Rajawali Online

Rajawali Online
Terpaksa menjarah



Jae saat ini sedang berada pada situasi yang tidak


memungkinkan untuk menang. Meskipun levelnya lebih tinggi dari mereka, namun


tanpa perlengkapan yang setidaknya setara dengan musuh, itu sama saja nekat.


‘Tenanglah.. Tenanglah..’


Seakan-akan Jack dan anggotanya tidak membiarkan Jae


untuk berpikir. Mereka dengan kompak mengelilingi Jae. Namun, Jae berkata


kepada Jack kemudian.


“Ahahaha.. Kau bilang apa tadi? Jangan lari jika


seorang lelaki?- “


“Kau bahkan lebih rendah dari Banci jika dilihat dari


caramu mengepungku yang sendirian!”


Apapun yang terjadi, Jack selalu merasa mulut Jae


selalu menusuk. Ini sudah ke dua kalinya Jae memprovokasinya langsung dan


mempermalukannya. Bukan hanya Jack, anggotanya juga kelihatan malu oleh


perkataanku.


Hingga kemudian Jack, mau tidak mau harus bertarung


dengannya secara satu lawan satu dan berkata dengan keberatan sebenarnya.


“Baiklah.. Jika kau berpikir begitu, aku akan


melawanmu tanpa bantuan mereka!”


Kemudian, sorak sorai anggota Guild Dewa yang


mengikuti Jack terucap untuk mendukung. Jack berpikir sambil mengamati Jae saat


itu.


Dia terlihat memakai perlengkapan berkelas rendah.


Apa aku salah lihat? Tidak tidak. Aku tidak salah lihat. Itu jelas-jelas perlengkapan


kelas rendah, bahkan degger yang dia pegang juga sampah. Aku yakin sebagai


pemain yang bermain game sejak lama.


“Ahahaha.. Ini sungguh hari keberuntunganku setelah


menunggumu 2 hari. Ahahaha!” Tertawa dan teriak Jack saat itu.


‘cih, mengapa dia tertawa seperti itu? Apa dia


menyadari jika item-ku tidak memadai?’


Namun, Jae sudah mempersiapkan rencana sebelum


dirinya benar-benar terkepung seperti ini. Melihat Jack yang begitu percaya


diri dan tertawa seperti itu.


Jae melihat sekeliling player yang melingkarinya.


Meskipun dia tidak bisa melihat level mereka secara langsung, dia yakin level


mereka rata-rata pada 30an. Kemudian bibir miring Jae terlihat setelah


mengamati mereka sebelum berkata.


“Hoi.. Jangan senang dulu! Karena aku akan memberimu


lebih banyak kesenangan!”


Jack tertegun ketika mendengarnya. Sebelum berpikir


jika orang ini gila.


“Huh? Kesenangan apa maksudmu itu? Apa kau tahu apa


yang membuatku senang?”


“Kau ingin menghajarku habis-habisan dan menyiksaku


seperti seorang psikopat, kan pastinya?”


‘Cih.. Orang ini bisa menebak apa yang aku pikirkan.’


Padahal jelas-jelas. Apa yang dilakukan Jae padanya


dan juga guild-nya membuatnya wajar saja jika Jack sangat menyimpan dendam dan


kebencian yang amat dalam. Sebagai seorang kriminal, Jae paham akan pemikiran


seperti itu dan banyak orang seperti itu. Sebagai contoh ‘Bos Preman yang


mengepung Jae di sebuah Gang waktu itu.


“Hoho.. Sayangnya apa yang kau ucapkan itu sungguh


benar!” Jawab jack, sambil membentuk senyum jahat.


Namun, ketika itu juga, Jae mempermalukan mereka


semua dengan memprovokasi mereka dengan sangat memalukan bagi mereka.


“Kalau begitu. Seharusnya kalian maju semuanya!! Dan


hajar aku sebelum aku menghajar kalian! Hahaha!”


Jack dan anggotanya heran sekaligus geram oleh


perkataan Jae yang tidak masuk akal bagi mereka. Hingga kemudian Jack


memutuskan untuk tidak peduli lagi soal harga diri sebagai lelaki untuk harus


menghadapi Jae satu lawan satu.


Sebagai gantinya, dia memerintahkan anggotanya untuk


menyerang menangkap dan menyerang Jae secara habis-habisan.


“Semuanya!! Abaikan soal harga diri untuk saat ini.


Dia sudah berani mengatakan itu. Kita tidak perlu sungkan! Bukankah begitu?!”


Teriak Jack sepihak sebelum lanjut


“Hajar dan siksa dia.. Jangan biarkan dia kabur atau


log out!!”


Namun, begitu Jack selesai berbicara dan sebelum


anggotanya bertindak.


[Bone Graves]


“Semuanya. Bunuh!” Kata Jae pelan, dengan tetap


menatap Jack yang terlihat masih kaku oleh kemarahahnya. Hingga Bone Graves


yang saat ini level 4 mencengkram semua anggotanya. Hal ini hanya bertahan


sementara karena jumlah mereka dan secara terpisah. Namun, 75 prajurit Jae yang


dia perintahkan untuk bersembunyi sebelumnya mulai menampakan diri saat Jae


mengatakan ‘Bunuh’.


“Hwaruruk.. Fwoosh slash slice bam bom blare stabtab..!”


Bayangkan saja dengan levelku yang 57 kali ini.


Prajurit undead-ku juga semakin kuat. Bahkan untuk Orc saja sudah setara level


30 player, dan mereka setidaknya berjumlah 30. Belum lagi Black Iron Scorpion,


Dukun, Cakil, Jalang dan yang terakhir aku dapatkan sebelumnya Black Iron King


Kemunculannya membuat mereka semua ketakutan karena


teringat kejadian tragis mereka saat itu. Termasuk Jack.


“I.. Ini? Tidak mungkin!” kata Jack yang sebelumnya


berwajah garang dan sangat percaya diri akan menang. Seketika berubah saat


melihat puluhan prajuritku yang merupakan monster-monster rank B+. bahkan


kebanyakan rank A+.


Anggota Guild Dewa bahkan tidak sempat melepaskan


diri dari cengkeraman Bone Graves sebelum mati oleh berbagai serangan campur


aduk seperti pembantaian.


Menyisahkan Jack dalam sekejap setelah prajuritku


muncul dan beraksi.


Jack tidak percaya pada apa yang dia lihat hingga


berakhir terjatuh berlutut ketakutan. Bahkan senjata di tangannya terlepas dari


genggamannya tanpa dia sadari.


Kali ini bergantian. Jack menjadi seorang diri yang


di kepung puluhan monster beraura gelap semu merah. Dan semuanya begitu kuat.


Jack bahkan berpikir mustahil mengalahkan mereka seorang diri.


Kemudian, Jack mendengar suara langkah kaki mendekat


dari balik undead yang hanya mengelilinginya tanpa melakukan penyerangan.


Jack sungguh tidak ingin melihat Jae mendekat. Dia


tidak berani lagi menghadapi Jae ketika itu. Meskipun Jae tidak memiliki


perlengkapan yang memadahi.


Dan yang lebih menakutkan baginya, dia tidak ingin


mendengar perkataan yang akan keluar dari Jae yang pasti sangat menyakitkan dan


berakibat buruk pada mentalnya di dunia virtual reality game.


Jack bergegas untuk log out, bagaimanapun. Tapi


[Anda melakukan tindakan yang mencerminkan seorang


PK]


[Anda melakukan tindakan PK berkelompok]


[Anda tidak bisa log out sebelum target anda


benar-benar dikalahkan atau menyerah. Durasi hingga diperbolehkan log out 1jam


waktu Rajawali Online]


[Atau anda bisa membayar pinalty sebanyak 1000 koin


peranggota yang ikut dalam rencana PK anda]


[Reputasi Story anda berkurang jika berhasil membunuh


player.]


[Reputasi story anda saat ini 10%]


Reputasi story adalah pandangan setiap NPC pada


player tergantung reputasi story-nya. Semakin tinggi tingak reputasi story,


semakin baik kepercayaan dan perlakuan NPC pada player itu.


‘system bangsat macam apa ini? Sungguh game sampah!’


Dia sudah menghabiskan beberapa ratus koin untuk


membeli perlengkapan sebelumnya. Dan beberapa waktu lalu dia juga sudah


mendapatkan teguran ayahnya karena menghabiskan uang untuk taruhan saat berduel


dengan Jae di Arena.


Jika dia mengeluarkan uang lagi untuk koin, dan


terlebih lagi jumlah yang harus dikeluarkan karena pinalty sungguh konyol. Ini


seperti perangkap yang sudah dirancang untuk Jack yang membuat masalah atau


menggali kuburannya sendiri.


Jack


membelalakan matanya ketika Jae sudah terlihat berdiri di depannya saat dia


begitu takut dan frustasi tentang apa yang dia alami saat ini.


‘Sial.. Sial sial. Aku sungguh sampah. Pantas saja


mereka membenciku dan meninggalkanku.’ Pikir Jack saat itu. Dan teringat oleh


Dory dan Gompel yang meninggalkannya karena kecerobohan dan kebodohannya.


Hingga kemudian perkataan mulai terdengar di


telinganya dengan sangat jelas. Padahal sebenarnya itu terlontar dengan nada pelan


seperti biasanya Jae berbicara ketika kesal, namun tatapan matanya datar.


Membuat Jack lebih ketakutan.


Jack berharap ingin pingsan saat itu juga jika bisa


pingsan.


“Sampah yang bahkan lebih buruk dari berandalan.”


Kata Jae, sebelum lanjut berkata sambil mengangkat dagu Jack dengan kakinya


pelan.


“Untung saja ini hanya sebuah game.”


Jae berpikir, dia beruntung karena mendapat jarahan


banyak setelah aksi bodoh mereka yang mengepungnya tiba-tiba.


Kemudian, dia mendorong kakinya yang berada pada dagu


Jack dengan keras. Hingga membuat Jack yang sudah tidak memiliki keberanian


untuk bertarung dan putus asa untuk melawan hanya terkapar pasrah di tanah.


Sebelum Jae merampas semua itemnya.


"Buak!!"


"Aaaagh..!"


'Waktunya ngeloot deh'


‘Hah.. lagi-lagi aku terpaksa melakukan hal seperti


ini karena keadaan. Makanya aku bersyukur jika ini hanya berada di dalam game.’


Selanjutnya, Jae berkata sebelum pergi meninggalkan


Jack yang menyedihakan.


“Lain kali, lebih berhati-hati menggunakan hartamu..


kan sayang kalau berakhir dirampok seperti ini. Dan membuatku yang kau benci


menjadi beruntung. Hehe.. Selamat tinggal, Sampah!”