
Entah pinalty apa yang menimpa para PK. Tapi
sepertinya cukup bagus. Seharusnya Jack bisa saja log out, tapi dia tidak
melakukannya.
Apa dia cukup jantan juga?
Tapi aku ragu jika dia lelaki yang cukup jantan.
Jae meninggalkan Jack yang terkapar di tanah seperti
orang yang sedang mengalami depresi berat. Sebenarnya Jae tidak tega
melihatnya, meskipun dia telah melakukannya.
Dan yang labih tragis. Jae merampas item-item
berharga mereka yang terjatuh sebelum mati dan respawn setelah lima menit untuk
item. Dan 1 jam untuk monster respawn.
Selama ini, aku belum pernah benar-benar menghadapi
lawan yang sulit dalam duel antar player.
Mungkinkah saat SEA server, aku akan menemukan
lawan-lawan yang sepadan? Atau mungkin saat Server Global? Itu masih sangat
panjang jika harus menunggu hingga server Global mulai bisa diakses.
Lewin bilang. Server selain SEA juga sedang ramai dan
banyak player berbakat. Bahkan dengan normal Job bisa mengimbangi special ID.
Bagaiman jika player itu mendapatkan Job Rare, Epic, Unique atau bahkan Legend?
Aku tidak bisa membayangkannya. Lagi pula, aku hanya
mencari uang sekaligus bersenang-senang di RO. Belum terpikir olehku untuk
menjadi seorang ranker.
….
Setelah beberapa saat, Jae sampai pada Orochi dan
Karina yang sedang bersandar setelah berhasil mengalahkan para monster yang
mereka hadapi.
“Oi.. Oi.. Kalian santai sakali kelihatannya.”
Kata Jae, mengagetkan mereka berdua karena kedatangan
Jae yang tiba-tiba seperti hantu.
“Bajingan!! Kau mengejutkanku, tahu!” Teriak Orochi
yang kaget oleh kedatangan Jae
“Huuft.. Kemana saja kau?” Tanya Karina
“Hehe.. Aku sedikit menghadapi masalah tadi.” Jawab
Jae
Orochi dan Karina bertanya-tanya masalah apa yang dia
hadapi? Mungkinkah Monster?
Namun, mereka lebih bertanya-tanya tentang penampilan
Jae yang memakai perlengkapan rank rendah. Kemudian, Orochi memutuskan untuk
bertanya.
“Jae.. Mengapa kau memakai perlengkapan yang seperti
itu?”
“Ah.. Ini.. Itulah masalahnya. Kenapa aku bisa
selambat ini datang!” Jelas Jae
“Kau kan punya banyak perlengkapan. Jangan bilang
kalau..” Potong Karina. Dia berpikir jika Jae menjual semua itemnya itu. Namun,
Jae menjawab tepat seperti yang Karina pikirkan. Meskipun itu sebenarnya hanya
kebetulan.
“Hehe.. Aku menjual mereka semua.”
“Hah?? Kau serius?” Tanya Orochi.
Dia membayangkan berapa banyak uang didapat oleh Jae
dengan semua item itu dijual? Item rank A saja sudah mahal.
“Tapi tidak mungkin kau menjual mereka semua, kan?”
Potong Karina
Jae ingin menjelaskan semuanya jika terus
menyembunyikan kebenarannya akan mempersulitnya. Bagaimanapun, Lewin sudah
tidak mempermasalahkannya juga.
“Sebenarnya, semua itemku ditarik oleh developer RO!”
“Hah? Kau serius?” Serentak Orochi dan Karina
bertanya
“Ya.. Ngapain juga aku bohong?”
“Tapi tadi kau sempat bilang jika kau menjualnya?”
“Yah.. Kalau yang itu, aku baru bohong.”
“Dasar..” Geram Karina dan Orochi
“Ya sudah. Ayo kita bicara sambil jalan. Bosen kita
jika tidak beraktivitas di RO!” Perintah Karina
….
Mereka bertiga melanjutkan perjalanan leveling
mereka. Meskipun sedikit tidak bersemangat ketika mengetahui bahwa level akan
direset setelah closed beta. Bagi mereka dari pada bosan, lebih baik bergerak
sambil menghasilkan koin dari quest. Selain mendapatkan pengalaman lebih
tentang RO.
Semakin jauh mereka berjalan semakin terasa aura aneh
Jae rasakan. Dengan menggunakan capsule, bahkan aura bisa dirasakan lebih
terasa. Meskipun itu wajar saja. Namun Jae masih saja heran.
“Tunggu!” Perintah Jae tiba-tiba
“Ng? Ada apa?” Tanya Karina
“Orochi, kau tetap di sini saja dulu. Biar aku dan
Karina maju duluan. Aku merasakan aura yang aneh baru aku rasakan!”
“Grr.. Kau meremehkanku?”
“Bukan begitu. Bukankah Job-ku dan Karina adalah yang
paling cocok untuk memantau?!”
“Asss.. Sial. Baiklah baiklah.”
“Hehe.. Sabar ya, Botak!” Potong Karina, sambil
menggosok kepala Orochi seperti menghibur anak kecil
“Kisi!”
….
Kemudian, Jae dan Karina bergegas meninggalkan Orochi
sendirian di tengah hutan.
Saat Jae semakin dekat, dia mencium bau darah. Di
samping aura yang pekat dan menyengat hingga membuatnya dan Karina merasakan
sesak di dada.
Baru kali ini aku merasakan hal seperti ini sejak
masuk RO.
“Karina? Menurutmu apa ini?” Tanya Jae pelan
“Aku tidak yakin sih. Aku juga baru kali ini
memainkan VR mmorpg. Tapi, jika tebakanku benar.. gambar dan sensasi seperti
ini lebih mirip setan atau Iblis jika di dalam game!”
Iblis? Mungkinkah, Lewin yang mengaturnya beberapa
saat lalu? Atau memang sudah dirancang dari awal mengenai mahluk ini?
Banyak hal yang tidak aku ketahui. Tidak berguna
menebak-nebak, lebih baik aku menyelidikinya saja.
Tunggu, bukankah setidaknya ada undead-ku yang
mungkin mengetahui informasi tentang hal ini.
‘Dukun!’
[Hormat kepada Tuan!]
Seketika Dukun muncul ketika aku memanggilnya dan
berlutut.
“Apa kau mengetahui tentang aura dan baru darah ini?”
Untungnya, dia mengetahui beberapa informasi mengenai
hal ini.
[Tuan, ini aura dari Iblis. Meskipun kelihatannya
sangat kuat jika dirasakan, sebenarnya ini baru bayi atau anak kecil]
Bayi? Apa dia bercand?’
Jae dan Karina heran dengan pernyataan Dukun yang
tidak mungkin untuk berbohong denganku. Kemudian aku bertanya lagi.
“Bagaimana kekuatannya jika dibandingkan denganmu
saat ini yang telah berhasil Breakthrought?”
[Saya.. Mungkin kalah!]
“Hah? Kau pasti bercanda, kan?”
[Saya serius, Tuan]
berdua perlu mengundang Orochi untuk bertarung bersama menghadapi musuh di
depan yang belum jelas.
“Karina! Bisakah kau menyusul Orochi untuk
bergabung?”
“Em. Tentu! Dan kau sendiri mau apa?”
“Aku akan maju duluan!”
“Sebaiknya kau menunggu kami berdua kembali lagi!”
“Em.. Baiklah. Lagian, itemku tidak meyakinkan!”
Menghadapi musuh yang belum diketahui dengan jelas
tentang informasinya lebih baik bersabar. Dan juga, Item terbagus yang aku
miliki saat ini adalah tombak hasil nge-loot Jack.
Jae mengganti itemnya dengan item terbagus yang dia punya saat ini dari hasil jarahannya
sebelumnya. Setidaknya ada senjata favorit juga, meskipun hanya rank A.
Gold Degger, rank A, Atk up 10
Giant Spear, rank S, Damage up 5%
Lancer cloak, mythic knight armor dan lainnya.
Barang-barang hasil rampasan hanya rank S dan hanya
satu. Itu adalah milik Jack yang sebagai pemimpin guild Dewa tadi.
‘Bah.. Aku tidak biasa menggunakan tombak sebagai
senjata.’
Namun, Dukun yang masih berada di sampingnya berkata
pada Jae.
[Tuan. Mengapa kau tidak menciptakan senjata saja
jika kau tidak memilikinya?]
“Huh? Apa maksudmu?”
[Anda seorang Necromancer. Pastinya anda bisa memanggil
atau menciptakan senjata dari Mana anda!]
“Begitukah?”
Tapi, masalahnya, aku tidak tahu caranya.
[Tentu saja, Tuan. Tapi, saya sendiri juga tidak tahu
bagaimana caranya. Karena saya belum pernah mempelajarinya.]
Setelah mendengar sedikit petunjuk dari Dukun
mengenai senjata yang tercipta dari Mana. Aku menjadi sangat tertarik dan ingin
tahu bagai mana caranya. Sekaligus ragu, apakah benar bisa menciptakan senjata
dengan Mana.
Setelah, dipikir-pikir masuk akal juga ketika melihat
seorang Mage menembakkan bola sihir. Itu bisa di bilang juga senjat, menurutku.
Kemudian, aku mencoba menggunakan mana dan
memfokuskannya pada telapak tanganku.
Ssssht..
‘Hanya menjadi bola sihir, sepeti biasa saja. Sama
saat pertamakali Job Necromancer-ku aktif, aku menembakkan bola sihir lemah
untuk mengecoh nomor 1,2,3 dan 4. Yang sekarang bertugas sebagai pelaku
Expunge.’
Sudahlah. Aku akan mempelajarinya nanti.
“Boom!!”
‘Eh, apa itu?’
Tiba-tiba saja terjadi ledakan di pusat aura Iblis
berada dan suaranya cukup keras. Namun, entah mengapa bulu kudukku berdiri
setelah itu. Dan suara bocah menggema di belakangku.
{Apa yang kau lakukan di sini?}
Jae tertegun sekaligus terkejut saat itu. Hingga
reflex menghindar untuk menjauh dari penyebab perasaan horror itu. Namun, hal
yang tak terduga juga terjadi pada skillnya.
[Evasion skill unlocked]
[Shadow evasion level. 1]
Bukan waktunya untuk senang dalam hal ini. Karena
yang sedang kuhadapi ini sungguh tidak biasa.
Bocah?
Memang wajahnya bocah. Tapi, tinggi badannya sama
denganku. Dia hanya memakai celana dan tanpa pakaian atas. Warna kulitnya merah
dan penuh darah, dua tanduk kecil seperti benjolan terlihat di dahinya.’
{Kelihatannya, kau cukup enak untuk kuhisap.}
Apa maksudnya hisap? Apa yang dia hisap?
Pada saat itu, Karina dan Orochi memanggilku dengan
berteriak dari jarak yang lebih dekat dengan bocah Iblis itu.
“Jae! Apa yang terjadi?”
Sensasi horror seakan-akan menyelimutiku ketika
melihat Karina dan Orochi hadir, meskipun ini hanya sebuah game.
Gawat, mereka dalam bahaya.
“Log out!!” Teriak Jae
“Huh? Apa maksudmu?” Tanya Karina
“Sebenarnya apa yang..” Kata Orochi yang tiba-tiba
terpotong oleh tangan Bocah Iblis yang menusuk perutnya hingga menembus
tubuhnya.
“Tssstk.. Srasssk!”
{Lumayan juga rasanya.}
Bocah Iblis menyerap esensi dari Orochi alias
vitalitas Hp dan Mana. Hingga status Hp dan Mp-nya terlihat cepat terkuras ketika
Jae memeriksanya lewat daftar party.
“Slasssh!”
“Bajingan!” Kata Karina, setelah menebas tangan Iblis
itu hingga terpotong dan meninggalkan Orochi terjatuh dan terkapar di tanah.
{Huh? Sungguh menggelikan!}
Iblis itu terlihat tenang saja ketika terpotong
tangannya. Sebelum, dengan cepat menumbuhkan tangannya kembali.
“Sruasst”
Aku dan Karina terkejut dengan kemampuan
regenerasinya yang instan.
“Showtime!”
“Poofff! Browl fufufufufuft!”
Jae mengerahkan semua prajuritnya sebelum memerintahkan
mereka untuk menyerang bersamaan. Sementara Jae menyelinap diam-diam untuk
menolong Orochi yang sekarat.
Dan meminta Karina untuk mundur. Selagi para Undead
mengulur waktu. Bagaimanapun, level Iblis ini sangat berbahaya untuk party
kami.
“Karina.. Mundur dan kabur! Ikuti aku.. mumpung tidak
ada pemberitahuan misi!”
Bisa gawat kalau sampai system memberikan notifikasi
misi untuk menghadapi dan mengalahkan Ibis itu. Karena, seteiap misi muncul,
tidak ada pilihan untuk menolaknya selama ini.
{Cih.. Kalian mahluk tak bernutrisi. Mengganggu
saja!} Kata Bocah Iblis, sebelum melakukan tindakan pembantaian terhadap para
Undead
“Splaaash.. Bom bom bom bom!”
Dia sedikit memerlukan upaya karena jumlah. Dan tidak
leluasa untuk menghadapi mereka dengan mudah seperti yang dia pikirkan. Karena
Dukun dan empat jendral undead yang lain menghalanginya dengan kompak.
{Sungguh merepotkan! Dasar mahluk Summon-an!}
Bocah Iblis menggunakan skill ultimate-nya karena
terpaksa. Yaitu skill darah Iblis ‘Dance of Blood tornado.’
“Fwuoassshh.. sraasssshk!!”
“Boom boom Blaaare!!”
Seketika, semuanya bersih termasuk pepohonan dan
bebatuan di sekitar dan mengakibatkan kawah besar dari dampak serangannya.
Jae dan Karina merasakan horror ketika mendengar
ledakan itu dari jarak yang belum cukup jauh.
“Log out!! Cepat!!” Teriak Jae