Rajawali Online

Rajawali Online
Berakhir mengenaskan



Mahluk


raksasa di belakang kabut merah terlihat semakin mendekat dan semakin besar


hingga terlihat wujudnya sepenuhnya.


[[ Kalian


berani datang kemari! Kalian paham konsekuensinya! ]]


Dia pun


mengatakan hal itu ketika sosoknya terlihat sepenuhnya. Wujudnya adalah wanita


setengah ular raksasa, memiliki dua tangan bagian tubuh manusianya.


dan setengah bagian bawahnya adalah tubuh ular


dengan sisik dan juga bulu dengan rambutnya adalah ular-ular kecil panjang yang


beracun.


‘ Sungguh


monster yang paling menjijikan yang pernah aku lihat!’


Sedangkan


teman-temanku  terlihat bergidik


ketakutan hanya karena melihat wujudnya saja.


“ Tenanglah!


” Perintahku


Kemudian aku


mengganti set perlengkapan pakaianku dengan perlengkapan tipe rank S untuk


pertamakalinya.


[ Dual Demon


Degger knight – Attack +10%, Critical +10% ]


[ Vermillion


of the Dark Knight Suit – Def + 5%, Speed +5%, Int +5% ]


‘ Model dan


kombinasi warna Hitam dan merah, set pakaian ini aku suka! ‘


[ Deus X


Flying knives – Damage + 5% ]


Senjata yang


kuambil langsung otomatis berada muncul menempatkan diri di samping pinggang?


Dengan senjata ini, aku akan lebih mudah mengendalikan skill throw atau fly


dengan Dex-ku yang sering aku up.


‘ Kurasa aku


butuh senjata sedikit panjang juga! ‘


[ Blood


Katana – Critical + 5%, Curse effect 2% of  Atk ] Dan yang ini langsung menempatkan diri di belakang punggungku ‘


Keren!- ‘


‘ Baik,


kurasa cukup untuk perlengkapanku! ‘


“ Kalian


jaga jaraklah! Aku akan segera mulai! “


“ Em!


Hati-hatilah! “


Selanjutnya


kau langsung melesat maju dengan kecepatan penuh.


“ Flaassh..”


[[


Mengejutkan! Level 40 bisa melakukan kecepatan seperti ini! ]]


Meskipun


begitu, dia terlihat hanya tenang dan santai ketika aku melesat padanya dengan


cepat.


‘ Kau


sungguh meremehkanku?- ‘


‘ Aku mulai


membaca di mana titik lemahnya, untungnya setengah tubuhnya masih sama seperti


manusia, jadi tidak banyak berbeda! ‘


“ Slice


slice.. slice slice slice slice! “


[[


Roooooaarrr! ]]


[[ Bangsat! Boleh


juga kau! ]]


“ Huh? Siapa


suruh meremehkanku? “


Aku


menyerang urat-urat dan syaraf bahu kanan atasnya, ‘ kurasa, seranganku cukup


dalam untuk membuatnya sementara tidak bisa menggerakan tangan kanannya! ‘


[[


Selanjutnya aku tidak bisa membiarkanmu! Pahlawan licik! ]]


Sementara


Orochi dan Karina heran dengan apa yang kulakukan, mereka hanya melihat aku


menyerangnya dengan tebasan mana biasa dan tidak terlihat ada yang sepesial


dengan seranganku.


“ Kurasa aku


tidak akan membiarkanmu juga! “ Jawabku pada Nyi Blorong


“ Fwooosshh



Dia


menggunakan lecutan dengan tubuh ularnya untuk menyerangku, dan kecepatannya


juga mengejutkan.


“ Blaaam “


“ Splash


splash splash splash splash! “ Dia lanjut menyerangku secara membabi buta


hingga setiap sabetannya menghancurkan apapun yang tersentuh.


Namun,


ketika aku sibuk menghindar, dia tubuh bagian atasnya mendekatiku sangat cepat


hingga berhasil menangkapku seperti menangkap seekor kera kecil.


Bagaimanapun,


tubuhnya yang begitu panjang memungkinkan dia bisa melakukan itu selagi


menyerangku dengan ekornya.


“ Grap! “


Dan aku tak sempat menyadarinya untuk menghindar


“ Uhk! Sial!



[[ Kau sudah


tamat! ]]


Orochi dan


Karina langsung panic ketika melihatku tertangkap Bos ini dengan tangan


kirinya.


“ JAE..!! “


“ Karina


bantu dia, aku akan memberimu Buff kecepatan! “


“ Em! “


Tidak


membuang waktu, mereka segera berkerja sama untuk membantuku.


“ Flash tap


tap tap tap tap..! “


Karina


berlari dengan secepat mungkin yang dia bisa, dan meloncat selanjutnya.


“ Lepaskan


dia Jalang! “ Teriak Karina ketika meloncat dan hendak menebas lengan yang


mencengkramku, namun.


“ Splaasshh!


“ Lecutan cepat dan kuat menyambutnya hinnga membuatnya terlempar jauh dan


menghantam lantai hingga menyisakan kawah kecil sebagai dampaknya


“ Uuhk! “


“ Fwoossh! “


“ Bam! “


“ Karina…! “


Teriak Orochi


[[ Sekarang


giliranmu merasakan rasanya berada di perutku! ]]


“ Mimpi! “ Jawabku


[[ Kau boleh


keras kepala, tapi percumah saja! Hahahahah! ]]


Namun,


setelah Bos itu tertawa dan menyadari apa yang muncul di sekelilingnya setelah


aku mengatakan.


“ Showtime!



[[ Huh? ]]


Dia heran,


sebelum tiba-tiba mulutnya terdiam dan merasakan beberapa aura kuat monster


peringkat A berkumpul bermunculan disekitarnya.


“ BOM BOM


BOM BLAARE! “


Serangan


Cakil, Dukun, Orc dan prajurit undead-ku lainnya berlomba-lomba untuk


menyelamatkanku dari genggamannya.


[{ Beraninya


dia ingin mencelakai Tuan kita }] Kata Cakil, setelah berhasil melepaskanku dari genggaman Blorong


“ Tunggu! “


Perintahku kepada prajuritku


Sementara,


Orochi membantu Karina untuk bergerak sambil mereka berdua mengamati apa yang


dilakukan Jae dan para Undeadnya.


“ Tap tap


tap tap…”


Aku berjalan


perlahan mendekati blorong sambil terus menatapnya yang masih heran dengan para


Undeadku, khususnya dengan Cakil dan Dukun yang mungkin hanya selisih 8 level


dengannya, di tambah Orc dan yang lainnya dengan jumlah seluruhnya 100 setelah


[[ Cih! Kau


ingin menang dengan jumlah?! Percumah! ]] Kata Blorong sebelum mengeluarkan


sihirnya dengan kedua tangan dan juga mulutnya.


Namun, aku


tidak membiarkannya dan mencegahnya dengan ‘Bone Graves’. Bagaimanapun, aku


sudah dibuat kesal karena dia melukai Karina seperti itu.


[[ Aarghgh!


]]



Dzzrrt-BRUUAAK! “ Dengan tambahan mana yang aku kumpulkan dan perkuat, aku


membuatnya roboh menggunakan Bone Graves. Sedangkan Undead tipe mage


memulihakan dan meningkatkan staminaku dengan menyerap vitalitas Blorong.


‘ Bahkan,


Bone Graves-ku saat ini cukup untuk mengikat Nyi Blorong yang besar dan


panjang! ‘


Sedangkan


para Orc memukul seluruh tubuhnya dan menusuknya dengan kapaknya untuk menghentikan


tubuhnya yang menggeliat seperti cacing kepanasan.


[[


ROOOAAARRR! ]]


“ SLAASH!-


TSsssk! “ Aku melemparkan Blood Katana ke dadanya dengan skill Death Blow


ketika dia mengaum keras. Sedangkan effect Curse mulai aktif dan menggerogoti


vitalitasnya.


Ketika aku


sudah dekat hingga tepat di depan muka Nyi Blorong dan meloncat untuk


berdiri  di atas wajahnya yang kali ini


terbaring dan terikat oleh Bone Graves tak berdaya.


Mata Nyi


Blorong membelalak dengan tatapan kebencian kepadaku.


“ Kau


melakukan kesalahan hingga aku begitu ingin menyiksamu! Kau akan mati perlahan


dan kucincang ketika HP-mu berada pada 30% ! “


“ Dan


setelah kau mati! Kau harus menerima Bully-an dari para Undeadku nanti! “


[{ Apa


maksud Tuan kita harus Ospek dia? }] Potong Cakil


Di mana


kebetulan sekali dia menanyakan hal itu ketika aku ingin membuat monster satu


ini ketakutan. Aku pun mengangguk pelan untuk mengkonfirmasinya, dan Undead


yang lain menampilkan senyuman menakutkan untuk Bolorong.


Hingga


ekspresi yang aku harapkan muncul dari Blorong. Dia bergidik ketakutan setelah


mendengar kata ‘ Ospek ‘.


[[ A-apa


maksudmu? ]] Tanya Nyi Blorong


“ Kau akan


tahu ketika kau mati dan aku hidupkan kembali sebagai Undeadku! “ Jawabku


pelan, sebelum aku melemparkan Deus X dengan skill Flying Knives ke dalam


mulutnya secara paksa, dan mencabit-cabik bagian dalamnya.


” Crussskcruskcrusksksksksk!



[[ ROOOAARR!


]]


Sedangkan


Orochi dan Karina menjadi ketakutan bukan karena melihat menyeramkannya Nyi


Blorong lagi, melainkan takut dengan kekejaman Jae yang tengah marah.


“ Ini


menyeramkan! Dia pasti sangat marah ketika melihatmu terkena serangan Ular itu!


“ Kata Orochi


“ Aku tidak


tega melihatnya, meskipun dia monster yang kejam! “ Jawab Karina


“ Siapa


sangka jika seorang yang pendiam seperti Jae, bisa melakukan hal seperti ini? “


Selanjutnya,


Jae menyuruh Cakil untuk membuka lebar mulut Nyi Blorong yang telah rusak


secara paksa.


“ Cakil!


Buka mulutnya lebar-lebar! “


“ Dan Dukun,


gunakan magic tipe serangan dengan tampak kerusakan yang mematikan lewat mulutnya, ketika Cakilt membuka mulutnya! “


[[ Huh??


Roar roar! ]]


Nyi Blorong sempat berusaha memberontak namun


percumah, karena para undeadku cepat tanggang dan memahami maksudku. sedangkan


vitalitasku juga tak kunjung turun karena undead mage selalu memulihkanku


dengan menyerap vitalitas Nyi Blorong.


Kemudian,


Cakil dan Dukun melakukan apa yang aku perintahkan. Sedangkan Nyi Blorongpun


tidak berdaya dengan apa yang dilakukan padanya.


Ketika


Dukun, mengumpulkan energy sihir tipe kerusakan di mulut Blorong yang dibuka


lebar oleh cakil, aku berkata.


“ Kau


memprovokasi orang yang salah! Ketika sesi Beta Testing selesai, aku akan


menghampirimu lagi tanpa bantuan Undead-ku! “


Selanjutnya,


Sihir dari Dukun telah siap dilepaskan dan Cakil menutup mulut Blorong,


seakan-akan Blorong memakan sihir dengan kerusakan yang pastinya besar.


“ Glup! “


“ Bemmmm!


BLAAARE ! “


Setengah


tubuhnya hancur, hanya menyisakan tubuh dari dadanya sampai kepala, dan bahkan


vitalitasnya masih tersisa 20%.


“ Kau bahkan


belum mati juga setelah menerima serangan seperti itu? Bagus, aku bisa memenuhi


perkataanku!- “


“ Sebelumnya


aku bilang akan mencincangmu, ya kan? “


Selanjutnya, aku menyerang dengan Brutality


Strike dengan Blood Katana yang saat ini masih menancap pada dadanya.



SRUUASsT..Slice slice slice slice slice slice slice slice slice slice slice


slice slice slice slice slice slice slice..! “


Setelah aku


selesai, terlihat seperti tidak ada dampak kerusakan, melainkan hanya


kehengingan. Kemudian, aku berbalik dan berjalan ke Orochi dan karina di tengah


keheningan setelah aku melakukan Brutality Strike.


Hingga kemudian,


ledakan daging yang tercincang bertaburan disertai darah terlihat setelah aku


berkata pada mereka berdua.


“ Semuanya


baik-baik saja sekarang! “



BRUUUAAASSSSSTTT..tsk tsk tsk tsk tsk ! “


[ Selamat


kalian telah menyelesaikan Quest tersembunyi ! ]


[ Party anda


mendapatkan hadiah item skill langka! ]


[ Buka Peti


yang berada di ruangan ini untuk mengambil hadiah Quest! ]


Kemudian,


pemberitahuan jika aku level up juga muncul di layarku.


[ Level Up,


Level Up, Level Up, Level Up, Level Up ]


Sementara


Orochi dan Karina masih terlihat dengan ekspresi terkejut atau ketakutan dengan


apa yang aku lakukan?


“ Hai? Apa


kalian baik-baik saja? “


“ …. “


“ Eh? Kenapa


kalian diam saja? “


Mereka hanya


terdiam bengong melihatku. Namun, tidak lama kemudian akhirnya mereka angkat


bicara.


“ Kau?


Mengerikan! “ Kata Orochi


“ Apa itu


sebuah pujian? “ Jawabku


….


Selanjutnya,


Aku membiarkan Orochi dan Karina untuk melihat dan mengambil apa yang ada di


dalam peti kemas. Sementara aku harus melakukan urusanku pada mayat Nyi


Blorong.


‘ Saat hidup


disiksa, ketika menjadi Undead baru, harus menghadapi Bully-an calon rekannya!


Kasian!- ‘


yah sebenarnya itu hanya candaanku saja, pada


akhirnya juga tak perlu, karena aku memaafkan mereka  setiap mereka menyerahkan dirinya untuk


tunduk dan menuruti semua perintahku.