
Jae saat ini sedang berada pada situasi yang tidak
memungkinkan untuk menang. Meskipun levelnya lebih tinggi dari mereka, namun
tanpa perlengkapan yang setidaknya setara dengan musuh, itu sama saja nekat.
‘Tenanglah.. Tenanglah..’
Seakan-akan Jack dan anggotanya tidak membiarkan Jae
untuk berpikir. Mereka dengan kompak mengelilingi Jae. Namun, Jae berkata
kepada Jack kemudian.
“Ahahaha.. Kau bilang apa tadi? Jangan lari jika
seorang lelaki?- “
“Kau bahkan lebih rendah dari Banci jika dilihat dari
caramu mengepungku yang sendirian!”
Apapun yang terjadi, Jack selalu merasa mulut Jae
selalu menusuk. Ini sudah ke dua kalinya Jae memprovokasinya langsung dan
mempermalukannya. Bukan hanya Jack, anggotanya juga kelihatan malu oleh
perkataanku.
Hingga kemudian Jack, mau tidak mau harus bertarung
dengannya secara satu lawan satu dan berkata dengan keberatan sebenarnya.
“Baiklah.. Jika kau berpikir begitu, aku akan
melawanmu tanpa bantuan mereka!”
Kemudian, sorak sorai anggota Guild Dewa yang
mengikuti Jack terucap untuk mendukung. Jack berpikir sambil mengamati Jae saat
itu.
Dia terlihat memakai perlengkapan berkelas rendah.
Apa aku salah lihat? Tidak tidak. Aku tidak salah lihat. Itu jelas-jelas perlengkapan
kelas rendah, bahkan degger yang dia pegang juga sampah. Aku yakin sebagai
pemain yang bermain game sejak lama.
“Ahahaha.. Ini sungguh hari keberuntunganku setelah
menunggumu 2 hari. Ahahaha!” Tertawa dan teriak Jack saat itu.
‘cih, mengapa dia tertawa seperti itu? Apa dia
menyadari jika item-ku tidak memadai?’
Namun, Jae sudah mempersiapkan rencana sebelum
dirinya benar-benar terkepung seperti ini. Melihat Jack yang begitu percaya
diri dan tertawa seperti itu.
Jae melihat sekeliling player yang melingkarinya.
Meskipun dia tidak bisa melihat level mereka secara langsung, dia yakin level
mereka rata-rata pada 30an. Kemudian bibir miring Jae terlihat setelah
mengamati mereka sebelum berkata.
“Hoi.. Jangan senang dulu! Karena aku akan memberimu
lebih banyak kesenangan!”
Jack tertegun ketika mendengarnya. Sebelum berpikir
jika orang ini gila.
“Huh? Kesenangan apa maksudmu itu? Apa kau tahu apa
yang membuatku senang?”
“Kau ingin menghajarku habis-habisan dan menyiksaku
seperti seorang psikopat, kan pastinya?”
‘Cih.. Orang ini bisa menebak apa yang aku pikirkan.’
Padahal jelas-jelas. Apa yang dilakukan Jae padanya
dan juga guild-nya membuatnya wajar saja jika Jack sangat menyimpan dendam dan
kebencian yang amat dalam. Sebagai seorang kriminal, Jae paham akan pemikiran
seperti itu dan banyak orang seperti itu. Sebagai contoh ‘Bos Preman yang
mengepung Jae di sebuah Gang waktu itu.
“Hoho.. Sayangnya apa yang kau ucapkan itu sungguh
benar!” Jawab jack, sambil membentuk senyum jahat.
Namun, ketika itu juga, Jae mempermalukan mereka
semua dengan memprovokasi mereka dengan sangat memalukan bagi mereka.
“Kalau begitu. Seharusnya kalian maju semuanya!! Dan
hajar aku sebelum aku menghajar kalian! Hahaha!”
Jack dan anggotanya heran sekaligus geram oleh
perkataan Jae yang tidak masuk akal bagi mereka. Hingga kemudian Jack
memutuskan untuk tidak peduli lagi soal harga diri sebagai lelaki untuk harus
menghadapi Jae satu lawan satu.
Sebagai gantinya, dia memerintahkan anggotanya untuk
menyerang menangkap dan menyerang Jae secara habis-habisan.
“Semuanya!! Abaikan soal harga diri untuk saat ini.
Dia sudah berani mengatakan itu. Kita tidak perlu sungkan! Bukankah begitu?!”
Teriak Jack sepihak sebelum lanjut
“Hajar dan siksa dia.. Jangan biarkan dia kabur atau
log out!!”
Namun, begitu Jack selesai berbicara dan sebelum
anggotanya bertindak.
[Bone Graves]
“Semuanya. Bunuh!” Kata Jae pelan, dengan tetap
menatap Jack yang terlihat masih kaku oleh kemarahahnya. Hingga Bone Graves
yang saat ini level 4 mencengkram semua anggotanya. Hal ini hanya bertahan
sementara karena jumlah mereka dan secara terpisah. Namun, 75 prajurit Jae yang
dia perintahkan untuk bersembunyi sebelumnya mulai menampakan diri saat Jae
mengatakan ‘Bunuh’.
“Hwaruruk.. Fwoosh slash slice bam bom blare stabtab..!”
Bayangkan saja dengan levelku yang 57 kali ini.
Prajurit undead-ku juga semakin kuat. Bahkan untuk Orc saja sudah setara level
30 player, dan mereka setidaknya berjumlah 30. Belum lagi Black Iron Scorpion,
Dukun, Cakil, Jalang dan yang terakhir aku dapatkan sebelumnya Black Iron King
Kemunculannya membuat mereka semua ketakutan karena
teringat kejadian tragis mereka saat itu. Termasuk Jack.
“I.. Ini? Tidak mungkin!” kata Jack yang sebelumnya
berwajah garang dan sangat percaya diri akan menang. Seketika berubah saat
melihat puluhan prajuritku yang merupakan monster-monster rank B+. bahkan
kebanyakan rank A+.
Anggota Guild Dewa bahkan tidak sempat melepaskan
diri dari cengkeraman Bone Graves sebelum mati oleh berbagai serangan campur
aduk seperti pembantaian.
Menyisahkan Jack dalam sekejap setelah prajuritku
muncul dan beraksi.
Jack tidak percaya pada apa yang dia lihat hingga
berakhir terjatuh berlutut ketakutan. Bahkan senjata di tangannya terlepas dari
genggamannya tanpa dia sadari.
Kali ini bergantian. Jack menjadi seorang diri yang
di kepung puluhan monster beraura gelap semu merah. Dan semuanya begitu kuat.
Jack bahkan berpikir mustahil mengalahkan mereka seorang diri.
Kemudian, Jack mendengar suara langkah kaki mendekat
dari balik undead yang hanya mengelilinginya tanpa melakukan penyerangan.
Jack sungguh tidak ingin melihat Jae mendekat. Dia
tidak berani lagi menghadapi Jae ketika itu. Meskipun Jae tidak memiliki
perlengkapan yang memadahi.
Dan yang lebih menakutkan baginya, dia tidak ingin
mendengar perkataan yang akan keluar dari Jae yang pasti sangat menyakitkan dan
berakibat buruk pada mentalnya di dunia virtual reality game.
Jack bergegas untuk log out, bagaimanapun. Tapi
[Anda melakukan tindakan yang mencerminkan seorang
PK]
[Anda melakukan tindakan PK berkelompok]
[Anda tidak bisa log out sebelum target anda
benar-benar dikalahkan atau menyerah. Durasi hingga diperbolehkan log out 1jam
waktu Rajawali Online]
[Atau anda bisa membayar pinalty sebanyak 1000 koin
peranggota yang ikut dalam rencana PK anda]
[Reputasi Story anda berkurang jika berhasil membunuh
player.]
[Reputasi story anda saat ini 10%]
Reputasi story adalah pandangan setiap NPC pada
player tergantung reputasi story-nya. Semakin tinggi tingak reputasi story,
semakin baik kepercayaan dan perlakuan NPC pada player itu.
‘system bangsat macam apa ini? Sungguh game sampah!’
Dia sudah menghabiskan beberapa ratus koin untuk
membeli perlengkapan sebelumnya. Dan beberapa waktu lalu dia juga sudah
mendapatkan teguran ayahnya karena menghabiskan uang untuk taruhan saat berduel
dengan Jae di Arena.
Jika dia mengeluarkan uang lagi untuk koin, dan
terlebih lagi jumlah yang harus dikeluarkan karena pinalty sungguh konyol. Ini
seperti perangkap yang sudah dirancang untuk Jack yang membuat masalah atau
menggali kuburannya sendiri.
Jack
membelalakan matanya ketika Jae sudah terlihat berdiri di depannya saat dia
begitu takut dan frustasi tentang apa yang dia alami saat ini.
‘Sial.. Sial sial. Aku sungguh sampah. Pantas saja
mereka membenciku dan meninggalkanku.’ Pikir Jack saat itu. Dan teringat oleh
Dory dan Gompel yang meninggalkannya karena kecerobohan dan kebodohannya.
Hingga kemudian perkataan mulai terdengar di
telinganya dengan sangat jelas. Padahal sebenarnya itu terlontar dengan nada pelan
seperti biasanya Jae berbicara ketika kesal, namun tatapan matanya datar.
Membuat Jack lebih ketakutan.
Jack berharap ingin pingsan saat itu juga jika bisa
pingsan.
“Sampah yang bahkan lebih buruk dari berandalan.”
Kata Jae, sebelum lanjut berkata sambil mengangkat dagu Jack dengan kakinya
pelan.
“Untung saja ini hanya sebuah game.”
Jae berpikir, dia beruntung karena mendapat jarahan
banyak setelah aksi bodoh mereka yang mengepungnya tiba-tiba.
Kemudian, dia mendorong kakinya yang berada pada dagu
Jack dengan keras. Hingga membuat Jack yang sudah tidak memiliki keberanian
untuk bertarung dan putus asa untuk melawan hanya terkapar pasrah di tanah.
Sebelum Jae merampas semua itemnya.
"Buak!!"
"Aaaagh..!"
'Waktunya ngeloot deh'
‘Hah.. lagi-lagi aku terpaksa melakukan hal seperti
ini karena keadaan. Makanya aku bersyukur jika ini hanya berada di dalam game.’
Selanjutnya, Jae berkata sebelum pergi meninggalkan
Jack yang menyedihakan.
“Lain kali, lebih berhati-hati menggunakan hartamu..
kan sayang kalau berakhir dirampok seperti ini. Dan membuatku yang kau benci
menjadi beruntung. Hehe.. Selamat tinggal, Sampah!”