Rajawali Online

Rajawali Online
Jaeger



‘ Baiklah ! Kau mengamuk ? Ayo kita saling mengamuk ! ‘


Pikirku sebelum memulai berlari dengan kecepatan penuh


kepada Buto Ijo Rage mode, yang mana dia juga bersiap untuk maju ke arahku.


Aku mencoba menggunakan mana dengan cara seperti saat


menggunakan Necromancer. Untungnya cara ini berfungsi, yang artinya


memungkinkan semua Job bisa menggunakan mana jika memahami caranya.


[ Skill Blessing Aura terbuka ]


Kemudian, seluruh tubuhku terselubungi oleh mana Hitam


seperti aura Necromancer yang aku gunakan.


“ FlasSSH.. “


Kecepatanku akibat menggunakan mana menjadi dua kali lebih


cepat. ketika momentum kita hampir dekat, aku melemparkan Belati kiriku dengan


memutar tubuhku untuk menambahkan kekuatan pada lemparanku sebelum


melemparkannya ke arah matanya.


[ Trowing knives level up]


[ Trowing knives max level ]


[ Skill Death Blow telah terbuka ]


[ Skill yang seharusnya dimiliki setelah Breaktrough telah


anda buka karena naluri bertarung anda ]


[ Anda berpotensi melakukan ‘ Breaktrought ‘ pertama anda ]


[ Tekad anda yang teguh mengguncang keinginan Job anda untuk


melakukan Breaktrough ]


Aku tidak punya waktu untuk memperhatikan system ketika dalam


keadaan seperti ini. Sebenarnya system malah membuatku terganggu di


tengah-tengah pertarungan ini, sementara belati yang kulempar 3x lebih kuat dan


lebih cepat dari yang sebelumnya kulakukan, ditambah mana dan aura hitam


menyelimutinya.


Hingga membuat Buto Ijo Terkejut dengan seranganku,


sementara kita berdua maju bersamaan dan mendekati momentum. Bagaimanapun,


terlambat untuk Buto Ijo dengan seranganku yang cepat dan kuat sementara jarak


kita tidak begitu jauh.


“ TsssSSK..! “


“ ROOAAAARRR ! “


Dia mengaum, ketika belatiku menusuk matanya yang lebar.


Namun, kali ini dia menahan kesakitannya sambil melakukan serangan membabibuta.


“ Bom ! Bam ! Blare ! “


Tidak cukup dengan itu, Dia memperkuat aura Ragenya selagi


aku menghindari serangannya yang acak. Namun, di sini aku lupa satu hal ‘ Bau ‘


. Dia bisa mendeteksiku hanya dangan mencium bauku.


Hebatnya, dia bisa tepat mengetahui posisiku hingga


memukulku dengan kekuatan dan tangannya yang besar. Aku tidak sempat menghindar


dengan jarak ini, sementara dia sungguh cepat ditambah mode ragenya. Aku


mengambil belati di mulutku dengan tangan kiriku sebelum menepis tinjunya,


namun tetap saja.


“ BAM ! “


Kedua tangan dan tubuhku tidak bisa menahan kekuatannya. Aku


terlempar jauh sampai ujung dinding ruangan akibat pukulannya.


“ Uuhhkk ! “


“ CRAAACK..! “


Hingga dampak momentumku yang terlempar pada dinding


menyisahkan retakan besar, dan menguras banyak vitalitasku hingga tersisa 20%


persen.


Aku terkapar di tanah sebelum tetap menjaga pandanganku pada


Buto Ijo yang makin mengamuk dan mengaum dengan ke dua matanya yang terpejam.


[[ AAARrrgggh..! Beraninya kau manusia ! ]]


[[ ROAR!! ]]


Selanjutnya dia berlari menuju ke arahku sambil mengeluarkan


sihir berwarna merah seperti lava yang dia kumpulkan di tangan kanannya, yang


pastinya itu untuk mengakhiri permainanku. Aku pun tidak mau kalah


“ Show Time ! “


“ Expunge ! “


“ Bone Graves ! “


[  Mp terlalu rendah setelah menggunakan mereka semua


bersamaan ]


[ Skill Expunge mulai memulihkan Mp dan Hp anda ]


10% - 20% -30% Hp dan Mp ku terpulihkan. Kemudian aku


mengambil setamina potion di kotak item sebelum meminumnya sambil tetap


berbaring. Selanjutnya, Aku melihat vitalitas Buto Ijo berkurang akibat


seranganku tadi dan Expung yang menghisap vitalitasnya untuk ku.


Kali ini vitalitas Buto Ijo kira-kira masih 30 %, sedikit


lagi aku bisa membunuhnya.


Namun, ketika aku memikirkan itu. Buto Ijo mengarahkan bola


energy sihirnya ke tanah di mana tulang-tulang menyergapnya, dan mumbuat


ruangan besar ini berguncang hebat, sementara kawah terlihat akibat serangan


bola energy Buto Ijo yang juga memusnahkan para Undeadku.


Selanjutnya, dia mulai maju lagi ke arahku disertai getaran


tanah setiap langkahnya.


[[ ROOaAARR ! ]]


Sementara aku yang telah pulih juga tidak akan berdiam diri


melihat dia mendekatiku. Aku Mengulang tehnik yang aku lakukan sebelumnya dan


melesat cepat ke arah Buto Ijo.


“ Kita lihat ! Apakah penciuman baumu secepat mata melihat ?


“ Teriakku


Bagaimanapun, bau tidak mungkin seakurat pengelihatan.


Ketika kita sudah saling dekat, hingga membuat Buto Ijo memukul keberadaan


bauku dengan serangan beruntun dan acak, hingga merusak dataran di manapun dia


memukul. Aku sudah melawatinya dari bawah kakinya sebelum menebas Urat kakinya


yang di bagian belakang mata kakinya.


“ Slice Slice Slice Slice Slice Slice Slice Slice Slice


Slice Slice Slice ! “


Kali ini tebasanku harusnya berdampak banyak, karena aku


menggunakan seluruh statusku dan manaku. Seperti yang kuduga, satu kakinya yang


ku serang berlutut karena urat kakinya aku Cincang seperti daging.


Kemudian, Dia mengarahkan tinju kanannya ke arahku sebelum


melanjutkan serangan bola sihirnya dengan tangan kirinya.


“ BAM ! “


“ BOOM! “


Meskipun aku sudah menghindarinya, tapi tetap saja serangan


bola sihirnya membuat kerusakan besar hingga mengurangi 10% vitalitasku juga.


“ Hmm, mumpung kau sekarang pincang ! Bagaimana jika aku


ulangi cara tadi ! “


[[ GRRRTTT ! ]]


“ Bone Gaves ! “


“ Showtime ! “


“ Expunge ! “


Dengan keadaan Buto Ijo kali ini yang berlutut dengan satu


melakukan Expunge untuk memulihkan MP dan HPku hingga 10% saja. Karena Buto Ijo


langsung menghancurkan medan Bone Graves dengan Bola Sihirnya.


Tetapi


“ Kau kira aku begitu bodoh ya ? Hanya akan mengulang cara


yang sama tanpa melakukan tindakan !? “


Kataku, sambil berlari memanjat tubuhnya yang berlutut.


“ Hahaha coba hancurkan lagi tulang-tulang itu ! “ Lanjut


aku sebelum mengaktifkan Bone Graves lagi


Dan, selagi dia disibukkan dengan tulang-tulang tangan yang mengikatnya.


Seperti yang di duga, dia memulai untuk mengumpulkan bola sihir dengan tangan


kirinya sebelum menggunakannya untuk menghancurkan medan Bone Graves. Namun,


aku tidak akan diam saja sebelum dia melakukannya.


Aku menusuk tendon dan otot bahunya bagian kiri, yang mana


umumnya akan menyebabkan lengan kirinya lumpuh. Untungnya kali ini seranganku


cukup berefek karena menggunakan mana pada setiap serangan.


“ TSssk TssSk ! “


“ Sliiiiice! “


[[ ROOOAAARRR ]]


Seranganku mengakibatkan lengan kirinya lumpuh dan


membatalkan serangan bola energynya yang akan merepotkanku.


‘ Sedikit lagi , dan aku bisa menggunakannya ! ‘


Kali ini, seharusnya dia menggunakan tangan kanannya jika


ingin menggunakan bola energy sihirnya. Jadi, aku lanjut berlari di atas


punggungnya ke arah di mana letak tendon dan otot bahunya yang paling vital


menurutku berada.


Aku seakan-akan selalu mengetahui setiap titik vital mahluk


hidup entah mengapa, tapi yang pasti itu hal alami yang aku pahami ketika hidup


di dunia yang penuh criminal dan pedih.


“ TSsssK TsssSk ! “


“ Sliiiice ! “


[[ ROOAARR ! ]]


Dia mengaum dengan matanya yang masih tertutup karena buta.


“ Cih ! Masih belum 20% HPnya tersisa ? “ Kataku, terkejut


dengan tingginya vitalitas Buto Ijo


Hingga aku kemudian memanjat ke atas kepalanya, sebelum


berteriak untuk menipunya


“ Woi ! Jelek ! Aku ada di atasmu sekarang ! Apa kau tidak


merasa malu di injak seperti ini ? “


Aku sengaja memprovokasinya agar rencanaku yang berada di


atas kepalanya ini efektif nantinya. Untungnya, tidak manusia tidak monster,


selalu tertipu oleh provokasiku. Yang mana Buto Ijo langsung dengan cepat


mendongak untuk melemparku pergi dari atas kepalanya.


Dan sebenarnya memang itu yang aku rencanakan, saat Buto Ijo


memaksaku untuk pergi dari kepalaku dengan mendongak keras, sekalian aku


meloncat ke atas. Hingga ketika sampai pada langit-langit aula raksasa ini, aku


memposisikan kepalaku ke bawah agar aku bisa memanfaatkan dinding langit-langit


untuk meloncat dan meluncur cepat ke bawah setelah melepaskan ‘ Death Blow ‘


dari atas ke arah ubun-ubun target.


“ TssSSkkk ! “


[[ ROOOAAARR ! ]]


Belati yang kulempar akibat Death Blow yang merupakan


serangan One Shot, menusuk ubun-ubunnya. Dan keruntungnya, dampak Death Blow


yang menusuk ubun-ubun cukup banyak mengurangi vitalitasnya hingga tersisa 20%.


Sementara aku yang telah terjun dari atas memang telah sengaja ingin


melancarkan serangan yang telah ku rencanakan, namun tidak mengira jika kali


ini vitalitas Buto Ijo sudah mencapai 20%.


“ Kalau begitu ! Ini Akan sangat Brutal untuk kematianmu ! “


Kataku yang terjun sangat cepat ke arah Buto Ijo, sebelum melakukan Skill


“ Brutality Strike ! “


[ Skill Brutality Strike mengikuti keinginan anda ]


Namun, Buto Ijo ketika itu juga mendongak dan membuka


mulutnya, melakukan hal yang di luar perkiraanku. Dia mulai mengaktifkan bola


energy dari mulutnya. Namun, sudah terlambatu untuknya karena aku terlalu cepat


dengan dukungan gravitasi juga.


Brutality Strike aku Mulai dari wajahnya hingga lanjut turun


ke bawah, sedangkan posisi target berlutut. Aku melakukan seranganku. Yang mana


setiap satu tebasan mengandung tiga tebasan lebar hingga jarak 3meter, dan


serangan ini tidak hanya satu tebasan. Namun tebasan beruntun dengan efek


seperti itu ditambah bonus Critikal pada setiap serangan dan di iringi mana


hitam yang pekat.


“ Slice Slice Slice Slice Slice Slice Slice Slice  Slice Slice Slice Slice Slice Slice Slice


Slice ! “


“ SRIIIIIINNG ! “


Sebenarnya, ini mungkin lebih seperti Ultimate. Ketika aku


selesai dengan seranganku, dan berada di tanah di bawah Buto Ijo.


Dampak akibat Brutality Strike mulai terlihat dalam


keheningan.


Ketika itu, berawal dengan kepala Buto Ijo yang meledak


berceceran, kemudian aura gelap keluar dari celah-celah akibat tebasan dan


meledak berhamburan disertai hujan darah.


Aku pun mengenakan tudung mantel hunter yang ku pakai untuk


menghindari hujan darah yang menjijikan itu menenai rambut dan wajahku.


Selanjutnya, suara berisik kembali menyambutku.


[ Anda berhasil mengalahkan Bos  Gunung Orc ‘ Buto Ijo ‘ ]


[ Anda mendapatkan Skill Venom Body ]


[ Anda mendapatkan 500 koin ]


[ Peti kemas telah terbuka, Anda bisa mengambil Kristal


Dilema ]


[ Pencapian terbaik sepanjang Beta Testing Rajawali Online ]


[ Anda mendapat julukan ‘ Jaeger ‘ di mana Rookie


mengalahkan Bos yang kuat dengan bermain Solo ]


[ Julukan ‘ Jaeger ‘ memiliki Buff ‘ Berserk ‘ ketika


kondisi memungkinkan ]


System masih terus berbicara begitu berisik menjelaskan


semuanya, aku pun memperhatikannya sambil berjalan mendekati peti kemas.


[ Level Up Level UP Level UP Level UP Level UP Level UP Level


UP Level UP Level UP Level Up Level Up Level UP ]


Setelah pemberitahuan level up selesai, Hal yang aku tunggu


akhirnya tiba.


[ Anda tidak bisa menunda Breaktrough ]


“ Eh ? Kapan aku menunda Breaktrough ? “ Tanyaku, yang


ternyata waktu saat aku mulai bertarung dengan Buto Ijo telah memutuskan


mengabaikan peringatan system. Bagaimanapun, saat itu aku sedang focus dan


tidak mau di ganggu.