Rajawali Online

Rajawali Online
Kalian harus naik Level



‘ Tidak


kusangka jika julukan ini akan berguna, sayangnya hanya di lokasi Jawa saja


untuk julukan ini ! ‘ Pikirku


Sementara


itu, Karina dan Orochi masih keheranan dengan apa yang dia lihat dan berjalan


mendekatiku yang berada tidak jauh di depan.


“ Jae ? Apa


kau melakukan sesuatu ? “ Tanya Karina


“ Tidak !


Tapi, kupastikan mereka jika Goblin tidak akan menyerang kita ! “ Jawabku


Setelah


mendengar jawabanku, Karina dan Orochi masih tidak berhenti bertanya-tanya pada


diri mereka sendiri.


‘ Apa


maksudnya ? Goblin tidak akan menyerang kita ? ‘ Pikir Karina


‘ Game


Rajawali Online, selain Skill dan Job, ada unsur lain apa lagi ya ? di game ini


tidak ada konstelasi, namun, sebentar, kurasa aku mengingat sesuatu ! ‘ Pikir


Orochi, yang berusaha mencari jawaban dengan apa yang dia ketahui tentang


game-game mmorpg


Kemudian dia


mencari informasi lewat jendela layarnya mengenai game ini. Hingga tidak lama


kemudian dia menemukan hal mengenai ‘ Gelar atau Julukan ‘. Setelah dia membaca


informasi mengenai itu, dia memiliki kesimpulan dan bertanya kepada Jae untuk


memastikannya.


“ Jae ? Apa


ini adalah efek ‘Julukan’ ? “ Tanya Orochi


“ Julukan ?


“ Tanya Karina


“ Iya, aku


hanya memiliki kesimpulan saja soal itu ! Aku ingin memastikannya pada Jae,


lagian level dia meningkat cepat ! Jadi, kemungkinan dia mendapatkan ‘ Julukan’


saat menyelesaikan misi dengan pencapaian yang tinggi ! “ Jelas Orochi


Sedangkan


Jae yang mendengar perkataan Orochi, terlihat tersenyum sebelum berkata.


“ Kau


sebenarnya pemikir yang cerdas Orochi ! “


“ Jadi,


benarkah apa yang aku pikirkan ? “ Tanya Orochi


“ Iya, kau


benar ! “ Jawabku, sebelum lanjut


“ Aku


mendapatkan julukan ‘ Goblin Slayer ‘ saat mengambil misi pertamaku dalam game


ini ! “


Orochi dan


Karina makin terkejut setelah mendengar jawabanku dan lanjut bertanya.


“ Apa kau


sungguh membantai Goblin untuk mendapatkan ‘ Julukan ‘ itu ? “ Tanya Orochi


“ Tidak !


Aku hanya menjalankan misinya saja dengan membunuh Pemimpin mereka ! “ Jawabku,


sebelum lanjut berkata


“ Sudahlah !


Kita fokus saja pada misi kita kali ini ! “


Kemudian,


aku mendekati para Goblin yang berada di depan kita. Ketika aku mendekati


mereka, mereka terlihat begitu ketakutan hingga ingin kabur.


“ Berhenti !



[ Dominasi


Goblin Slayer memberikan mereka efek stun ]


Selanjutnya,


aku menanyai mereka tentang tempat ini. Namun


[[


***************** ]]


Aku sama


sekali tidak memahami bahasa monster.


“ Orochi !


Apa kau paham bahasa mereka ? “ Tanyaku


“ Apa ?


Tentu saja tidak ! “


“ Kukira


dengan menggunakan karakter monster bisa memahami bahasa mereka ! “


“ Dasar !


Kae ngeledek aku ya ? “


“ Haha tentu


saja tidak ! “


Selanjutnya,


hanya ada satu pilihan yang aku punya untuk bisa menggali informasi dari para


Goblin ini.


“ Apapun


yang kalian lihat ! Cobalah rahasiakan ini ! “ Kataku kepada Karina dan Orochi


“ Eh ? “


“ Um ! “


Kemudian,


aku memanggil


“ Cakil ! “


Kemudian,


aura hitam dan percikan merah darah mucul hingga melingkari kita dan membuat


pemandangan yang remang-remang di Goa menjadi lebih gelap sampai wujud Cakil


akhirnya terlihat.


“ Uwaaaaa!


Hantu ! “ Teriak Orochi dan Karina, sebelum pantat mereka jatuh ke tanah dan


ingin lari karena ketakukan melihat sosok Cakil.


Bukan hanya


mereka berdua saja yang ketakutan, tapi para Goblin di depanku juga terlihat


ketakutan, meskipun mereka sesame monster.


Lagian,


wajar saja jika mereka takut. Karena ‘ Cakil ‘ adalah sosok Bos di Gunung Orc.


“ Jangan


lari ! Dia Bawahanku ! “ Jelasku dengan nada sedikit keras, sebelum mereka lari


terbirit-birit.


Untungnya,


mereka berhenti ketika mendengar apa yang aku katakana. Meskipun, mereka masih


gemetar ketakutan dan saling memeluk.


“ Hei hei !


Bukan waktunya berpelukan begitu ! “ Kataku sambil sedikit tertawa saat melihat


mereka seperti itu, yang membuat mereka seketika melepaskan pelukan


masing-masing dan memerah


Selanjutnya,


Cakil berlutut di hadapanku sambil menunduk seperti seorang penghuni ‘ Keraton


‘ jika menghadap tuannya.


[[ Tuan, ada


yang bisa kubantu ? ]]


“ Tolong


tanyai mereka untuk menggali informasi mengenai tempat ini dan item berharga di


tempat ini ‘ Cakil ‘ ! “ Perintahku


[[ Dengan


senang hati Tuan ]]


Kemudian,


dia berbalik ke para Goblin dan membuat mereka bergidik hanya dengan sosoknya.


Sedangkan


Karina dan Orochi mendekatiku dan berlindung di belakangku sambil melihat apa


yang sedang dilakukan oleh Cakil.



Ba-bagaimana bisa kau memiliki bawahan seperti itu ? “ Tanya Orochi


“ Waktu di


Gunung Orc, seharusnya ikut bersamaku ! “ Jawabku


“ Eh ? Jadi,


mahluk ini ada di sana waktu itu ? “ Tanya Orochi sebelum lanjut


“ Hah,


untung saja aku tidak ikut denganmu waktu itu ! “


Selanjutnya,


Karina memotong


“ Kau bahkan


tidak menggunakan dia saat bertarung dengan Jack waktu itu !? “


“ Aku tidak


ingin terlalu mencolok waktu itu, meskipun keadaan akan menjadi lebih mudah ! “


Jelasku


Selanjutnya


[[ Tuan,


mereka bilang ! Tempat ini, semakin naik ke atas akan semakin tinggi level


monster yang menghadang di setiap lantai, dan di puncak tempat ini terdapat peti


kemas yang belum pernah dibuka ! ]]


“ Jadi


begitu ? Tempat ini sebenarnya mengarah ke atas ya ? “


“ Berapa


[[ Mereka


bilang sebelas, Tuan ! ]]


Kemudian,


aku menarik kembali Cakil ke ruang Undead.


“ Ayo ! kita


lanjutkan perjalanan ! “ Perintahku pada Karina dan Orochi setelah mendapatkan


semua informasi dari Cakil


Kita terus


masuk hingga menemui tangga pertama yang melingkar. Yang artinya, kita akan


tiba ke lantai dua selanjutnya.


Ketika kita


sampai di lantai itu, aura terasa sedikit lebih seram, tapi ruangan lebih


terang karena Kristal hijau lebih banyak di ruangan ini.


Tidak lama


kemudian setelah kita masuk untuk menuju lantai selanjutnya, monster sudah


menunggu kedatangan kita.


“ Grrrr Grrr


Grrrr GRrrrrrr ! “


Mereka


adalah gerombolan serigala bertaring panjang berbulu hitam dengan mata monster


berwarna merah.


“ Kalian


harus naik level ! Aku akan melemahkan mereka, dan kalian yang akan membunuh


mereka ! “ Jelasku pada teman-temanku


“ Baik ! Aku


tidak nyaman jika selalu menjadi beban untukmu juga ! “ Jawab Karina


“ Aku akan


mendukung kalian dengan skillku ! Aku bisa membantu memulihkan HP dan MP kalian


! “ Sambut Orochi


“ Baiklah,


selanjutnya aku akan menyisakan HP mereka hingga 5% dan kalian bisa membunuh mereka


untuk menaikan Exp kalian ! “ Jelasku, Sebelum melesat menyambut gerombolan


serigala yang mulai menyerang


“ Slice


slice slice slice slice slice…. “


Aku terus


maju sambil melakukan tebasan pada setiap serigala dan memastikan aku tidak


membunuhnya. Hingga kejadian ini membuatku teringat saat aku menghadapi


gerombolan Preman di sebuah Gang.


Dan kali ini


aku juga memakai cara yang sama, bedanya di sini aku memiliki senjata dan skill


yang mempermudahku untuk memotong kaki-kaki serigala ini.


Setelah


beberapa saat, pemandangan yang membuat partyku heran lagi terlihat.


“ Kau


sungguh seperti seorang ‘ Pro ’ ! “ Gumam Orochi,


Yang melihat


semua serigala kehilangan kaki dan hanya tertidur di tanah tak berdaya,


meskipun mereka masih menggeram.


Sedangkan


Karina tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang telah Jae buat, dan segera


mendekati para serigala yang telah tak berdaya untuk bergerak, sebelum


melakukan serangan dengan kedua samurai pendeknya.


Gerakan


serangannya terlihat rapi dan cukup cepat dengan levelnya saat ini.


“ Slash


Slash slash slash slash slash slash.. “


Sedangkan


Orochi sedikit lambat, namun, apa yang dia lakukan cukup mengejutkanku saat dia


menggunakan skillnya.


“ Poison


Star ! Meledaklah ! “ kata Orochi sebelum lanjut melafalkan mantranya


Kemudian


susunan sihir bermunculan di tanah di mana serigala yang tersisa berada.


Kemudian cairan kental muncul dari susunan sihirnya hingga setiap serigala yang


dibasahi cairan itu lenyap dan meninggalkan uap.


“ Wow !


Skillmu sungguh mengejutkan ! “ Kataku pada Orochi


“ Hebat !


Tidak kusangka skillmu menyeramkan ! “ Sambut Karina


“ Hehehe !


Mage dengan karakter kadal memiliki kelebihan dengan racunnya ! “ Jelas Orochi


sambil menggosok hidung peseknya


Setelah


mendengar perkataan Orochi, aku jadi teringat dengan sesuatu yang kudapat di


gunung orc ‘ Venom Body ‘ aku belum benar-benar memahaminya.


Mungkin


nanti akan aku tanyakan pada Orochi mengenai itu.


“ Bagus !


Ayo kita ke lantai selanjutnya ! “ Perintahku


Setelah


melumpuhkan gerombolan serigala tadi, aku menghabiskan 10% stamina. Meskipun


levelku kali ini sudah terasa cukup untuk bertarung dalam jangka lebih lama


dari sebelumnya.


Tapi, kurasa


aku masih boros dengan stamina. Kurasa aku akan menambahkan staminaku lebih


tinggi nanti jika aku naik level.


“ Eh ? Apa


kalian naik level barusan ? “ Tanyaku ketika teringat dengan level


“ Tentu saja


! Meskipun mereka monster rank C, level kita juga masih rendah, jadi otomatis


kita naik level ! “ Jawab Orochi


“ Aku naik


level menjadi 16 ! “ Jawab Karina


“ Baguslah !


Semakin tinggi lantai, semakin kuat monster, jadi manfaatkan mereka nanti ! “


kataku


Dan mereka


berdua menjawab


“ Tentu !


Dengan senang hati ! “ Jawab Orochi


“ Senangnya


di-Carry sama ‘ Jae ‘ ! “ Jawab Karina


Jujur saja,


nada karina berbicara membuatku memerah hingga aku menyembunyikan wajahku


dengan berpaling menatap ke depan.


‘ Semoga


saja Orochi tidak memperhatikan wajahku yang canggung, kalau tidak, dia pasti


menggodaku lagi ! ‘ Pikirku


“ Cieee !


Hihihi mau aku godain enggak ? “ Kata Orochi yang tiba-tiba menyelinap di


depanku dengan wajah yang membuatku merasa horror


‘ Cih, si


bajingan ini ! Menyadari jika aku telah canggung karena Karina ? Oh, tidak ! ‘


Seketika


sebelum dia ingin membuka perkataan jahatnya yang akan membuatku lebih


canggung, aku merangkul lehernya dan mengancamnya.


“ Dasar


Bajingan licik ! Kau ingin memanfaatkan kelemahanku untuk membullyku lagi ? heh


? “ Kataku pelan


“ Hahaha


kenapa kau takut begitu ? Seharusnya kau berterima kasih padaku ! “


“ Makasih


Palalu ?! “


“ … “


“ … “


Seperti


biasa, berakhir dengan adu mulut dan menjadikan suasana ramai dan melupakan


ketegangan beberapa saat lalu ketika berhadapan dengan monster.


“ Hahaha


Kalian tidak bosan-bosannya selalu seperti itu ? “ Potong Karina di tengah


kegaduhan kita yang tak terkendali


Selanjutnya,


tiba-tiba saja dia memeluk kita berdua dengan hangat, sebelum akhirnya terlihat


bahwa dia tersenyum bahagia ketika memeluk kita seperti seorang dewi.


Hingga


membuat aku lebih canggung dan memerah, sedangkan Orochi diam mengamati sorot


wajah Karina dengan heran.


“ Ka-karina


? Apa kau tidak terlalu dekat ? “ Tanya Orochi


“ Hahaha


tidak apa-apa selagi itu keinginanku dan selagi kalian tidak memanfaatkanku


saja ! “ Jelas Karina


“ Kalian


adalah teman terbaikku mulai sekarang ! “ Lanjut Karina sambil tersenyum