Rajawali Online

Rajawali Online
Kemarahan Karina



Saat di perjalanan sebelum sampai di Maja Pahit. Kita


bertemu dengan Random Player. Mereka sedang saling bertarung dengan sesama


Player.


“Djancuk!!” Kata Player yang menggunakan Job Class


Knight


“Swiiish..!!”


Dia menggunakan serangan Range dengan menebas


menggunakan Great Sword-nya. Aku tertegun ketika melihat serangan itu. Karena,


aku berpikir bahwa skill itu mirip Brutality Strike yang mengakibatkan serangan


jarak juga, meskipun jaraknya pendek.


“Clank!”


“Hum.. Serangan lemah! Terima ini ***!” Kata Player


pengguna Job Class Ranger.’Mungkin bertipe Assassin juga’


Kemudian dia melakukan serangan balik setelah berlari


cepat mendekati user Knight itu.


“Tap tap tap tap…,- “


“Clank clank clank clank..!”


Pengguna Knight terlihat kwalahan dengan kecepatan


Pengguna Ranger. Meskipun si Knight memiliki skill pertahanan untuk


menghadapinya.


“Cih, sial.. Hyaah..!” Teriak pengguna Knight sebelum


menggunakan skill yang melindungi seluruh tubuhnya dengan menancapkan pedangnya


ke tanah dan mengakibatkan ledakan yang membuat si Ranger terpental.


“Tssk.. Blaare!”


“Uhk..!”


Si Ranger terbatuk ketika terpental oleh skill Knight


itu.’Aku tidak akan memberimu waktu untuk menghindar kali ini.’ Pikir si


Knight, ketika si Ranger masih di udara.


“Mampus kau ***- “


“Stinger!!” Teriak Knight, sebelum melesat dengan


skill-nya yang bergerak lurus maju dan menusuk tepat sebelum si Ranger mendarat


ke tanah.


‘Sial.. Aku tidak bisa berbuat apapun saat masih di


udara.’ Pikir Ranger


“Staaaab!”


“Aaaah…!” Teriak si Ranger, sebelum sosoknya yang


terlempar akibat serangan itu menjadi redup.


“Heh.. Kau sudah sekarat. Lain kali kita bertemu,


kupastikan merampas semua item-mu!” Kata si Knight, sebelum menusuk lagi dari


jarak dengan melemparkan pedangnya hingga si Ranger berubah menjadi debu.


Setelah si Ranger mati, si Knight mengambil pedangnya


sebelum menempatkannya di punggungnya.


“Plok plok plok!”


“Pertarungan yang hebat.” Kata Orochi tiba-tiba, sambil


bertepuk tangan.


‘Si Kadal ini memang mudah bergaul kurasa’ Pikir Jae,


ketika melihat Orochi seperti itu.


“Em.. Menurutku biasa saja sih.” Potong Karina


Kemudian, si Knight yang mengenakan zirah besi itu


memandang kami bertiga.


“Em.. Siapa kalian? Apa yang kalian inginkan?” Kata


Knight


“Kami Cuma kebetulan lewat! Tenang saja, kami bukan


PK.” Jawab Orochi


“Kalau begitu, aku pergi dulu!” Jelas Knight


“Eh, apa kau sungguh sendirian?” Tanya Orochi


Knight berhenti berjalan dan berbalik menghadap kami


bertiga. Namun ekspresi wajahnya terlihat seperti orang yang kecewa Sebelum


menjawab.


“Hah.. Sungguh menyedihkan, rekanku mati sebelumnya


akibat orang-orang toxic itu!”


“Oh.. Jadi begitu. Sebaiknya kau kembali bersama kami


ke Maja Pahit bersama kami. Sangat beresiko jika sendirian di kawasan ini!”


Sesaat, Si Knight itu sempat ragu. Tapi setelah


melihat perlengkapan kami, dia mulai memutuskan untuk ikut bersama kami.


‘Mereka sepertinya bukan PK. Dan juga, perlengkapan


dan senjata mereka kelihatan berkualitas bagus. Jika dibandingkan denganku,


perlengkapanku seperti sampah.’


“Sebenarnya aku masih ingin lanjut. Tapi, apa yang


kau bilang memang ada benarnya juga.” Kata Knight


“Ya sudah. Ayo cabut kalau begitu!” Perintah Orochi


Jae melihat Orochi dan teringat ketika pertamakali


bertemu dengan Orochi. Dari awal bertemu sudah beradu mulut ketika itu.


“Ehem.. Sejak kapan si Cicak ini jadi baik?!” Kata


Jae, mencoba menggoda Orochi


“Huh? Benar juga!” Sambut Karina


Sedangkan Orochi mulai merasa akan menjadi bahan


candaan mereka berdua dan melirik pada Jae sebelum berkata.


“Em.. Jae, aku punya Karina loh!”


Jae dan Karina tertegun dengan perkataan Orochi


sebelum serentak bertanya bersamaan.


“Apa maksudmu?”


Kemudian Orochi membuat ekspresi senyum Kadal Iblis


pada Jae  sambil menjawab mereka berdua.


“Hehe.. Kau serius? Ingin aku mengatakannya?”


‘Cih, sialan nih Kadal gurun.- ’


“Oke oke, baik, aku kalah!”


“Grrr.. Aku mulai hafal apa yang kalian pikirkan.


Dasar lelaki!- ” Potong Karina dengan nada pelan dan membuat ekspresi seram. Ini


pertamakalinya dia berkata dengan nada dan ekspresi seperti itu.


“Kebetulan, aku belum sepenuhnya terbiasa dengan


skill baruku. Kurasa tidak masalah jika mencobanya pada kalian!”


Jae dan Orochi seketika melirik Karina yang merah.


Mereka hanya tidak menyangka, orang yang biasanya hanya tersenyum dan tertawa


ketika melihat mereka bercanda dan adu mulut. Kini malah sebaliknya.


“Hiiiik…!” Jae dan Orochi mulai merasakan hal buruk


akan menimpa mereka.


Kemudian, Jae sempat ingin kabur duluan. Namun,


Orochi memegang tanganya dengan erat.


“Ng? Kita harus lari bodoh!” Kata Jae pada Orochi.


Sedangkan Knight hanya terdiam heran dan bingung


melihat mereka bertiga yang tiba-tiba berubah suasana.


“Set set set!” Orochi yang pendek segera memanjat


punggung Jae sebelum menjawab.


“Ya ayo cepetan lari Tolol! Tak akan kubiarkan kau


meninggalkanku dicabik-cabik olehnya!”


Sedangkan Karina sudah mulai memunculkan bunga-bunga


“Hiiiik.. Lari!!” Serentak Jae dan Orochi berteriak


ketakutan sebelum melarikan diri dari Karina.


“Daaasshh!!”


“Heh.. Kalian pikir bisa lari?!- “


“Sakura and the Wind(Lv. 6)” Kata Karina, saat


menggunakan skill untuk mengejar. Di tambah menggunakan Armor Antakusuma untuk


terbang yang membuat kecepatannya bertambah dan bebas meluncur.


Sementara Knight hanya terdiam heran dengan kecepatan


mereka yang dalam sekejap menjadi hilang begitu saja di kejauhan.


“I-itu.. Apakah mereka Pro?” Kata Knight, sebelum


sadar jika akhirnya dia hanya ditinggalkan sendirian.


“Huh? Sial.- “ Lanjut Knight ketika sadar jika


dirinya ditinggalkan begitu saja setelah sesaat merasa aman ada yang


menemaninya.


“Woi!! Kalian sama saja meninggalkanku sendiri!”


Teriak Knight


Sementara Jae dan Orochi bermain kejar-kejaran dengan


Karina yang tengah ngamuk.


“Gawat, dia terlalu cepat!” Teriak Orochi yang berada


di punggung Jae


“Apa? Mustahil, aku bahkan menggunakan Sonic Dash lv.


3!” Jawab Jae dengan teriak juga sambil melihat ke belakang, melihat Karina


yang terbang mengejar seperti Komet dengan ekor bunga-bunga Sakura yang


berhamburan.


Namun, di tengah kejar-kejaran itu. Seorang NPC yang


familiar terlihat dari kejauhan di depan Jae dan Orochi.


“Oi.. Oi.. Kelihatannya kalian sedang


bersenang-senang!” Kata Gatotkaca


“Minggir!!” Teriak Jae dan Orochi, sebelum melewati


Gatotkaca dan mengabaikannya


“Huh? Bukannya dia yang membantuku waktu itu? Kalau


begitu..” Gumam Gatotkaca ketika Jae hanya mengabaikannya. Dan teringat oleh


Karina sebelum berpaling pada energy yang mendekat sangat cepat.


“Oho.. Itu Dewiku!” Kata Gatotkaca yang girang ketika


melihat Karina, sebelum menghampiri Karina yang tengah terbang dengan kecepatan


penuh.


“Hei!! Dewiku.. Ini aku..!- “ Kata Gatotkaca yang


terbang menyambut Karina sambil melambaikan tangan kanannya. Namun


“Mengganggu saja!!- ”


“Phantom Sakura.. Blossom!!” Teriak Karina


“Eh?”


 “Slap slap


slap slap!!” Empat bayangan pink yang berbentuk seperti Karina menyebar dan


menyerang Gatotkaca setelah Karina menebas. Skill ini bisa digunakan ketika


berada dalam kecepatan yang cukup cepat.


“Slice slice!”


“Slice slice slice slice slice slice slice slice!!”


[Anda mengakibatkan 500 damage]


[NPC Gatotkaca mengalami Broken hearth]


“…”


Gatotkaca hanya diam ketika menerima serangan Karina.


Seperti seseorang yang sedang patah hati dan pasrah pada apa yang telah


menimpanya, sebelum jatuh ke tanah.


“Kenapa, aku sial sekali? Sakit hatiku, ketika Dewiku


memperlakukanku seperti ini.”


Karina pergi begitu saja setelah menjadikan Gatotkaca


sebagai bahan latihan Skill barunya dan berkata.


“NPC menyebalkan.”


Sementara Orochi telah menyaksikannya, ketika Karina


menyerang Gatotkaca. Karena dia selalu melihat kebelakang.


“Buset.. Dia benar-benar menyerang NPC itu? Tapi


kenapa dia memanggil Karina dengan sebutan Dewi?”


“Huh? Dia sungguh sial. Tapi memang dia menyebalkan


sih!”


“Eh? Kalian pernah bertemu sebelumnya?”


“Yah.. Ketika kau tidak log in waktu itu.”


Tidak lama kemudian, mereka berdua sampai di Maja


Pahit. tanpa terasa jarak yang ditempuh cukup jauh karena aksi kejar-kejarannya.


Mereka duduk bersandar di salah satu dinding kota


ketika telah tiba di Maja Pahit.


“Haaah.. Akhirnya kita selamat sampai Zona aman.”


Kata Jae, setelah menghembuskan nafas panjang


“Kurasa dia sedang PMS deh.. Haduh, cewek sangat


sensitive ketika itu, ya.” Kata Orochi yang juga merasa aman


Kemudian, Jae langsung log out begitu saja tanpa


memberi tahu Orochi terlebih dahulu. Sedangkan Orochi sedang memejamkan matanya


sambil merasakan perasaan leganya.


Namun, setelah beberapa menit, suara wanita yang


mengejarnya masih saja terdengar dingin dan mengejutkannya.


“Hum.. Kau sendirian ya? Meski begitu, aku tidak akan


segan!” Kata Karina


“Huh? Hiiiik.. Kau masih marah?- “


“Sudahlah.. Ini Zona aman. Jika kau ngamuk di sini,


kau akan dicap sebagai PK!” Jawab Orochi


“Hoo.. Apa aku peduli? Saat ini aku hanya ingin


melihatmu merasakan kemurkaan wanita!” Jelas Karina


Kemudian, tanda merah di atas kepalanya terlihat,


Yang membuat Orochi bergidik ketakutan.


“Eh.. Eh eh, kau serius?” Tanya Orochi yang heran


dengan Karina ‘Wanita sungguh menyeramkan jika sedang seperti ini, mampus aku.’


“Menurutmu, bagaimana?” Jawab Karina, sambil


memunculkan bunga-bunga sakura yang menandakan dia serius dengan apa yang akan


dilakukannya.


“Sakura Dance!” Teriak Karina saat hendak menyerang


Orochi. Namun, Orochi lebih dulu


“Hiiik.. Log out!” Kata Orochi sesaat sebelum


menghilang


“Cih.. Dasar lelaki. Awas lain kali, kalian.” Gumam


Karina


Kerumunan player yang menyaksikannya bertanya-tanya


ketika melihat kejadian itu. Mereka melihat Karina dan menganggapnya seorang


PK.


Namun, hal itu tidak menjadikan Karina masalah karena


setelah Beta akan di reset ulang.


(Sekian dulu guys. Lagi banyak bercandanya ini.


Terima kasih semuanya!)