Rajawali Online

Rajawali Online
System Galaxy



*


Jae, setelah menikmati waktunya semalaman dengan Mahda. Kini pergi keluar rumah bersama Mahda siang harinya, setelah bangun kesiangan.


“Hoaaam.. Suntuknya..” Kata Jae


“Payah..” Jawab Mahda


“Huh? Kau biasa begadang ya?” Tanya Jae


“Aku.. Bahkan belum tidur!” Jelas Mahda


“Hah?? Kau.. Betah juga tidak tidur? Dan tidak terlihat lelah juga.”


“Em.. Aku sudah terbiasa saja.”


Kemudian, Mahda lanjut bertanya soal tujuan Jae kali ini mengajaknya jalan-jalan.


“Ngomong-ngomong.. Mau ke mana kita?”


“Em.. Ke rumahmu dulu, ambil motor. Terus.. kita cari-cari rumah baru.”


Mahda tertegun dengan apa yang dikatakan Jae. Dia mengira jika semalam yang dia katakan hanya bercanda. Karena bagaimanapun, untuk membeli sebuah rumah diperlukan uang yang sangat banyak bagi Mahda.


Ini orang bercanda atau serius, soal rumah?


“Jadi, semalam itu.. Kau serius ingin membeli rumah?”


“Iya.. Apa aku terlihat sedang bercanda?- “


“Tapi, sebelum itu, aku perlu menukar koinku dulu!”


Jae tidak tahu pasti berapa uangnya saat ini dan berapa jumlah yang telah dia habiskan sejak terakhir kali.


‘Kira-kira.. Uangku masih sekitar 9,8 milyar sampai 10 milyar. Atau mungkin lebih rendah, tapi kurasa tidak mungkin jika aku sudah menghabiskan  uang lebih dari 200 juta.’


“Mahda? Kira-kira.. Berapa harga rumah sekarang ya?”


“Em.. Aku juga tidak tahu. Mending nanti sekalian Tanya ayahku saja- “


“Yang penting, apa kau yakin uangmu cukup untuk membeli rumah?”


“Heh..? Hehe.. Kau sungguh tidak percaya padaku ya? Kalau begitu, aku akan membiarkanmu melihatnya nanti.”


Tidak lama kemudian, dia sampai pada tempat di mana dia bisa menukar koinnya. Jae bahkan menukar semua koinnya.


Teller yang melayani Jae sangat terkejut dengan banyaknya uangnya. Sedangkan penampilan Jae sungguh terlihat biasa saja. Bahkan lebih terlihat seperti pemuda jalanan biasa.


Benarkah pemuda ini memiliki uang sebanyak ini?


Teller sempat menghitung beberapa kali nominal yang dia lihat di layar computer. Sambil berulangkali juga melirik Jae hingga kepalanya pusing sendiri.


Kemudian, Teller menghubungi petugas keamanan diam-diam untuk mencari informasi. Karena mustahil dengan uang sebanyak ini tanpa membawa bodyguard.


“Apa orang yang saat ini aku layani membawa bodyguard?”


“Orang yang mana?”


“Ini.. Yang saat ini aku layani.”


Petugas keamanan mencari siapa yang Teller itu maksud sebelum menjawab.


“Oh.. Dia tadi hanya datang bersama perempuannya!”


“Kau serius?”


“Iya serius!”


Teller menutup teleponnya dan kembali melayani Jae setelah menghubungi petugas keamanan yang berjaga di luar.


“Em.. Tuan! Apa benar anda ingin menukar semua koinnya?” Tanya Teller


“Iya. Memang kenapa?” Jawab Jae sambil balik bertanya. Kemudian, Teller menjelaskan


“Untuk saat ini, kami tidak bisa mentransfernya sekaligus. Dan juga, kami harus mengganti kartu anda sebagai pemilik kartu kelas tinggi- “


“Maukah anda menunggu beberapa saat? Dan itu pun hanya setengahnya saja yang bisa saya tukarkan. Karena tidak bisa sekaligus!”


“Oh.. Baiklah!”


Tidak lama kemudian, setelah menunggu sedikit lama. Jae dipanggil untuk menerima Kartu rekeningnya yang baru.


“Tuan! Ini adalah kartu anda dengan kelas paling tinggi di Bank kita. Suatu kehormatan bisa melayani orang seperti anda.”


“Ah.. Iya. Terima kasih- “


“Kalo boleh tahu, berapa jumlah yang ada di sini?”


“Saya hanya bisa menukar sebanyak 50 juta koin. Jadi, total uang yang ditransfer sebanyak 5 milyar!”


Banyak sekali. Meskipun kurang lebih masih setengahnya di akun special-ku.


Aku sungguh merasa sangat beruntung menolong Lewin waktu itu.


Itu mungkin bukan jumlah yang banyak untuk pengusaha sukses seperti Lewin. Tapi ini jelas sangat banyak untukku.


Kemudian, Jae menunjukan kepada Mahda, berapa uang yang dimilikinya. Meskipun hanya setengahnya saja yang saat ini berada di ATM-nya.


“Huh?? Ini sungguh uangmu?”


“Tentu saja!”


Mahda sungguh tidak menyangka jika Jae sekaya ini sekarang. Dia hanya mengira jika uangnya mungkin sekitar seratus sampai dua ratus juta saja sebelumnya.


‘Ini hanya karena keberaniannya menolong orang yang berkedudukan tinggi?-’


‘Dia sungguh beruntung.’


Selanjutnya, Jae dan Mahda pergi ke rumah Mahda. Di mana Jae menitipkan motornya di sana. Ketika sampai di sana, terlihat Gunawan sedang memoles motor Jae agar terlihat mengkilap.


“Wah wah.. Ayah mertua sungguh pengertian sekali ya!” Kata Jae


Gunawan yang belum menyadarinya dan Mahda datang, tertegun sebelum berkata.


“Hah? Sejak kapan kau datang?”


“Grr.. Apa kau mau mengambilnya?”


“En. Aku hanya akan membawanya sebentar- “


“Tapi, ada hal yang perlu aku bicarakan denganmu terlebih dulu.”


….


Ketika itu, Micky yang berada di kamarnya mendengar apa yang mereka bicarakan, sebelum melihat Mahda adiknya datang bersamanya. Hingga dia sangat bersemangat dan turun untuk menemui Mahda.


“Mahda?!” Panggil Micky


Mahda melirik pada kakaknya yang memanggilnya. Dia melihat micky begitu bersemangat sebelum menghampirinya untuk membicarakan beberapa hal juga.


“Hai.. Kau terlihat bahagia sekali?” Tanya Micky


“Sungguh? “ Tanya balik Mahda


“Iya. Apa itu karena.. Dia?” Tanya lagi Micky sambil melirik pada Jae yang sedang berbincang dengan Gunawan.


“Em.. Iya, kuras begitu.” Jawab Mahda


“Sebagai kakak, aku hanya akan mendukungmu selagi dia tidak menyakitimu!” Jelas Micky pelan dan tulus. Sebenarnya dia sempat menentang Mahda sebelumnya ketika berbicara lewat Whatsapp beberapa waktu lalu.


“Terima kasih, Kakak.” Jawab Mahda pelan, sambil tersenyum. Namun, Micky menampar kepalanya pelan sebelum berkata sambil tersenyum.


Puk.


“Kau ini bicara apa? Sudah seharusnya sebagai kakak harus mendukungmu. Bukan mempersulitmu, ya kan?”


Mahda tertawa kecil sambil merasakan bahwa kakaknya saat ini juga mulai berubah menjadi lebih baik.


“Kakak? Kau berubah!”


“Huh? Apa maksudmu?”


“Kau makin dewasa, kurasa. Dan terlihat seperti Jae!”


“Hah? Apa kaubilang? Aku sama dengannya?”


“Um.. Meskipun dia lebih baik, sih.”


“Hah?? Konyol sekali, apa bagusnya dia?”


Melihat kakaknya yang tidak mau kalah dengan Jae, meskipun mereka belum saling bicara sejak Jae membawa Mahda. Dan bahkan belum pernah bertatap muka. Dia tersenyum sebelum berkata.


“Kau tahu? Dia bisa menghasilkan uang tanpa menjadi berandalan atau kriminal sekarang.”


“Huh? Serius?” Tanya Micky. Dia sebenarnya terkejut sekaligus tertarik dengan Jae. Tapi masih saja dia belum percaya sebelum membuktikannya sendiri.


“Tentu, dia bahkan merubah diriku menjadi seperti wanita yang seharusnya.”


Micky telat menyadarinya. Benar jika Mahda terlihat berubah, bukan hanya dari segi penampilannya saja. Tapi, micky seperti melihat sosok Ibunya yang tercermin di dalam diri Mahda.


Micky teringat sosok Ibunya ketika melihat Mahda yang seperti itu. Seorang wanita yang penuh kasih sayang dan cerdas. Tapi juga pemberani. Bahkan ayahnya saja tunduk pada Ibunya ketika masih hidup.


….


Di sisi lain. Jony mulai menyelidiki siapa orang Indonesia yang memiliki kemampuan seperti Job ganda yang mengalahkan Jaka dengan sangat memalukan.


Menurut informasi yang dia dapatkan dari Jaka. Player itu bernama Jae.


‘Tidak salah lagi, jika ada orang yang sangat dekat dengan Lewin pada waktu singkat dia berkunjung ke Indonesia. Tentunya adalah orang yang pernah menyelamatkan nyawanya.’


Sementara itu, Jony masih memiliki data tentang Jaelani, Yang dia dapat dari Sam. Sam adalah seorang petugas keamanan pusat yang waktu itu dimitai untuk menangani preman yang mengakibatkan Lewin hampir mati dan juga ditugaskan untuk mencari informasi pada penyelamat Lewin.


Jika benar orang yang menyelamatkan Lewin terbukti melakukan hal yang membuat anaknya menjadi pengecut seperti itu, entah siapapun akan kubuat hidupnya menjadi menyakitkan.


Rencananya yang pertama adalah log in menggunakan akun Rajawali Online yang sebelumnya di pakai oleh Jaka untuk bertemu langsung dengan Player bernama Jae.


Jika Jae tidak merubah wajahnya di dalam game. Maka wajahnya akan sangat mirip dengan aslinya. Namun jika Jae merubah penampilan wajahnya, maka perlu upaya dengan meminta bantuan pengembang untuk melacak id-nya.


Jika Lewin menghalangi para staff untuk tidak ikut campur pada setiap user. Dia hanya perlu diam-diam membeli hacker dan memberikan informasi Rajawali Online pada Hacker itu.


Jony, memang salah satu pengembang. Namun, dia lebih ditugaskan untuk keamanan saja. Dia tidak tahu kinerja system yang disebut ‘Galaxy’ yang menjadi inti dari system Rajawali Online.


[Link Start]


Jony kali ini log in menggunakan special id yang sebelumnya Jack gunakan. Dia bahkan menaikan statusnya secara paksa dengan ‘cheat code level’ ke level 100.


**#-=+/.


[Anda mencapai level 100]


[Status anda meningkat pesat dengan code]


[Anda perlu membuka skill-skill anda]


[Anda memiliki julukan First Cheater]


[Anda memiliki pinalty ‘Banned’ jika mati saat menggunakan code]


“Hahaha.. Sedikit pengetahuanku sebagai pengembang akan mempermudahku mencari orang itu.” Kata Jony. Tertawa keras ketika masuk 1 hari sebelum closed beta.


“Cih.. Kau Galaxy, kan? Omong kosong!” Lanjut Jony, mencemooh system dan berpikir.


Bagaimana mungkin aku dikalahkan ketika berada di level 100 selagi beta test?


Sementara itu, Galaxy memberi peringatan kepada Lewin di laboratoriumnya. Puluhan atau ratusan layar menampilkan pesan dan suara.


[Warning ! Cheat code detected!]


“Huh?”


Lewin memiringkan mulutnya sebelum melacak siapa yang telah mencoba menggunakan cheat code, Yang hanya diketahui oleh para staff tertentu.