
Tidak lama kemudian kita berdua sampai.
“ Akhirnya kita sampai juga di Multazam ! “ Kataku
“ Em, dan aku tidak mendapatkan apapun melainkan lelah menunggumu di bawah gunung ! “ Sambut Orochi
“ Salahmu sendiri tidak ikut naik ! “
“ Cih..Sialan ! “
Selanjutnya, aku menuju di mana Restoran Candy berada. Ketika sampai di sana, aku melihat Tokonya yang kebetulan sedang ramai. Namun, yang lebih mengejutkan adalah pembicaraan mereka saat ini yang terdengar ketika aku mulai masuk.
“ Oi ! Kau sudah lihat pengumuman ? “
“ Iya sudah ! Maksudmu soal ranker di sesi beta ini kan ? “
“ Tepat ! Mungkina dia seorang Proplayer ? “
“ Yah, kemungkinan semua anggota partynya adalah Proplayer ! “
“ Tapi, mengapa bukan Guild yang tercantum dalam pengumuman ? Melainkan Nama Player yang di panggil ‘ Jae ‘ saja ? “
“ Mungkinkah ? “
“ Mustahil ! Jika dia bermain solo ketika game baru dimulai dua hari ini ! “
“ …. “
“ …. “
Aku langsung mengenakan tudung kepalaku saat mendengar mereka menyebut namaku, sebelum melirik Orochi yang pastinya tahu tentang hal ini namun tidak memberitahuku. Dan malahan dia tersenyum lebar ketika aku meliriknya.
“ Sialan, Kau sengaja menyembunyikan ini ya ? “ Tanyaku dengan nada pelan
“ Hehe, itu suatu kebanggaan bagimu seharusnya ! Karena kemampuanmu ! “ Jawab Orochi
Namun, hal yang tidak kuharapkan selanjutnya sangat membuatku tidak nyaman ketika Candy dengan lantang memanggil namaku.
[ Jae ? ] Panggil Candy, dan seketika semua orang menatap dengan siapa Candy berbicara, yang tidak lain adalah aku
‘ Cih, Sial ! Aku tidak biasa dilihat banyak orang seperti ini ! ‘ gumamku dalam benakku
[ Aku telah melihat pengumuman ! Kau pasti ingin memberiku itu kan ? ] Tanya Candy
Dia dengan keras mengatakannya sambil merujuk pada Kristal Dilema yang memang akan kuberikan kepadanya pastinya. Bagaimanapun, aku pasti mendapatkan hadiah darinya ketika aku memberikan ini.
Namun, aku memutuskan untuk berpura-pura jika dia salah orang, yang pastinya tidak berguna membohongi seorang NPC yang bisa melihat status level dan namaku.
[ Kau cukup bodoh ! Bagaimana bisa kau berpikir untuk membohongi seorang NPC ? Tuan Pahlawan Jae ! ] Jelas Candy sambil tersenyum
“ Yah, apa boleh buat jika sudah begini ! “
Aku pun pasrah jika identitasku terungkap di hadapan semua orang. Hingga wajah macam-macam orang mulai terlihat ketika menyaksikan penampilanku sebagai seorang ranker tertinggi setelah aku membuka tudung kepalaku.
“ Wow ? Jadi dia si ranker itu ? “
“ Eh ? Bukankah dia yang waku itu mengatakan Map ? “
“ Uwoooo ! Kau yang menolak menjadi anggota guildku waktu itu ?! “
“ …. “
“ …. “
Mereka semua heboh, berawal dari orang yang pernah melihat wajahku hingga yang asing. Dan lagi-lagi hal yang mengejutkanku tidak berhenti di sini.
“ Oh ! Jadi itu alasan kenapa kau sempat tidak mau menjadi partyku ? “
Seorang yang mengatakannya adalah wanita dengan dua samurai pendek waktu itu.
“ Eh ? Ti,tidak sungguh ! “ Kataku sebelum melirik Orochi untuk menolongku.
Namun, dia hanya tersenyum sebelum sengaja berpaling dariku
“ Ah, Kau ? “ Tanyaku
“ Kau harus menghadapinya sendiri kalo soal wanita ! “ Jawab Orochi
Dan lagi-lagi kerumunan di Restoran Candy dibuat heboh dengan perkataan Kirana yang sempat mengajakku sebagai partynya
“ Wah dia bahkan menolak wanita itu sebagai partynya ? “
“ Sungguh percaya diri sekali ! “
“ Hemm ! “
“ Dia benar-benar Proplayer ! “
“ …. “
“ …. “
Di antara banyak kerumunan, aku melihat ada satu orang yang terlihat tidak tertarik dengan semua ini, aku menjadi penasaran dengan orang itu jadinya, meskipun pada akhirnya aku tidak memikirkannya dan langsung mendekati Candy untuk memberikan Kristal Dilema yang aku dapatkan.
“ Ini yang kau inginkan bukan ? Meskipun aku tidak mengambil questmu, tapi aku mendapatkannya ! “
“ Aku terburu-buru ! Dan aku harus segera log out ! “ Lanjutku berkata tanpa membiarkannya bicara sebelum aku selesai
[ Ng ? kenapa kau terburu-buru Pahlawan ? ]
“ Bukan urusanmu ! Aku pergi ! “ Jawabku singkat sebelum aku langsung melakukan log out begitu aku selesai bicara dan mengabaikan yang lain.
“ Tunggu ! “ Teriak Karina
Sedangkan, Orochi yang menyaksikannya terlihat tersenyum sebelum bergumam sendiri sambil menggelengkan kepalanya yang seperti kadal.
“ Haaah, kau tahu Jae ? Bahwa kau sebenarnya membuat wanita menjadi tertarik oleh tingkahmu ? “
*
Setelah aku berhasil Log out dan melepas Nerve Gear, aku mulai beranjak dari tempat tidur dan meregangkan otot-ototku yang sedikit tegang karena terlalu lama berbaring dan ditambah letihnya syaraf otak akibat perjalanan di game yang begitu menegangkan.
Kurasa memang tidak baik jika berlamaan bermain game seperti itu. Kecuali jika bermain game dengan wanita-wanita cantik, mungkin berefek sebaliknya.
“ Hooaamm ! Sudahlah, lagian memang di dalam game yang menegangkan pun menyenangkan ! sekalian menghasilkan uang ! “
Kemudian aku lanjut menemui Ibuku, untung saja ini belum begitu malam dan dia masih terjaga.
“ Ibu ? Kau belum tidur ? “
“ Belum, aku menunggumu untuk makan ! “
“ Em, maaf ! Lain kali tidak perlu menungguku Bu ! “
“ Kau bilang kau ingin menemaniku, tentu saja aku senang menunggumu ! “
Ibuku berkata dengan lembut padaku sambil membelai rambut kepalaku, yang membuatku makin merasa bersalah akibat kelalaianku ketika berada dalam game, apapun alasannya.
“ Sudahlah ! kau jadi terlihat merasa bersalah begitu ? ! “ Kata Ibuku sebelum lanjut
“ Ayo makan ! Yang penting kau bahagia saja nak ! Itu sudah lebih dari yang kuharapkan, selebihnya terserah apa yang akan kau jalani ! “
“ Dan juga yang paling penting, kau sudah tidak hidup di jalanan menjadi seorang pencuri ! “
Aku pun hanya bisa diam saja mendengar perkataan Ibuku dan memakan hidangan yang telah ibuku sajikan dengan lahap. Bagaimanapun, aku sungguh lapar saat ini. Ibuku tersenyum melihat cara makanku yang begitu lahap, hingga aku pun berkata agar dia makin senang.
“ Wah ! Bu, sungguh lezat masakanmu ! Aku akan habiskan semuanya ! “
“ Hahaha ! Tidak apa-apa kau habiskan saja, tapi jangan lupa di luar sana masih banyak orang kelaparan ! “
“ Ng ? “
Aku seketika berhenti setelah ibuku mengatakan hal itu yang membuatku teringat dengan kehidupan pahit orang-orang di daerahku tinggal.
“ Sudahlah makan saja semaumu ! tidak apa-apa jangan dipikirkan ! “ Perintah Ibuku ketika aku sempat menghentikan tindakanku untuk makan lebih banyak
“ Em, terima kasih Bu ! Besok, kita bagikan kepada mereka sebagian yang kita punya ! “
“ Eh ? Apa yang akan kau berikan kepada mereka ? “
“ Lihat saja besok Bu ! Hehehe ! “
Selanjutnya, aku pun melanjutkan untuk makan agar tidak menyianyiakannya dan agar ibuku tidak merasa bersalah.
“ Oi ! kalau kau habiskan semuanya, aku makan apa Jae ? “
“ Eh ? I-ibu belum makan ? “
“ Hahaha ! Tidak, Ibu sudah makan kok ! “
“ Ah, Ibu ! Bodo amat ah ! “
“ Hahaha dasar anak nakal ! “
Keesokan harinya, aku mengajak Ibuku berjalan-jalan dan membeli perbekalan untuk dibagikan dengan orang-orang yang membutuhkan, terutama untuk orang yang tinggal di sekitar tempat kita.
Ibuku sempat terkejut dengan banyaknya uang yang aku habiskan untuk membeli semua itu, meskipun sebenarnya itu semua hanya menghabiskan koinku tidak banyak, dan masih banyak banget yang tersisa jika untuk ditukar dengan uang tunai.
“ Jae ! katakanlah dari mana kau mendapat uang begitu banyak ? “ Tanya Ibuku
“ Ibu ingat orang tua yang datang ke rumah kita kan ? “
“ Iya ? “
“ Dia yang memberiku semuanya ! “
“ Apa ? Benarkah ? “
Bagaimanapun, dia tidak hanya memberikan aku dan Ibuku perlengkapan rumah. Tetapi juga uang tunai di akun yang dia berikan kepadaku.
‘ Kalau tidak salah, kira-kira aku mendapatkan 1000 koin lebih sejak dua hari bermain game itu ! ‘
Selanjutnya kita membagikan apa yang sudah kita beli, dan aku juga memberikan sedikit uang tunai sebanyak 1.000.000
Rupiah. Bagaimanapun, aku tidak takut uangku habis untuk kubagikan, karena sudah terbiasa tidak punya uang sebelumnya dan juga tidak lupa bagaimana pahitnya hidup di daerahku, di mana lapangan kerja sangat terbatas dan gaji di bawah standard daerah lain.
Masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa pasrah dan mengikuti jalannya kehidupan. Yang kita tahu hanyalah bertahan hidup, apapun caranya. Bahkan tidak segan-segan untuk mencuri atau bertindak kriminal bagi mereka yang sangat buntu dan lelah dengan pahitnya ekonomi.
Dan sebenarnya, tindak kriminal tidak sepadan dengan apa yang di dapat. Contoh mencuri dompet yang isinya hanya satu juta Rupiah, dan jika sampai ketahuan, bahkan nyawanya terancam. Minimal mendapatkan bonyok akibat amukan masyarakat.
Kalau di pikir-pikir, lebih berat mana dosa seorang pencuri dan orang-orang yang menghajar pencuri hingga sekarat ? Apakah tuhan yang bijak menyukai orang-orang yang menghajar pencuri hingga sekarat ?
‘ Ah, aku mulai memikirkan hal yang rumit ! Sebaiknya aku menghibur diri di Rajawali Online nanti ! ‘
‘ Pokoknya, jika rencanaku sukses ! Aku ingin membantu mereka yang terpaksa melakukan tindak kriminal karena keadaan yang memaksa, menjadi seorang pengusaha ! ‘
Aku mengepalkan tanganku ketika berharap keinginanku semoga terwujud sambil memandang ke atas langit. Yang aku percaya, jika hal yang aku lakukan sesuatu yang mulia, pastinya Tuhan akan membantuku.
‘ Akan aku tunjukan kepada dunia, pencuri sepertiku saja bisa memiliki tujuan yang mulia ! ‘
Hadapi hidup yang pahit, bertahan hidup dan menjadi kekuatan juga harapan. Hingga suatu saat ketika mimpiku terwujud, kepahitan ini tidak ingin aku lupakan agar teringat oleh orang-orang yang mengalami pedihnya kehidupan.
Selanjutnya “ Link Start !! “