Rajawali Online

Rajawali Online
Anda terbunuh



Pada saat itu, Karina mendapatkan skill baru.


[Resist curse didapat]


[Seorang ninja dengan tekad kuat yang tidak ingin kalah hanya dengan rasa takut berhak mendapatkan skill ini.]


[Selamat. Anda mendapatkan skill tingkat langka.]


[Efek penolakan curse atau debuff 1 menit. Cooldown 10 menit.]


Seketika itu, Karina segera membuat tindakan dengan Kemekaran Sakura. Meski damage yang diakibatkan tidak berpengaruh banyak dengan levelnya saat ini.


Dia menebas tangan Joni yang mencekik leher Arjuna dengan cepat dan seluruh kekuatannya.


Brasssekcrasksksksksksk!


[Anda mengakibatkan 500 damage. +Bonus 50 damage/Sakura hit.]


“Huh?”


Joni tertegun dengan tindakan Karina yang bahkan bisa terlepas dari Stun dan fear miliknya. Dan juga mengakibatkan genggamannya pada Arjuna terlepas.


Karina mengerti jika dia tidak akan cukup dengan satu serangan. Kemudian, meneruskan dengan serangan lain meskipun levelnya begitu lemah dihadapan Joni yang berlevel 300.


“Dance of Sakura!” Teriak Karina. Sebelum serangannya berhasil dihentikan oleh Joni begitu saja.


Clankclanckclanckclankclankclank..


“Sungguh wanita yang menggelikan.” Kata Joni, sambil menatap remeh pada Karina.


“Cih.. Kau hanya seorang Cheater dan tidak tahu malu!” Jawab Karina


Joni mengerutkan kening sebelum langsung menggerakan tombaknya untuk melukai Karina setelah mendengar perkataan Karina yang membuatnya marah.


“Bangsat!! Mati!!” Teriak Joni


Staaab!!


Tentu saja Joni berhasil menusuk Karina dengan mudah dengan levelnya. Tapi, Karina juga memiliki sebuah cara untuk mengakalinya dengan Skill evasion miliknya. Yang mana skill-nya seperti ninja yang menukar dirinya menjadi batang pohon ketika terkena serangan.


Poooff!!


“Apa? Sialan.. Kau pikir ini dunia Naruto?” Kesal Joni. Sekaligus tidak mengira jika dirinya telah dibodohi. Sedangkan, Joni sendiri belum mendapatkan skill evasion-nya.


Sementara itu, Karina yang asli telah berhasil membawa Arjuna menjauh dan berteriak kepada Pendawa yang lain dan juga Gatotkaca yang masih belum berkutik akibat domain Joni yang menyebabkan debuff.


“ Semuanya! Cobalah untuk kabur sebisa mungkin!!”


Gatotkaca dan para Pendawa selain Arjuna mencetakan lidah mereka saat mendengar teriakan Karina. Mereka merasa sangat berhutang dengan Karina saat ini. Namun, tetap saja tidak mudah untuk terbebas dari debuff hingga cooldown dari debuff ini habis.


Sementara itu, Joni yang kesal segera mengejar Karina yang kabur ke hutan dengan terbang.


‘Arjuna. Bertahanlah! Jantungmu masih berdetak, pasti bisa diselamatkan.’ Pikir Karina saat melarikan diri dari Joni sambil menggendong Arjuna di punggungnya.


Dengan berada di hutan. Karina yang seorang ninja bisa lebih leluasa bersembunyi. Itu pasti akan memakan banyak waktu untuk Joni yang bukan tipe Assassin bisa menemukannya.


Kemudian, setelah berhasil menemukan tempat yang cocok untuk bersembunyi. Dia mengirimkan pesan kepada Jae.


-Di mana saja kau? Para Pendawa sedang dalam bahaya.


….


Pada saat itu, Jae kali ini juga sedang dalam keadaan di mana dia sudah mencapai batas menghadapi Bos lantai 90.


Hosh.. hosh.. hosh..


‘Ini sungguh konyol. Tidak ada titik syaraf terlihat untuk mahluk ini meskipun postur tubuhnya seperti manusia.’


Yang dia hadapi kali ini Adalah Giant Golem. Namun, tubuhnya terbuat dari uranium hitam yang mana membuatnya menjadi begitu keras. Meskipun jarum lockpick milik Jae tidak bisa hancur. Tapi, tetap saja tidak bisa menembus tubuh keras itu juga.


Bahkan Undead yang sebelumnya dia dapatkan dari lantai-lantai sebelumnya tidak memiliki informasi mengenai mahluk ini.


‘Sial.. Kurasa aku akan sampai di sini saja.’ Pikir Jae, sebelum berteriak pada lawannya yang besar dan keras.


“Woi.. Mahluk tidak punya Ti****t! Sini kau. Kubuatin kasih kau Ti****t!”


Kemudian, Jae melemparkan staff-nya tepat ke arah ************ Giant.


Baang!!


Dan yang mengejutkannya juga. Silver Dragon staff menancap di bagian itu tanpa mental.


“Wuahahahaha.. Lihat! Sekarang kau punya tuh!”


Sedangkan Giant Golem yang tidak memiliki wajah dan rata. Hanya diam dan tidak bergerak sambil menundukan kepalanya di mana staff menancap seperti orang bodoh yang sedang keheranan.


‘Eh? Dia hanya bengong seperti itu sekarang?-’


‘Jangan-jangan.. Dia sungguh berharap punya itu?’


Pada saat itu juga, Jae yang sebelumnya sudah menyerah. Memutuskan untuk memberikan kenangan perpisahan pada Giant Golem.


“Woi Bodoh! Aah.. pastinya itu sangat kecil dan kau kecewa, kan?” Teriak Jae


Kemudian, Jae membuat staff itu membesar dengan skill evolution staff-nya setelah berkata.


“Kalau begitu, anggap saja ini suatu kenikmatan mahluk sepertimu. Hahahaha!”


Breududududuk!!


Kretek.. kretekek..


Silver Dragon Staff pun mulai membesar sekaligus membuat retakan di setiap sisi di mana itu membesar. Pada saat itu, Jae menyadai sebuah titik lemahnya.


Namun, dirinya sudah tidak memili stamina dan Mana yang cukup untuk melakukan tindakan.


Sial.. Ternyata titik lemahnya di situ? Sungguh konyol. Entah apa yang dipikirkan oleh perancang Dungeon ini. Tapi, itu juga sudah membuatku merasakan kalah.


Dan ketika staff itu berhenti membesar. Pemandangan konyol yang Jae pikirkan telah terlihat seperti sebuah seni pahat.


“Hahahah.. Sekarang. Kau sudah terlihat seperti sebuah seni pahat beneran!” Kata Jae sambil tertawa setelah melakukan kekonyolannya yang dia anggap sebagai seni sembil mengacungkan jempol pada Giant Golem.


Pada saat itu, Giant Golem bahkan masih  berdiam diri dan tidak bergerak.


Hingga setelah beberapa saat membuat Jae heran.


Kemudian, system menginformasikan.


[Anda mengakibatkan 500 damage.]


[Bonus Critical damage 500]


Sejak awal pertarungan dengan Giant Golem. Baru kali ini dia mendengar jika telah berhasil membuat kerusakan yang bahkan juga menghasilkan dampak critical.


“Huh..?”


Padahal aku tidak sengaja dan hanya bersenang-senang sebelum dikalahkan. Tapi malah berhasil membuat kerusakan padanya?


Meski begitu. Jae sudah tidak punya energy lagi untuk bertarung dan berkata.


“Hei.. Kenapa kau diam saja? Cepat selesaikan  pertarungan kita!”


Namun, tidak ada jawaban untuknya dan yang dia ajak bicara hanya masih saja memperlihatkan postur tubuh di mana kepalanya menunduk kepada staff yang nancep.


“Grrr.. Woi!! Jika kau suka dengan apa yang kulakukan maka cepatlah selesaikan ini.” Teriak Jae yang kesal dan terburu-buru.


[Ding]


Sebuah pesan masuk saat itu. Yang mana itu adalah pesan yang Karina kirimkan untuknya.


“Huh? Karina?”


Kemudian, Jae makin geram dan tidak sabar dengan Giant Golem setelah membaca pesan dari Karina. Namun, juga tidak membalas pesan itu. Sebagai gantinya, dia berlari ke arah Giant Golem dan memanjat tubuhnya sampai ke kepala.


Dig dig duk!!


“Ah.. Sialan kau! Kalau mau berdiam seperti itu melihat harta baru yang aku berikan. Maka sekarang sadarlah dan cepat bunuh aku, Bodoh!!” Teriak Jae di samping kepala Giant sambil memukul dengan tinju.


‘Njiirr.. sakit juga memukul mahluk bodoh ini dengan tangan kosong.’


Tidak lama kemudian, Jae mulai tambah putus asa dan berbaring di atas kepala Giant yang menunduk dari tadi sejak Jae menancapkan Staff-nya.


Bagaimana ini? Jika dia hanya diam saja sampai berhari-hari. Maka ini akan menjadi seperti penjara untukku.


‘Ah, aku mengerti sekarang.’


Dari atas, Jae mendapatkan sebuah pemikiran dan melompat ke ujung tongkatnya sambil memberi tekanan pada kakinya.


TAP!!


“Huh? Apa yang terjadi?”


Seketika, tongkat itu bergetar kuat sebelum kembali mengecil kebentuk aslinya dan pindah ke Tangan Jae setelah Jae mendarat ke tanah.


Kretak.. Kretak.. kretak..


Retakan yang ditimbulkan dari Staff sebelumnya makin melebar dan melebar. Dan tanpa terpikirkan oleh Jae jika efeknya akan seperti ini.


Kemudian, Giant golem yang besar hancur setelah retakan yang tidak berhenti terus berjalan.


Brualbrualbrual..


“Hah…? Serius nih?”


Selanjutnya, setelah Golem sepenuhnya hancur dan menjadi tumpukan batu hitam yang keras itu terlihat.


Sebuah cahaya hijau yang melayang terlihat bersinar.


‘Apa itu?’


Kemudian, Jae menghampiri cahaya itu. Namun, pada saat itu juga setelah Jae mendekat dan melihat wujud cahaya hijau yang sebenarnya seorang bocah kecil yang berukuran sangat kecil seukuran telapak tangannya.


Dessssiiiing!!!


[Anda telah terbunuh dengan serangan tunggal pada jantung anda]


[Anda telah mati]


[Anda akan dipindahkan kembali ke tempat di mana anda melakukan teleportasi sebelumnya.]


‘Huh? Apa-apaan ini?-‘


‘Hanya melihat wajah seorang bocah bertubuh kecil bisa membuatku mati begitu saja tanpa merasakan sesuatu? Serius sedikit kenapa sih?’ Pikir Jae yang tidak puas oleh hal yang sangat tidak jelas untuknya.


Kemudian Jae di pindahkan kembali di Kahyangan.