Rajawali Online

Rajawali Online
Raja Iblis



Beberapa saat sebelumnya di Kahyangan. Bimasena


mendeteksi adanya sinyal energy Iblis kuat mendekat ke arah hutan yang jauh


dari Maja Pahit dan dekat dengan Gunung Lawu.


Lewat artefak cermin sakti milik Bimasena memantau


siapa yang datang.


Musuh atau bukan


Terlihat sekilas sosok itu dari cermin, sebelum sosok


itu menyadari jika telah terpantau dan menghancurkan koneksi cermin saat


menyadarinya.


Pyar!!


“Sial! Dia terlalu kuat!” Kesal Bimasena


Ke mana dia menuju? Arah Gunung Lawu?


Sepontan dia langsung memanggil kelima anaknya yang


bukan termasuk Gatotkaca sebagian di antara lima itu.


Slap slap slap slap slap


“Kami menghadap ayahanda!” Kata Puntadewa dan yang


saudara-saudaranya sambil berlutut dihadapan Bimasena.


“Ada Iblis kuat menuju Lawu. Cobalah untuk


menghentikannya!” Perintah Bimasena


“Bolehkah aku tahu berapa banyak mereka?” Tanya


Arjuna


“Dia hanya sendirian! Namun, sangat kuat hingga


cerminku terdeteksi dan dihancurkan!” Jelas Bimasena


Pendawa lima tertegun ketika mendengar penjelasan


Bimasena yang menggambarkan kekuatan satu Iblis ini mampu menghancurkan cermin


ayahnya yang bahkan sulit untuk menyadarinya jika sedang dipantau


menggunakannya.


Kemudian, lima pendawa segera bergegas menuju Lawu


dengan kecepatan penuh.


Beberapa saat kemudian, ketika mereka sudah hampir


dekat dengan Lawu dan berada di langit. Mereka melihat kawah bekas pertarungan


di tengah hutan itu.


“Ini seperti bekas pertarungan yang baru saja


terjadi!” Kata Werkudara


“Bukan, ini masih berlangsung. Lihat!” Kata Puntadewa


sambil menunjuk pada dua sosok di balik kabut


Arjuna terkejut ketika kabut mulai pudar dan melihat


wajah familiar yang sebelumnya pernah membantu Gatotkaca.


“Dia? Aku mengenalnya!” Kata Arjuna


“Huh? Yang mana maksudmu? Yang sekarat atau yang


berdiri?” Tanya Nakula


“Bodoh! Yang sekarat itu memiliki energy Iblis!


Meskipun lemah!” Potong Sadewa, sambil memukul kepala Nakula pelan.


Namun, ketika mereka berlima membicarakan dua orang


yang baru saja selesai bertarung itu. Energy Iblis yang kuat terpancar dari


sisi lain yang juga sedang mengamati mereka berdua.


Uugh.. Tekanan ini?


Para Pendawa dengan sepontan menghadap ke arah sumber


energy Iblis yang kuat itu.


“Itu dia! Pasti dia yang dimaksud Ayahanda!” Kata


Puntadewa, ketika melihat sosok sumber energy itu.


Ketika itu, Sang Iblis menunjuk ke arah Jae yang


hanya tinggal menunggu pemberitahuan system karena berhasil menang. Meskipun


misinya hanya bilang untuk menghentikannya menuju Zona aman Maja Pahit.


‘Oh tidak. Dia akan menyerangnya.’


Arjuna menyadari Sang Iblis itu ingin menyerang Jae


secara diam-diam. Sedangkan Jae belum dan terlambat menyadarinya.


Untungnya Arjuna bertindak dengan berkata sambil


melemparkan Nakula agar menolong Jae, Karena Nakula yang paling cepat dan


spesialis atribut angin.


“Huh? Apa-apaan? Ka..uuu!” Teriak Nakula, saat tidak


siap dengan apa yang Arjuna lakukan dan inginkan


“Selamatkan orang itu sebelum telambat! Cepat!”


Teriak Arjuna, sambil melempar bersamaan dengan serangan Iblis ke arah Jae.


“Throoow!”


“Diizzt!”


“BOOM!!”


Ledakan besar terlihat dan terdengar saat serangan


Iblis itu mendarat. Membuat Arjuna bertanya-tanya.


‘Cih.. Apa Nakula berhasil menyelamatkannya? Aku


sungguh terlambat melakukan tindakan.’


Sesaat kemudian setelah ledakan, suara konyol Nakula


terdengar sebelum terlihat di mata Arjuna sambil membawa Jae di tangan kirinya


seperti membawa boneka.


“Uhuk.. Uhuk.. Hampir saja!- “


“Sialan kau Arjuna! Lain kali jangan mendadak


begitu!” Teriak Nakula yang kesal dengan Arjuna. Sebelum mendekat kembali


kepada saudara-saudaranya sambil membawa Jae di tangannya.


“Apa kau baik-baik saja?” Tanya Arjuna kepada Nakula


“Huh? Kau meremehkanku?- “


“Nih. Temanmu masih selamat. Meskipun keadaannya


kritis!” Jawab Nakula. Sebenarnya, Nakula mendapatkan cedera serius saat


menyelamatkan Jae. Namun, dia menyembunyikannya dari saudara-saudaranya, dia


tidak mau terlihat lemah di hadapan mereka.


Namun, dilihat dari manapun, Arjuna tetap berpikir


jika Nakula mengalami luka serius. Tidak seperti saudaranya yang lain, Arjuna


adalah yang paling teliti.


“Kau bohong! Jaga jaraklah sementara kau memulihkan


diri. Lawan kita kali ini sungguh kuat!” Kata Arjuna


“Cih.. Apa boleh buat. Kau memang yang paling teliti


di antara kita berlima.” Jawab Nakula


Nakula menjaga jarak agak jauh dari saudaranya.


Sementara Iblis yang barusan melakukan serangan mulai memandang para Pendawa.


{Kalian.. Ingin bertarung?} Tanya Iblis


Dia adalah seorang Iblis yang sudah berumur panjang.


Sosoknya 2x lipat lebih besar dari orang umum, memakai Armor hitam garang


dengan variasi merah seperti Daedric armor(Elder scroll v).


Rambutnya hitam panjat dengan 3 tanduk panjang


melengkung di dahinya. Mata hitam dengan pupil merah, terdapat satu garis


coretan hitam kebawah hingga pipinya, dan berkulit putih pucat.


“Tentu saja kita harus bertarung jika kau membuat


keributan!” Jawab Puntadewa, sosok pahlawan dengan armor mirip gatotkaca dan


greatsword besar di punggungnya. Bertubuh kekar dan besar seperti panglima


perang.


{Menyerahlah dengan memberikanku bocah itu!} Perintah


Iblis, sambil menunjuk pada Jae yang tidak sadarkan diri.


Puntadewa dan yang lainnya melirik Jae saat itu.


serangan tiba-tiba.


Arjuna yang paling waspada dengannya, diam-diam


meneliti baik-baik tentang maksudnya datang kemari. Jika dilihat-lihat dari apa


yang telah terjadi, dan orang yang Jae kalahkan memiliki sedikit energy Iblis


tersisa sebelum mati.


“Jika tebakanku benar. Apa kau datang untuk


menyelamatkan Iblis yang telah dia kalahkan, bukan?” Tanya Arjuna, sebelum


lanjut berkata


“Namun, kau terlambat untuk datang dan menyerang


pembunuh salah satu Ras-mu!”


Iblis tertegun sebelum membantah kekalahan Ras-nya


yang sebenarnya adalah anaknya yang telah dia terlantarkan agar menjadi sekuat


dirinya. Namun, dia tidak menyangka akan dikalahkan oleh seorang manusia.


{Omong kosong! Anakku tidak akan kalah jika dia


dibiarkan hidup lebih lama!} Teriak Iblis, dia tanpa sadar mengungkapkan


identitas bocah Iblis yang dikalahkan Jae.


“Oh.. Jadi, yang tadi sekarat itu anakmu? Kasihan


nasibnya, ditelantarkan oleh orangtuanya.” Potong Werkudara, bibirnya sedikit


licin.


{Cih.. Serahkan saja dia padaku! Akan kulepaskan


kalian dan akan kulupakan omonganmu barusan!} Perintah Iblis, dia sangat


bersikeras untuk membawa Jae.


Namun, Arjuna berpikir.


‘Jika dia sepercayadiri itu bisa mengalahkan kami


berlima sekaligus, mengapa dia tidak segera melakukannya? Kurasa ada sesuatu


yang menghalanginya, kuyakin itu.’


“Iblis!! Jika kau sungguh benar-benar bisa


mengalahkan kami berlima, mengapa dari tadi kau terus banyak omong? Bukankah


akan lebih mudah mengambil bocah itu setelah mengalahkan kami berlima?” Tanya


Arjuna, dengan nada nyengir.


‘Kuyakin, akan ada sesuatu yang terjadi jika dia


menyerang.’


Sebenarnya, system belum mengijinkan Iblis sekuat itu


untuk ikut campur dalam wilayah Jawa. Namun dibiarkan jika hanya berkeliaran


tanpa mengganggu sekenario quest.


Karena kalau dibiarkan begitu saja, berarti itu bisa


disebut bug. Yang bahkan kerajaan Kahyangan dan yang lainnya akan kesulitan


menghentikannya.


{Cih… Mahluk-mahluk rendahan tidak mengerti sedang


berhadapan dengan siapa, ya?} Kata Iblis yang sudah terpancing emosinya oleh


Arjuna. Dan seketika percikan kilat beserta aura jahat bergejolak dan meledak


dari Iblis.


Cekater cekater.. BraassSHH!!


Para Pendawa terkejut dan bahkan sedikit terdorong


hanya karena pancaran energy yang dipancarkan oleh Iblis yang terprovokasi itu.


Ugh.. Kuat sekali!


Semua Pendawa menyilangkan tangannya ke depan secara reflex


sekaligus sedikit panic dengan energy yang dipancarkan Iblis. Ini menjadi


kemungkinan jika mereka berlima bertarung bersama melawannya, mungkin tidak


akan cukup.


Para Pendawa berkeringat dingin saat itu. Namun,


Arjuna tetap mencoba tenang dengan berpikir.


‘Dia tidak akan berani menyerang hanya karena


provokasi seperti itu. Ini pasti hanya gertakan.’


{Kalian yakin ingin bertarung?} Tanya Iblis dengan


pura-pura mengancam. Dia berharap ini akan membuat mereka berlima takut. Namun,


Arjuna yang yakin dengan pemikirannya berkata lain sambil melangkah kedepan.


“Hem.. Kau pikir aku sebodoh dirimu? Kau pikir aku


tidak tahu apa yang membuatmu menahan diri?- “


“Waktu kau menyerang bocah itu untuk menyelamatkan


anakmu, kau mendapat peringatan, kan?”


Iblis tertegun saat mendengar perkataan Arjuna yang


persis seperti apa yang sebenarnya terjadi. Dia mendapat peringatan misterius


yang sebenarnya adalah system.


[Kau belum diperbolehkan campur tangan]


[Sekali lagi kau melanggar. Kau akan dihapuskan]


Iblis sempat membantah dan mencoba untuk bertindak


lagi, namun. Dia berakhir ‘stun’ tanpa bisa melakukan apapun dan bahkan


statusnya diturunkan seketika. Hingga dia memutuskan untuk menyetujui system,


maka statusnya akan dipulihkan.


{SIIAAALL!! HAAAARRRGH!!} Teriak Iblis. Sambil


mengeluarkan seluruh kekuatan dari statusnya untuk mencerminkan bahwa dia


sangat murka dan benci oleh batasan system yang membuatnya tidak berhasil


menyelamatkan anaknya, dan bahkan gagal membunuh si pembunuh anaknya.


Bahkan Iblis saja masih memikirkan anaknya.


Energy yang dia pancarkan menyebar luas hingga sampai


zona aman kota Maja Pahit dan juga sampai Kahyangan yang mana tempatnya


berpusat di langit Maja Pahit.


Bukan hanya itu, monster-monster wilayah Jawa yang


merasakan energy itu seperti seakan-akan Rajanya berkomunikasi pada mereka.


Namun, system melakukan tindakan untuk


menghentikannya dan agar tidak terjadi bug atau error yang akan menjadikan


kecelakaan dan merusak sekenario nantinya.


“Bizzzzsep!!” Energynya berhenti seketika, membuat Iblis


heran dan ketakutan. Karena dia tahu yang bisa melakukannya hanya suara


misterius sebelumnya.


{Huh?}


[Pelanggaran! Anda akan dikurung ke istana anda untuk


beberapa tahun]


[Anda tidak akan bisa keluar dari istana Anda sampai


hukuman selesai atau terjadi kebijakan lebih lanjut]


Ketika itu juga, Iblis dipindahkan oleh system secara


paksa.


{TIIDAAAAK!! Kenapa kau menghalangiku?-}


{Awas kalian! ketika kita bertemu lagi kupastikan


jantung kalian semua kumakan!} Teriak Iblis ketika akan menghilang dan dipindahkan.


Suasana kembali tenang ketika Iblis itu menghilang.


Arjuna bersyukur karena dia percaya pada intuisinya.


Dan hasilnya cukup melegakan. Meskipun sebelumnya sempat ragu dan menganggapnya


seperti perjudian.


Sebagai tokoh NPC, sangat langka di antara mereka


mengalami fenomena seperti menemui system. Dan setelah Closed beta, semua


ingatan NPC akan diatur ulang.


2 atau tiga hari lagi, Maintenance RO akan


dilaksankan. Perjalanan masih sangat panjang untuk para player.