
****
Di sisi
lain. Ketika Jaka pulang ke rumahnya setelah jalan-jalan di luar. Saat itu, dia
sedang ingin membuka gerbang rumahnya. Kebetulan penjaga yang bertugas di
sebagai satpam di rumahnya sedang libur.
Breeeeng..
Pada saat
itu juga, seorang wanita tua miskin menghampirinya dengan seikat sayuran.
“Permisi..”
Jaka
mengabaikan sapaan wanita itu sampai dia selesai membuka gerbangnya. Kemudian,
setelah dia selesai membuka gerbangnya hingga cukup lebar untuk memasukan
mobilnya, dia pun tidak segera menjawab si wanita tua itu.
Sebagai
gantinya, dia masuk ke mobilnya tanpa
melirik wanita tua itu.
Vroooom..
Setelah dia
memarkirkan mobilnya, dia kembali ke gerbang untuk menutup. Ekspresi acuh tak
acuh tetap saja terlihat di wajahnya. Membuat si wanita tua memutuskan untuk
berkata lagi.
“Permisi,
Tuan.”
Jaka tidak
menjawabnya sambil menutup gerbang rumahnya dengan kasar.
BreeeEENG..
Bang!!
Si wanita
tua itu sedikit ketakutan dengan tingkah Jaka. Dia berpikir ‘Apa dia marah
hanya karena aku menyapanya? Aku bahkan belum mengutarakan maksudku.’
Meski
begitu, si wanita tua itu tidak mau terganggu oleh bayang-bayang yang tidak
pasti di pikirannya. Karena, ada hal yang lebih penting baginya dari pada ketakutan
oleh hal-hal seperti itu.
Hingga kemudian dia memberanikan diri untuk
berkata sebagai upayanya yang terakhirkalinya. Jika tidak terjawab atau
diabaikan pun dia tidak masalah juga sebenarnya.
“Permisi.
Maaf jika mengganggumu. Saya hanya ingin menawarkan seikat sayuran saja.” Kata
wanita tua
Jaka
meliriknya pada saat itu setelah berpikir sebelum menjawabnya.
Sialan,
begini nih susahnya kalo tidak ada penjaga rumah.
Sayuran?
Sejak kapan aku makan sayur? Pembantuku saja tidak berani memberiku sayuran.
“Pergi saja.
Aku tidak makan sayur.” Jawab Jaka dengan nada sinis
“Ah.. Maaf,
kalau begitu. Anda bisa membelikannya kepada Ibu anda atau saudara anda. Lagian
ini sangat murah. Bahkan, jika anda tukar dengar sebungkus mie instan juga
tidak masalah!” Kata Wanita tua dengan buru-buru namun nadanya pelan dan tetap
sopan.
Sedangkan
Jaka ‘Huh? Apa-apaan wanita ini?’
“Sayangnya,
mie instan di rumahku saja lebih mahal dari sayurmu itu, kuyakin.-”
“Dan..
Ayahku pun juga tidak suka sayuran. Kurasa dia akan mati jika memakan
sayuranmu.- “
“Sudahlah..
Pergi sana!” Kata Jaka, dan tidak membiarkan wanita itu menjawabnya
Kemudian,
dia masuk ke rumah begitu saja setelah berkata seperti itu dan menutup gerbang
rumahnya. Meninggalkan si wanita tua dengan seikat sayur sebagai modal usaha
untuk segenggam makanan.
Ya ampun..
sebegitunya orang itu dengan sayuran? Bahkan dia mengatakan Ayahnya bisa mati
jika makan sayuranku?
“Hah.. Dasar
orang kaya. Aku doa kan semoga ayahmu doyan makan sayuran nanti.” Kata wanita
itu sebelum pergi menjauh dari gerbang rumah Jaka
….
Sementara
itu, Jaka duduk di sofa di ruang tamu dan memandang ruang capsule di mana
biasanya dia login Rajawali Online.
Ruangan itu.
Sebenarnya aku ingin kembali login. Tapi, aku sudah tidak punya cara bagaimana
menghadapi Jae.
Dan beberapa
saat kemudian, dia terpikir untuk menggunakan akun lain untuk login agar
identitasnya tidak diketahui oleh teman-temannya dan juga musuhnya termasuk
Jae.
Tidak
masalah jika dia akan mulai dari awal setelah beta nanti. Baginya, yang
terpenting adalah membuat masalah dan membalaskan dendam kepada Jae yang telah
berulang kali mempermalukannya.
Kemudian,
dia masuk ke ruang capsule di mana dia biasa login dengan itu. Namun, dia
terkejut ketika melihat ada seseorang sedang menggunakan capsule-nya.
“Huh? Ayah?”
Apa yang
sedang dia lakukan? Apa dia juga menggunakan akunku yang dia sudah berikan?
Pada saat
itu, terlintas dipikirannya mengenai event besar sebelum closed beta.
“Apa
jangan-jangan.. dia tertarik dengan event itu? Tapi ngapain juga, sih? Dia kan
bagian dari project itu sendiri. Ngapain tertarik oleh hal seperti itu?”
Kemudian,
Jaka memutuskan untuk kembali ke kamarnya sambil menunggu ayahnya selesai
menggunakan capsule.
‘Aneh.. apa
yang membuatnya tertarik untuk login?’ Pikir Jaka, sambil duduk di kamarnya dan
menyalakan acara di TV.
Pada saat
itu juga, dia melihat siaran langsung dari streamer yang sedang merekam di mana
ayahnya menjadi terror di Maja Pahit.
Jaka
membelalakan matanya dan membuka mulutnya lebar-lebar ketika melihat avatar
ID-nya menjadi overpower seperti itu. Bahkan membantai ratusan player dengan
sangat brutal. Dan juga berhasil mengalahkan para tokoh NPC di sana.
Bagaimana
mungkin dia bisa sejago itu? Tunggu, ngomong-ngomong. Berapa levelnya?
Dan pada
saat itu juga, dia terpikir untuk menghubungi Dory. Meskipun, mungkin Dory akan
terganggu oleh panggilannya dan mungkin juga dirinya sudah sangat menyebalkan
untuk Dory.
Tapi, hanya
Dory yang paling cocok untuk dia hubungi dalam hal ini.
“Hallo? Ada
apa kau menghubungiku, Bodoh!” Kata Dory saat menerima panggilan Jaka
“Ah, maaf.
Tapi, ini sungguh penting!” Jelas Jaka
apa? Cepat katakan!” Perintah Dory
“Kau lihat
siaran langsung event yang sedang berlangsung belum?”
“Huh? Tentu
saja.. Dan saat ini juga aku sedang nonton di rumah.”
“Kau bahkan
tidak terkejut?”
“Terkejut
soal apa? Kau yang bodoh itu? Aku tidak lagi terkejut!”
“Ugh.. Cih,
sialan. Tolong berhenti merendahkanku, Bangsat!”
Kemudian,
Dory menjelaskan tentang apa yang telah dia pikirkan mengenai ID yang membuat
kerusuhan di Rajawa Online lewat panggilan ponsel yang sedang terhubung.
“Kutebak,
dia adalah ayahmu. Itu sudah jelas karena dia sangat terlihat menggunakan
Cheat. Dan juga tidak ada orang yang mengetahui kode seperti itu selain staff
tinggi dari RO. Sebenarnya orang bodoh pun mungkin juga bisa menebak seperti
itu jika mengenal siapa ayahmu!” Jelas Dory
Kemudian,
Jaka menjawab dengan nada lemas.
“Kau benar.
Itu ayahku.”
“Mungkin,
karir ayahmu akan memburuk setelah kejadian ini. Anak dan ayah sama saja,
maaf.” Jelas Dory, sebelum langsung memutus pembicaraan dari ponsel itu
tiba-tiba.
Tut.. tut..
tut..
“Apa? Apa
kaubilang? Tung.. Hei! Sialan!” Teriak Jaka, sebelum membanting ponselnya
karena begitu kesal dengan perkataan terakhir Dory.
BraaaK
“Haaaarrgh…”
Bodoh?
Sama saja?
Apa
maksudnya?
Jaka duduk
di ranjangnya sambil meremas-remas kepalanya karena begitu kesal dan pusing
dengan perkataan terakhir Dory.
Namun, suara
komentator dari siaran televise terdengar hingga membuatnya mendongak ke layar
televise di mana ayahnya terlihat.
[Lihat!
Sepertinya si Bos sedang kesulitan mencari wanita ninja itu! Apakah dia akan
menemukannya?]
[Dan apakah
event ini akan berakhir tanpa satu orangpun yang berhasil menghentikannya?]
[Kalau
sampai itu terjadi.. akan sangat disayangkan untuk hadiahnya, bukan?]
[Tapi,
kurasa mustahil mengalahkan Bos event ini yang berada di level 300 seperti itu.
Ini mustahil bahkan untuk guild atau pasukan besar menghadapinya.]
[Tidak.
Sebenarnya tidak mustahil jika guild memiliki role yang lengkap dan kolaborasi
yang tepat.]
[Yah..
Memang sih. Tapi ini bahkan baru seminggu, dan pastinya belum ada guild seperti
itu.]
[Kalau
begitu.. lebih mustahi lagi jika ada solo player mengalahkannya.]
[Itu sudah
jelaslah!]
….
….
Apa? Ayahku
adalah Bos di event itu?
Bagaimana
bisa? Bukankah itu berarti dia musuh semua player?
Pantas saja
Dory mengatakan aku bodoh.
**
Dan di sisi
lain, Lewin dan juga para staff masih mengamati aktivitas Joni sejak Jae
berhasil selesai dari lantai 50 Dungeon. Dan pada saat itu juga dia berkata
kepada para staffnya termasuk Garry yang ikut hadir lewat layar.
“Aku akan
melihatnya di ruanganku. Kalian, tetap awasi aktivitasnya dan bertindak jika
sesuatu yang akan merugikan project kita berpotensi buruk!-”
“Namun, sebelum
bertindak. Alangkah baiknya menanyakanku lebih dahulu. Atau mungkin aku akan
lebih dulu bertindak!”
Para staff
semuanya menganggukan kepalanya dengan antusias dan serius. Meskipun sesaat
sebelumnya, mereka terlihat seperti sedang bersantai dan tertawa seperti
seorang kerabat dekat.
Namun,
ketika Lewin terlihat serius. Mereka pun juga ikut serius sesuai situasi dan
kondisi.
“Siap
President!!” Jawab semua staff dengan serentak
Kemudian,
ketika Lewin berada di ruangannya. Dia memantau Jae dan seluruh informasi
mengenai Jae.
Di siaran
langsung event yang Lewin lihat. Itu beda dengan siarang langsung yang
ditayangkan ke public. Di siaran public, suara percakapan player di
sembunyikan. Sedangkan di tempat Lewin dan para staff lihat tidak
menyembunyikan percakapan player.
Sekarang,
Lewin tahu jika Joni sedang mengincar Jae. Lewin bertanya-tanya Entah apa yang
membuatnya sampai melakukan hal yang begitu jauh untuk Jae. Hingga tidak
memandang wajah Lewin dengan menggunakan cheat yang bahkan di saat beta.
Bagaimanapun
juga, semuanya akan terlihat jelas sumber masalahnya ketika Jae berhadapan
dengan Joni.
‘Kita lihat.
Apa kau akan sanggup menghadapi seorang player dengan level yang jauh lebih
tinggi darimu?’
Namun,
Galaxy memberitahukan hal yang sudah dia pikirkan beberapa saat sebelumnya.
Yaitu kejadian pada saat Jae menusukan jarum kepada Bos Lantai 50.
[Sesuatu
yang tidak normal telah terjadi]
[Disebabkan
oleh special ID 01]
Di mana
damage yang dihasilkan diluar data Galaxy. Dan itu menjadi sebuah Bug. Untung saja
itu terjadi saat beta. Jadi, Lewin bisa segera memperbaikinya. Hingga saat
waktunya tiba setelah launching server SEA nanti tidak akan mengecewakan para
player yang melakukan hal serupa.