Rajawali Online

Rajawali Online
Rajawali Online



Beberapa jam kemudian.


Ketika hari mulai malam.


Aku seorang pengangguran dan juga seorang pencuri sehari-harinya. Tentu aku tidak mau menjalai hidup seperti ini sebenarnya, namun karena keadaan memaksa dan lingkungan berpengaruh besar.


Sulit untuk tidak terpengaruh, meskipun aku tidak pernah kehilangan harapan jika suatu saat aku akan menemukan jalan hidup yang baru. Tanpa mencuri dan hidup dengan tenang bersama ibuku.


“ Poft ! Sungguh hari yang menegangkan ! “ Kataku sambil berbaring di tempat tidur kamarku.


“ Tok tok tok ! “


“ Jae ! Kamu sudah makan ? “ Tanya Ibuku di depan pintu kamarku


“ Sudah Bu ! “


“ Ya sudah ! Jangan tidur terlalu larut ! “


Seperti itulah ibuku, seseorang yang paling memperhatikanku dengan kasih sayangnya. Hidup yang berat ini tidak mempengaruhi kasih sayangnya kepadaku.


Dan tidak berhenti menasihatiku untuk berhenti menjadi seorang pencuri, tanpa menghujatku.


“ Haaah, seperti apa keadaan kakek tua malang itu sekarang ya ? “


“ Tadi, terakhir dia bilang apa ya ? “


“ Ra..Jawa..li..on..line ? “


Aku bergumam sendiri saat mengingat kakek itu. Selanjutnya aku teringat dengan apa yang dia beri, aku pun segera mengambilnya di dompetku.


“ Hanya secarik kertas ? “


Aku lanjut melihat apa yang sebenarnya tertulis di kertas kecil itu.


“ Eh ? ini seperti email ? “


Di situ tertulis email dan password.  ‘Mungkin itu sangat penting baginya, tapi kenapa dia memberikannya kepadaku ya? ‘


Setelah mengetahui apa mengenai kertas kecil itu, Aku tidak membuangnya dan menyimpannya lagi. Siapa tahu suatu saat akan berguna untukku.


**


Sementara itu di rumah sakit di mana Lewin dirawat.


“ Halo !? Sam ! Aku ingin kau menangkap mereka semua yang menyebabkan temanku seperti ini ! Berapapun bayarannya ! “ Kata Jony kepada Sam


“ Aku bisa saja melakukannya ! Tetapi sedikit mahal karena kawasan itu memang berbahaya ! “


“ Aku tidak perduli berapa biayanya ! Setelah project yang kami buat dirilis, uang akan sangat mudah untukku ! “


“ Baiklah, aku akan mengusahakannya sebaikmungkin ! “


 Setelah pembicaraannya lewat telepon usai, Jony bergumam.


‘ Cih, dasar ! Sudah tahu rawan criminal, kenapa para petugas keamanan tidak langsung bertindak saja sejak lama ? ! ‘


Sementara Garry dan yang lain menunggu Lewin sadar di ruangan VIP.


“ Bagaimana keadaan Lewin ? “ Tanya Jony


“ Kata Dokter, Beruntung dia tidak banyak terluka di bagian kepalanya ! Mungkin besok dia sudah sadar kembali ! “


“ Huuft ! Untunglah ! “


Setelah beberapa saat, Garry teringat tentang pemuda yang menolong Lewin.


“ Bagaimana dengan pemuda yang menolong Lewin ? “


“ Aku, meminta orang-orang Sam untuk melacak tempat tinggalnya ! Sedangkan untuk para penjahat yang menganiaya Lewin, Aku minta mereka membereskannya ! Berapapun biayanya ! “


“ Bagus ! Aku suka dengan tindakanmu Jony ! “


Garry puas dengan tindakan Jony untuk mengurus para penjahat itu.


Keesokan harinya.


Lewin telah sadar kembali dan menceritakan semua yang telah terjadi padanya kepada teman-temannya. Dan menyarankan untuk segera menjalankan Rajawali Online.


Namun, Garry tidak mau memulainya. Sedangkan orang yang paling inti jelas sedang berada di rumah sakit.


“ Kita akan tetap menunggu sampai kau dalam keadaan yang normal lagi, baru kita sepakat untuk me-launching Rajawali Online ! “ Kata Andy


Lewin tidak membantah pendapat mereka, bagaimanapun mereka mengkhawatirkannya.


“ Oh? Garry, apakah kau masih mengingat wajah pemuda yang menolongku ? “ Tanya Lewin


“ Em, tidak ! Tapi Jony sudah mengurusnya ! “ Jawab Garry


“ Eh ? Maksudmu ? “ Tanya lagi Lewin, karena takut jika mereka salah mengurus orang.


“ Maksudku, Jony melacak alamatnya untuk memberinya hadiah nanti ! “


“ Ah, Syukurlah jika begitu ! “


*


Sedangkan Jae saat ini sedang berjalan-jalan mencari korban yang akan dia copet.


‘ Ah, kenapa mangsa saat ini begitu sepi sejak kejadian orang tua itu ya ? ‘


Tidak lama kemudian, dia hanya duduk di gang dekat Jalan raya, sambil bersandar di sana dan merokok. Dari situ dia melihat berita setasiun televisi yang berada di perempatan Jalan, yang selanjutnya membuatnya terkejut.


“ Kali ini Indonesia akan merilis Game dengan fitur VR canggih ! yang mana game tersebut merupakan Game yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh jutaan pemain vrmmorpg ! Berikut adalah narasumber yang juga sebagai pengembang  game tersebut ! “


“ Tuan Garry ? Sudah anda pastikankah, kapan game yang disebut dengan ‘ Rajawali Online ‘ akan segera dibuka dan bisa dimainkan oleh seluruh orang yang mendaftar ? “


“ Em, Segera ! Kita perkirakan dalam tiga hari dari sekarang, Rajawali Online akan mulai bisa dimainkan ! “


Sedangkan Jae yang menyaksikan berita itu, teringat jika dia pernah bertemu dengan sosok yang bernama Garry.


‘ Kenapa orang ini tidak asing ya ? sepertinya baru beberapa hari lalu aku bertemu dengannya ? ‘ pikirku , sebelum lebih terkejut lagi setelah dia menyadarinya


“ Oh iya ! Dia adalah teman-teman Pak tua malang itu ! Tunggu, Rajawali Online ? “


“ Mungkinkah ? “


Aku segera memahami apa perkataan Kakek tua yang terakhir dia katakan kepadaku, dan tidak salah lagi. ‘ Ra..Jawa..Li..On..line..’


Namun, aku kecewa setelah  menyadari jika aku tidak punya peralatan itu. Hingga hal yang selanjutnya aku dengar dari berita televise menambah keterkejutanku dan semangat harapanku.


“ Dan yang lebih menariknya lagi, koin yang didapat dari game tersebut bisa kita tukar menjadi uang tunai loh ! Bagaimana ? Sungguh menarik bukan ? “ Kata pembawa berita di televise itu.


“ Ng ? Uhk..Uhuk..uhuk uhuk ! “ Aku yang sedang merokok terkejut hingga sesak dan batuk.


“ Apa dia bilang tadi ? Menukar uang ? Aku tidak salah dengar kan ? “


Aku teriak untuk memastikan jika ada orang lain yang mendengarnya lebih jelas.


Namun, Jawaban yang kuharapkan terdengar dari orang yang tidak aku harapkan.


“ Kau tidak salah dengar Jae ! “ Kata orang di belakangku. Dan orang itu saat bos preman waktu itu, sekarang mereka mengepungku yang kebetulan aku sedang berada di gang sempit ini.


Bagaimanapun, aku adalah sasaran empuk sekarang karena terkepung di dalam gang yang hanya memilika dua arah untuk keluar. Aku langsung berlari ke arah keluar yang sangat dekat denganku.


Namun sebelum sempat aku keluar dari gang, kawanan mereka yang lain segera menghadangku.


‘ Oh tidak, aku bisa mati kali ini. ‘


Bagaimanapun, satu-satunya jalan saat ini hanya memanjat ke atas melalui selah-selah antara dua bangunan ini. Namun aku tidak melihat ada hal yang bisa aku gunakan untuk memanjat.


“ Mau kemana kau ? Berani sekali waktu itu kau menipu kami seperti kawanan tikus yang ketakutan ! Kau tahu ? Itu adalah hal yang paling mamalukan bagi kami ! “ Kata bos mereka.


Waktu itu, aku memang menipu mereka dengan menggunakan fungsi alarm dan suara mobil polisi sebagai nadanya dengan ponselku, dan aku perbesar suaranya dengan speaker aktiv.


“ Hahaha ! Bagaimana ? Menegangkan bukan ? “ Jawabku dengan balik bertanya kepadanya.


“ Bangsat ! “ Teriak Bos preman


“ Aku akui keberanianmu Nak ! Bahkan di situasi seperti ini kau masih berani mempermalukan kami ! “ Lanjut dia


Akupun hanya membalas ocehannya yang keras dengan tersenyum sinis. Yang membuat mereka semakin geram denganku. Lagian, keadaan sudah seperti ini.


Yang bisa aku lakukan sekarang hanyalah mengandalkan otak dan instingku yang sudah lama hidup dunia seperti ini.


Jika aku tidak salah, Bos akan menyerang ketika aku benar-benar tertangkap nantinya. Kalau begitu, aku punya kesempatan.


“ Hahaha Majulah kalian semua ! Kita lihat apa kalian bisa menangkap pencuri ? “ Teriakku


Aku sengaja memprovokasi mereka dari awal agar mereka menyerang bersamaan. Coba bayangkan saja, di gang sempit seperti ini main kroyok sebenarnya adalah resiko untuk pengroyok jika mereka bersamaan menyerang.


Tidak lama kemudian, Bos yang geram oleh provokasiku memutuskan.


“ Semuanya !! Hajar dia ! “ Perintah Bos preman


‘ Bingo ! ‘ pikirku


Meskipun ini juga beresiko untukku, namun semua sekenario ini sudah aku rencanakan sejak awal aku terkepung.


‘ Hehe, otakku lebih cepat dari harapanku ketika ada di saat yang kritis. ‘


Dengan bodohnya mereka semua maju bersamaan, otomatis mereka akan saling bertabrakan. Lebih bagusnya mereka bahkan saling mendorong untuk berlomba mendekatiku untuk menghajarku.


Sesaat kemudian ketika mereka semakin dekat. Aku berlari melawan arah di mana Bos memandangku. Ketika itu juga aku sengaja berlari sambil menunjukan pandanganku pada pandangan matanya yang juga menatapku, seakan-akan aku mengabaikan anakbuahnya yang makin sangat dekat denganku.


Namun, aku justru menambah kecepatan lariku pada mereka untuk memanfaatkan momentum ini, dan melakukan aksi kejutan untuk mereka dengan melempar mantel yang aku pakai ke wajah mereka.


Selanjutnya dengan kecepatan yang aku hasilkan, aku berguling dibawah kaki mereka sambil memukul ankle mereka, setiap aku terhalang oleh kaki mereka.


Bagaimanapun, secara umumnya mereka kehilanganku ketika aku melempar mantel, dan normalnya pandangan mereka mengikuti mantel, dan sama sekali tidak melihat ke bawah.


Mereka hanyalah kawanan otak otot, sangat mudah dijebak olehku karena tempramennya.


Selanjutnya ketika aku semakin dekat dengan Bos mereka, Aku yang masih terjaga tetap dilantai untuk menghindari pandangan musuh, memanfaatkan kaki dan pantat mereka untuk menggelosor-berseluncur di lantai dan mendekati Bos.


Akhirnya, ketika  aku keluar dari kerumunan musuh itu dengan menggelosor- berseluncur di lantai yang mendekat ke arah Bos.


Awalnya, Bos preman itu tidak mengira jika itu adalah aku. Karena diam saja ketika aku menggelosor dilantai kearahnya, sedangkan pandangannya hanya mengikutiku tanpa menyadari jika itu aku.


Ketika pandangannya yang awalnya ke depan dan terus turun ke bawah. Aku berhenti tepat di bawahnya.


Tapi aku tidak mau membuang waktu selagi anak buahnya masih sibuk dengan teman mereka sendiri akibat perbuatanku.


Aku meloncat ke atas sambil mengarahkan tinjuku ke atas. Di mana tepat pada pandangan Bos preman yang menunduk melihatku heran. Namun sebelum dia menyadari jika itu adalah aku, Kepalan tanganku lebih dulu menyambutnya tepat di muka.


“ BuaaaccKKK !! “


‘ Maaf saja ! Aku tidak perlu segan-segan dengan psikopat sepertimu ! ‘ Gumamku sambil melihatnya yang tergeletak akibat pukulanku.


Bagaimanapun, aku sungguh memukulnya dengan keras hingga darah yang dia keluarkan dari hidung dan mulutnya cukup banyak.


Selanjutnya, Aku berbalik kepada kawanan anak buahnya dan berteriak.


“ Woi ! Bodoh ! Otak Otot ! “


Meski aku sudah berteriak keras, mereka masih saja terlambat meresponku. Hingga ketika mereka semua menghadap ke arahku. Aku sudah mengacungkan jari tengahku pada mereka, sebelum aku berlari sambil menginjak kepala Bosnya.