaraku yang di sana. Kelihatannya keadaan mereka mulai berbalik menjadi kwalahan.”
“Em. Berhati-hatilah!”
Nakula segera meninggalkan Karina untuk membantu para saudaranya. Sedangkan Karina mulai memandang Gompel sebelum berkata.
“Kurasa, kau Cuma ingin membalas dendam padaku untuk saat yang lalu, benar, kan?”
“Hem… mungkin iya, mungkin tidak.”
“Apa maksudmu?”
“Sebenarnya, aku lebih berminat dengan hadiah event-nya.”
“Tapi, kenapa kau menggunakannya untuk menanyeretku?”
“Yah.. itu sebuah rencan saja.”
Karina mengerutkan kening mendengar perkataan Gompel yang seakan-akan tidak merasa bersalah. Meskipun ini hanya sebuah game. Tetap saja mempengaruhi perasaan.
“Kau sungguh, Bajingan!” Kata Karina, sebelum melesat cepat mendekati Gompel sebelum menebasnya.
“Huh?”
Slassh..
Namun, Gompel sudah mengantisipasi niatnya hingga dia berhasil menghindar sambil membidikan beberapa panahnya.
Stabstabstabstab!!
Clankclankclankclank!
Karina berhasil menepis panah-panah Gompel dengan kelincahannya. Membuat Gompel bertanya-tanya.
Sungguh wanita yang terampil. Dia lebih seperti seorang Pro. Dan juga, siapa sebenarnya dia? Mungkinkah dia pernah ikut kejuaraan esport sebelumnya?
Selanjutnya, Karina menambah kecepatannya dengan memanfaatkan Kutang Antakusuma. Karena Dia menyadari Gompel cukup lincah sebagai seorang Archer.
Buff.. Swooossh!
‘Apa?’
Gompel masih terkejut dengan kecepatan Karina meskipun sebelumnya sudah melihatnya berkali-kali ketika menghadapi anggota guild Dewa.
Tapi, ketika menghadapinya sendiri. Dia menyadari jika dirinya akan kerepotan menghadapinya.
Cih. Apa boleh buat, dia sudah sangat bertekad untuk bertarung denganku.
Lagian, siapa yang tidak tersinggung ketika orang sempat dijadikan tumbal atau dimanfaatkan untuk mendapatkan suatu hadiah?
Sebelum Gompel terlambat menghadapi kecepatan Karina yang seperti itu. Dia segera mengaktifkan skill [Robin step] yang mana skill yang membuatnya bergerak cepat untuk melarikan diri sebagai seorang Archer.
Slapslapslapslap
‘Dia bisa bergerak seperti itu?’ Pikir Karina, terkejut dengan gerakannya yang bisa mengimbangi kecepatan Karina saat ini. Bagi Karina, hanya Jae yang mampu mengimbangi kecepatannya. Karena belum menghadapi player lain yang tangguh.
‘Cih.. Ternyata pemikiranku sungguh naïf.’ Pikir Karina
Pada saat itu, Gompel yang tidak mau hanya menghindar mulai melakukan serangan balasan. Setelah berkata.
“Kau sungguh bersemangat ingin memotongku lagi, ya!”
Shotshotshotshotshotshotshot…!
Anak panah yang terbuat dari Mana ditembakan dan membanjiri Karina. Bahkan, panah itu bisa berbelok hingga Karina terkejut saat menghindari beberapa panah yang datang setelah menepis beberapa.
Syutt!!
Apa? Berbelok?
Meskipun Karina cukup cepat. Tapi tetap mustahil menghindari panah-panah itu di saat dia lengah karena tidak berpikir jika panahnya akan bisa berbelok seperti dikendalikan oleh penembaknya.
Tssksksksk!
“Uhk..!”
[Anda menerima 30 damage]
[Anda menerima 30 damage]
[Anda menerima 30 damage]
[Anda menerima 30 damage]
[Anda menerima 30 damage]
“Sial!” Kesal Karina
‘Seharusnya aku lebih berhati-hati. Aku yakin kita kita berdua belum pernah melihat masing-masing skill yang kita miliki.’ Pikir Karina
Sementara itu, Gompel terus menjaga jarak dari Karina. Kemudian, Karina menambahkan Mana lebih pada seluruh tubuhnya untuk menambah kecepatan.
Flaaash!!
Gompel tertegun dengan peningkatan kecepatan Karina. Padahal yang sebelumnya saja sebenarnya sudah merepotkan baginya.
Huh?-
“Dasar, Cewek Bar-bar!” Kata Gompel dengan nada kesal. Sebelum menembakan panahnya.
Shotshotshotshotshotshotshot..!
Ketika itu, Karina mulai memprediksinya.
Panah yang bisa berbelok setelah ditembakan, itu seharusnya merupakan sebuah skill yang dia miliki. Dan pasti itu memiliki cooldown.
Setsetsetsetsetsetsetset..!
Clankangkangkangkangkangkangkangkangkangkangkang..!
Mereka berdua saling melakukan kejar-kejaran sambil melakukan serangan range seperti itu saat berlarian di hutan.
Selanjutnya, Karina mulai bertindak seperti seorang Assassin dengan melemparkan bom asap sebagai ganti kunai.
Poffpoffpoff!!
Gompel merasa ceroboh setelah menembakan panahnya secara reflex pada bom asap yang Karina lemparkan.
Cih, sialan. Aku lupa jika dirinya adalah class Assassin, Gawat.
Gompel mulai panic ketika pandangannya pada Karina terhalang oleh asap yang menyelimutinya. Namun, Gompel juga tidak sepenuhnya cemas. Karena dia memiliki skill ‘Hunter Insting’ yang mana membuatnya bisa merasakan setiap hewan atau mahluk hidup selain tumbuhan di sekitarnya hingga radius 50 meter.
Gompel tersenyum setelah mendeteksi di mana letak Karina berada.
‘Heh, sungguh wanita yang tangguh di antara semua player yang pernah aku hadapi.’ Pikir Gompel
Dia tahu di mana Karina dan dia juga bisa memprediksi di mana Karina akan melakukan langkah pembunuhannya dengan melihat gerak-gerik dan arah gerakan Karina.
Sayangnya, Gompel seakan-akan bisa melihat gerakan Karina dengan jelas hingga kemudian berhasil menepis serangan Karina dengan Degger-nya.
Clank!!
Namun, meskipun Gompel bisa mengatasi masalah sebelumnya, dia lupa jika dirinya saat ini tidak menghadapi beast atau monster. Melainkan menusia yang cukup tangguh untuk menghadapinya. Jadi, Gompel yang tidak ahli dan sangat lemah jika bertarung tanpa jarak sudah dipastikan kalah.
Terlebih lagi, dia hanya menepis satu Katana milik Karina. Hingga kemudian, salah satu tangan Karina dengan cepat menebas ke arah lehernya.
Slash!
Cess..
Mengejutkannya, Gompel berhasil menghindar. Meskipun tetap saja itu goresan yang menyebabkan kerusakan kritikal. Dan selagi Gompel masih dalam jangkauan Karina.
Karina tidak akan melepaskannya.
Dance of sakura.’
Bunga sakura bertaburan di belakang Karina dan menjadi ekor setiap tebasan Katana yang Karina lancarkan.
Slashesssslashesssslashsess..
“Sial…! Kau pikir aku tidak memiliki skill untuk mengantipasi serangan langsung seperti ini, ya!” Kata Gompel, sebelum menggunakan skill evasion miliknya.
Kemudian, pemandangan yang mengejutkan Karina terlihat saat Gompel mengaktifkan skill-nya.
Pada saat Katana Karina hanya akan mengenainya. Namun, Gompel berubah bentuk menjadi panah kecil yang dengan cepat melesat kabur dari Karina.
“Cih. Sialan..-”
“Lain kali kita bertemu, kupastikan akan memenggal kepalamu, Archer!!” Teriak Karina, dia sudah tidak berniat mengejar Gompel setelah serangannya berulang kali gagal dan hanya menggoresnya sedikit.
….
Sementara itu, empat Pendawa hanya memiliki waktu tersisa 5 menit hingga topeng mereka kehilangan efek buff-nya. Sedangkan Nakula baru saja memakai topengnya selama 5 menit.
“Arjuna. Coba kau tahan dia menggunakan Esmu!” Perintah Nakula
“Ah.. Kita berempat sudah mencoba. Tapi, dia bahkan menghancurkan setiap elemen yang kita lancarkan dengan hanya kekuatannya. Belum lagi, dia semakin terampil dan gerakannya makin terkontrol.” Jawab Arjuna
“Sudah cukup musyawarahnya!! Mati!!” Potong Joni sambil dengan cepat berada di dekat Nakula dan Arjuna.
Mereka berlima tertegun dengan kecepatan Joni yang meningkat secara drastic ini. Terutama Nakula dan Arjuna yang saat ini menjadi target serangannya. Bahkan, jarak mereka sudah mustahil untuk menghindarinya.
‘Mustahil.’ Pikir Arjuna
Sedangkan Nakula, dia adalah yang paling cepat di antara kelima saudaranya.
Clank!!
Nakula berhasil menghalau kipasan tombak yang datang.
“Huh? Kau sungguh cepat!” Kata Joni.
Namun, kedua senjata Adamantium Nakula pecah sebagai ganti keberhasilannya yang mengejutkan.
Kretektek.. Pyarr..
Nakula merasakan Horror dan membelalakan matanya lebar. Sedangkan Joni terlihat bahagia dan tersenyum kejam setelah melihat senjata Nakula hancur dan melakukan serangan selanjutnya.
Pada saat itu, Puntadewa, Sadewa dan Werkudara yang kelelahan serentak bangkit untuk menghalau Joni. Tapi, jarak mereka tidak akan mendapatkan cukup waktu. Meskipun mencoba sekeras apapun.
Untungnya, Arjuna memutuskan untuk melakukan upaya terakhirnya dengan sedikit energy-nya yang tersisa.
“Penjara Es! Ultimate Freeze!!”
Suuuukkkkekek!
“Ugh!”
Joni heran dengan kekuatan Es yang berbeda dari yang sebelumnya. Di mana yang kali ini bisa membekukan seluruh tubuhnya langsung.
Kemudian, Arjuna segera menarik Nakula menjauh dari jarak Joni. Sebelum Es yang dia ciptakan untuk menahan Joni segera dihancurkan. Sebenarnya jika level lawan sama atau sedikit lebih tinggi, Es itu tidak akan pecah selagi Arjuna tidak menginginkannya pecah.
Namun, Arjuna yakin jika Es itu akan pecah hanya dengan level kekuatan milik Joni.
Nakula berkata saat ditarik mundur bersama Arjuna.
“Arjuna! Bukankah itu berarti, kau akan kehilangan banyak levelmu?”
Menggunakan skill Ultimate akan menguras experience yang mengakibatkan level mereka akan turun sebanyak mereka menggunakannya untuk melakukan serangan ultimate.
“Tidak masalah. Yang penting kita bisa selamat!” Jawab Arjuna.
Sedangkan tiga yang lainnya menghembuskan nafas panjang. Meskipun mereka juga menyadari jika Arjuna mengorbankan level-nya sendiri dengan melakukan itu.
‘Adikku sungguh bijaksana. Kurasa aku perlu belajar banyak dengannya.’ Pikir Puntadewa.
Begitu juga dengan tiga yang lainnya. Mereka semua heran sekaligus kagum dengan tindakan Arjuna di saat-saat seperti itu.
Dan mereka menyadari, jika Arjuna tidak melakukan itu. Hanya aka nada kematian dan penyesalan yang tidak akan terhindarkan.
Ini adalah contoh tragedy di mana keputusan bijak satu orang bisa menyelamatkan nyawa saudara-saudaranya.