Rajawali Online

Rajawali Online
Telah diputuskan



Jae berkata saat di sela-sela pertempuran.


“Hei, jika aku bisa membawamu keluar sementara dari


tempat ini, apa kau bersedia?”


[[Apa maksudmu?]]


Jae tidak membuang-buang waktu untuk menjelaskan.


Sebagai gantinya, dia memanggil prajuritnya.


Showtime!


Bwuffpofpofpofpofpof…


50 puluh prajurit Undead milik Jae bermunculan.


Meskipun jumlahnya berkurang karena selama Dungeon harus menukar beberapa yang


lemah untuk 1 Undead yang kuat.


Jika ingin menciptakan 100 Undead yang kuat, Jae


harus tumbuh jauh lebih kuat.


“Ini yang kumaksudku!”


Master topeng tertegun dan membelalakan mata ketika


melihat prajurit Jae yang sebagian dari mereka cukup terlihat kuat dan


merepotkan untuk dihadapi, bahkan oleh Master topeng.


[[Hah.. Hahahaha.. Apa maksudmu, aku akan menjadi


bawahanmu seperti mereka?]]


“Yah.. Itu pun jika kau bersedia. Atau memilih


terkurung di tempat ini selamanya.”


[[Hem.. Aku hanya akan mengikuti orang yang lebih


kuat dariku.]]


“Jadi, dengan aku mengalahkanmu itu sudah cukup ya,


kan?”


Jae memberi aba-aba kepada para prajuritnya sebelum


mereka dengan serentak bergerak dan lebih kompak dari sebelumnya.


Terlihat semakin sering mereka bertarung bersama,


samakin serasi kerja sama mereka. Meskipun, persaingan antar prajurit tidak


terhindarkan. Namun, persaingan mereka bagi Jae adalah hal bagus tentunya,


karena menguntungkan dirinya sendiri juga.


Reguduk…


Master topeng segera melakukan serangan sihir dari


jarak agar untuk menghentikan prajurit Jae mendekatinya.


Cetarcetarcetar..!!


Hwaruruk hwarurukhwaruruk..!!


Serangannya hanya berguna pada Undead yang masih


lemah di level 40an. Sedangakan para Jendral Undead bergerak lebih lincah dan


menghindari setiap seranga sihir yang datang.


[[Gawat.. Mereka semakin dekat.]]


Saat itu, Jae yang keberadaannya terhalang oleh para


undead dan Master topeng lengah dengan menghiraukan Jae karena sibuk dengan


para Undead.


Seperti biasa, Jae menyelinap sebagai seorang pencuri


sekaligus Assassin. Kali ini, dia menggunakan Jarum lockpick yang tidak akan


hancur. Dia mendapatkannya saat membuat taruhan dengan Lewin ketika membobol


gembok di Candi Hidimbi untuk memasuki kolam racun.


Heh.. Ini baru tehnik Kiss of the Dragon. Karena


menyengat dengan senjata di mulut hingga terlihat seperti mencium saat


menusukan jarumnya.


Namun, upayanya tidak mudah seperti yang dipikirkan


karena Master topeng yang aktif bergerak dengan pedang besarnya sekaligus


menembakan sihir sambil menghindarai serangan Undead yang datang padanya.


Meski begitu, Jae memerintahkan prajuritnya secara


telepati untuk berusaha memojokannya.


Kemudian, para Jendral Undead makin ganas menyerang


Master topeng. Namun dua jendral undead juga berhasil dia musnahkan dengan


tebasan Greatsword yang diselimuti api.


Fwrooosshhh Slaackss!!


dua tebasan mengenai Cakil dan Raja kalajengking


hitam bisa langsung membuat mereka terbunuh. Namun, Jae membangkitkannya lagi


untuk membuat targetnya kesal. Mana tidak begitu masalah jika menghadapi satu


lawan, bagi Jae.


Gimana? Dia pasti kesal.


[[Apa?? Cih..]]


Master topeng terkejut dan kesal melihat Cakil dan


Raja kalajengking hitam hidup kembali sebelum ekor Raja kalajengking mengibas


untuk menyengatnya. Master topeng berhasil menghindar dangan garakan gesitnya.


Tapi, Dukun dan Jalang sudah bersiap pada setiap


gerakanya.


[[Ng!]]


Slash!!(Missed)


Bahkan tebasan cepat Dukun berhasil dihindari.


Kemungkinan itu adalah skill evasion miliknya. Tapi, bagaimana dengan yang


selanjutnya?


Jalang yang belum memamerkan kemampuannya sejak


breakthough terlihat sangat bersemangat. Dengan empat tangan yang memegang


senjata besar, dia menebas-nebas secara membabibuta. Serangan tanpa arah


seperti itu sangat mudah dihindari oleh lawan yang tangguh.


Namun, merupakan kesalahan Master topeng yang


menghindar dengan meloncat ke udara. Meskipun Jae juga terkejut melihat adegan


ketika tepat saat Master topeng melompat ke udara.


Lidah ular milik Jalang menjulur dan melilitnya


dengan erat dan menariknya ke mulut lebarnya sambil merubah wujudnya menjadi


ular besar. Taringnya yang terlihat sudah pasti berbisa mematikan.


[[Arrgh! Jangan Harap!!- ]]


Kilatan dan Api mulai muncul dari tubuh Master topeng


saat hampir tertelan oleh Jalang. Hingga kemudian mengakibatkan ledakan dari


tubuhnya dan berhasil terlepas dari lilitan lidah Jalang.


Braaassskk, Bom!!


{Sialan, kau!!} Teriak Jalang


Behemoth yang kali ini menjadi undead-ku menyemburkan


iceshock ketika Master topeng terlihat lolos dari lilitan dan mendarat di


tanah.


Seharusnya dia bisa menghindarinya, tapi mengapa dia


terlambat menghindar itu mengartikan jika ledakan yang barusan dia lakukan


untuk melepaskan diri dari lilitan Jalang memakan banyak vitalitas dan


energinya.


Jae, tidak melewatkan kesempatan ini dan bergegas


mendekat dan mengantipasi perlawanan Master topeng dengan memeluk tubuhnya


menggunakan kedua tangan dan kaki. Jae mengerahkan seluruh Str dan Mana


miliknya agar Master topeng tidak bisa berkutik sedikitpun.


Grapgrap!!


[[Cih.. Apa yang akan kau lakukan?]]


Bacot! Aku tidak bisa menjawab selagi aku menggigit


Jarum ini untuk menusuk titik akupuntur di daerah tengkukmu, bodoh.’ Kata Jae


dalam hatinya.


targetkan setelah menambahkan banyak racun di Jarumnya.


Inilah the real Kiss of the Venom Dragon versi Jae.


Sedangkan Master topeng benar-benar sedang tidak berdaya untuk lepas dari Es


dan pelukan Jae dari belakang dengan kedua tangan dan kakinya.


Tsssk..


BADUMP!!


Master topeng seketika merasakan Jantungnya berdetak


kencang seperti akan meledak saat tertusuk jarum milik Jae.


[[‘Mustahil.. Apa yang pencuri ini lakukan padaku?


Tubuhku seketika mati rasa.’]] Pikir Master topeng


Kemudian, Jae melepaskan kaki dan tangannya dari


tubuh Master topeng sambil menarik jarum yang ada di mulutnya juga dengan


menggigitnya.


Syuut..


[[‘Dia melepaskanku dengan santainya? Apa yang dia


lakukan sebenarnya?’]] Pikir Master topeng.


Dia tidak sempat berpikir dan juga tidak merasakan


apa pun ketika Jae menusuk titik di tengkuknya dengan jarum. Dan Jarum biasa


tidak akan mampu menembus tubuhnya.


Kemudian, Darah hijau mencurat dari tujuh lubang


Master topeng 3 detik setelah Jarum ditarik.


CruattsCruatcruatcruatcruatcruatcruatsss..!!


System muncul dengan kata-kata yang aneh untuk


pertama kalinya, setelah aku berhasil mengalahkan musuh. Hanya damage dari


racun yang system katakan.


[Anda berhasil membunuh Boss dengan Damage yang belum


diketahui]


[Anda terdeteksi mengakibatkan efek racun]


[Damage racun yang anda berikan 1000/detik]


Master topeng bahkan tidak bisa berteriak atau


melakukan pergerakan. Melainkan hanya jatuh ketanah.


Terlihat tubuhnya yang sebelumnya kekar dan


berdaging, kini menjadi kurus seperti digerogoti oleh racun-racunku.


Sementara itu, Dukun, Jalang dan yang lainnya


berpikir.


{‘Sungguh kemampuan dan racun yang mengerikan’}


{‘Bahkan racunku tidak seseram itu.’}


….


Kemudian Jae berkata.


“Woah.. Aku sendiri juga takut jika terkena serangan


seperti ini meskipun di dalam dunia virtual. Hiiik..”


Jika bukan karena kolam racun dan berbagai serangan


racun yang mengenaiku sebelumnya. Racunku tidak akan mengakibatkan kerusakan


separah itu.


[Anda level up anda level up anda level up anda level


up anda level up]


Naik lima level ya.


Jadi, berapa level-ku sekarang?


[Jae karakter: Human-


Level. 79


Hp.2200, Mp.1700, Def.1020, Dex.1250, Int. 918, Str. 1020,


Stamina. 2080.


….


Kemudian, Jae menukar 10 poin ke Int agar Mp dan


kelincahannya meningkat.


[Silahkan ambil hadiah yang telah anda pilih sebelum


bertarung]


Kemudian, aku mengambil topeng yang diminta oleh


Cakil sebelum memanggil Cakil dan memberikannya kepadanya.


“Nih! Ambil!”


{Terima kasih banyak, Tuan!}


Cakil terlihat sangat senang dan segera memakainya.


Wajahnya yang seperti Buto Ijo bahkan setelah menjadi


undead. Kini memakai Topeng ‘Leak’ yang seperti tidak jauh berbeda juga dengan


wajahnya.


Namun, hal yang sudah kuharapkan segera terlihat


setelah dia mengenakan topeng itu.


DING!!


SSSssshhh… Fwosh fwosh fwosh!


Dia akhirnya Breaktrough. Kini wujudnya terlihat


penuh dengan aura merah darah. Kebalikan dari yang lain, yang mana lebih


dominan dengan aura hitam dan merah sebagai coraknya.


Sedangkan Cakil Dominan dengan warna merah darah dan


hitam sebagai coraknya. Tubuhnya makin garang dan besar sekarang. Palunya juga


berubah lebih garang dengan ditambah aura merah darahnya.


Namun, hal yang mengherankan setelah dia berhasil


breakthrough. Dia menari dengan gerakan seperti gerakan seni budaya daerah


tertentu. Mungkin itu cara dia mengekspresikan kegembiraannya.


Jangan bilang dia kerasukan!


Selanjutnya, system memberitahuku tentang Dungeon


ini.


[Tangga menuju lantai 51 telah muncul]


[Anda bisa keluar saat ini]


[Anda tidak bisa keluar jika memilih lanjut. Hanya


kematian yang akan membuatmu keluar sebelum lantai 100]


Kurasa, aku sudah sangat lama di sini. Aku merasa


cukup. Tapi, mengingat perkataan Orochi jika Jack saat ini berada di level 300


membuatku ingin menaiki Dungeon ini lebih tinggi.


Dan lagi, teringat oleh perkataan Arjuna yang


memintaku naik setinggi mungkin aku bisa.


‘Baiklah. Kurasa aku akan memanjat sampai batasku.’


Sebelum Jae mulai memanjat lagi, dia sempat


menggunakan Living Death kepada Master topeng. seperti yang dia katakana


sebelumnya kepada Master topeng.


Ketika itu, dia berhasil membangkitkannya dan juga


menukar 10 slot undead untuk menjadikannya prajuritnya. Jadi sekarang jumlah


prajurit Undeadnya adalah 41.


Jae teringat Karina saat berjalan ke tangga.


‘Bagaimana keadaan Karina? Berapa lama waktu terlewat


di luar Dungeon? Bagaimana keadaan Gatotkaca yang mencoba menolong Karina?


Apakah lima Pendawa membantunya?- ’


Meskipun ini sebuah game. Jae tetap merasa perduli


kepada mereka. Karena di dunia virtual ini, dia mendapat banyak pengalaman dan


pelajaran. Termasuk berinteraksi secara normal seperti seharusnya.


Hingga di dunia nyata dia lebih mudah bergaul dari


pada sebelumnya.