Rajawali Online

Rajawali Online
Undead yang Breakthough



“Ayo kita cari dia! Dan segera laporkan jika ada yang


melihatnya!” Perintah Jack



Kembali pada party Jae. Karina yang tadinya terbang


telah berjalan kaki saat ini, karena terbang sangat menguras mana. Meskipun


menggunakan Artefak.


“Kurasa, aku harus manaikan Int agar manaku bertambah


lebih banyak!” Kata Karina


“Iya, bukan hanya itu.. Tapi, setiap 1poin hanya


menambah 3 untuk Int!” Jawab Jae


“Setelah Beta, kita harus menata statistic kita


dengar benar!- “


“Dan kurasa akan banyak yang berubah juga, mungkin


keseluruhan!” Sambut Orochi


Saat ini, kita sudah hampir sampai di pegunungan yang


gersang. Dan sudah terlihat pemandangannya dari kejauhan, tempat yang seperti


gurun pasir. Namun, saat itu juga kami merasakan sesuatu yang mendekat.


“Aku menemukannya!” Kata mereka yang berjumlah tiga


orang ketika melihat kami bertiga. Sebelum akhirnya mengepung kita bertiga.


“Siapa kalian? Kenapa mengepung kami?” Tanya Orochi


Sedangkan aku, sudah tak perlu bertanya lagi tentang


kedatangan mereka. Hingga aku langsung mencengkeram mereka dengan Bone Graves.


“Grasssp..”


“Huh? Apa ini?” Kata salah satu dari mereka ketika


tiba-tiba muncul tangan-tangan tengkorak. Sedangkan yang lain terlihat panic.


“Berapa banyak dari kelompok kalian yang akan


datang?” Tanyaku,


Aku sudah menebak jika mereka adalah guild yang


mencariku. Bagaimanapun, mereka tidak terlihat seperti Bandit yang sengaja


ingin merampok player. Jadi, jika dilihat dari gerak-gerik mereka yang langsung


mengepung, dan berkata ‘Aku menemukannya’ sudah jelas bagiku.


“Heh.. Kau tidak perlu tahu, karena kau akan menyesal


jika mengetahuinya!” Jawab salah satu dari mereka dengan nada nyengir


“Brasssk..!”


Seketika, aku langsung membunuh mereka dengan memperkuat


Bone Graves untuk meremas mereka hingga menjadi debu. Yang artinya mereka mati


dan log out.


“Huh? Seperti biasa, kau gila!” kata Orochi setelah


melihatku membunuh mereka dengan santainya.


“Ini hanya game, bukan?- “


“Ayo! Kita abaikan saja yang akan datang


selanjutnya!”


Sedangkan Karina masih terlihat heran dengan


kekejamanku. Hingga menutup mulutnya yang terbuka dengan tangannya.


“Ayo Karina! Sebelum hal yang merepotkan datang!”


Teriak Orochi, yang melihat Karina hanya bengong.


Orochi berpikir ketika mulai perjalanan ‘Kehidupan


sekeras apa yang Jae jalani hingga menjadi orang seperti itu? Dia sebenarnya


cukup cerdas, Cuma wawasannya saja yang minim.’


“Jae!” Tanya Orochi


“Ng?”


“Apa kau juga jago berantem di dunia nyata?”


“Tidak. Aku hanya berandalan!”


“Huh?”


“Apa semua berandalan seperti kau?”


“Entahlah.. Kenapa kau bertanya seperti itu?”


Orochi sempat terdiam sejenak sebelum menjawab.


Sebenarnya dia tidak sengaja bertanya tentang hal yang seharusnya tidak dia


tanyakan. Meskipun Jae sudah pernah cerita tentang kehidupannya sebelumnya.


“Em.. Tidak apa-apa! Maaf, seharusnya aku tidak


bertanya seperti itu!” Jawab Orochi


Namun, aku hanya bisa berkata apa yang aku pikirkan


sebagai jawaban pertanyaan Orochi yang merujuk pada kehidupanku.


“Yang aku tahu, aku melakukan segala hal untuk


bertahan hidup! Yang pasti, aku hanya pencuri. Bukan tipe kriminal yang


bertindak dengan kekerasan!- ”


“Apa kalian menyesal bergaul denganku?”


Namun, ketika aku berkata seperti itu, Orochi dengan


keras menjitak kepalaku dan bahkan memanjat tubuhku dengan bentuk kadalnya.


Sebelum berkata dengan nada marah.


“Plak..”


“Kau bicara apa tolol? Kalo kau kriminal, bagaimana


denganku?” Tanya Orochi


“Huh? Maksudmu?” Jawabku dengan balik bertanya.


Namun, kemudian dia melakukan hal yang membuatku


begitu kesal dan mamalukan sebagai jawabannya. Dia dengan sengaja turun dari


punggungku sambil melucuti celanaku kebawah agar terlihat oleh Karina.


“Ini.. Aku lebih jahat dari kriminal, kan?”


“Sruut..!”


“Kyaaa..!” Teriak Karina, sambil menutup wajahnya


dengan kedua tangannya


“Bajingan kau Cicak sialan..!” Teriakku sepontan,


sambil membenarkan celanaku kembali dan mengejar Orochi yang lari begitu cepat


setelah apa yang dia lakukan.


‘Ini orang paling suka membuatku geram.’


“Ampuun.. Aku takut dikejar kriminal! Haha..!” Teriak


Orochi sambil berlari dan tertawa.



Tidak lama kemudian, kita bertiga sampai di


pegunungan gurun pasir dan bebatuan kering. Disertai angina kasar dengan suhu


yang amat gersang.


“Heh.. baru syncro rate 5% saja seperti ini rasanya!”


Kata Orochi


“Benar.. maka dari itu, kita kumpulkan banyak


pengalaman yang mungkin berguna nanti!” Jawabku


Ketika saat itu juga, gampa bumi kecil terasa sebelum


monster beast kalajengking raksasa bermunculan.


“Brassst.. Sssst..!”


“Oh tidak.. Kurasa satu saja sudah merepotkan, tapi


mereka datang lima sekaligus!” Kata Orochi


“Tidak ada waktu untuk takut!” Potong Karina, sebelum


langsung melakukan serangan langsung


“Staaab..!”


“Clank clank clank clank..!”


Namun, tidak terpikirkan serangannya hanya mental dan


tidak membuat kerusakan.


[Black Iron Scorpion, rank A+]


[Monster Beast dengan kulit baja hitam, dan memiliki


racun mematikan di bagian ekor]


[Damage sengatan 500, efek racun mengurangi vitalitas


20 perdetik]


“What the hell? Ini Monster paling bangsat sejak aku


masuk game ini!” Kesal Orochi. Dan terlihat putus asa saat melihat notifikasi


system


“Waspadalah.. sekali kita terkena serangannya pasti


akan berakibat mati!” Teriakku


‘Untung saja, aku tidak mengambil quest. Jadi, tidak


akan berdampak pada koin sebagai pinalty jika sampai mati di sini.’


Sementara Karina terlihat tetap fokus pada satu


monster yang dia serang tadi, keempat beast yang lain mulai melakukan tindakan


pada kami.


“Bone Graves”


Meskipun Bone Graves sudah berada pada level 5,


kurasa tetap tidak akan kuat untuk mengunci gerakan keempat beast ini. Kecuali


hanya satu beast, akan memungkinkan kekuatannya tidak terbagi.


“Brake brake brake brake!”


Seperti yang kuduga, semua Bone Graves-ku percumah.


“Cih. Showtime!”


Yang aku bisa hanya mengerahkan seluruhnya yang aku


punya. Dan juga aku mencoba menggunakan senjata rank SSS namun.


[Anda belum diperbolehkan mengambil senjata SSS ,


‘Jadi, aku hanya bisa menyimpannya saja sebagai


pajangan untuk saat ini?’


Sementara Orochi dan Karina juga sedang berusaha


sebisa mungkin denga semua yang mereka punya. Bahkan Karina menggunakan skill


ultimatenya yang sebelumnya bisa menghancurkan shield Dukun.


Namun, hanya menggores   bagian luar kulit saja. Skillnya tidak


efektif selagi serangannya hanya melukai bagian luarnya saja. Skillnya akan


sangat berdampak jika berhasil memberi kerusakan pada organ dalam target.


“Hah.. Hah.. Sial, ini hanya membuang stamina saja!”


Gumam Karina, setelah melakukan banyak upaya untuk memberikan damage pada Black


Iron Scorpion.


“Splassh.. Blaree..!”


Musuh kita bahkan tidak membiarkan kita beristirahat.


Hampir saja Karina terkena ekor Black Iron scorpion, untungnya dia ninja dan


gesit untuk menghindar.


“Hiiiik… Jae! Sepertinya aku tidak bisa bertahan lama


lagi. Staminaku hanya tersisa 25%!” Teriak Karina yang gelisah setelah


menghindari serangan ekor yang hampir mengenainya.


Di samping itu, Orochi yang seorang mage belum


memiliki tipe serangan yang cocok untuk beast ini.


“Cih.. Sial, dia kebal terhadap racun- “


“Jae! Kurasa aku hanya bisa mendukung kalian dengan


Buff!”


Jadi, yang bisa diharapkan untuk melumpuhkan Black


Iron Scorpion hanya aku dan Karina.


Di sisi lain juga undeadku sedikit memperlihatkan


harapan. Meskipun hanya mereka bertiga yang besa bertahan Dukun, Cakil dan


Jalang. Cakil mulai menggunakan Palu raksasanya.


“Bang Bang Bang!”


Yang mengejutkan, serangan palunya yang besar


mengakibatkan retakan pada kulit Black Iron Scorpion.


“Splaaash.. Tssk..!”


Namun, ekornya beast yang cepat lebih unggul


menghadapi gerakan Cakil yang lambat hingga mengenai pinggangnya.


“Pofft..!”


Hanya sekali sengatan, Cakilku langsung lenyap


dan  kembali ke slot undead-ku?


Sedangkan Dukun selalu menjaga jarak dan melakukan


serangan Range. Saat itu juga aku teringat oleh senjata yang aku dapatkan dari


‘Kerna’.


“Dukun! Terima ini!”


“Fuk fuk fuk fuk…!”


“Clak..!”


[Huh? Tuan.. ini sungguh suatu kehormatan bagiku!]


Kata Dukun, terlihat begitu bersemangat ketika aku memberinya sabit Alaksa


[ Sabit Alaksa, Rare Rank SS, Damage 500/hit.


Memiliki racun di bagian ekor tongkat senjata. Dampak serangan pada ekor


meracuni korban 20hp perdetik. Durasi 1 menit]


[Undead Dukun merasa sangat bangga dan terpicu


melakukan breakthrough]


“Huh?” Aku heran ketika melihat pemberitahuan system


Dan juga, para Iron Black Scorpion terlihat sedikit


ketakutan setelah melihat Dukun memegang Alaksa.


‘Sebenarnya apa yang terjadi? Memang sih, wujud dukun


menjadi lebih menyeramkan dan terlihat cocok dengan sabit itu. Hingga terlihat


seperti Grim Reaper.’


Jika membaca deskripsi senjatanya, itu sama dengan


damage serangan ekor Iron Black Scorpion. Jae tidak tahu jika senjata itu


dibuat dengan kombinasi Beast ular dan Black Iron Scorpion.


Kemudian, hal yang tidak terduga segera terlihat.


“Slash.. slash slash slash..!”


Dukun yang tadinya selalu menjaga jarak, kini


melakukan serangan langsung dengan sabitnya. Bahkan kecepatannya menjadi


meningkat, belum lagi dia bisa menghilang dan muncul di mana pun dia inginkan.


Sebelum lanjut melakukan tebasan dengan sabitnya.


Yang lebih mengejutkan, setiap tebasannya mengenari


celah-celah di antara kulit besi yang melindungi Black Iron Scorpion hingga


mengakibatkan bagian yang tertebas terpotong.


Kemudian, aura hitam dan merah menyelimuti Dukun dan


meresap pada seluruh tubuhnya. Hingga sosok baru terlihat pada dukun.


‘Keren.. Dia benar-benar seperti Grim Reaper


sekarang.’


Pakaian dengan tudung dan wajahnya yang hanya


tengkorak, ditambah sabit Alaksa yang berwarna hitam dengan bilahnya saja yang


terlihat mengkilap tajam sudah mengerikan untuk dilihat.


Ditambah auranya yang hitam pekat dengan sedikit


warna merah darah menghiasi karismanya yang menyeramkan.


[Dukun Berhasil Breakthrough – Lich]


(Cobalah membuat Undead yang lain breakthrough untuk


memungkinkan Job anda mengalami Breakthrough lebih cepat)


“Menakjubkan! Ini kah kekuatan seorang Necromancer?


Bisa memiliki bawahan yang kuat seperti itu?” Guman Orochi ketika melihat dukun


“Huuf.. Syukurlah kita punya harapan!” Kata Karina,


sambil menghembuskan nafas panjang sebelum mendekat kepadaku dan disusul oleh


Orochi.


“Kurasa kita bisa istirahat sebentar selagi Dukun


menghadapi mereka bersama dengan teman-temannya!” Kataku


Kemudian, aku memanggil Cakil kembali untuk


bertarung. Karena hanya mereka bertiga yang mampu mengimbangi Black Iron


Scorpion. Cakil berkata pada jalang saat kembali muncul.


[Wanita tua! Apa kau tidak mencoba menggunakan


senjatamu?]


[Grrr.. Tentu saja akan kugunakan karena kalian


lemah!]


Kemudian, Jalang yang setengah ular memunculkan


senjatanya yang dia simpan di dalam tubuhnya untuk keluar dari mulutnya.


Menjijikan ketika melihatnya mengeluarkan senjata itu dari mulutnya yang


melebar seperti ular.


Senjatanya adalah dua bilah kapak besar.


[Tuan! Aku tidak mengira kau tidak berdaya menghadapi


mereka!] Kata Jalang tiba-tiba.


“Huh?” Aku sungguh tidak mengira jika Bawahanku akan


berkata seperti itu padaku. Namun Cakil memotong


[Lancang! Kau berani meremehkan Tuan kita?]


[Tentu saja aku tidak bermaksud seperti itu! Tapi,


Tuan belum menyadari semua kekuatannya saja!]


Di tengah pertarungan Dukun yang baru saja melakukan


Breakthrough dan sedang sibuk menghadapi 5 beast. Mereka malah berdebat karena


aku? Untungnya, Dukun yang kali ini menjadi lebih kuat dari mereka berkata.


[Diam kalian! Bantu aku atau aku akan menghukum


kalian nanti!]


[Huh? Cih, kau  beruntung bisa Breakthrough hingga berani memerintah kami!] Jawab Jalang


[Sudahlah! Ayo bantu dia dan kita bantu Tuan kita


menjadi lebih kuat!] Potong Cakil, sambil berlari mendekat pada musuh dan


disusul oleh Jalang yang juga tidak mau kalah dalam hal ini.


Mereka terlihat seperti sedang berlomba-lomba mencari


perhatian padaku lebih tepatnya.


Aku merasa malu ketika melihat mereka, sebagai


tuannya, aku masih sangat lemah. Meskipun aku yang tadinya mengalahkan mereka,


namun mereka bertambah kuat juga seiring diriku naik level.


“Expunge” Aku menggunakan skill ini untuk memulihkan


manaku dengan menyerap vitalitas Black Iron Scorpion.


Mereka sempat melirikku ketika mereka menyadari jika


aku menyerap vitalitasnya. Namun, mereka sedang disibukkan oleh tiga bawahanku.


“Tenang saja. Aku juga tidak mau kalah oleh bawahanku


tentunya!” Kataku ketika hendak bertindak


Dukun dan kawan-kawannya terlihat tersenyum ketika melihatku


ingin bertindak.


[Inilah Tuan kita yang sesungguhnya!] Seakan-akan


mereka semua berkata seperti itu.