Rajawali Online

Rajawali Online
Seperti sebuah pertaruhan



Ketika lantai pertama selesai, aku mengirimkan pesan lewat system untuk Karina agar mereka segera membuat keributan dari luar dan aku akan lebih leluasa menyusup.


[Karina! Aku sudah selesai untuk yang lantai pertama! Waktunya kalian membuat keributan!]


Segera setelah membaca pesanku, Karina memberi tahu kepada Gatotkaca dan Arjuna.


“Jae sudah selesai membereskan lantai pertama! Berarti masih dua lantai hingga sampai tujuan, mungkin?!”


“Huh? Dia cepat juga membereskan bagian pertama!” Kata Gatotkaca


“Kalau begitu, tunggu apa lagi?- “ Tanya Arjuna sebelum lanjut


“Adik! Gunakan panahmu untuk mengejutkan mereka!”


“Ng? Bukankah percumah?” Tanya Gatotkaca


“Tidak..! Meskipun akan terhalang oleh susunan sihir di sana, tetap saja itu akan membuat mereka terfokus dampak dan sumbernya! Kurasa itu akan membantu Jae!” Jelas Arjuna


“Begitu ya! Oke..!”


Kemudian, dari kejauhan, di luar jangkauan susunan sihir. Gatotkaca terbang ke atas sebelum membedik Candi dengan Panahnya yang terbuat dari mananya sendiri dan atribut Bumi.


Ketika panah melesat, bentuk anak panah yang meluncur membentuk seperti asteroid yang terbakar atmosfer. Hingga saat bersentuhan dengan kubah transparan yang dari susunan sihir, panah yang seperti meteor itu meledak.


“BAANG..!”


Seperti yang telah diperkirakan, para Kurawa yang menjadi pasukan penjaga di Candi mulai gaduh dan bersiaga.


“Kita diserang! Semuanya bersiaga!” Teriak Jendral Kurawa


Sedangkan Bos dari Candi itu tetap santai duduk di kursi tahtanya.


[[Huh? Kurasa itu panah Gatotkaca?]] Kata Kerna, dia adalah penguasa Candi ini, namun Gatotkaca tidak mengerti bahwa dia yang sebagai musuh bebuyutannya berada di dalam Candi.


[[Dia masih belum jera ketika terakhir kali kami menghajarnya dan mempermalukannya, saat dia mencoba menerobos masuk susunan di sini?!]] Sambut Banaspati, yang sebagai bawahan Kerna


[[Kalau begitu, kita akan menangkapnya kali ini, karena dia berhasil lolos terakhir kali! Hehe!]] Kata Kalapati, dia seorang Necromancer yang juga bawahan Kerna.


[[Kita lihat saja! Tapi, sebaiknya kalian ikut melihatnya! Bagaimanapun, tanpa kalian, prajurit kita bukan tandingannya, meskipun Gatotkaca tidak bisa menggunakan mana!]] Perintah Kerna


Namun, sesaat ketika Kerna mengatakannya. Dia dikejutkan serangan selanjutnya yang juga di halau oleh susunan sihir.


“BRAAASSSKKK!”


[[Ng? Dia tidak sendirian kali ini?- ]]


[[ Kalian berdua segera keluarlah dan tangkap para pengganggu ini secepatnya!]] Perintah Kerna


[[Baik Yang Mulia!]] Jawab Banaspati dan Kalapati serentak


Kemudaian, mereka berdua segera melaksanakan perintah Kerna. Ketika mereka berdua pergi, Kerna bergumam karena merasakan firasat buruk, meskipun seharusnya akan baik-baik saja.


[[‘Kenapa aku memiliki firasat buruk? Tapi, tidak mungkin susunan sihir yang dirancang oleh ahli dari kerajaan ayahku akan rusak karena serangan dari luar, bahkan meskipun serangan mereka sekuat itu, tidak akan hancur meskipun mencoba berkali-kali!’]]


[[Tapi, baiklah! Jika, nantinya memang akan hancur, aku akan bersenang-senang dengan Gatotkaca!]] Kata Kerna, sebelum dia tertawa seram dengan sangat keras


[[ Hahahah..Hahaha..!]]


*


Sementara aku, dengan sentai dan lancar menyusup melewati lantai dua. Hingga saat ini berada di lantai tiga. Yang artinya sudah paling atas dan tinggal mencari di mana letak kolam yang berasal dari kawah, yang menjadi pusat sumber energy dari susunan sihir.


‘Berkat keributan yang Karian dan Gatotkaca, aku menjadi begitu mudah tanpa membunuh satupun penjaga sejak dari lantai dua!- ’


‘Oke, sekarang cari kolamnya!’


Meski keadaanku saat ini mulai leluasa, tetap saja aku tidak akan terlena. Karena ini hanya sesaat, sebelum aku berhasil mengacaukan susunan sihir, aku tidak boleh lengah. Atau akibatnya akan tragis.


‘Kurasa ini bukan hanya Quest rank A! Mungkin, si NPC yang memberi quest sengaja menipuku? Yang sebenarnya ini quest rank S tau langka?’


“Hah.. tidak berguna memikirkan hal itu, yang pasti aku tidak boleh gagal, jangan sampai kehilangan koin!” Kataku


Aku terus mencari di mana letak kolam itu dan inti dari susunan itu. Dengan insting bawaanku sebagai seorang maling, ternyata berguna juga kebiasaanku saat jadi maling di dunianyata.


Tidak lama kemudian, aku menemukan pintu besar di sudut ruangan, dan itu di jaga oleh dua penjaga berzirah besi dan dipersenjatai kapak dan perisai. Bahkan wajahnya juga tertutup oleh helm besi.


‘Kurasa, kolam itu ada di balik pintu itu! Membukanya tidak jadi masalah, tapi.. penjaganya dengan perlengkapan seperti itu? Bagaimana aku membunuh mereka tanpa mana? Dan bagaimana aku melumpuhkan mereka dengan satu serangan?’


Aku berpikir beberasaat untuk menghadapi mereka, sebelum aku teringat jika diriku telah naik level setelah menelan core yang diberikan Gatotkaca waktu itu.


‘Oh iya! Bukankah aku tadi naik level? Baiklah, gunakan semua point yang ada untuk menaikan STR!’


Status: HP 600, Mp 250, Sp 250, Dex 500, STR 300+50, Def 190, Int 400, Stamina 400.


Job – Thief – Assassin - ???


-       Necromancar - ???


Julukan – Goblin Slayer, Jaeger


Aktif skill – Venom body, Blessing Merapi essen core


‘Oke, selanjutnya, cari Guantlet yang cocok untuk membuat dua prajurit besi itu bonyok! Hehe..’


[ Item rank S, Jugernout Guantlet, Bonus STR + 40, Efek Stun 3 detik pada target yang terkena serangan Critical ]


‘Sepertinya ini cocok! Oke, pakai ini!- ‘


‘Jika bukan karena Special Id, mungkin aku bahkan tidak akan membeli apapun di game! Untungnya, Karena Special Id ini, memiliki banyak bermacam-macam item dan perlengkapan ada di kotak peyimpanan system!’ 


Aku pernah berpikir untuk menjualnya banyak item nantinya saat Beta Testing selesai, mungkin aku makin banyak duit jadinya.


Selanjutnya setelah selesai mempersiapkan diri, aku mulai berjalan dengan santai mendekati dua prajurit besi yang menjaga di depan pintu itu.


“Berhenti! Siapakau?” Tanya salah satu prajurit besi


“Bagaimana bisa kita tidak menyadarinya ketika dia di sini?” Bisik temannya


….


Ketika mereka berdua berbisik, aku lanjut melangkah maju mendekati mereka.


“Berhenti! Bagaimana kau bisa masuk sampai sini? Apakah kau utusan dari Raja kami?” Tanya Prajurit besi, sambil menodongkan kapak


‘Ho..? Mereka bahkan mengira aku sebagian dari mereka?’ Pikirku, sebelum berkata


“Benar! Apa kalian berani menghalangiku?” Kataku sambil lebih maju mendekati mereka, aku memanfaatkan momen ini untuk masuk ke jangkauan seranganku pada mereka.


“Berhenti! Tunjukan lencana kerajaan dulu! Atau..!” Teriak Prajurit besi,


Namun, saat ini, jangkauan Tinjuku sudah cukup untuk melakukan serangan. Kemudian aku dengan sepontan memukul Rahang besi penjaga yang di sebelah kananku dengan tangan kiri dengan mengerahkan seluruh STRku.


“BANG..!”


Dan sekaligus dengan cepat berbalik ke sisi kiri untuk melakukan Hook dengan tangan kanan pada penjaga di sebelah kiriku.


“BANG..!”


Namun, hasilnya diluar perkiraanku, setiap seranganku membuat besi yang terpukul peok dan pecah.


‘Huh? Mereka sekarat seketika? Baju besi ampas!- ’


‘Ah.. Hehe.. Sekarang bagian yang paling menghiburku! Lockpickiiiiing..!’


Ketika berada tepat di depan pintu besar yang terkunci dengan gembok besar. Aku bersemangat untuk mencoba membobolnya, karena ini seperti halnya permainan membuka gembok tanpa kunci.


Saat aku masih kecil, aku suka mengutak-utik gembok dan pintu yang terkunci sebagai mainanku.


‘Em.. Tapi, di game ini apakah akan seperti di dunia nyata juga soal gombok seperti ini? Dan ini gembok sepertinya mahal? Masa bodoh, aku bersemangat dengan ini! Ayo coba saja!’ pikirku, sambil menampakan lidahku seperti orang yang ingin memakan hidangan lezat.


[Dasar Maling Brengsek!] Kata system yang tiba-tiba muncul, seperti saat pertama kali itu, hal seperti ini pernah terjadi satu kali, di mana system ngobrol denganku sesaat


“Eh? Kau ngintip ya? Eh, jangan-jangan kau system yang waktu itu?” Tanyaku


“Btw, Kau lebih Brengsek karena mengintipku sedang jadi Maling!” Lanjutku


[Huh..? Terserah aku lah.. aku yang berkuasa di sini!]


“Diam..! Aku lagi sibuk!” Kataku sambil mencoba membobol gembok dengan Jarum Tebal yang aku punya dan aku simpan di kotak item.


Aku selalu membawa hal seperti ini jika bepergian, dan tidak lupa mencari bahan ini di game beberapa hari lalu di game. Bagaimanapun, barang seperti ini tidak disediakan dari perlengkapan Special Id.


[Hem.. Kau gagal? Padahal aku sudah merancangnya seperti halnya di dunia nyata!] Kata system yang aneh ini, saat melihatku gagal dan menyebabkan jarumku untuk membobol patah.


[Maling payah!] Lanjut system


“Berisik…! Diam dan lihatlah, barusan aku Cuma coba-coba saja untuk memastikan ini seperti di dunia nyata atau tidak!” Jelasku


Kemudian, aku menggunakan dua jarum kali ini untuk membobol. Sambil berkata pada system.


“Hei..! Kalau aku berhasil, kau harus kasih aku kompensasi karena menggangguku!” Kataku


[Huh? Omong kosong, tapi baiklah jika kau berhasil!] Jawab system,


Namun, ketika dia menjawab, aku sudah selesai dengan gembok dan berkata.


“Cepat Berikan kompensasinya!” Perintahku, sambil melepas gembok diam-diam


[Huh? Omong kosong! Ap..] Jawab system, sampai aku memotong perkataannya dengan menendang pintu yang berhasil aku buka gemboknya


“Bang!”


“Hehe.. Bahkan kau tidak sadar aku telah berhasil? System ampas!” Kataku pada system aneh ini.


[A.. E.. Ah, baiklah! Bodohnya aku menyetujui omonganmu untuk memberi kompensasi!]Jawab System, sedangkan aku mendengarkannya sambil berjalan kedepan.


‘Untungnya instingku benar, bahwa kolam itu mamang berada di sini!’


[Aku selalu menepati perkataanku, aku pergi dulu!] Kata system yang aneh ini,


“Ng? Datang dan pergi seenaknya saja!” Jawabku


Kemudian, system yang seperti biasanya memberiku


[ Anda mendapat julukan Theif expert]


[Anda mendapat Lockpick yang tidak akan pecah ketika mencoba]


“Hah? Ini mah.. Ampas lagi hadiahnya!” Jawabku


Bagaimanapun, tanpa diberi benda seperti itu untuk membobol, aku sudah punya. Cuma kelebihannya hanya tidak akan pecah atau rusak.


“Tidak apa-apalah, semoga berguna!” Kataku sambil menyimpan jarum untuk membobol dari system.


Selanjutnya


“Sekarang waktunya untuk mengambil Kristal yang ada di dalam kolam besar ini!” Kataku


Saat ini aku berada di tepi kawah beracun yang cukup lebar jika disebut sebuah kolam. Panas sudah tak perlu khawatir, sedangkan racun belum dicoba.


“Ini lebih seperti sebuah taruhan!”