
Setelah
beberapa saat, kita menemukan sebuah Goa yang ternyata itu adalah lubang dari sebuah pohon
raksasa yang tingginya menjulang sangat tinggi.
Sebelumnya,
saat kita baru sampai di tepi Rawa tidak memperhatikan jika ada pohon raksasa
ini. Mungkin karena tebalnya kabut hingga kita tidak bisa melihatnya.
“ Jae ? Apa
kau menemukan sesuatu ? “ Tanya Karina yang sesaat kemudian tiba setelahku
“ Ssst !
Lihat ! “ Kataku dengan nada pelan sambil menunjuk kea rah goa
Awalnya,
Karina hanya mengamati Goa saja sebelum terkejut bahwa itu adalah sebuah lubah
dari pohon raksasa. Kemudian, system muncul memberitahukan sesuatu.
[ Anda
berada di pusat Lembah Hantu ]
[ Quest
tersembunyi telah ditemukan ]
[ Temukan
Harta Langka di Lembah Hantu ]
[ Tingkat
kesulita - ??? ]
[ Hadiah -
??? ]
[ Pinalty –
500 koin ]
“ What the
hell ? Mengapa setiap kegagalan dikenakan denda koin sekarang ? “ Protesku
ketika melihat pemberitahuan system di layarku
“ Apa kita
bisa mundur ? “ Tanya Karina
“ Entahlah !
Apa seharusnya kita mundur ? “ Tanyaku kembali
Namun,
system muncul lagi seakan-akan menghalangi kita untuk mundur dari misi
tersembunyi ini.
[ Mundur
akan dianggap sebagai kegagalan ]
“ Oh ? Dasar
tukang palak ! “ Kataku setelah melihat system
Sedangkan
Karina terlihat gelap karena membayangkan pinalty jika kita sampai gagal dalam
misi ini.
“ … “
“ Hei ?
Karina ? “ Tanyaku ketika melihat Karina yang psimis akan misi ini
“ Eh ? Iya ?
“
“ Tenang
saja ! Aku punya rencana, lagian kita belum mengetahui musuh kita yang akan
kita hadapi ! “ Jelasku
Kemudian,
suara langkah kaki dari kejauhan mulai terdengar sebelum berteriak memanggil
namaku.
“ Tap tap
tap tap “
“ Jae !! Di
mana kau ? “ Teriak Orochi
“ Cih ! Si
Kadal ini dengan bodohnya berteriak ketika kita sedang diam-diam mengamati ! “
Gumamku
Sedangkan,
Karina gemas dengan Orochi juga hingga akhirnya dia menyentuh dahinya sendiri
sambil menghembuskan nafas kasar.
“ Tak “
Aku melempar
batu kecil ke kepala Orochi sebelum melambaikan tanganku kepadanya agar
melihatku.
“ Aduh duh !
Ah, kalian malah berduaan di saat aku sedang gelisah ? Dasar ! “ Kata Orochi
yang tidak memahami keadaan
Namun, hal
yang tidak kita harapkan mulai terasa. Mungkin karena penghuni Lembah Hantu ini
mengetahui keberadaan kita sejak Orochi berteriak mencari kita.
Kemudian,
kabut tebal yang tadinya berwarna putih, sekarang berubah menjadi merah.
“ Eh ?
Kenapa kabutnya berubah menjadi merah ? “ Tanya Orochi, sebelum system
memberitahunya jika dirinya telah memasuki kawasan Quest tersembunyi
“ Apa ?
System pasti bercanda kan ? “ Tanya Orochi saat melihat jendela layar miliknya
Namun, kita
juga menyadari jika telah terlambat untuk bertindak setelah banyak panah
membanjiri Orochi yang belum sempat mendekati kita dan tidak bersembunyi.
“ Tsk tsk
tsk tsk tsk tsk tsk tsk tsk tsk tsk tskkkkkk ! “
“ Uwaaaaa !
Tolong ! “ Teriak Orochi sambil menghindar dan berlindung di balik pohon di
sekitarnya.
“ Cih !
Dasar Kadal ! “ Kataku pelan ketika melihat apa yang menimpa Orochi
“ Karina !
Tunggu di sini dan tetap waspada ! “ Lanjutku
“ Em,
baiklah ! Hati-hati ! “ Jawab Karina
Kemudian,
aku mendekati Orochi dengan menyelinap agar tidak diketahui oleh monster
sekitar ketika aku bergerak. Meskipun, aku belum tahu jika keberadaanku sudah
terdeteksi atau belum, aku hanya berhati-hati.
“ Ikut aku
dan tutup mulutmu sampai keadaan kembali tenang ! “ Perintahku ketika berhasil
medekati Orochi
Untungnya
dia tidak protes dengan perintahku, meskipun biasanya dia selalu bawel dengan
apa yang aku katakan.
Namun,
sebelum kita bergerak, kita dibanjiri panah dari arah yang lain dan salah satu
panah tertancap tepat di depan mukaku hingga membuat jantungku begitu terkejut.
“ Tssk
Jerrrrr ! “
“ Oh,
Hidungku ?! “ Gumamku yang terkejut saat panah hampir mengenaiku, sebelum aku
langsung bergegas menghindar sambil membawa Orochi dengan skill Sonic Dash
“ Uwaaa ! “
Teriak Orochi sesaat ketika aku membawanya kabur
“
Hah..hah..hah..! Bagaimana kau bisa secepat itu ? “ Tanya Orochi setelah kita
berhasil kabur dari kerumunan panah itu
Dan
sekarang, kita bertiga sudah berkumpul kembali. Kemudian, aku menjelaskan
rencana apa yang akan kita lakukan.
“ Dengar !
Kurasa, aku memiliki item yang cocok untuk keadaan ini ! “ Kataku sebelum
mengeluarkan mantel dari kotak itemku
[ Hiden
Cloak , Rank A, pengguna akan menjadi tidak terlihat, termasuk mana pengguna
juga akan tidak terdeteksi ]
“ Bagaimana
bisa kau mendapatkan item langka ini ? “ Tanya Orochi dengan heboh, meski
dengan nada pelan
“ Banyak
“
Masalahnya, aku hanya memiliki satu item saja ! “ Lanjutku
“ Terus ? “
Tanya Orochi
“ Biarkan
Karina yang memakainya ! dan kita berdua menyelinap masuk ke Goa secara
diam-diam ! “ Jelasku
“ Ah ? Kau
serius ? “
“ Tentu saja
! “ Jawabku
“ Lagian kau
kan seorang Kadal dan cebol ! Kau bisa berenang diam-diam lewat Rawa ini ! “
Lanjutku
“ Grrrrr !
Lalu kau ? “ Tanya Orochi setelah geram oleh penjelasanku
“ Tenang
saja ! Aku banyak cara untuk mengelabui mereka, yang penting, pastikam tidak
ada monster yang mendeteksimu ketika menyeberang ke Goa lewat Rawa-rawa itu ! “
Jelasku
Kemudian,
mereka berdua melakukan apa yang aku katakan. Sedangkan aku, memanggil Orc yang
menjadi Undead-ku untuk mengalihkan perhatian musuh yang belum kuketahui
keberadaannya.
Dan seperti
yang diharapkan, ketika Orc muncul dan keluar untuk mengalihakan perhatian
musuh, puluhan panah membanjirinya. Namun, hanya tidak begitu berefek kepada
Undead Orc yang memiliki tubuh kekar dan otot yang tebal.
Dengan demikian,
aku dan Orochi bisa leluasa menyeberang rawa-rawa hingga sampai pada Goa Pohon
itu.
Setelah kita
sampai, Orochi dengan pakaian basah segera mengganti pakaiannya sebelum
dikejutkan dengan Karina yang tak terlihat.
“ Kalian
sudah sampai dengan cepat ! “ Kata Karina pelan, yang wujudnya masih tidak
terlihat
“ Eh ? Ha..
! “ Orochi hampir teriak ketika mendengar suara Karina yang tidak terlihat
sosoknya
“ Plok ! “
Untung saja,
Karina cepat tanggap dengan membungkam mulutnya dan berkata
“ Sssst
berhenti membuat kegaduhan Tolol ! “ Jelas Karina pelan namun geram dengan
tingkah Orochi yang tidak henti membuat kita dilanda panic
“ Haaah…kau
ini ! “ Desahku melihat Orochi
“ Maaf-maaf
! “
“
Sudah-sudah ! Kali ini pasti lebih berbahaya, jadi, siapkan dirimu untuk tetap
tenang ! Atau kita akan kehilangan 500 koin ! “ Jelasku
Selanjutnya,
Karina melepaskan ‘ Hiden Cloak ‘ dan mengembalikannya padaku.
“ Ini ! Aku
kembalikan ! “ Kata Karina sambil menyodorkan ‘ Hiden Cloak ‘
“ Ambil saja
untukmu ! Kurasa Jobmu memiliki kemiripan dengan Asassin, mungkin akan berguna
untukmu nanti ! “ Jawabku
“ Kau serius
? Ini pasti sangat mahal jika di jual ? “
“ Santai !
Aku sudah memberinya untukmu juga kok ! “
“ Sini buat
aku saja ! “ Potong Orochi
“ Mulutmu
ringan sekali ya ? “ Jawab Karina
“ Hehe
lagian..! “ Orochi berkata sambil tertawa pelan dan menggaruk rambutnya
Kemudian,
kita dengan hati-hati berjalan memasuki Goa lebih dalam dan lebih gelap untuk
mencari Item langka. Bahkan kita tidak mengetahui nama atau apapun yang
dimaksud oleh system dengan Item langka itu.
“
Ngomong-ngomong, apa ya yang dimaksud item langka oleh system ? “ Tanyaku
“
Em,,biasanya kalau di Game seperti peti kemas atau inti monster, setahuku sih !
“ Jawab Karina
Setelah
beberapa saat melewati lorong yang gelap, kita mulai menemukan sedikit cahaya
yang berasal dari Kristal berwarna hijau di setiap rongga Goa.
“ Eh ?
Lihat, bukankah itu Kristal yang bisa kita jual atau kita buat sebagai
aksesoris yang bisa menambahkan status ? “ Kata Orochi
“ Benarkah ?
“ Tanyaku
Kemudian,
untuk memastikannya, Orochi mengambil beberapa untuk mengetahui pemberitahuan
system mengenai krista hijau ini.
[ Kristal
Hijau, material rank E – bisa di olah menjadi item yang berguna untuk
mempercepat pemulihan HP, tergantung kualitas pembuat item. Atau bisa di jual
di toko peralatan ]
“ Lihat !
Benarkan apa yang aku katakana ! “ Kata Orochi
Aku dan
Karina pun segera mengambilnya juga untuk mengetahui kegunaannya.
“ Tapi ini
rank E ! Pasti harganya bikin sakit hati nantinya ! “ Kataku
“ Hahaha !
Kalau begitu, kita cari yang berkualitas lebih bagus, mungkin ada di sekitar
Goa ini ! “ Sambut Karina
Kemudian,
kita memutuskan untuk masuk lebih dalam hingga menemui lebih banyak Kristal
hijau berkualitas sama seperti sebelumnya yang tidak begitu berguna, melainkan
hanya berguna seperti lampu yang menerangi Goa ini saja.
Namun,
ketika itu juga, sepasang mata merah mulai terlihat dari lorong yang gelap, dan
semakin banyak mata merah mulai terlihat setelahnya.
“ Oh tidak !
“ Kata Orochi ketika melihat mata merah yang semakin banyak bermunculan
“ Tenanglah
! Dan bersiap ! “ Perintahku, sambil mengeluarkan kedua belatiku. Sedangkan
Karina juga menghunus dua samurai pendeknya yang telah aku beri kemarin.
Aku berjalan
dengan santai mendahului teman-temanku untuk menghadang mereka, sebelum mereka
mulai menampakan diri mereka.
Dan
ternyata, mereka adalah kawanan Goblin. Hingga setelah mereka menampakan diri
dan melihatku, tiba-tiba mereka bergidik ketakutan sebelum akhirnya berlutut.
“ Eh ? Apa
yang terjadi ? Mengapa mereka ketakutan dan berlutut ? “ Tanya Orochi yang
heran dengan perubahan suasana ini
Aku
memutuskan untuk tidak menjawabnya, meskipun aku system memberitahuku
sebenarnya, mengapa mereka katakutan. Dan tidak lain adalah karena julukan yang
aku dapatkan pertamakali ‘ Goblin Slayer ‘.