
Setelah melenyapkan kedua musuh yang bisa dibilang
sebagai wakil Bos, para Kurawa mulai kehilangan semangat untuk bertarung.
Namun, saat itu juga, Bos terakhir di misi kali ini
muncul.
“BOOM!”
“Ughh..!”
Gatotkaca terlambat menyadari serangan kejutan itu. Namun, tidak menyebabkan
kerusakan serius. Meskipun asap dan debu akibat ledakan menutupi identitas
penyerang, Gatotkaca merasa familiar dengan serangan ini.
“Aku tidak mengira jika ternyata kau, orang yang
menginvasi Candi milik Ibuku, Kerna!” Kata Gatotkaca
[Sungguh mengejutkan. Aku tidak berpikir jika kau
akan menyebabkan banyak kerugian kepadaku kali ini!-]
[Maka dari itu, aku tidak akan membiarkanmu hidup!]
Jawab Kerna
Sementara para Kurawa yang menjadi prajurit Kerna
hanya tersisa sedikit. Hanya tinggal menunggu beberapa menit untuk Karina dan
Arjuna membereskan mereka dengan bebas menggunakan mana kali ini.
“Kau cukup terampil juga sebagai wanita!” Kata Arjuna
“Ah.. tidak juga, semua ini berkat bantuan Jae!”
Jawab Karina
“Huh? Sepertinya, orang itu memiliki banyak mistery
ya?!”
“Begitulah!”
Karina bertanya-tanya, mengapa Jae masih belum
bergabung dengannya setelah mengirimkan pesan bahwa dirinya berhasil
menjalankan tugasnya. Sementara Arjuna memiliki pemikiran yang sama hingga
berkata.
“Kenapa dia masih belum bergabung dengan kita, ya?- “
“Dan juga, aku tidak bisa mendeteksi keberadaannya?!”
“Eh? Kau bisa mendeteksi seperti itu?”
“Em.. Tentu! Sebentar, jangan-jangan?”
Karina sempat berpikir mungkin Jae Log out. Namun,
setelah melihat daftar teman, ternyata masih log in.
‘Lagian, jika teringat watak Jae, tidak mungkin dia
mau log out dah membayar pinalty 500 koin.’
“Ah.. Dia masih On sih! Biarkan saja, ayo kita bantu
Gatotkaca!” Kata Karina
“Tidak, kita cukup melihatnya saja!”
Karina tidak mengerti maksud perkataan Arjuna.
Mengapa mencegah mambantu Gatotkaca?
“Bukankah akan lebih bagus membantunya, meskipun dia
kuat?”
“Bukan begitu, seorang laki-laki punya harga dirinya
sendiri ketika bertarung!- “
“Dan lagi, saat ini dia melawan musuh bebuyutannya!
Dia tidak akan mau diganggu!”
“Huh? Apa lelaki selalu seperti itu?”
“Kurasa begitu, jika lelaki sejati!”
Selanjutnya, Karina memutuskan untuk mengikuti
perkataan Arjuna. Sebagai gantinya, dia memberi semangat kepada Gatotkaca
dengan berteriak.
“Om Gatotkaca! Kau harus menang!”
“Ng? Gadis itu..?” Gumam Gatotkaca saat melirik pada
sumber suara. Hingga kemudian, wajahnya sedikit memerah dan terbawa suasana
berbunga-bunga. Sebelum dengan berlagak keren mengacungkan jempol tangannya
sebagai jawaban.
“Hehe.. Baru kali ini semenjak banyak peperangan yang
aku hadapi, ada seorang wanita yang memberiku semangat!” Kata Gatotkaca, sembil
membentuk kuda-kuda untuk bersiap memulai pertarungan dengan Kerna.
[Apa kau lupa? Kau tidak pernah berakhir baik setelah
bertarung denganku. Tapi maaf, kali ini kau harus membunuhmu!]
Gatotkaca tidak membalas ocehannya. Sebagai gantinya,
dia langsung melakukan serangan dengan tinju elemen buminya.
“Dasssh!”
“Clank!”
Serangan langsung tinjunya terhalau oleh sabit
terbang yang tiba-tiba muncul untuk melindungi Kerna.
“Ugh.. Sabit Alaksa, ya?”
[Kau beruntung tidak terkena racunnya barusan!]
Kerna, di sini bersosok kulit putih pucat, memiliki
gigi bertaring seperti vampire, rambut panjang, dengan tubuh hampir 2meter.
Dengan senjata sabit hitam beracun dengan ukiran ular di tongkatnya, yang
sangat cocok untuk dikatakan serasi dengan menyeramkannya Kerna.
Ini baru awal, dan mereka berdua belum serius.
Seperti apa jadinya ketika puncak pertarungan mereka terjadi?
Jae, diam-diam mengamati pertarungan ini dari jauh.
Karena sudah pasti pertarungan mereka akan membuat kerusakan besar di
sekitarnya.
‘Untung saja, misinya tidak memerlukanku untuk
membunuh Bos. Melainkan hanya menyelamatkan Candi ini. Namun, tetap saja aku
harus memastikan jika Gatotkaca menang.
Kalau saja harus melawan Bos ini, levelku masih
kurang jauh dari cukup untuk menang.
“Kali ini akan berbeda dari sebelumnya!” Kata
Gatotkaca, sebelum kembali menyerang dengan lebih serius
“Clank.. Clankclankclankclank…!”
Momentum serangan beruntun Gatotkaca dengan tangan
kosong yang terus terhalau oleh Kerna menggunakan sabit Alaksa, terdengar
seperti besi yang sedang ditempa.
Namun, itu berhenti saat sesuatu seperti akar
merambat keluar dari tanah yang ditapaki Gatotkaca dan mengikatnya. Dan
sebenarnya, yang seperti akar itu adalah ular.
Ular-ular itu segera menggigit Gatotkaca untuk
memberikan racun. Untungnya Gatotkaca memiliki cara untuk menghadapi masalah
ini.
“Sriiinnng..!”
“Sruassh..Sruassh sruass!”
Gatotkaca menggunakan skill Kutang Antakusuma untuk
melenyapkan semua ular yang mengikat dan hampir mencelakakannya dengan racun
jika tergigit. Efek Cahaya yang dipancarkan skill Gatotkaca juga memaksa mundur
Kerna.
Namun, tidak berhenti di situ. Gatotkaca lanjut
melakukan serangan saat Kerna mundur dari cahaya mematikan itu.
“Kenapa mundur? Aku belum selesai!”
Gatotkaca kemudian memperlihatkan skill Cloningnya.
Menduplikasi dirinya menjadi lebih dari seratus Gatotkaca muncul dan menyerang
Kerna.
[Huh! Percumah!]
Kerna, dengan lincah memainkan sabitnya dan menebas
satu persatu klon Gatotkaca. Namun, klon itu begitu banyak hingga memaksa Kerna
menggunakan skillnya dengan sabitnya berputar seperti kipas angin yang
menghasilkan topan dan melahap seluruh klon seperti ratusan gelembung yang
pecah.
“Cih.. dia bahkan menjadi lebih kuat dari
sebelumnya?- ”
“Coba ini..!”
Gatotkaca menggunakan panah yang sebelumnya dia
itu memiliki batas pemakaian hanya lima kali dalam sehari.
‘Aku sudah menggunakannya dua kali, tersisa tiga kali
dan busurnya akan lenyap!’
[Bow of justice, sisa penggunaan 3 tembakan, busur
menggunakan mana pengguna sebagai anak panah, One shot extra damage 2000. Efek
ledakan mengakibatkan damage pada korban yang terkena sebanyak 500.]
‘Tidak peduli apa, ini pertarunganku yang paling aku
ingin menang!’
“Fwooosssh..!”
Selagi Kerna baru saja membereskan para klon yang
menyusahkan, dia disambut panah yang memiliki damage yang dahsyat.
[Huh? Ini buruk..!]
“BOOM..!”
Kerna segera menghindar secepat mungkin. Meskipun
berhasil menghidar dan hampir saja terkena, dampak dari ledakan panah yang
mendarat ke tanah memberi damage padanya.
“Fwooosssh..!”
[Lagi?- ]
[Kali ini aku tidak sempat menghidar’]
[Aarrgh.. Hyaaat!]
Sebagai gantinya, dia melempar sabitnya seperti
melempar Bumerang untuk menghalau panah Gatotkaca.
“BLAARE…!”
Mereka berdua terlempar karena dampak ledakan
momentum kedua serangan kuat itu.
“Ughh..!”
Namun, Meskipun terlempar, mereka berdua sangat gigih
dan langsung melakukan serangan selanjutnya. Seakan-akan asap besar setelah
ledakan tidak menghalangi mereka melihat target mereka.
Gatotkaca ingin menembakan panahnya lagi untuk yang
terakhirkalinya dengan seluruh Mana dan kekuatan yang dia miliki.
Sedangkan Kerna, diam-diam juga menggunakan panahnya.
Aura yang dimunculkan ketika dia mulai memegang dan menarik busur saja sudah
terlihat begitu kuatnya damage panah itu.
[Panah Konta, hanya memiliki satu anak panah. Auto
Aim menandai target 100%, Serangan One shot, mengabaikan pertahanan apapun, Damage
5000]
Dari kejauhan, Arjuna yang paling mengenal dengan
panah yang digunakan Kerna.
“Oh tidak!- “
“Adik..! Larilah!” Teriak Arjuna
Karina terkejut dengan perubahan suasana Arjuna yang
tiba-tiba setelah melihat Kerna mengeluarkan Busur panah.
“Jangan-jangan itu..?”Gumam Karina
“Ng? Maaf, aku tidak bisa mundur Kakak!” Jawab
Gatotkaca kepada Arjuna pelan, tanpa bisa didengar Arjuna dan yang lain.
Kemudian, mereka berdua segera bersiap melepaskan
tarikan busurnya. Berawal dengan Gatotkaca terlebih dahulu yang melepaskan
tembakan panahnya.
“Fwooosssh..!”
Sedangkan Kerna yang sangat percaya diri dengan
kekuatan panahnya tiada tanding, mencoba melepaskannya setelah Gatotkaca.
Arjuna terlihat sangat putus asa ketika berteriak dan
mencoba maju secepat mungkin untuk menghentikan Kerna melepaskan tembakan,
meskipun dia tahu jika tidak akan sempat.
“Kerna!! Berhenti..! Aarrrghh!” Teriak Arjuna
Tentu saja Kerna mengabaikan Arjuna. Dia tahu jika
Arjuna mengenal dengan senjata ini, entah siapa targetnya akan mati jika sudah
ditargetkan.
[Berhenti..? Konyol!- ]
[Mungkin hanya dengan ini, Armor yang melindungimu
selama ini akan tertembus! Cukup sampai di sini kisahmu, Gatotka-]
“GRraab!!”
[Apa?]
Tanpa Kerna pikirkan, di saat-saat terakhir dan
tinggal melepaskan anak panah dan jelas menang. Kumpulan tangan-tangan
tengkorak mencengkram seluruh tubuhnya beserta jari-jari dan kedua tangannya.
Bahkan, Busur panah dan panahnya juga digenggam oleh
tangan-tangan tengkorak ini dan mengendorkan tarikan busurnya. Bagaimanapun,
jumlah tangan ini begitu banyak. Meskipun Kerna bisa saja dengan mudah untuk
menghancurkan mereka.
Tapi, di saat ini dia lebih memilih untuk
menghiraukannya dan menarik busur lebih kuat. Namun
“Gelitik saja!” Kata Jae, yang pada saat yang tepat
muncul memutuskan ikut campur.
[Apa? BAJINGAAAAN..!] Teriak kesal Kerna dengan
gangguan tiba-tiba yang membuat tangannya lemah bahkan untuk menarik busur
panah.
Semua itu karena, sebagian tangan tengkorak
menggelitik bagian-bagian sensitive tubuh dan mustahil tidak terganggu. Apalagi
jika orang yang melakukannya adalah orang yang paham dengan bagian-bagian
sensitive seperti Jae.
[TIIDAAAAK…!]
“BOOM..!!”
“BLAARE..!”
Tidak ada waktu untuk Kerna menghindar atau
menambakan panahnya, selagi panah Gatotkaca sudah melesat dan siap menghantam.
Bagaimanapun, salahnya sendiri karena percaya diri akan menang dan memutuskan
untuk melepaskan tarikan busurnya setelah Gatotkaca. Hanya karena senjatanya
tiada tanding.
“Apa yang terjadi? Kerna tidak menembak? Barusan aku
tidak melihat panah Konta melesat?- “
“Adikku? Gatotkaca? Apa dia baik-baik saja? “
Kata-kata Arjuna yang sempat putus asa karena gagal
menyelamatkan adiknya. Namun juga ragu oleh apa yang dia lihat. Saat ini,
pemandangan di depannya terselimuti asap tebal akibat ledakan serangan tadi.
Namun, suara Karina memperjelas keadaan yang membuat
Arjuna sangat terkejut.
“Lihat! Dia menang!- “
“Gatotkaca menang!”
“Huh?” Arjuna percaya tidak percaya dengan apa yang
dikatakan Karina. Sebelum dia dengan jelas melihat Gatotkaca masih berdiri di
udara setelah asap mulai pudar.
Airmata Arjuna banjir seketika melihat adiknya
selamat dari kematian yang sudah pasti seharusnya tidak akan menang.
Sedangkan Gatotkaca jatuh dari udara kemudian. Karena
kehabisan mana dan kelelahan. Saat itu juga, perasaan Arjuna kembali horror.
Begitu juga dengan Karina, mereka sepontan berlari mendekati Gatotkaca secepat
mungkin.
Setelah mereka berdua tiba di mana Gatotkaca mendarat
dan mengkonfirmasi keadaannya.
“Haaah... Dasar! Mau pingsan atau sadar, tidak
berhenti membuatku sakit jantung nih orang!- ” Kata Arjuna
“Kau sungguh suka ngerjain orang ya!” Lanjut Arjuna.
Yang memastikan bahwa adiknya baik-baik saja dan hanya kehabisan mana.
“Haah… Syukurlah dia selamat!” Karina menghembuskan
nafas panjang
Sesaat kemudian, notifikasi system muncul
(Anda menyelesaikan quest)