Rajawali Online

Rajawali Online
Satria



Di hari berikutnya, Orochi mencoba untuk menghubungi


temannya yang dia anggap akan sangat membantu ketika di game nantinya.


Dia adalah orang yang dianggap Orochi sebagai


Proplayer dan bernama Satria.


“ Halo! Sat, kau luang ? “


“ Ah, halo! Kebetulan aku baru saja Log out dari


Dota! “ Jawab Satria yang saat ini masih berada di depan komputernya


“ Kapan kau akan mulai masuk Rajawali Online? “


“ Ah, itu..kapan ya? Lagian masih Beta Testing tak


perlu buru-buru!- “


“ Meskipun, aku sudah diundang guild yang mana itu


adalah teman-temanku juga sih! “


“ APAAA? Terus kau mau ikut bergabung di guild


mereka? “


“ Entahlah! Kau tahu Bro, jika aku orang yang bebas


tidak suka diatur! “


“ Emm, ya ya aku paham kau seorang bajingan! “


“ Hahaha dan kau masih seorang Cabul! “


“ Ah, sial…pokoknya aku tunggu kau! Aku punya hal


yang menarik! “ Kata terakhir Orochi dan sengaja mematikan ponselnya, agar dia


penasarn.


‘ Hem, aku rasa aku cukup mengenalmu Sobat! ‘ Gumam


Orochi setelah mematikan panggilannya


Orochi berpikir, jika orang ini dibuat penasaran, dia


akan tidak sabaran untuk mencari tahu. Dan pada akhirnya dia akan datang dengan


sendirinya.


Sementara Satria kesal dengan tingkah Orochi yang


sengaja membuatnya penasaran.


“ Ah! Kurasa dia sengaja membuatku penasaran! Hem,


biarlah aku tidak tertarik! “


Kemudian, dia beranjak dari kursi komputernya setelah


dan berbaring di tempat tidur di sebelahnya.


“ Hah, setelah bermain game seharian aku merasa


lelah! Waktunya tiduuuur! “


Dia seorang pecandu game yang sehari-harinya


mengurung diri di depan computer di kamarnya. Orang tuanya sudah menyerah


dengan sikapnya yang selalu mengurung diri di kamarnya.


Bahkan, orang tuanya pernah sengaja memperkenalkan


dirinya dengan seorang cewek seumuran dirinya, namun.


“ Ibu? Aku sedang menjalankan misi dengan Partyku!


Tunggu sebentar, aku akan menemuinya setelah ini selesai! “ Kata Satria


“ Huh? Sebegitu pentingnya itu kah? “ Jawab Ibunya


Namun, Satria tidak menjawabnya dan langsung menutup


pintu kamarnya sebelum lanjut bermain game.


Setelah setengah jam kemudian, Ibunya mengetuk


pintunya untuk mengingatkan lagi.


“ Tok tok tok! Satria! Buruan keluar! “


“ …. “


Namun, tidak ada jawaban dari Satria


“ Huh? Ini anak lama sekali sih ? “ Kesal si Ibu dan


terus mengetuk pintu berulang beberapa kali, hingga dia sedikit putus asa dan


memutuskan untuk menemui cewek yang ingin dia perkenalkan pada Satria yang


sedang menunggu juga.


“ Ah, Lina! Maaf dia masih belum keluar juga! “ Kata


Ibu Satria kepada cewek yang ingin dia perkenalkan pada Satria


“ Tidak apa Tante, saya bisa menunggunya! “ Jawab


Lina


“ Kalau begitu, selagi menunggunya cicipilah


cemilan-cemilan ini! “ Perintah Ibu Satria sambil menyajikan cemilan mahal dan


juga minuman untuk Lina.


“ Wah! Tante baik sekali, pasti beruntung yang


mendapatkan Satria sebagai pacarnya ya! “


“ Dia Jomblo! “


“ Huh? Ah, Tante pasti bercanda! Anda kan kaya dan


juga cantik, pastinya Satria juga tampan! “


“ Kau terlalu memuji nak! “ Jawab Ibu Satria, sebelum


menghembuskan nafas panjang dan meninggalkan Lina.


‘ Hem, sepertinya wanita ini sedikit matre, tapi


tidak masalah asalkan dia bisa membuat Satria keluar dari kamarnya dan mulai


beraktivitas di luar rumah! ‘


Satu jam kemudian


Terlihat Lina  mulai tidak sabar menunggu dan tidak nyaman sendirian di ruang tamu,


sedangkan dia masih merasa asing.


“ Huft! Aku sungguh penasaran seperti apa anaknya


yang bernama Satria?- “


“ Tajir sih jelas! Tapi siapa yang mau jika dicuekin


begini? Sudah satu jam lebih aku menunggu! “


Lina mulai berpikir dan merasa jika dirinya


sebagai wanita seperti sedang dipermalukan. Kemudian dia memutuskan untuk


pamit.


“ Tante! Saya rasa, saya ingin pamit pulang saja! “


kata Lina


“ Ah, kenapa Nak? Sebentar, jangan pulang dulu! Aku


paksa dia keluar! “


“ Tidak usah Tante, mungkin dia memang lagi sibuk! “


Bantah Lina sambil tersenyum


untuk menunggu sebentar.


“ Jangan! Duduk dulu! Akan aku panggilkan dia agar


kamu tidak menyesal nantinya! “ Jelas Ibu Satria


“ Huh? “


Lina bertanya-tanya apa maksud perkataan Ibu Satria,


dia rasa bahwa Ibu Satria terlalu membanggakan putranya.


‘Apa maksudnya menyesal? Apa sungguh begitu istimewa


anaknya itu?-’


‘Yang ada hanya aku merasa dipermalukan sebagai


seorang wanita! Huft!’


Meskipun begitu, dia tidak bisa langsung pergi begitu


saja, sedangkan Ibu Satria terlihat begitu memaksa.


Kemudian, Ibu Satria mengetuk pintu kamar Satria


lagi. Namun, kali ini sedikit lebih keras dan juga teriakan.


“ Tok tok tok tok!”


“ SATRIAAAA! KELUAR KAU! “


“ …. “


Tidak ada jawaban dari Satria meskipun dia sudah


cukup keras mengetuk pintu dan berteriak.


Sementara Satria saat ini sedang menggunakan


Headset gamingnya yang berkualitas bagus dan mendengar keramaian yang penuh


dengan suara ledakan dan kebisingan lainnya di dalam game, termasuk suara


teman-temannya yang terus berteriak saut-sautan.


“ Bajingan!!! Jangan asal woi! “ Teriak Satria saat


itu juga, hingga Ibunya yang berada di depan pintu kamarnya salah paham


“ Huh? Apa dia bilang barusan? “ Gumam Ibu Satria


“ Oi Bangsat!! Diam atau hasilnya kalah, *****!


“ Teriak Satria pada anggota partynya saat ini


“ Apa? Bagaimana bisa kau mengatakan aku seperti itu?


Huh? “ Teriak Ibu Satria, dan mencoba membuka pintu kamar, namun percumah


karena terkunci dari dalam


“ Oh! Awas kau ya ketika keluar! Kau sudah


keterlaluan! “ Teriak lagi Ibunya


“ Bagaimana? Dasar tak tahu diri! “ Kata Satria pada


ketika itu dia telah berhasil mengalahkan party musuh. Sedangkan teman-temannya


bersorak atas kemenangannya


“ Lain kali jangan ganggu aku ketika aku sedang


fokus! “ Lanjut Satria kepada teman-temannya di game


Sementara Ibunya masih dalam keadaan salah paham,


bahkan sempat hampir menangis dengan perkataan anaknya yang bahkan juga


meneriaki dirinya yang sebagai seorang Ibu.


Namun, ketika Satria selesai, Ibunya sudah menyerah


dengan Satria dan kembali menemui Lina.


“ Bagaimana Tante? Di mana putra Anda? “ Tanya Lina


“ Hiks.. hiks.. Maaf Lina, sepertinya aku menyerah!


Aku gagal sebagai orang tua! “ Jawab Ibu Satria


“ Huh? Apa maksud Tante? “ Tanya Lina yang heran dan


tertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi hingga membuatnya seperti ini


Karena Lina merasa tidak ingin untuk ikut campur, dan


juga asing dan sebagainya, termasuk telah merasa dipermainkan dan sebagainya


juga oleh Satria. Dia memutuskan untuk lanjut pamit.


“ Em.. Ya sudah Tante, saya pamit dulu! Terima kasih!-


“ Kata Lina sedikit Judes


“ Sudah berjam-jam hanya untuk melihat hal seperti


ini? Sungguh sialnya diriku! ”


Lina pergi langsung pergi tanpa membuang waktu


setelah pamit, tanpa menunggu Ibu Satria menjawabnya.


Bagaimanapun, Ibu Satria saat ini lebih memikirkan


apa yang dikatakan anaknya kepadanya. Meskipun itu sebuah kesalah pahaman.


Sesaat kemudian, dia mendengar suara Satria yang


dengan santainya dan seperti tidak ada masalah apapun.


“ Eh? Di mana cewek yang akan Ibu kenalkan padaku itu


Bu? “


“ Huh? Kau bahkan masih memanggilku Ibu? “


“ Huh? “


“ Kau bilang apa tadi padaku? Kau bahkan


mengatakannya dengan keras?! “


“ Huh? Kapan aku berteriak kepadamu Bu? “


“ Huh? Jangan pura-pura lupa! Terserah padamu mulai


sekarang! Kawin saja sana sama komputermu! “ Kata ibunya dengan nada keras


sebelum pergi ke kamarnya meninggalkan Satria dalam kebingungan


“ Huh?- “


“ Sebenarnya apa yang terjadi? Aku sungguh tidak tahu


apa maksud perkataan tadi ‘ bahkan masih memanggilku Ibu?' "


Namun, Satria tidak mau terlalu memikirkannya dan


menganggap jika mungkin Ibunya saat ini sedang lelah dan banyak pikiran.


“ Haah, ya sudahlah! Kasian Ibu, mungkin dia sedang


ingin menyendiri karena banyak pikiran! “


Kemudian, Satria masuk ke kamarnya lagi setelah


mengambil semua cemilan yang dia lihat di meja tamu itu.


“ Mungkin ini untuk wanita yang dimaksud Ibu tadi, ah


lumayan buat aku ngemil di kamar sambil nge-war! Hehe! “


….


*