
Selanjutnya,
kita menuju ke lantai sepuluh.
“ Kata
Dukun, kita akan menghadapi banyak monster ular dan monster-monster seperti
yang telah kita hadapi di lantai sebelumnya ! “
“Berarti kita
harus berkerja sama, kan ? “ Tanya Karina
“ Tidak
perlu, aku saja cukup! “ Jawabku
“ Tenang
saja Karina! Percayakan saja pada Jae! “ Sambut Orochi
“ Tapi,
tetap saja aku ingin kalian naik level lebih cepat ! Jadi kita lakukan cara
seperti sebelumnya! “ Jelasku
“ Oke!
Dengan senang hati! Hehe! “
Kemudian,
ketika kita sampai di muka lantai sepuluh, kita pun sudah tidak terkejut dengan
apa yang kita saksikan saat ini.
Hal yang
telah Dukun ceritakan benar adanya, di mana puluhan, tidak, mungkin ratusan monster
yang saat ini berkumpul di hadapan kita dengan bermacam-macam jenis.
“ Apakah ini
candaan? “ Tanya Karina dengan nada pelan dan terlihat ekspresinya yang putus
asa ketika melihat ratusan monster menyambut kedatangan kita.
“ Jae? Jika
aku mati, tolong belikan boneka cantik sebagai hadiah terakhir! “ Kata Orochi
yang konyol tiba-tiba
“ Huh?
Maksudmu? “
“ Huh?
Sebagai lelaki kau bahkan tidak tahu apa maksudku? “
“ Huh?
Ja-jangan konyol goblok! Lagian kalian tidak akan mati, dan juga ini hanya
sebuah game! “
“ Hehe, aku
hanya bercanda! Cepat lakukan saja tugasmu! Jangan lupa sisakan HP mereka! “
“ Tentu!
Bersiaplah kalian untuk naik level! “
Kemudian,
dengan nada lirih dan bersemangat, aku memanggil.
“ Showtime!
“
Seketika
setelah aku mengatakan kode untuk memanggil seluruh Undeadku, aura sekitar kita
dipenuhi oleh aura hitam dan sedikit aura vermillion.
“ KYAAAAA !
Hantu! “ Teriak Karina yang sangat terkejut dengan apa yang dia lihat dan
muncul tiba-tiba di sekitarnya.
“ Huh?
Karina? Kau masih saja belum paham kenapa mereka muncul? “ Tanya Orochi,
meskipun dia sebenarnya terkejut juga.
Namun, dia mulai memahami setelah dua kali
menyaksikan Jae memunculkan mereka dan bahkan mereka tunduk kepada Jae.
“
Mungkinkah? “ Tanya Karina, yang telah sedikit menebak dengan apa yang Orochi
katakana.
“ Mereka
adalah milik Jae! Kalau tidak salah ini adalah skill seorang Necromancer! “
Jelas Orochi
“ Apa?
Jadi,sebenarnya Jae seorang Necromancer? “
“ Entahlah,
tapi mungkin saja begitu! “
Aku sedikit
mendengar apa yang mereka bicarakan. Namun aku mengabaikannya sebelum aku
langsung melesat maju untuk berperang dengan ratusan monster di depanku.
Dengan
diriku beserta Prajurit Undead-ku yang berjumlah kira-kira 70-100 Undead. Aku
belum sempat memeriksa jumlah mereka, mungkin nanti setelah usai dari sini.
“
FWOOOSSHH…! “
Aku berlari
dan maju terlebih dulu, diikuti prajuritku dibelakang, dan beberapa rank tinggi
di sisiku.
[[ Suatu
kehormatan bisa menemanimu bertarung Tuan! ]] Sambut Cakil
“ Kalau
begitu, Hajar mereka! “
[[ Laksanakan
Tuan! ]]
Namun, aku
tetap lebih dulu mendapatkan mereka.
“
Sruuaasstt.. Slice slice slice slice! “
‘ Hem,
mungkin sekalian mencoba skill-skillku di hadapan ratusan musuh ini! ‘
“ Shadow
Clone! “
“ Bone
Grave! Cengkeram dan remas! “
Untuk Bone
Grave, mungkin juga bisa untuk menghancurkan musuh ketika target berada di
level yang lebih rendah. Untungnya, apa yang aku pikirkan berjalan sesuai
perkiraan.
“ Dancer!- “
Lanjut aku mempraktekan skill
“ Death
Blow! “
“
FWOOOOSSHHHH! “
“ Crack!
Crack! Crack…! Bom bom bom bom Blaaare! “
‘ Wow, aku
tidak menyangka jika Death Blow sekuat ini.’
Sementara
Karina dan Orochi yang berada di belakang hanya melongo dengan mulut terbuka
lebar hingga hampir menyentuh lantai karena melihat kekacauan yang aku dan
prajuritku lakukan.
“ Apa dia
sungguh Newbie? “
“ Huh?
Jangan konyol, pastinya dia Proplayer! “
“ Pertama
bertemu, dia tidak tahu apa-apa! Bahkan Orc saja tidak tahu! “
“ Huuuh?
Tidak masuk akal, aku tidak percaya dia pemula! “
“ Kita
harus, memberinya pelajaran nanti karena membohongi kita! “
“ Setuju! “
Tidak lama
kemudian, aku dan prajuritku selesai melumpuhkan para monster ini, kemudian.
“
Teman-teman! Giliran kalian sekarang untuk Level Up! “ Teriakku, sebelum system
mengatakan
[ …. ]
‘ Eh, Loh?
Kok, aku yang level up? ‘
Namun, aura
horror sudah terasa ketika aku terlambat menyadari jika aku sudah membunuh
mereka semua tanpa aku sadari.
“ Grrrrrr !
“
Karina dan
Orochi sudah menggeram dan berwajah gelap, terlebih lagi aku sudah berteriak
untuk mereka melakukan tindakan terakhir agar mendapat kill poin dan naik
level.
‘ Bukankah,
berarti aku hanya terlihat ngeledek mereka saja? ‘
“ Apanya
yang Level UP ? Huh ? “ Teriak mereka berdua dengan serentak.
“ Hehehe,
Maaf kawan! Aku ternyata kelewatan! “ Jelasku sambil tertawa canggung, namun.
“ Bak bik
bug bak bik bug…! “
Mereka
langsung menerjangku dan terus memukul. Dan sebenarnya mereka hanya bercanda
sih, namun kemudian mereka bertanya mengenai Jobku dan mengira aku seorang
Proplayer.
“ Katakan
padaku! Apa maksudmu saat pertamakali kita bertemu, kau terlihat seperti
seorang pemula beneran yang tidak tahu apapun soal game! “ Perintah Orochi
“ Huh? “
“ Em em! “
Sedangkan Karina hanya mengangguk
“ Bagaimana
mungkin seorang Pemula bisa sejago ini? Huh? “ Lanjut Orochi
“ Ah, eh eh,
Baik baik! Aku akan jelaskan setelah kita keluar dari sini! “
“ Janji?! “
Kata Karina sambil mengacungkan jari kelingkingnya.
“ Huh? “
“ Kalau kau
menganggap kami teman, jadi jangan ragu untuk menceritakan kisahmu! Apapun itu!
“ Jelas Orochi
Selanjutnya,
bagaimanapun, aku tidak berdaya menolak apa yang mereka inginkan. Meskipun,
mungkin mereka akan kecewa padaku pada akhirnya.
“ Oke, kalau
begitu, ayo buruan selesaikan misi ini dan kita bisa ngobrol hal yang penting!
“ Perintah karina dengan begitu antusias mengatakannya
Kemudian,
kita melanjutkan perjalanan kita menuju tempat terakhir. Meskipun, tujuan kita
kali ini lebih berfokus agar segera cepat keluar dari sini tanpa dikenakan
pinalty.
Dan
seakan-akan tidak memikirkan hadiah penyelesaian lagi, karena bagi mereka,
mengetahui rahasiaku lebih penting. Sedangkan aku tidak ingin kehilangan
kehangatan ketika bersama mereka.
Tidak lama
kemudian, kita sampai di lantai sebelas. Di mana kali ini ruangannya tidak
berada lagi di dalam Goa, melainkan di puncak atas pohon dan permukaannya tetap
luas. Bahkan meskipun ini adalah ujung pohon raksasa itu.
“ Jadi, ini
lantai 11? Adalah puncak pohon raksasa ini? “ Tanya Orochi
“ Mungkin!
Kurasa pertarungan kita kali ini tidak mudah, Lihat! Jika kita terjatuh dari
sini, kita pasti langsung mati, kan? “ Jelas Karina
Sementara
aku juga mengamati sekitar untuk mencari keberadaan peti kemas. Namun, suara
gemuruh dan goncangan seperti gempa bumi terasa.
Diikuti
kabut merah yang mulai tampak makin tebal dan di iringi kilat yang menyambar di
langit. Sedangkan saat ini kita berada di tempat yang mungkin bisa di bilang
yang tertinggi di sesi Beta Testing.
[[
ROOOAAAARR! ]]
Kita
langsung berteriak ketika mendengar auman mengerikan yang datang tiba-tiba ini.
“
Bersiaplah! Level kita masih jauh dari cukup untuk menghadapi monster kali ini!
“ Perintahku, sebelum lanjut untuk menjelaskan.
“ Meski
begitu, kita tidak bisa kalah dan kehilangan banyak uang karena Pinalty! “
“ Em, tentu!
“ Jawab Karina
“ Jae! Aku
akan mendukungmu! “ kata Orochi
“ Sedangkan
Karina! Kau lindungi aku dari serangan monster selagi aku memberikan dukungan
untuk Jae! “ Lanjut Orochi
“ Huh?
Kenapa? “ Tanya Karina
Namun,
Orochi yang sedikit cerdas sudah memperkirakan monster seperti apa yang akan
dihadapi, dan dia berpikir jika Karina tidak akan sanggup mendampingi Jae
hingga malah akan menjadikan beban.
“ Kau akan
mengereti maksudku setelah melihat sendiri monster itu seperti apa wujudnya
sepenuhnya! “ Jawab Orochi
Sedangkan
aku memutuskan jika apa yang dikatakan Orochi benar.
“ Karina!
Orochi benar, cukup aku saja yang menghadapi monster ini, lagian hanya kau yang
cocok sebagai ganti defender! “
“ Baiklah!
Tapi, pastikan kau tidak memaksakan diri! “
“ Em! “
Selanjutnya,
sebelum Bos Terakhir di misi kali ini akhirnya menampakan dirinya, system
memberitahu kita bertiga.
[ Kalian
telah mencapai tempat terakhir di misi tersembunyi kali ini! ]
[ Meskipun
Level kalian masih sangat kurang dan berkemungkinan 30% untuk menang! ]
[ Jika kalian
menyerah ataupun kalah, pinalty tetap pinalty! ]
[ Bersiaplah
dan berjuanglah Para Pahlawanku! ]
[ Bos (Nyi
Blorong) telah hadir! ]
Demikian,
pemberitahuan dari system. Dari perkataannya saja sudah cukup untuk membuatkita
gugup karena pinaltynya. Dan membuatku menegaskan prinsipku.
“ Cih, jika
sudah menyangkut uang! Aku tidak akan mundur! “